cover
Contact Name
Ifall
Contact Email
ifall@unisapalu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksijurnalabditani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Abditani : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 26224682     EISSN : 26224690     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Abditani merupakan salah satu jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu. Jurnal ini berisi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang merupakah hilirisasi dari hasil-hasil penelitian dalam rumpun ilmu pertanian umum yang meliputi pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan. Jurnal abditani diterbitkan setahun sekali yaitu pada bulan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober" : 18 Documents clear
PENYEDIAAN PUPUK MELALUI LIMBAH RUMAH TANGGA DAN APLIKASINYA PADA BUDIDAYA HORTIKULTURA Boanerges Putra Sipayung; Wilda L. Tobing, Wilda; Azor Yulianus Tefa; Fransiskus Yulius Dhewa Kadju; Achmad Subchiandi Maulana; Febrya Christin Handayani Buan; Kristoforus Wilson Kia; Kristina Kolo; Misail Epainetus Silla
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i1.296

Abstract

Kegiatan budidaya hortikultura pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Bes Ana selalu membutuhkan pupuk. KWT ini menggunakan pupuk subsidi oleh Pemerintah namun terdapat ketidakefektifan distribusinya seperti tidak sesuai dengan waktu tanam dan penggunaannya sesuai kebutuhan tanaman. Penyediaan pupuk ini perlu ditingkatkan tanpa bergantung pada pupuk subsidi. Penyediaan pupuk pada KWT Sari Bes Ana dapat dilakukan melalui pemanfataan limbah rumah tangga. Limbah sayuran dan buah-buahan dapat dijadikan bahan baku kompos. Air cucian beras dapat dijadikan pupuk organik cair. Pengabdian ini dilakukan di lahan usahatani milik KWT Sari Bes Ana. Pengabdian dilakukan dengan metode sosialisasi dan demonstrasi yang melibatkan seluruh anggota kelompok tani dan mahasiswa. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah KWT mampu menyediakan pupuk organic berbasis limba rumah tangga, mampu mengaplikasikan pupuk pada budidaya hortikultura, dan diharapkan menjadi sumber pendapatan baru selain dari budidaya hortikultura
PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA ALAM PURUN (LEPIRONIA ARTICULATA) SEBAGAI MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT KELURAHAN PETUK KATIMPUN MELALUI PROGRAM PENGUATAN KAPASITAS ORGANISASI KEMAHASISWAAN Rahayuningsih, Sri Endang Agustina; Purba, Waldensius; Saputra, Erik; Hutauruk, Ramces; Tinambunan, Torang; Sianturi, Hutri; Parista Kristiani; Ucok; Sinurat, Ditya Sriwahyuni; Natanael Siagian; Aditya Rahmat Mulyadi; Ronauli Marbun; Mauliwati Situmeang; Wawan Mastiar Marbun; Eko Haryanto Lumbantoruan
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i2.299

Abstract

Kelurahan Petuk Ketimpun merupakan daerah yang masyarakat nya bermata pencaharian sebagian besar dari nelayan tangkap, oleh karena itu masyarakat kelurahan petuk katimpun berada di area strategis sebagai nelayan. Kelurahan petuk di kelilingi oleh sungai dan rawa yang juga berpotensi memiliki mata pencaharian lain yaitu dari tanaman purun. Purun (Lepironia articulata) adalah salah satu tanaman yang tumbuh liar di dekat air atau rawa gambut. Tanaman ini sejenis dengan daun pandan yang hidup di sekitar rawa dan bersifat mudah terbakar jika dalam kondisi kering. Tumbuhan ini banyak terdapat di pinggiran jalan kelurahan petuk katimpun. Masyarakat petuk katimpun mengolah tumbuhan purun menjadi beberapa kerajinan yang bernilai ekonomis seperti tas, tikar, sedotan dan berbagai jenis anyaman lainnya. Proses pembuatan aneka kerajinan ini dilakukan tanpa merusak alam dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Tumbuhan purun banyak dikenal masyarakat sebagai tumbuhan yang memiliki banyak manfaat di bidang kerajinan sehingga mampu memberikan dampak sosial, ekonomi dan budaya pada masyarakat setempat. Dilakukannya pengabdian ke masyarakat kelurahan petuk katimpun yaitu dengan tujuan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia, serta mampu meningkatkan penghasilan masyarakat.
SISTEM VERTIMINAPONIK ALTERNATIF PEMENUHAN GIZI MASYARAKAT GUNA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA BALUNG KIDUL KABUPATEN JEMBER Probowulan, Diyah; Mochamad Ermawan; Achmad Hasby Abdillah; Mustofawi, Azzahra Zahida
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i2.308

Abstract

Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran mitra dalam menanam ikan dan sayuran dalam ember (veriminaponik) dan untuk mendorong kemandirian pangan keluarga dengan menggunakan halaman rumah yang sempit untuk pertumbuhan ikan dan sayuran di sebuah ember. Dengan penggunaan Vertiminaponic, yaitu pengembangan sistem aquaponik, akan dapat menghidupkan kembali minat publik dalam memelihara ikan dan sayuran di rumah masing-masing, dan untuk memastikan bahwa pemenuhan kebutuhan nutrisi yang dihasilkan dari ikan dan sayuran secara mandiri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diperlukan sebagai bagian dari upaya memaksimalkan potensi budidaya ikan lele pada masyarakat desa. Tim pengabdian masyarakat mendemonstrasikan veriminaponic kepada ibu-ibu PKK di Desa Balung Kidul, Kabupaten Jember, sebagai bagian dari sosialisasi dan latihan. Setelah itu, mereka melakukan perakit vertiminaponik, secara mandiri dengan didampingi oleh tim. Implikasi kegiatan ini berdampak pada antusiasme Masyarakat untuk mengembangkan system vertiminaponik ini dirumah masing-masing.
PEMANFAATAN BINTARO SEBAGAI PESTISIDA ALAMI UNTUK MENGURANGI HAMA TIKUS PADA USAHA TANI Gioneri Nurram; Liwan Alvio; Pegi Mandala Putra; Veri Irawan
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i2.311

Abstract

Di Indonesia masalah yang sering dihadapi oleh petani adalah maslah Hama Tanama. Hama Tanaman merupakan serangga maupun binatang yang aktifitasnya menimbulkan kerusakan pada tanaman sehingga mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi terganggu dan berdampak pada kerugian secara ekonomis. Pembasmian hama tanaman ini bisa dilakukan dengan memberikan pestisida alami atau pestisida yang terbuat dari zat-zat kimia lainnya. Pengabdian masyarakat ini dilakukan Di Desa Pekik Nyaring Kabupaten Bengkulu Tengah. Pengabdian ini bertujuan agar masyarakat di Desa Pekik Nyaring Kabupaten Bengkulu Tengah dapat mengetahui seberapa besar manfaat buah bintaro dalam membasmi hama pada tanaman padi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode yang berinteraksi secara langsung kepada petani dan masyarakat setempat, serta memberikan edukasi kepada masyarakat melalui seminar yang di adakan di Desa Pekik Nyaring. Hasil dari pelatihan ini adalah masyarakat di Desa Pekik Nyaring sangat terbantu atas adanya pengabdian masyarakat ini dan pengetahuan yang didapat bisa diterapkan di dalam pembasmian hama oleh petani di desa tersebut, selain itu pelatihan ini memberikan wawasan dan manfaat yang berguna untuk perkembangan tanaman padi yang akan datang.
KONSERVASI DAN DIVERSIFIKASI PRODUK BAMBU DESA CITANGTU KECAMATAN KUNINGAN KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT Karyaningsih, Ika; Desti S.Alfiah; Burhanudin
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i2.313

Abstract

Wilayah Dusun Wangon Desa Citangtu memiliki potensi jenis-jenis bambu dan keterampilan kerajianan bahan baku bambu. Tanaman bambu yang ada tersebar di lahan milik masyarakat seperti kebun, pekarangan dan hutan rakyat bahkan ada juga di sempadan sungai dan lahan milik desa. Potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. Selama ini masyarakat telah memanfaatkan bambu sebagai bahan bangunan dan kerajinan yang telah mampu dijual dan diterima pasar seperti membuat kandang ayam, membuat pagar, ajir, tampah dan perabotan lain. Potensi ini perlu untuk dikembangkan dan dimanfaatkan lebih optimal untuk dapat meningkatkan nilai bambu di masyarakat baik secara ekologi maupun ekonomi. Secara ekologi bambu mampu memperkuat sempadan sungai dan penahan aliran air (run off) agar tidak mudah tererosi. Secara ekonomi bambu dapat dibuat berbagai macam produk untuk kebutuhan rumah tangga, seni, bahan pakaian/serat dan bahan makanan. Program pengabdian masyarakat ini dengan metode penyuluhan dan penyadartahuan kepada masyarakat berupaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat pentingnya konservasi terutama peremajaan pohon/rumpun bambu uuntuk dapat meningkatkan fungsinya. Program ini akan memberikan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang konservasi bambu, peremajaan dan upaya budidaya dengan berbagai teknik pembuatan bibit bambu yaitu dengan tunas alami (rebung), stek batang, stek batang dalam air, dan stek ranting. Disamping itu juga memberikan contoh produk-produk bambu lain yang lebih laku di pasaran sehingga dapat membuka wawasan masyarakat tentang difersifikasi produk selain yang biasa dibuat.
TEKNOLOGI KONSERVASI BIOPORI PADA LAHAN KERING DI DESA HUANGOBOTU KECAMATAN KABILA BONE GORONTALO KAWASAN TELUK TOMINI Husain, Indriati; Fauzan Zakaria; Nurmi
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i2.314

Abstract

Masyarakat yang melaksanakan usahatani pada lahan dengan kategori lahan kering di Desa Huangobotu Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo pada umumnya belum menerapkan teknologi konservasi biopori. Aplikasi teknologi konservasi biopori merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengembalian unsur hara dan peresapan air ke dalam tanah. Kegiatan pengabdian pembuatan lubang resapan biopori dilakukan pada masyarakat Desa Huangobotu dilaksanakan dengan 3 metode yaitu tahap sosialisasi (penyuluhan), pelatihan dan pendampingan. Tahap sosialisasi (penyuluhan) menjelaskan mengenai manfaat dan cara pembuatan biopori; tahap pelatihan melatih cara membuat lubang biopori; dan tahap pendampingan pembuatan biopori di halaman rumah warga. Dengan adanya biopori ini, masyarakat sangat memperoleh manfaatnya, yaitu air permukaan langsung terserap ke dalam tanah lewat biopori, sampah basah limbah dapur menjadi pupuk organik untuk tanaman dan tanaman nampak tumbuh subur.
PENGEMBANGAN PEMASARAN MELALUI TEKNIK LABELING DAN PACKAGING PADA PRODUK UMKM DESA NGROTO KISMANTORO WONOGIRI Aristiawan; Prifatma Baqiatun Nafiah; Bunga Shoimatur Rahmah; Irfan Abdul Fida
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i2.317

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi terbesar dalam pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia. Oleh karena itu, keberadaan UMKM perlu mendapatkan perhatian lebih mengingat perannya dalam perekonomian negara. Keberhasilan UMKM ditentukan oleh banyak hal, salah satunya adalah pelabelan dan pengemasan. Kemasan memiliki peran sebagai pelindung produk dari kerusakan, sedangkan pelabelan berfungsi untuk memperluas jangkauan pasar. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan para pelaku UMKM melalui pelatihan pelabelan pada kemasan di Ngroto, Wonogiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat. Dalam hal ini, kelompok masyarakat yang dimaksud adalah seluruh produsen UMKM yang ada di Ngroto. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Agustus - September 2023 yang dapat dirinci dalam lima tahap, yaitu tahap inkulturasi, discovery, design, define, dan reflection. Selain memperluas pemahaman para pelaku UMKM tentang urgensi pelabelan dan pengemasan, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga telah menghasilkan beberapa label produk UMKM.
PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT NAGARI TARAM BERBASIS TEKNOLOGI TEPAT GUNA MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK UNTUK MENDUKUNG KEMANDIRIAN BERKELANJUTAN Kumbara; Ibnusina, Fedri; Ikka Ade Shopia; Rahma Nofria; Rendi Kurnia Ilahi; Elsa Angela; Shafira Saumi Afendo; Mai Viona Putri; Yanda Bhilneka; Naimatul Ardhiah Lubis; Julnaidi
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i2.320

Abstract

Nagari Taram daerah yang terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat . Potensi yang dimiliki oleh Nagari ini memiliki beberapa aspek yang dapat dikembangkan dari aspek fisik, ekonomi, sosial dan lingkungan. Potensi sumber daya alam yang cukup besar, terutama dalam hal potensi limbah organik yang dapat dimanfaatkan. Limbah organik tersebut dapat berasal dari dapur rumah tangga, pasar, dan peternakan yang banyak terdapat di Nagari Taram. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan masyarakat Nagari Taram dalam mengelola limbah organik yang tidak terkelolah dengan baik. Pelaksanaan program dilakukan di Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Nagari Taram. Kegiatan ini telah dilaksanakan selama 5 bulan , dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan sebagai mitra. Kegiatan dilakukan dengan memadukan beberapa metode yaitu sosialisasi, Forum Group Discussion (FGD), gotong royong, pemaksaan, dan monitoring. Hasil dari program diperoleh perubahan perilaku masyarakat yang dapat mengelola limbah organik menjadi produk yang bernilai sehingga dapat dijadikan sumber ekonomi. Melalui penerapan teknologi tepat guna yang menjadi output utama, diperoleh stasioner pengelolaan limbah organik sebagai tempat penampungan dalam mengelolah limbah organik dan pengimplementasian produk budidaya maggot serta memberikan pemahaman tentang eco-enzyme dapat dijalankan dengan baik melalui adanya pemanfaatan sumber daya yang tersedia.
PENYIAPAN SARANA PRODUKSI DAN BAHAN PENGENDALI ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN BERBASIS IPTEK RAMAH LINGKUNGAN UNTUK KEBERLANGSUNGAN USAHATANI BAWANG MERAH DAN PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT Rosmini; Lasmini, Sri Anjar; Tangkesalu, Dance
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i2.322

Abstract

Usahatani bawang merah yang menjadi icon kelompok tani “Usaha Bersama” di UPT Bulupountu Jaya Sulawesi Tengah disebabkan karena bawang merah yang dihasilkan merupakan bahan baku bawang goreng pada usaha industri kecil masyarakat. Dalam berusaha tani, anggota kelompok tani Usaha Bersama masih mengandalkan penggunaan sarana produksi berbahan baku kimia sintesis seperti pupuk anorganik untuk kesuburan lahan dan pestisida untuk pengendalian OPT. Program Pemberdayaan Masyarakat (PBM) bertujuan untuk mendampingi masyarakat dalam menyediakan sarana produksi dan bahan pengendali hama dan penyakit yang ramah lingkungan berbahan baku sumberdaya lokal yang diperlukan dalam pengembangan bawang merah. Metode yang diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pelatihan kepada kelompok tani mitra, pembimbingan dan pendampingan. Pada akhir kegiatan dilaksanakan demplot aplikasi saprodi yang dikembangkan dalam kegiatan pelatihan. Hasil yang diperoleh, yaitu anggota kelompok tani mitra “usaha bersama” dapat mengembangkan pupuk organik cair, PGPR, dan pestisida nabati yang ditelah dilatihkan kepada masyarakat. Demplot aplikasi ketiga bahan tersebut pada lahan pertanaman bawang merah menunjukkan perbedaan pertumbuhan tanaman bawang merah yang diaplikasi dengan PGPR dan pupuk organik cair dibandingkan dengan tanpa aplikasi. Penggunaan pestisida nabati untuk pengendalian hama ulat bawang, dapat menekan tingkat serangan hama tersebut. Petani dapat melaksanakan SL-PHT di lahan demplot dengan dipandu oleh tim pelaksana pengabdian
EDUKASI PENGOLAHAN SAMPAH KULIT BUAH DENGAN ECO-ENZYME DI PONDOK PESANTREN Al HASSAN, BEKASI Qurrota Ayun; Risah; Assyifa Kurnia Sari
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i2.326

Abstract

Sampah kulit buah menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang harus segera diatasi. Bahan organik yang mudah terurai dan bau yang dihasilkan dari sampah organik dapat menjadi bahan pencemar lingkungan. Peningkatan pengetahuan, kesadaran perilaku akan pentingnya praktik berkelanjutan telah mendorong berbagai pihak untuk mencari alternatif ramah lingkungan dalam mengelola sampah organik. Pondok Pesantren adalah salah satu lembaga yang juga dapat menghasilkan sampah organik seiring bertambahnya jumlah santri. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah pengolahan sampah organik kulit buah menjadi eco-enzym. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan bertujuan untuk memberikan solusi daur ulang sampah organik, dan memberikan edukasi, meningkatkan pengetahuan, kepedulian, serta keterampilan santri dalam membuat eco-enzyme. Lokasi PkM dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Hassan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Pelaksanan PkM dilakukan dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Selama kegiatan PkM berlangsung santri antusias mengikuti dan mempraktikkan cara membuat eco-enzym. Hasil evaluasi pretest dan post test materi mengenai eco-enzym menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan santri hingga 42%. Santri memiliki kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan dan mampu memiliki keterampilan mengolah sampah organik dari kulit buah menjadi eco-enzym.

Page 1 of 2 | Total Record : 18