cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016" : 12 Documents clear
FAKTOR PENENTU PENGALIHAN SERTIFIKAT TANAH HASIL PROGRAM REDISTRIBUSI (KASUS PADA PETANI DI DESA KAROSSA KECAMATAN TASSOKO KABUPATEN MAMUJU SULAWESI BARAT) Unu Ibnudin
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.903 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.10103

Abstract

Meningkatnya kebutuhan tanah untuk pembangunan, baik yang dikelola oleh pemerintah, swasta dan individu memerlukan kepastian hukum.  Berbagai program sudah dijalankan oleh Badan Pertanahan untuk meningkatkan terwujudnya Jaminan Kepastian Hukum Hak Atas Tanah, salah satunya adalah Legalisasi aset.  Program ini di Desa Tassoko Kecamatan Karrosa Kabupaten Mamuju pada Tahun 2013 dan Tahun 2014 berturut turut sebanyak 500 bidang dan 800 bidang.  Tujuan Penelitian ini adalah untuk  Mengidentifkasi karakteristik peserta program, mengidentifikasi kondisi dan isu petani mengalihkan sertipikat kepada pihak lain, dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keputusan petani untuk mengalihkan sertipikat kepada pihak lain setelah pelaksananaan kegiatan redistribusi tanah.Data yang dikumpulkan berupa data primer yang diperoleh dari 83 petani peserta program tahun 2013.  Teknis analisis penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, regresi logistik dan uji Chi-Square.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa jumlah petani yang sudah mengalihkan  sertipikatnya dengan cara menjual kepada pihak lain mencapai 28,9%, sedangkan yang belum mengalihkan lahannya sebanyak 71,1%.Petani penerima redistribusi mayoritas berpendidikan lebih dari SD (51,8%), berumur lebih dari 40 tahun (60,2%), berjenis kelamin lak-laki (74,7%), memiliki lebih dari satu bidang tanah (50,6%), melakukan kerjasama dengan kelompok tani (74,7%), memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi (73,5%)  dan sebagian besarnya dipengaruhi pihak luar. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa bahwa faktor penentu yang mempengaruhi keputusan petani mengalihkan sertipikat tanah hasil  program retribusi adalah jenis kelamin laki-laki, tingkat kemiskinan dan pengaruh pihak luar,  sedangkan empat faktor lainnya yakni pendidikan, umur, jumlah bidang tanah yang dimiliki dan kerjasama dengan kelompok tani dinyatakan tidak berpengaruh. 
NILAI MANFAAT HUTAN MANGROVE DAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KONVERSI ZONA SABUK HIJAU (GREENBELT) MENJADI TAMBAK DI WILAYAH PESISIR KOTA SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT Slamet Jumaedi
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.539 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.10104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengkaji kondisi dan potensi ekosistem mangrove di Pesisir Kota Singkawang, (2) Menganalisis apa akar penyebab terjadinya alih fungsi Zona Sabuk Hijau (Greenbelt) Hutan mangrove menjadi tambak di Pesisir Kota Singkawang. (3) Menentukan alternatif pengelolaan kawasan mangrove yang berkelanjutan di Pesisir Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, Focus Group Discussion (FGD) dan teknik wawancara secara mendalam (depth interview). Metode survey digunakan untuk pengambilan data mengenai ekosistem mangrove, data fisik dan kimiawi perairan. Metode Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara digunakan untuk pengambilan data tentang sosial, budaya, ekonomi masyarakat dan pandangan masyarakat terhadap  pengelolaan ekosistem mangrove. Faktor penyebab utama konversi Zona Sabuk Hijau (Greenbelt) ekosistem mangrove menjadi tambak diwilayah pesisir Kota Singkawang adalah (1) Tingginya kebutuhan ekonomi dan kurangnya kesadaran kepentingan ekologis serta kepedulian masyarakat akan dampak lingkungan, (2) Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya  penetapan Zona Sabuk Hijau (Green Belt) mangrove untuk kelestarian lingkungan. Hal ini yang mengakibatkan terjadinya perusakan hutan mangrove  oleh masyarakat pesisir Kota Singkawang yang tentunya akan berdampak pada masa yang akan datang. Kemudian rendahnya kesadaran masyarakat tentang konversi dan fungsi ekosistem mangrove. (3) Berdasarkan Parameter fisik lingkungan mangrove  yang di amati terdiri dari Suhu Air, Kekeruhan/Turbiditas, Kecerahan Perairan Laut, dan Gelombang, untuk variabel kimiawi lingkungan mangrove yang diamati adalah Salinitas, Derajat Keasaman (pH air), Oksigen Terlarut (DO), dan Kandungan Unsur Hara (Nutrient) di wilayah pesisir Kota Singkawang yang mana kondisi fisik kimiawi ekosistem mangrove sangat baik dan sangat dimungkinkan untuk budidaya tambak udang, Reklamasi seperti ini telah memusnakan ekosistem mangrove dan juga mengakibatkan efek – efek yang negatif terhadap perikanan di perairan pantai pesisir Kota Singkawang. Selain itu kehadiran saluran-saluran drainase mengubah sistem hidrologi air tawar di daerah mangrove yang masih utuh yang terletak kearah laut menjadi tidak berfungsi dan hal ini mengakibatkan dampak negatif. Hal ini ditunjang dari pandangan masyarakat terhadap pengelolaan ekosistem mangrove yang hanya sebesar 49.1%, artinya masyarakat masih memandang pengelolaan Ekosistem Mangrove di Pesisir Kota Singkawang selama ini berjalan kurang baik. Alternatif solusi untuk mengatasi pemasalahan dalam pengelolaan ekosistem mangrove di Pesisir Kota Singkawang adalah dengan memperbaiki dan memperkuat struktur kelembagaan agar lebih efektif sehingga menghasilkan performance yang lebih baik. Hal ini dilakukan dengan cara: (1) Batas (zonasi) Sabuk hijau (Greenbelt) sebagai areal yang dilindungi sesuai dengan Surat Keputusan Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Kehutanan No. KB 550/264/Kpts/4/1984 dan No. 082/Kpts-II/1984 tanggal 30 April 1984 yang di antaranya menyebutkan bahwa lebar sabuk hijau hutan mangrove adalah 200 m. Surat Keputusan Bersama ini selanjutnya dijabarkan oleh Departemen Kehutanan dengan mengeluarkan Surat Edaran No. 507/IV-BPHH/1990 yang di antaranya berisi penentuan lebar sabuk hijau pada hutan mangrove, yaitu selebar 200 m di sepanjang pantai, sehingga tidak ada hak/lahan masyarakat yang masuk ke dalam kawasan Zona Sabuk hijau (Greenbelt) hutan lindung mangrove; (2) memberikan akses terbatas kepada masyarakat untuk tetap dapat mengusahakan budidaya tambak udang sistem silvofishery (80% : 20%) dengan aturan dan kewajiban-kewajiban tertentu yang dituangkan dalam kesepakatan konservasi (kontrak sosial) diluar 200 m kawasan Zona Sabuk hijau (Greenbelt) hutan lindung mangrove . Jenis mangrove yang ditanam hendak jenis yang cocok untuk daerah tersebut yaitu Avicennia alba dan Sonneratia alba. 
KERANGKA EKONOMO MAKRO DAERAH KOTA BITUNG DI KAWASAN PENGEMBANGAN EKONOMI TERPADU Wiliam Agustinus
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.019 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.9223

Abstract

AbstrakKota Bitung yang berada dalam Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu  Manado – Bitung telah menunjukkan banyak keberhasilan pembangunan yang tercermin dari laju pertumbuhan ekonomi yang dicapai serta banyaknya investor yang berinvestasi. Akan tetapi juga juga masih diperhadapkan dengan kepadatan penduduk, transformasi struktur ekonomi, meningkatnya angkatan percari kerja, persaingan antar kekuatan ekonomi. Dari kenyataan empiris dan urgennya permasalahan maka perlu melakukan analisis atas kerangka ekonomi makro Kota Bitung di Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu dalam pengembangan ilmu kebijakan pembangunan daerah sektor ekonomi dan sebagai reverensi bagi pemerintah daerah dalam menetapkan kerangka pembangunan ekonomi daerah.Penelitian ini menggunakan desain  penelitian kualitatif yang menjadikan peneliti sebagai instrumen. Data diperoleh dari wawancara, observasi dan penggunaan data sekunder serta dianalsisi melalui reduksi data, interpretasi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa kerangka ekonomi makro Kota Bitung di Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu dibagi pada sektor primer terdiri dari pertanian, perambangan dan galian, sektor sekunder yang mencakup sektor industri, lisrik dan air bersih dan bangunan/konstruksi, serta sektor tersier yang mencakup sektor perdagangan, hotel dan restoran, angkuan dan komunikasi, bank dan lembaga keuangan, persewaan dan jasa perusahaan serta sektor jasa lainnya. Perbaikan pada ketiga kelompok sektor diatas perlu dilakukan dengan mengurangi pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja, menurunkan jumlah penduduk miskin, meningkakan produksi pada sektor angkutan, komunikasi, industri pengolahan dan perikanan serta melakukan pembenahan pada berbagai kendala yang menghambat peningkatan produksi dan investasi sehingga dengan bertumbuhnya iklim investasi dari swasta maka perumbuhan ekonomi Kota Bitung akan terus mengalami peningkatan. Kata Kunci : Pertumbuhan, Ekonomi Makro, Kawasan Pengembangan.
IMPLEMENASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN DASAR DAERAH KEPULAUAN (STUDI DI KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD PROVINSI SULAWESI UTARA) Very Londa
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.068 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.9224

Abstract

AbstrakKabupaten Kepulauan Talaud yang memiliki 20.209 jiwa penduduk usia sekolah atau 24.38% dari jumlah penduduk menghadapi permasalahan yang antara lain kurangnya guru yang bersedia ditempatkan di daerah, kurangnya sarana fisik baik berupa gedung, alat peraga bidang studi, peralatan laboratorium, buku-buku pelajaran dan peralatan pelajar lainnya; tidak lengkapnya data kependidikan untuk menunjang program on-line jardiknas. Penelitian ini bertujuan  menjelaskan  proses implementasi kebijakan pendidikan dasar dalam pengembangan ilmu administrasi publik dan penyelesaian permasalahan pendidikan dasar di Kabupaten Kepulauan Talaud.  Melalui penggunaan desain kualitatif penelitian ini menemukan bahwa sekalipun implementasi kebijakan pendidikan dasar di Kabupaten Kepulauan Talaud pada dimensi idealised policy, Implementing organization dan Environmental faktor khusunya lingkungan lembaga politik. Akan tetapi telah memberikan keberhasilan dalam peningkatan nilai rata – rata mata pelajaran. Serta terjadi peningkatan lulusan maupun prestasi lainnya yang diperoleh peserta didik dalam berbagai perlombaan baik dalam kategori kedaerahan, Provinsi maupun tingkat nasional. Situasi inilah yang oleh peneliti dianggap memiliki keunikan dimana dalam situasi dana yang terbatas, daerah tertinggal dan perbatasan, capaian prestasi pendidikan meningkat. 
PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH YANG TRANSPARAN DI KABUPATEN TANAH DATAR DALAM MELAKSANAKAN DESENTRALISASI FISKAL Roni Ekha Putera
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.6 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.6075

Abstract

Tulisan ini barangkat dari keinginan untuk mempelajari dan mendeskripsikan beberapa hal yang terkait dengan pengelolaan keuangan daerah yang transparan di Kabupaten Tanah Datar. Pertama, bagaimana pengelolaan keuangan daerah yang transparan, kedua apa strategi yang digunakan untuk mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan dalam peningkatan PAD.Untuk memberikan kejelasan dalam menganalisis pertanyaan di atas, data-data dalam tulisan ini dikumpulkan melalui studi pustaka (literature) dan penelusuran di website resmi Kabupaten Tanah Datar. Dalam tulisan ini ditemukan bahwa peningkatan PAD kabupaten Tanah Datar didasarkan pada kreativitas dan kemampuan dari pemerintah daerah untuk mengelola keuangan, dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada. Selain itu pemerintah daerah juga melakukan inovasi dalam hal pengelolaan keuangan daerah terutama menggali sumber-sumber yang berpotensi untuk menambah PAD dengan melakukan beberapa hal seperti; Meningkatkan pengawasan pada setiap pos penerimaan sehingga bisa mengurangi kebocoran penerimaan, Melakukan pendataan potensi sumber-sumber penerimaan yang sudah ada maupun penggalian potensi baru, Mengintensifkan penagihan dan peningkatan monitoring, Melaksanakan Cash Management. Dengan melakukan hal-hal tersebut PAD Kabupaten Tanah Datar mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Terkait dengan pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah yang transparan pemerintah daerah tanah datar telah menyampaikan laporan keuangannya secara periodik di website yang mereka miliki dan dapat diakses langsung oleh seluruh masyarakat, sehingga setiap masyarakat juga memiliki akses yang cukup luas untuk mengetahui perkembangan dana di daerah tersebut, terutama di tingkat pemerintahan nagari. Penyampaian laporan keuangan sperti ini kepada masyarakat umum menjadi sebuah indikasi adanya transparasi pemerintah dalam pemakaian anggaran pendapatan belanja daerah . Kata Kunci: Keuangan daerah, Transparan dan Desenetralisasi Fiskal
HUBUNGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN SOSIAL DENGAN TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN SENEMBAH TANJUNG MUDA HULU KABUPATEN DELI SERDANG Dearlina Sinaga
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.933 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.8851

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan dari sumber daya manusia dan social budaya terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Senembah Tanjung Muda Hulu Kabupaten Deli Serdang. Melalui desain  kuantitif  dengan pendekatan korelasional dan dengan teknik cluster sampling maka ditetapkan 273 orang sebagai sampel.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner (angket), observasi  dan telaah dokumen. Data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dengan menggunakan Chi-kuadrat untuk menghitung normalitas data,uji homogenitas dengan uji Bartlett, menghitung linearitas dan keberartian, dan uji interdepedensi dengan korelasi product moment, sedangkan pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji Fdan uji t dengan program SPSS. Hasil penelitian menjelaskan bahwa secara parsial terdapat hubungan yang posistif dan signifikan antara Sumber Daya  Manusia (X1) dengan  Tingkat Kesejahteraan Masyarakat (Y) sebesar 15,9%, demikian juga terdapat hubungan Sosial Budaya (X2) dengan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat(Y)  sebesar 21.7%.  Namun secara simultan terdapat hubungan  yang posistif  dan signifikan  Sumber Daya Manusia (X1) dan Sosial Budaya (X2) secara bersama-sama dengan Tingkat  Kesejahteraan Masyarakat  (Y)  yang besarnya 37,9 %. 
IMPLEMENTASI E-SERVICE PADA ORGANISASI PUBLIK DI BIDANG PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN CIBANGKONG KECAMATAN BATUNUNGGAL KOTA BANDUNG Rd. Ahmad Buchari
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.942 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.8762

Abstract

This research was done because the public demands a very large in the provision of services which provide information in accordance with the needs of the community. To answer this need the government to use information and communication technology called e-Government. E-Kelurahan is one kind of electronic services (e-Service) in the field of public service Bandung city. This study uses qualitative design wich focus on the problem how to implementing e-Service at the e-Kelurahan program funds what kind of obstacle. The results of this study show that the implementation of e-Service via e-Kelurahan has not been successful. This is evidenced by the existence of barriers that hinder the effectiveness and efficiency of e-Village program. Bandung City Government is expected to soon be providing professional executive personnel or by the holding of training for regional aggency of using the application in order to more effectively and efficiently.
PROFIL PSIKOLOGIS SIMPTOM PSIKOPATIK PADA NARAPIDANA WANITA KASUS PEMBUNUHAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA WANITA SUKAMISKIN – BANDUNG Aris Budi Utomo
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.379 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.10121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran mental health pada narapidana wanita dan kaitannya dengan kepribadian psikopatik. Sebanyak 7 narapidana dengan kasus pembunuhan dipilih berdasarkan hasil screening data. Tiga faktor yang menjadi pertimbangan, yaitu: motif kejahatan, residivis, dan rekomendasi dari petugas sipir. Waktu pelaksanaan penelitian dilaksanakan selama 2 minggu, bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Wanita Sukamiskin - Bandung. Rancangan penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk memperoleh: 1) gambaran mental health, 2) klasifikasi gangguan psikopatik dan 3)  simptom psikopatik yang dominan. Pengambilan data, dilakukan dalam dua bentuk, yaitu: individual assessment dengan menggunakan 1) General Health Questionnaire-28 (GHQ)–28, dan 2) Psychopathic Checklist – Revised (PCL – R) dan  individual assessment in group setting dengan menggunakan games. Pengolahan data selanjutnya dilakukan dalam bentuk kualitatif untuk menjadi suatu bentuk gambaran deksriptif umum. Hasil yang diperoleh, yaitu: 1) gambaran mental health yang diperoleh dari 7 orang narapidana yaitu dua orang subjek mengalami stres sedangkan 5 orang lainnya berada pada kondisi mental health yang sehat tanpa merasa stres; 2) Satu orang tergolong psikopat; 3) Lima lainnya memiliki kecenderungan psikopat, dan 4) Satu memililiki kecenderungan rendah untuk menjadi psikopat.  Selain itu, terdapat 2 simptom psikopatik yang dominan yaitu: pathological lying, dan impulsiveness. Kesimpulan dan rekomendasi terhadap 7 orang narapidana pembunuhan di atas adalah bahwa 1 orang yang tergolong psikopat perlu pembinaan psikoedukasi yang intensif dan pemisahan ruangan. 1 orang kecenderungan psikopat rendah perlu di konseling sebagai preventif, dan 5 orang yang masih tergolong mental health sehat tanpa stres perlu dilatih untuk tidak berbohong akan masalah serta pengendalian akan impulsivitasnya.                 
KEMAMPUAN BACA MAHASISWA PADA BUKU TEKS Prijana - -; Asep Saeful Rohman
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.253 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.10324

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan kemampuan baca mahasiswa setelah diberi perlakuan membaca dengan metode baca good reading. Metode penelitian: eksperimen, yakni unit eksperimen satu (N1=189), unit eksperimen dua (N2=68), unit eksperimen 3 (N3=129), unit eksperimen 4 (N4=57), unit eksperimen 5 (N5=61). Hasil penelitian: strata IPK mahasiswa memiliki hubungan non-signifikan dengan metode baca good reading. Strata IPK memiliki hubungan non-signifikan dengan waktu baca. Faktor keterampilan baca dan keterlatihan diduga memiliki keterkaitan dengan waktu baca. Semakin terampil dan terlatih untuk membaca, semakin singkat waktu bacanya. Kesimpulan: Mereka yang memiliki IPK tinggi lebih terampil baca dibandingkan dengan mereka yang memiliki IPK lebih rendah.Keywords: Kemampuan baca, good reading, Buku Teks, Ilmu Pengetahuan, Keterampilan 
KONSISTENSI ANTARA SIKAP DAN PERILAKU ADOPSI PETANI PADI TERHADAP PROGRAM INOVASI SISTEM RESI GUDANG Budhi Waskito
Sosiohumaniora Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.381 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i3.9041

Abstract

Fluktuasi harga sering terjadi pada komoditas pertanian termasuk padi. Hal ini menyebabkan petani padi mengalami kerugian khususnya pada saat panen raya. Sistem Resi Gudang (SRG) merupakan kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi persoalan tersebut melalui Undang-undang Nomor 9 Tahun 2006. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsistensi sikap dan perilaku adopsi petani padi terhadap program inovasi SRG. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan korelasi. Data dikumpulkan dari 90 petani padi yang telah mengadopsi inovasi SRG di gudang SRG yang dikelola oleh PT Pertani Unit Pergudangan Agribisnis Haurgeulis Kabupaten Indramayu selama kurun waktu 2011 – 2014. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap dan perilaku adopsi petani padi di Kabupaten Indramayu terhadap program inovasi SRG memiliki kondisi yang bertentangan. Sikap petani padi tidak selalu konsisten dengan perilaku adopsinya terhadap program inovasi SRG. Rekomendasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keberlanjutan adopsi inovasi SRG di masa datang adalah (1) pengelola inovasi SRG perlu mengubah persyaratan jumlah minimal padi yang dapat disimpan di gudang SRG agar mampu dijangkau oleh mayoritas petani padi di Kabupaten Indramayu, (2) pengelola inovasi SRG perlu menjamin bahwa petani padi akan mendapatkan harga jual padi yang lebih baik apabila menyimpan padi di gudang SRG.

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue