cover
Contact Name
Ifall
Contact Email
ifall@unisapalu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksijurnalabditani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Abditani : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 26224682     EISSN : 26224690     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Abditani merupakan salah satu jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu. Jurnal ini berisi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang merupakah hilirisasi dari hasil-hasil penelitian dalam rumpun ilmu pertanian umum yang meliputi pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan. Jurnal abditani diterbitkan setahun sekali yaitu pada bulan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober" : 21 Documents clear
PENDAMPINGAN MASYARAKAT TENTANG PENANGANAN PASCA PANEN DAN MANAGEMEN USAHA PERTANIAN DI KAMPUNG BOGOR KABUPATEN MANOKWARI Yolanda Holle; Amestina Matualage; Ardha Puspitha; Umi Yuminarti
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i2.217

Abstract

Kampung Bogor di Kabupaten Manokwari Papua Barat merupakan daerah binaan Universitas Papua yang memiliki potensi pertanian teristimewa tanaman pisang dan singkong. Peruntukkan tanaman pisang dan singkong lebih banyak diperuntukkan untuk dijual dalam bentuk mentah dibandingkan dikonsumsi. Kelebihan produksi tanaman pisang dan singkong tanpa diimbangi dengan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam penanganan pasca panen menyebabkan permasalahan melimpahnya produk pertanian yang busuk dan terbuang. Situasi ini menjadi hal yang dilihat oleh tim Faperta Unipa untuk memberikan pendampingan. Tujuan pendampingan tim Faperta Unipa adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang penanganan pasca panen produk pertanian, dan managemen usaha produksi pertanian. Hasil pendampingan memberikan hasil bahwa, masyarakat telah memahami proses pembuatan kripik pisang dan kripik singkong, serta bersedia untuk mencoba usaha kripik dengan melibatkan anggota keluarga untuk bekerja sama.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK SEBAGAI UPAYA KEMANDIRIAN PETANI TERHADAP PUPUK Milawati Lalla; Rahmisyari
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i2.221

Abstract

  Pupuk merupakan kebutuhan primer suatu tanaman untuk pertumbuhan dan produktivitasnya.  Kebiasaan penggunaan pupuk anorganik memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan pengurangan subsidi terhadap pupuk sehingga perlu kemandirian petani untuk memproduksi sendiri pupuk organik.   Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membimbing dan melatih petani untuk terampil dalam pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati sehingga tidak bergantung pada pupuk dan pestisida yang dibeli di pasaran.  Kegiatan dilaksanakan dengan metode pelatihan dimana peserta melaksanakan seluruh proses dalam pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati.  Bahan-bahan yang digunakan adalah bahan organik yang mudah diperoleh dan terdapat di wilayah setempat. Pada kegiatan ini dihasilkan pupuk organik (kompos dan pupuk organik cair) dan pestisida nabati.  Peserta dapat menyebutkan bahan-bahan yang digunakan dan cara pembuatannya.
PELATIHAN BUDIDAYA SAYURAN MICROGREEN HIDROPONIK WICK SYSTEM DI SD N 2 KEDUNGRANDU KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS Victor Bintang Panunggul; Suwali; Afif Hendri Putranto; Ayu Sitanini1; Alfiatun Nur Fitria; Lingga Arti Saputra
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i2.222

Abstract

Desa Kedungrandu merupakan sebuah Desa yang berada di wilayah Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Microgreens hidroponik wick system merupakan teknik budidaya tanaman dengan menumbuhkan benih tanaman sayuran berumur pendek menggunakan wick system. Upaya meningkatkan pengetahuan melalui edukasi pelatihan khususnya pada tanaman sayuran bayam. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkam ketrampilan dan mengedukasi siswa/siswi sekolah dasar tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman melalui pelatihan budidaya sayuran secara microgreens hidroponik system wick. Kegiatan ini di mulai dengan kegiatan (survei lokasi, permohonan ijin, pengurusan administrasi, persiapan alat dan bahan serta akomodasi) di SD N 2 Kedungrandu Kabupaten Banyumas pada tanggal 29 Agustus 2022 hingga pelaksanaan pelatihan (budidaya microgreens secara hidroponik wick system, sesi diskusi dan tanya jawab saat materi kepada siswa yang telah mempraktikan dan menumbuhkembangkan tanaman microgreens hidroponik wick system karena turut serta berpartisipasi aktif membangun ilmu pengetahuan dan edukasi untuk membangun karakter siswa yang telah disampaikan saat pelatihan) pada 13 September 2022. Pendampingan dan monitoring dilakukan 23 September 2022 dimana para siswa turut berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab setelah tanaman tumbuh dan dapat dipanen dengan baik.  Kegiatan pelatihan berjalan lancar dan terlaksana dengan baik. Para peserta berperan akif dan antusias dan diharapkan tetap menjalin kerjasama serta mengadakan pelatihan untuk budidaya hidroponik dengan metode lainnya guna menambah ilmu pengetahuan dalam bidang sains dan pemanfaatan lahan sempit sebagai projek penguatan karakter profil pelajar pancasila
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOLABORATIF BERSAMA KOMUNITAS ECO ENZYME NUSANTARA MELALUI PEMBUATAN ECO ENZYME SEBAGAI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK Rachmat Udhi Prabowo; Kuni Zu’aimah B; Afrida Wardani; Habibie Z.F; Geenza Devis F; Jasmine A.S; Fika Firdaus; Miftahul Z; Purwanto; Dwi Sinta M
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i2.225

Abstract

Indonesia adalah satu negara terpadat di dunia. Jumlah penduduk yang besar akan mempengaruhi jumlah sampah. Sampah adalah sisa limbah dari produk dan barang yang sudah tidak terpakai lagi, tetapi dapat didaur ulang menjadi barang berharga. Sampah organik adalah sampah yang dihasilkan dari sisa organisme yang dapat dengan mudah terurai secara alami tanpa proses campur tangan manusia. Tujuan dari pengabdian ini adalah pengelolaan sampah organik yang lebih efektif yaitu dengan membuatnya menjadi Eco Enzyme. Hal ini dengan melakukan pembuatan Eco Enzyme di Desa Wringin Agung Kabupaten Jember yang bertujuan mengurangi sampah dapur dan menjadikannya pupuk tanaman dan obat PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Metode pemberdayaan yang dilakukan dalam pembuatan Eco Enzyme ini yaitu sosialisasi, demonstrasi dan pendampingan. Hasil pemberdayaan yang dilakukan menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Wringin Agung Kabupaten Jember dalam pengolahan sampah organik menjadi Eco Enzyme sangat bermanfaat sekali khususnya dalam mengurangi resiko negatif dari sampah dan sebagai upaya pencegahan dalam penyebaran penyakit PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).
PENINGKATAN UMKM MASYARAKAT PENGRAJIN GULA NIRA DI DESA SAMBIHARJO MELALUI PENGOLAHAN GULA NIRA MENJADI GULA CAIR Sri Yuliani; Adam Muchammad Burhanuddin; Alfi Mauizah Hasanah; Anak Agung Wacik Dipa Wibisana; Audrey Ramadhina Rachmawanto; Garnis Kusuma Nur Fitri; Nur Uswatun Khasanah; Putik Anandita Astari Nur Thoybah; Widia Nur Hayati
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i2.226

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan sarana kegiatan pembelajaran non-formal sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan tujuan untuk mengembangkan UMKM masyarakat Desa Sambiharjo yang berprofesi sebagai pengrajin gula nira, dengan cara mengadakan edukasi dan praktek pengolahan gula nira menjadi gula cair. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan menarik partisipasi masyarakat melalui pengembangan olahan gula nira dengan inovasi baru berupa gula cair. Masyarakat Desa Sambiharjo menyambut kegiatan dengan baik melalui keikutsertaan serta aktif selama kegiatan pengolahan gula nira menjadi gula cair berlangsung. Kelompok mita berkontribusi aktif dalam membantu menyiapkan kegiatan, termasuk mengundang pembicara yang telah ahli di bidang olahan gula nira. Dampak dari kegiatan pengolahan gula nira menjadi gula cair ini adalah mampu meningkatkan minat masyarakat dalam berinovasi dan menciptakan olahan baru dari gula nira untuk meningkatkan potensi Desa Sambiharjo. Melalui kegiatan pengabdian ini, masyarakat pengrajin gula nira di Desa Sambiharjo dapat menambah wawasan mengenai pengolahan gula nira menjadi gula cair, meningkatkan peluang ekonomi Desa Sambiharjo, dan meningkatkan keterampilan dalam olahan gula nira.
PENINGKATAN KAPASITAS DAN PENGUATAN USAHA PEMASARAN IKAN DI KELOMPOK PENJUAL IKAN DI KOTA KUPANG Joi Alfreddi Surbakti; Ida Ayu Lochana Dewi; Naharuddin Sri
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i2.228

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk membantu penjual ikan dalam menyediakan alat untuk menjual ikan yang memadai sehingga kelompok bisa berjualan dengan baik dan ketika selesai berjualan tidak merusak pemandangan dengan ketidakteraturan meja yang tidak memadai, menciptakan dan meningkatkan kualitas pemasaran ikan yang mereka pasaran sehingga hasil yang mereka dapat lebih meningkat serta membuat produk olahan selain ikan yang mereka pasaran sehingga apabila ikan mereka jual tidak laku bisa mereka olah sehingga dapat menambah hasil pendapatan dan kualitas ikan mereka tetap segar. Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) digunakan dalam kegiatan ini.Dengan pendekatan ini masyarakat memiliki peran yang besar dalam pelaksanaanya. Tahapan yang dilakukan adalah penyuluhan tentang pemetaan potensi dan rantai produksi hasil perikanan, Pelatihan pengolahan hasil perikanan serta pemasaran produk dan pemberian bantuan berupa meja untuk tempat berjualan ikan Peningkatan keberdayaan dan kapasitas dapat dilihat melalui meningkatnya jumlah ikan yang dijual. Produk olahan ikan dengan menggunakan jenis ikan yang kurang laku dan sudah tidak segar mampu meningkatkan nilai tambah ikan dan berpotensi menjadi produk olahan ikan unggulan di Kupang.
PENGENALAN BUDIDAYA MAGGOT PADA PETERNAK SAPI DI DESA SUMBERSARI, LOA KULU KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR Retno Aryani; Rudy Nugroho; Hetty Manurung; Ari Sanjaya; Didit Suprihanto; Wulan Sari; Yanti Sari; Rudianto Rudianto; Widha Prahastika; Nurul Fadila; Iyut Toimsar; Christiano Jhonson
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i2.233

Abstract

Maggot atau awam mengenal dengan larva lalat tentara hitam/Black Soldier Fly (BSF), akhir-akhir ini menjadi primadona masyarakat. Budidaya maggot sangat mudah, dengan hanya menggunakan substrat limbah organik atau berupa limbah dari peternakan hewan misalnya kotoran sapi, budidaya maggot sudah dapat dilakukan. Namun demikian, bagi sebagian kelompok masyarakat, khususnya peternak sapi di wilayah Desa Sumbersari, Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pengetahuan mengenai budidaya maggot dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai substrat belum pernah diketahui. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan budidaya maggot kepada anggota peternak sapi di desa Sumbersari, Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Kegiatan diikuti oleh 15 orang peternak sapi yang merupakan mitra dari PT Berkah Salama Jaya, Sentral Penggemukan Sapi. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga tahap yaitu perencanaan, persiapan dan pelaksanaan. Metode pelaksanaan dilakukan dengan ceramah, praktek dan diskusi. Hasil pengabdian ini ada beberapa peserta yang memulai budidaya maggot untuk mengoptimalkan peternakan sapi yang telah ada. Dengan kegiatan ini maka peternak sapi di wilayah desa Sumbersari, Loa Kulu, Kutai Kartanegara, mendapatkan pengetahuan baru mengenai budidaya maggot dan prospek untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
DISEMINASI TEKNOLOGI BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH HIAS DAN SAYURAN KOMERSIL BERBASIS SUMBER DAYA ALAM LOKAL DI DESA KUTAAMPEL KEC. BATUJAYA, KAB. KARAWANG JAWA BARAT Rommy Laksono; Gina Lova Sari
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi adanya permasalahan lingkungan yang berasal dari limbah sekam padi, serabut kelapa, dan gulma eceng gondok yang belum dimanfaatkan secara optimal, pemanfaatan limbah sekam padi, serabut kelapa, dan ecenggondok dalam upaya pelestarian dan pengembangan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Karawang. Pemanfaatan sekam padi, serabut kelapa, dan eceng gondok tersebut bertujuan untuk mengurangi limbah pertanian , dimana Sistem pertanian berkelanjutan ditujukan untuk mengurangi kerusakan lingkungan, mempertahankan produktivitas pertanian, meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan stabilitas dan kualitas kehidupan masyarakat di pedesaan. Libah pertanian tersebut selain untuk subtitusi media tumbuh jamur merang juga dapat menjadi pupuk organik bagi tanaman sayuran. Hal ini sesuai dengan usaha tani yang dilakukan BUMDes dan Koperasi Desa Kutaampel yang dimana membina petani dalam usaha taninya. Pelatihan dilakukan melalui tutorial, simulasi, praktek dan pendampingan. Hasil yang diperoleh adalah Kegiatan PKM mampu memberikan perubahan Prilaku, Sikap dan Keterampilan para peserta yang berasal dari Desa Kutaampel Kec. Batujaya Kab. Karawang Provinsi Jawa Barat dalam memanfaatkan limbah pertanian (sekam padi, serabut kelapa, dan gulma eceng gondok), menjadi sumber pendapatan usaha Tani dan UMKMnya seperti WOGKA, Pupuk Organik TERCINTA dan MAGONIKA.
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN TELUR ASIN HERBAL SEBAGAI PRODUK DIVERSIFIKASI PANGAN ASAL TELUR ITIK DI DUSUN CIHATEUP KABUPATEN TASIKMALAYA Andri Kusmayadi; Ristini Siti Sundari; Yusuf Sumaryana
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i2.238

Abstract

Dusun Cihateup merupakan tempat proses domestikasi ternak itik Cihateup sebagai ternak lokal khas Tasikmalaya Jawa Barat. Ketersediaan telur itik di Dusun Cihateup cukup melimpah dimana setiap harinya dapat menghasilkan lebih dari 500 butir telur. Harga jual telur itik relatif rendah yaitu sebesar Rp 2.000,00 per butirnya. Daya tahan telur itik segar yang rendah dapat ditingkatkan dengan cara diolah melalui proses diversifikasi pangan agar daya tahan telur semakin meningkat dan menghasilkan nilai jual yang tinggi. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini yaitu dengan melakukan pengolahan telur itik segar menjadi telur asin herbal untuk meningkatkan daya tahan telur, meningkatkan harga jual telur, serta menghasilkan sifat fungsional pada produk telur asin herbal untuk meningkatkan imunitas masyarakat pasca Pandemi Covid-19. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan nilai tambah dan daya tahan telur itik Cihateup, serta meningkatkan keterampilan masyarakat Dusun Cihateup dalam mengolah telur asin herbal. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan September 2022 di Dusun Cihateup, Desa Sukanagalih, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Metode pelaksanaan program terdiri atas penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pada warga masyarakat di Dusun Cihateup, anggota kelompok ternak “Kelompok Megar Bebek Cihateup”, dan anggota Badan Usaha Milik Desa “Berdikari”. Kegiatan ini mampu meningkatkan keterampilan dan pendapatan masyarakat melalui pengolahan telur asin herbal.
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA DALAM PEMBUATAN KOMPOS UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN Fea Firdani; Azyyati Ridha Alfian; Hendra Saputra
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i2.240

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk serta berkembangnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat mengakibatkan peningkatan volume sampah yang dihasilkan. Jenis dan karakteristik sampah juga semakin beragam. Dampak yang ditimbulkan oleh sampah diantaranya adalah bau tidak sedap, lalat berterbangan, dan pencemaran lingkungan. Sampah dapat menimbulkan permasalahan apabila tidak seimbangnya antara produksi sampah dengan pengelolaannya. Untuk mengatasi timbunan sampah dapat dilakukan dengan mengolah sampah organik menjadi kompos atau pupuk organik. Kompos adalah pupuk organik yang sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas dan kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Kelompok Wanita Tani sama dengan kelompok tani yang membedakan anggotanya perempuan, yang melaksanakan usaha dibidang pertanian seperti pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam sayur, buah, pembibitan, dan juga tanaman obat serta ada juga yang ikut keladang untuk bercocok tanam. Maka diperlukan edukasi bagi kelompok wanita tani untuk dapat mengelola sampah rumah tangganya agar meminimalisir timbulan sampah dan kegiatan pembakaran di lingkungan tempat tinggalnya untuk mengurangi efek lingkungan dan kesehatan dari akibat pembakaran sampah dan menumpuknya sampah di lingkungan tempat tinggal, dan memanfaatkan kompos tersebut dalam aktivitas bercocok tanam. Kegiatan dilakukan dengan penyuluhan dan praktik pembuatan kompos bersama kelompok wanita tani Sinar Pagi, Kecamatan Lubuk Alung, Sumatera Barat. Diharapkan dari kegiatan ini kelompok wanita tani dapat mengolah limbah rumah tangga menjadi kompos secara mandiri dan beralih menggunakan pupuk organik daripada penggunaan pupuk anorganik.

Page 1 of 3 | Total Record : 21