cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017" : 11 Documents clear
PRINSIP-PRINSIP PERLINDUNGAN DATA PRIBADI NASABAH KARTU KREDIT MENURUT KETENTUAN NASIONAL DAN IMPLEMENTASINYA Sinta Dewi Rosadi
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.391 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.11380

Abstract

Praktik pemasaran kartu kredit dewasa ini di Indonesia telah disalahgunakan dimana data pribadi nasabah dancalon nasabah dalam industri kartu kredit telah diperjualbelikan tanpa persetujuan pemilik data pribadi. Praktik ini tentunya tidak mempertimbangkan perlindungan privasi atas data pribadi. Pemerintah telah mengatur hal ini melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Peraturan Bank Indonesia No7/6/PBI/2005. Permasalahan hukum adalah; (1) apakah regulasi yang ada telah menerapkan prinsip-prinsip perlindungan data pribadi khususnya dalam industri kartu kredit; (2) Bagaimana implementasi regulasi yang ada dalam memberikan perlindungan privasi atas data pribadi terhadap nasabah kartu kredit di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normative dengan Metode penelitian yang digunakanadalah yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang (statute approach). Hasil Penelitian, regulasi yang ada telah memberikan dasar hukum bagi perlindungan data pribadi khususnya nasabah kartu kredit akan tetapi pengaturannyamasih sangat minimal dan belum dapat memberikan perlindungan yang maksima
MATERIAL PROCESS IN TRANSITIVITY OF BESEMAH LANGUAGE CLAUSES: A Functional Grammar Approach Sutiono Mahdi
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.884 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.8692

Abstract

The title of this study is Material Process in Besemah Language Clause: A Functional Grammar Approach. It aimed to find out material processes in Besemah language and to analyze the elements of material processes found in the language. This research discusses three main points: (1) the verbs that can be categorized into material process; (2) the participants involved in the material process; and (3) the clause elements of material process. The approach applied in this study was Functional Grammar Approach (FGA) using descriptive method, employing data source from the book Bahasa Besemah 2, which were then analyzed by using tables to show the elements of material processes. The findings of the study showed that (1) the verbs ngelipat, belajagh, ngandas, ngadum, diagai, ngaduk, beghusiq, etc belong to the verbs of material process, (2) the participants involved in the material process can be actor, goal, recipient, client, range, and instrument, and (3) the circumstance can be place, time, manner, and purpose. The verb clause of material processes may be categorized into be intransitive, monotransitive, and ditransitive verb clause. 
ANALISIS RISIKO PADA RANTAI PASOK SUSU: SEBUAH PENDEKATAN MODEL BERBASIS AGEN Andre Rivanda Daud
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.56 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.12888

Abstract

Usaha-usaha pertanian pada umumnya menghadapi banyak risiko dan ketidakpastian. Hal ini mengharuskan para pelaku usaha pertanian untuk membuat banyak keputusan produksi dibawah tekanan risiko tersebut. Oleh karena itu, keberadaan risiko diperkirakan memiliki keterkaitan yang erat dengaan kinerja produksi. Penelitian ini bermaksud untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko di dalam usaha sapi perah serta memperkirakan dampaknya terhadap kinerja rantai pasok susu secara keseluruhan. Survey telah dilakukan di wilayah produksi susu sapi di Kabupaten Bandung dalam periode bulan Oktober sampai dengan Desember tahun 2016. Data diperoleh melalui wawancara terhadap 154 peternak sapi perah di wilayah tersebut. Sumber-sumber risiko ditentukan dengan menggunakan teknik analisis komponen pokok (PCA), sementara perkiraan dampaknya terhadap kinerja produksi diperoleh melalui pemodelan berbasis agen (ABM). Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang dianggap paling signifikan dalam mempengaruhi kinerja produksi adalah risiko menurunnya ketersediaan sumberdaya pakan dari waktu ke waktu. Berdasarkan simulasi model, faktor ini diyakini juga menjadi pemicu timbulnya faktor-faktor risiko lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa hampir seluruh risiko yang ada di dalam rantai pasok susu berkaitan antara satu dan lainnya secara sistemik. Sebagai implikasinya, pengelolaan risiko rantai pasok susu tidak dapat dilakukan secara parsial melainkan holistik.
FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI EKONOMI RUMAH TANGGA PETANI KARET DI DESA KOTO DAMAI KABUPATEN KAMPAR Shorea Khaswarina
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.964 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.9711

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang dominan mempengaruhi perilaku ekonomi rumah tangga petani karet Eks UPP TCSDP di Desa Koto Damai Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kabupaten Kampar. Teknik pengambilan sampelnya adalah Stratified Random Sampling. Jumlah responden sebanyak 50 rumah tangga petani karet Eks UPP TCSDP. Untuk menjawab ini menggunakan pendekatan ekonometrika menggunakan model Two Stage Least Square. Hasil dalam penelitian ini adalah faktor yang dominan dan responsif dari aspek produksi adalah alokasi waktu kerja didalam usaha tani karet. Dari aspek alokasi waktu kerja, faktor yang dominan adalah pengalaman kerja, jumlah batang karet produktif, angkatan kerja rumah tangga dan pengeluaran komunikasi. Faktor yang responsif mempengaruhi alokasi waktu kerja adalah angkatan kerja rumah tangga. Dari aspek pendapatan, faktor yang dominan adalah pendidikan petani karet dan alokasi waktu kerja diluar usaha tani karet. Tidak ditemukan faktor yang responsif terhadap pendapatan, namun yang paling besar pengaruhnya adalah pendidikan petani karet. Dari aspek pengeluaran, faktor yang dominan adalah jumlah anggota rumah tangga, tabungan, jumlah anak sekolah, konsumsi non pangan dan pendapatan total. Faktor yang responsif mempengaruhi pengeluaran adalah pendapatan total.
MENJAGA SUSTAINABILITAS PENGEMBANGAN MASYARAKAT PESISIR KEBUMEN : ANTARA CORAK TOP-DOWN, PARTISIPATIF DAN INISIASI KELEMBAGAAN LOKAL Waluyo Handoko
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.10291

Abstract

Tulisan ini dimaksudkan untuk mengkaji aspek sustainabilitas program pengembangan masyarakat pesisir Kebumen yaitu PKPT(Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh) yang bersifat top-down, partisipatif dan menginisiasi lahirnya kelembagaan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memilih lokasi penelitian di Desa Jogosimo dan Tegalretno sebagai penerima program PKPT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKPT yang memiliki semangat pemberdayaan dengan mengkombinasikan top-down dan bottom-up, ternyata masih diliputi oleh corak top-down yang cukup kuat. PKPT yang sesungguhnya partisipatif awalnya memberi harapan bagi keberlanjutan program pengembangan yang bukan  project semata. Sayangnya ruang bottom-up yang ada direduksi oleh kontrol pengambil kebijakan. Selain itu, keberadaan Kelompok Masyarakat Pesisir (KMP) sebagai pengelola PKPT menyiratkan bentukan dari atas semata serta menambah keragaman berbagai kelompok masyarakat yang sudah terlebih dahulu ada. Banyaknya kelompok masyarakat tersebut justru memberi ruang bagi dominasi elit yang sudah lama berkecimpung di berbagai kelembagaan fungsional desa. Berkaitan dengan exit strategy PKPT, KMP dapat merekomendasikan pembentukan BUMDes kepada pemerintah desa dan mendorong pengembangan bina usaha PKPT oleh BUMDes. Selain itu, penting untuk melakukan penguatan kelompok masyarakat yang sudah ada dan berbasis keinginan masyarakat. Secara umum pilihan untuk memperluas ruang bagi corak bottom-up menjadi alternatif keberlanjutan program pengembangan ke depan.   ` 
FAKTOR PENGHAMBAT KERAJINAN ANYAMAN TANGAN DI PERBATASAN SAJINGAN BESAR DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN A Razak; - Elyta
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.962 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.13403

Abstract

Salah satu kerajinan anyaman tangan Kalimantan Barat berasal dari perbatasan Sajingan Besar Kabupaten Sambas, kerajinan anyaman tangan tersebut merupakan warisan secara turun temurun yang membutuhkan pembinaan melalui inovasi dari regenerasi baru. Metode penelitian ini menggunakan analisis kualitatif,  peneliti melakukan wawancara dari berbagai informan dan mengumpulkan data sekunder dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua faktor penghambat pengembangan kerajinan anyaman tangan di wilayah perbatasan Sajingan Besar Kabupaten Sambas dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN yaitu: 1) pola pikir masyarakat kurang inovatif dikarenakan kurangnya lembaga pendidikan dan pembinaan anyaman kerajinan untuk masyarakat sehingga kerajinan anyaman tangan sulit berkembang. Rendahnya kualitas sumber daya manusia membuat pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat perbatasan Sajingan Besar Kabupaten Sambas; 2) pemasaran produktifitas kerajinan anyaman tangan terkendala karena belum diresmikannya Pos Lintas Batas Negara Aruk di Kabupaten Sambas sehingga produk kerajinan anyaman tangan di wilayah perbatasan Sajingan Besar Kabupaten Sambas sulit bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. 
KEMISKINAN DI PERDESAAN DALAM TINJAUAN MORFOLOGI SOSIAL (Studi Kasus Kemiskinan di Desa Sumber Salak Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso Jawa Timur) Dhanny Septimawan Sutopo
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.589 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.10305

Abstract

Dalam penelitian secara khusus akan mempelajari tantang hubungan kondisi ekologis suatu daerah perdesaan dengan kondisi warga masyarakatnya dengan meletakkannya dalam bingkai kemiskinan yang melanda desa ini sejak dulu hingga sekarang ini. Dengan mengambil kasus di Desa Sumber Salak Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap studi-studi kemiskinan di wilayah Jawa Timur. Mengingat bahwa pekerjaan besar bangsa Indonesia ini adalah masalah pengentasan kemiskinan, maka melalui studi ini pula dapat memberikan gambaran mendasar bagaimana sebenarnya sebuah kasus kemiskinan banyak terjadi di desa-desa – yang mana dalam penelitian ini mengambil satu kasus desa di Jawa Timur.            Penelitian ini merupakan upaya peneliti untuk dapat mempelajari aspek kemiskinan di perdesaan secara mendalam dan holistik. Untuk itu sentuhan metode penelitian yang digunakan adalah metode etnografi yang mana memiliki karakter kuat untuk mendapatkan apa yang disebut Clifford Geertz dengan thick description.Penelitian ini berupaya untuk memahami bagaimana sebenarnya kemiskinan yang banyak terjadi di wilayah perdesaan dapat terjadi hingga ini, apa sebenarnya faktor atau penyebab mendasarnya, serta bagaimana [tanpa  disadari] kemiskinan ini dapat “terpelihara” lama sedemian rupa. Hal-hal tersebut itulah yang menjadi dasar pertanyaan yang akan mendorong pelaksanaan penelitian ini untuk mendapatkan penjelasan-penjelasannya yang dirangkai dalam tinjauan sosio-antropologis.            Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kemiskinan demikian ini disebabkan karena beberapa hal mendasar, yaitu: (1) mayoritas warga sebagai petani memiliki derajat ketergantungan yang tinggi terhadap tanah yang menjadi sumber penghidupan mereka di bidang pertanian, (2) dalam hal produksi ruang  pertanian yang sangat bergantung pada iklim, (3) tingkat hasil produksinya tidak cukup memberikan keuntungan bagi pemenuhan kebutuhan hidup mayoritas warga sebagai buruh petani karena ketiadaan kepemilikan lahan pertanian – dimana lahan secara terbatas hanya dimiliki oleh segelintir warga, dan (4) ketergantungan mayoritas warga terhadap pemilik lahan menjadikan struktur sosial yang erat kaitannya dengan lahan, sehingga tercipta kemiskinan sebagai bentuk morfologi sosial. 
ASPEK SOSIOEKOLOGIS USAHATANI KOPI ARABIKADI DATARAN TINGGI KABUPATEN SIMALUNGUN SUMATERA UTARA Jef Rudiantho Saragih
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.505 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.7896

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh aspek sosioekologis terhadap produksi kopi arabika dengan menggunakan persamaan regresi majemuk dan diduga dengan program SPSS 22.  Sampel berjumlah 58 rumah tangga petani.  Tingkat partisipasi petani mengikuti pelatihan hanya 30%.  Aspek-aspek  yang perlu ditingkatkan adalah penggunaan pohon pelindung legum (26%), jumlah pohon pelindung (67 pohon/ha), pemangkasan tanaman kopi (43%), pengembalian kulit kopi sebagai mulsa (57%), dan menyediakan tempat terpisah untuk menyimpan pestisida (41%).  Sementara aspek ekologis yang sudah baik adalah penggunaan pupuk organik (93%) dan penggunaan masker atau pengaman saat mengaplikasikan pestisida.  Aspek ekologis yang perlu diminimalkan adalah penggunaan herbisida untuk mengendalikan gulma (91%).  Aspek sosial dan ekologi secara bersama berperan penting pada usahatani kopi arabika. Aspek ekologi memiliki multiperan, yaitu peningkatan kuantitas produksi, peningkatan kualitas, dan keberlanjutan lingkungan.  Partisipasi petani dalam pelatihan, jumlah pohon pelindung legum, dan praktik pemangkasan tanaman kopi, berpengaruh positif dan nyata terhadap produksi kopi arabika.  Sementara umur, tingkat pendidikan, jumlah pohon pelindung, penggunaan pupuk organik, dan penggunaan kulit buah kopi sebagai mulsa, berpengaruh positif dan tidak nyata terhadap produksi kopi arabika.
PARTISIPASI APARATUR PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KUNINGAN DALAM KONSERVASI SUMBER DAYA AIR Suwari Akhmaddhian
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.863 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.11453

Abstract

Konservasi sumber daya air memerlukan partisipasi dari masyarakat khusunya aparatur pemerintah sehingga terciptanya lingkungan yang asri dan sehat. Penelitian ini berlokasi di Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaturan partisipasi masyarakat dalam konservasi menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia dan untuk mengetahui kebijakan pemerintah daerah kabupaten kuningan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam konservasi sumber daya air. Metode pendekatan penelitian adalah yuridis empiris dan alat pengumpul data yaitu studi pustaka dan studi lapangan. Hasil penelitian yaitu:Pertama, Pengaturan partisipasi masyarakat menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia, partisipasi masyarakat menurut Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2014 Konservasi Tanah dan Air Pasal 2 huruf a yaitu “asas partisipatif”. Mengenai rincian bentuk partisipasinya diatur dalam Pasal 46 dan Pasal 52 berisi tentang Peran Masyarakat dan Hak Gugat Masyarakat apabila mengalami kerugian yang diakibatkan oleh kerusakan fungsi tanah dan lahan;Kedua, Kebijakan pemerintah daerah kabupaten kuningan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam konservasi sumber daya air, partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup di kabupaten Kuningan khususnya Aparatur Peduli Lingkungan adalah kegiatan wajib penanaman pohon oleh aparatur pemerintah daerah kabupaten kuningan yang akan diangkat menjadi pns, kenaikan pangkat, promosi. Aparatur Peduli Lingkungan kegiatan berdasarkan kebijakan pemerintah daerah kabupaten kuningan yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 12 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Air dan Instruksi Bupati Kuningan Nomor 02 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Program Aparatur Peduli Lingkungan Kabupaten Kuningan. Kesimpulan adalah kebijakan pemerintah daerah kabupaten kuningan dalam konservasi sumber daya air sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan aparatur pemerintah daerah memberikan contoh kepada masyarakat melalui program aparatur peduli lingkungan.
AN ALTERNATIVE MODEL OF CHILD SEXUAL ABUSE HANDLING POLICY IN INDONESIA Rd. Ahmad Buchari; Asep Sumaryana; Rosita Novi Andari
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.202 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.13597

Abstract

Child sexual abuse is one of the forms of crimes against children that call for serious attention of the government. Indonesian Commission for Child Protection (KPAI)’s 2011-2016 years data shows that the number of child sexual abuse victims has been fluctuating year by year. The objectives of the present research were to evaluate the output of the implementation of government policies on handling child sexual abuses during 2011-2014, and to develop an alternative model of child sexual abuse handling policy suitable to apply in Indonesia. The research used a descriptive qualitative approach with a data collection technique of documentation and a descriptive data analysis. The research findings revealed that the policies currently pursued were generally ineffective both in prevention and in law enforcement against the offenders. Therefore, a model of child sexual abuse handling policy in Indonesia by a systems approach can be made as an alternative model of policies in dealing with the problem.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue