cover
Contact Name
Ahmadi Riyanto
Contact Email
masyarakat.iktiologi@gmail.com
Phone
+628111166998
Journal Mail Official
masyarakat.iktiologi@gmail.com
Editorial Address
Gedung Widyasatwaloka, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI Jl. Raya Jakarta-Bogor Km 46, Cibinong 16911
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology)
ISSN : 16930339     EISSN : 25798634     DOI : https://doi.org/10.32491
Aims and Scope Aims: Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) aims to publish original research results on fishes (pisces) in fresh, brackish and sea waters including biology, physiology, and ecology, and their application in the fields of fishing, aquaculture, fisheries management, and conservation. Scope: This journal publishes high-quality articles dedicated to all aspects Aquaculture, Fish biodiversity, Fisheries management, Fish diseases, Fishery biotecnology, Moleculer genetics, Fish health management, Fish biodiversity.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2001): Desember 2001" : 7 Documents clear
FAUNA I KAN DI CAGAR ALAM MUARA KENDAWANGAN, KALIMANTAN BARAT [Iktiofauna in Muara Kendawangan Reserve Nature, West Kalimantan] Renny Kurnia Hadiaty
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 1 No 2 (2001): Desember 2001
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v1i2.186

Abstract

The fish fauna of Kapuas basin has been intensively studied by many scientist, they found a lot of new species from the area which is belongs to Kalimantan Barat Province. On the contrary of Kapuas basin, it seems that the scientist is not interested to Kendawangan basin which is also lies in Kalimantan Barat Province. In fact, there was only one preliminary research in this Muara Kendawangan Nature Reserve area. Iktiofauna research was conducted at the area of Muara Kendawangan Reserve Nature in 2000. This research activity successfully collected 40 fish species which is belong to 14 familia The result from the previous studies of this area also discussed.ABSTRAKFauna Ikan di daerah aliran sungai (DAS) Kapuas telah diteliti secara intensif oleh banyak peneliti, mereka menemukan banyak jenis baru dari wilayah yang termasuk dalam Propinsi Kalimantan Barat ini. Berbeda halnya dengan DAS Kendawangan yang jugs mas.uk dalam Propinsi Kalimantan Barat, tampaknya para peneliti tidak tertarik sebab hanya ada satu studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah Cagar Alam Muara Kendawangan ini. Penelitian iktiofauna telah dilakukan pada tahun 2000 di wilayah Cagar Alam Muara Kendawangan (CAMK). Aktifitas penelitian ini berhasil mengoleksi 40 jenis ikan yang termasuk dalam 14 familia. Hasil-hasil penelitian yang terdahulu juga didiskusikan.
KEBIASAAN MAKANAN I K AN TETET (Johnius belangerii) DIPERAIRAN MANGROVE PANTAIMAYANGAN, JAWABARAT [Food Habits of Belanger’s Croaker, Johnius belangerii in Mangrove Waters, Mayangan Coast, West Java] Charles P. H. Simanjuntak; M. F. Rahardjo
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 1 No 2 (2001): Desember 2001
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v1i2.187

Abstract

The study on food habits of Belanger’s croaker, Johnius belangerii was conducted in mangrove waters of Mayangan coast in September and October 1999. Fish samples were collected by using beach seine, purse seine and monofilament gillnets. Based on stomach content analysis, on the first sampling, tetet’s food items were juvenil and adult of penaeid prawn (50,12 %) and Nepthvid (polychaeta) (44,58 %); on the second sampling, tetet’s food were penaeid prawn (88,37 %), Loligo sp (3,39 %), Squilla sp (0,84 %), parts of crab (0,42 %); thus on the third sampling, tetet’s food were penaeid prawn (96 ,16 %) and parts of crab (1,92 %). The major food item of Johnius belangerii not change according to the time of sampling, but food composition was changed.ABSTRAKPenelitian tentang kebiasaan makanan ikan tetet (Johnius belangerii) di perairan mangrove pantai Mayangan, Jawa Barat telah dilakukan pada bulan September-Oktober 1999. Koleksi ikan dengan menggunakan pukat pantai, pukat cincin, dan jaring rampus. Berdasarkan analisis komposisi makanan (Index of Preponderance) untuk setiap pengambilan contoh, makanan ikan tetet pada sampling pertama terdiri atas udang (juvenil dan udang penaeid) (50,12 %) dan Nepthyid (polychaeta) (44,58 %); pada sampling kedua terdiri atas udang penaeid (88,37%), Loligo sp (3.39%), Squilla sp (0,84%), debris kepiting (0.42%); selanjutnya pada sampling ketiga makanan ikan tetet terdiri atas udang (juvenil dan udang penaeid) (96,16 %) dan debris kepiting (1,92%). Jenis makanan yang paling disukai (makanan utama) tidak berubah setiap waktu sampling, namun terjadi perubahan dalam komposisi jenis makanan.
REPRODUKSI IKAN DEPIK (Rasbora tawarensis) DI PERAIRAN DANAU LAUT TAWAR, ACEH TENGAH [Reproductive Biology of Rasbora tawarensis in Laut Tawar Lake Waters, Central Aceh] Murniarti Brojo; Sutrisno Sukimin; Ida Mutiarsih
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 1 No 2 (2001): Desember 2001
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v1i2.188

Abstract

Pengamatan biologi reproduksi ikan depik (Rasbora tawarensis) dilakukan selama 2 bulan di danau Laut tawar, Aceh Tengah. Jumlah ikan contoh 183 ekor, yang berasal dari dua stasiun pengamatan (Toweran dan Kebayakan). Rasio kelaminnya tidak seimbang. Pola pertumbuhannya allometrik. Diduga ikan depik ini memasuki masa pemijahan; fekunditasnya rendah (rata-rata 3082 butir). Ikan ini tgfmas.uk “total spawner”ABSTRACTStudy on biological reproductive of Rasbora tawarensis was conducted during two months in Laut Tawar Lake, Central Aceh. Total fish sample was 183 fish, which came from two sampling stations (Toweren and Kebayakan). Sex Ratio is no balance. The fish growth is allometric. We predicted that fish was being spawned. Fish has a low fecundity (3082 eggs in mean). The fish as grouped to total spawner.
KEMATANGAN GONAD BEBERAPA JENIS IKAN BUNTAL (Tetraodon lunaris, T. fluviatilis, T. reticularis) DI PERAIRAN UJUNG PANGKAH, JAWA TIMUR [Gonad Maturity of Some Puffer Fishes (Tetraodon lunaris, T. fluviatilis, T. reticularis) in Ujung Pangkah, East] Sulistiono Sulistiono; Tri Hastuti Kurniati; Etty Riani; Seiichi Watanabe
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 1 No 2 (2001): Desember 2001
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v1i2.197

Abstract

Pengamatan terhadap kematangan gonad beberapa jenis ikan buntal (Tetraodon lunaris, T. fluviatilis, T. reticularis) dilakukan sejak Maret 2000 sampai April 2001 di perairan Ujung Pangkah, Jawa Timur. Sampel ikan ditangkap per bulan dengan menggunakan gill net (mata jaring 2,5 dan 4,5 cm). Gonad diambil, diawet dengan formaldehide 40 % dan ditimbang beratnya (sampai ketelitian 0.1 g) di laboratorium. Pengamatan tingkat kematangan gonad dilakukan secara morfologis. Analisis dilakukan untuk menentukan nisbah kelamin (J/B) dan indeks somatik gonad (GSI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui musim pemijahan dari beberapa jenis ikan tersebut. Hasil pengamatan didapatkan bahwa jenis Tetraodon reticularis memiliki nisbah kelamin sebesar 1,6:1, T. fluviatilis sebesar 1,2:1 dan T. reticularis sebesar 1,9:1. Tingkat kematangan gonad jenis T. lunaris dan T. reticularis umumnya tidak matang dan matang awal (TKG I dan II) dan tidak ditemukan dalam keadaan matang gonad (TKG III dan IV). T. fluviatilis ditemukan mulai pada tingkat kematangan gonad 1 sampai V dengan prosentase TKG IV terbanyak pada bulan April. Berdasarkan nilai indeks kematangan gonad (IKG) pada T. fluviatilis, didapatkan bahwa nilai tersebut bervariasi 0,01-3.87 (jantan) dan 0.18-2.43 (betina) dengan nilai terbesar pada bulan April. Pada T. lunaris, nilai IKG bervariasi 0,04-5.74 (jantan) dan 0,01-3,62 (betina) dengan nilai terbesar dijumpai pada bulan Mei. Sedangkan pada T. reticularis nilai IKG    bervariasi 0,10-0,83 (jantan) dan 0,05-3,13 (betina). Berdasarkan TKG dan IKG tersebut, didapatkan bahwa puncak musim pemijahan diperkirakan terjadi pada bulan April untuk T. fluviatilis. Sedangkan untuk T. lunaris dan T. reticularis masih belum dapat ditentukan musim pemijahannya.ABSTRACTStudy on the gonad maturity of some puffer fishes (Tetraodon lunaris, T. fluviatilis, T.reticularis) had been done from March 2000 to April 2001 in Ujung Pangkah water, East Java. Samples were caught monthly using gill net mesh sized 2,5 and 4,5 cm. Gonads were removed, preserved by formaldehyde 40% and weighed by electronic balances (0.1 g approximately). Gonad maturity stage was classified morphologically according to the gonad classification. Analysis was done to estimate sex ratio and gonad somatic index (GSI). This study aimed to know spawning season of those fishes. Sex ratio of Tetraodon reticularis, T. fluviatilis and T. reticularis werel.6:l. 1.2:1, and 1.9:1, respectively. Immature and premature gonads were found in T. lunaris', immature, premature, maturing, mature gonads were found in T. fluviatilis, with a peak percentage in April: and immature and premature gonads were found in    T. reticularis. Gonad somatic index (GSI) varied 0,04-5.74 (male) and 0.01-3.62 (female) for T. lunaris with a peak one    in    May;    0,01-3,87 (male) and 0,18-2,43 (female) with a peak one in April for T. fluviatilis', and 0,10-0,83 (male) and 0,05-0,57 (female) for T. reticularis. According to the gonad maturity and gonad somatic index, a peak of spawning season was estimated    to be    in    April for T. fluviatilis. While for the T. lunaris and T. reticularis could not be estimated their spawning season.
REPRODUKSII KAN BELANAK (Mugil dussumieri) DIPERAIRAN UJUNG PANGKAH, JAWA TIMUR [Reproduction of Mullet (Mugil dussumieri) in Ujung Pangka Water, East Java] Sulistiono Sulistiono; Mia Rahmatul Jannah; Yunizar Ernawati
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 1 No 2 (2001): Desember 2001
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v1i2.200

Abstract

Penelitian dilakukan sejak Mei 2000 sampai April 2001, dengan menggunakan 3 macam jaring, yaitu jaring insang bermata jaring 1.5 dan 6,5 inchi; tegur bermata jaring 0,5 inchi dan experimental gillnet bermata jaring 1,25, 1,5, 1,75 dan 2 inci. Analisis dilakukan terhadap sex rasio, indeks kematangan gonad, tingkat kematangan gonad dan fekunditas. Kematangan gonad diduga secara morfologi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rasio kelamin antara jantan dan betina tidak sama dengan 1:1. Berdasarkan tingkat kematangannya. ikan belanak M. Dussumieri yang memilki TKG III (maturing) dan IV (mature) ditemukan hampir setiap bulan dengan demikian dapat dikatakan bahwa ikan belanak memijah sepanjang tahun dengan puncak pemijahan pada bulan Juni dan Januari. Keadaan ini didukung pula oleli nilai indeks kematangan gonad yang tertinggi baik pada jantan maupun pada betina terdapat pada bulan Juni dan Januari. Fekunditas bervarisi tergantung pada tingkat kematangan dan ukuran yang berkisar antara 27.117-323.20. Penyebaran diameter telur juga bervariasi (0,03-0,63 mm) tergantung pada tingkat kematangan gonad. Berdasarkan pola penyebarannya pada TKG IV didapatkan bahwa pola penyebarannya memiliki lebih dari satu puncak yang berarti partial spawner.ABSTRACTStudy on the reproduction of mullet (Mugil dussumieri) in Ujung Pangkah, East Java was conducted from May 2000 to April 2001, using three kinds of fishing gears such as gillnet (mesh sized 1.5 inches and 6.5 inches, fixed trap net mesh sized 0.5 inches and experimental gillnet mesh sized 1 inch, 1.25 inches, 1,5 inches. 1.75 inches and 2 inches). Collected fish was preserved in formaldehyde 10%, measured for total body length (app. 0.1 mm) and weighted by electeronic balance (app. 0.01 g). Analysis was done to investigate sex ratio, gonado somatic index and fecundity. Gonad maturity stage was estimated according to the morphological characteristics. Sex ratio of the fish varied from 0.4 to 2.4 according to the sampling month and total body length. Based on chi square test, the sex ratio was significantly different with 1:1. According to gonad maturity stage, the fish with mature and maturing gonads increased during June (67% for male and 50% for female) and January (38% for male and 35% for female). These indicate that peak of spawning season were in June and January. This condition is supported by gonado somatic index which was higher during June and January. Fecundity varied according to gonad maturity and size which was from 27.117 to 323.200. Oocyte diameter varied from 0.03 to 0.63 mm according to gonad maturity. Based on the distribution pattern in mature gonad, oocyte distribution have more than one mode indicating a partial spawner.
PERTUMBUHANIKAN BELANAK {Mugildussumieri) DIPERAIRAN UJUNG PANGKAH, JAWA TIMUR [Growth of Mullet, Mugil dussumieri in Ujung Pangkah, East Java] Sulistiono Sulistiono; Muhamad Arwani; K. A. Aziz
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 1 No 2 (2001): Desember 2001
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v1i2.204

Abstract

Penelitian terhadap pertumbuhan ikan belanak di Ujung Pangkah, Jawa Timur, dilakukan sejak Februari 2000 sampai April 2001 serta Desember 2001 sampai Januari 2002, dengan menggunakan jaring insang dengan ukuran mata jaring masing-masing 1,5 inchi dan 6,5 inchi, tegur berukuran mata jaring 0,5 inchi dan jaring eksperimen yang memiliki lima ukuran mata jaring 1 inchi, 1,25 inchi, 1,5 inchi, 1,75 inchi dan 2 inchi. Dari jumlah sampel yang didapat selama penelitian, (N=1739) terdiri atas ikan jantan (n=689) dan betina (n= 1050). Pola pertumbuhan masing-masing untuk jantan dan betina adalah allometrik, dengan persamaan sebagai berikut: W=0,00003759L2-72 (jantan) dan W=0,00001465L2’25 (betina). Sedangkan pertumbuhan beratnya didapatkan persamaan sebagai berikut: W =253,24[l-e‘l)i82<wull>]2-72 (jantan) dan W,-313,81 (betina).ABSTRACTStudy on growth of the mullet was conducted in Ujung Pangkah, East Java from February 2000 to April 2001 and from December 2001 to Januari 2002, using gillnet mesh sized 1.5 inches and 6.5 inches, fixed trap net mesh sized 0.5 inches and experimental gill net mesh sized 1 inch, 1.25 inches, 1.5 inches, 1.75 inches and 2 inches. Fish samples (N=1739) consisted of male (n=689) and female (11= 1050), has allometric growth pattern, expressed by these equations: W=0,00003759L2-72 (male) and W=0,00001465L2-29 (female). While weight growth of the fish was expressed by these equations: Wt=253,24[l-e'll’82<l'f"'1“)]2J2 (male) and Wt=313,81[l-eJ'-82!t*0J,1)]2'‘;2 (female)
FEKUNDITAS DAN PRODUKSI LARVA PADAIKAN CUPANG (Betta splendens Regan) YANG BERBEDA UMUR DAN PAKAN ALAMINYA [The Fecundity and Juveniles Products of Fighting Fish (Betta splendens Regan) With Different Age and Natural Food] Gema Wahyu Dewantoro
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 1 No 2 (2001): Desember 2001
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v1i2.206

Abstract

Ikan cupang (Betta splendens Regan) merupakan ikan hias bernilai ekonomis tinggi, karena keindahan warna dan naluri berkelahinya. Dalam perkembangbiakanya pakan memegang peranan penting yang terkait dengan fekunditas dan produksi larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur yang tepat bagi induk cupang untuk dipijahkan serta pengaruh berbagai jenis pakan alarm (Daphnia, Tubifek dan jentik nyamuk) terhadap tingkat fekunditas dan produksi larva. Penelitian dilaksanakan di Instalansi Penelitian Perikanan Air Tawar, Depok dari bulan Agustus sampai Oktober 2000. Metode yang dipergunakan adalah pemberian makan secara ad libitum dengan 90 ekor induk jantan dan 90 ekor betina dengan umur 3-4 bulan. Hasil yang diperoleh dianalisa dengan program SPSS versi 10 menunjukkan bahwa umur dan pakan alami yang memberikan hasil (fekunditas dan produksi larva) paling baik ialah umur 4 bulan dengan pakan Daphnia.ABSTRACTFighting Fish (Betta splendens Regan) is an ornamental fish which has high economic value, it has a beautiful colouration and also a fighting instinct. In extand to hold importand part taken with fecundity and juveniles product. The aims of study are to know right age for parent of fighting fish can to breed and various effect natural food (Daphnia, Tubifek dan Mosquito Juveniles) to fecundity grade and juveniles product. This study was conducted at Instalation Freshwater Fish Research, Depok since August to October 2000. The methods used is food ad libitum with 90 males and 90 females with age 3-4 months. The data to analyse by SPSS ver. 10 resaested that 4 months of age is highest (fecundity and juveniles product) with Daphnia.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2001 2001


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 2 (2022): June 2022 Vol 22 No 1 (2022): February 2022 Vol 21 No 3 (2021): October 2021 Vol 21 No 2 (2021): June 2021 Vol 21 No 1 (2021): February 2021 Vol 20 No 3 (2020): October 2020 Vol 20 No 2 (2020): June 2020 Vol 20 No 1 (2020): February 2020 Vol 19 No 3 (2019): October 2019 Vol 19 No 2 (2019): June 2019 Vol 19 No 1 (2019): February 2019 Vol 18 No 3 (2018): October 2018 Vol 18 No 2 (2018): June 2018 Vol 18 No 1 (2018): February 2018 Vol 17 No 3 (2017): October 2017 Vol 17 No 2 (2017): June 2017 Vol 17 No 1 (2017): February 2017 Vol 16 No 3 (2016): October 2016 Vol 16 No 2 (2016): June 2016 Vol 16 No 1 (2016): February 2016 Vol 15 No 3 (2015): October 2015 Vol 15 No 2 (2015): June 2015 Vol 15 No 1 (2015): Februari 2015 Vol 14 No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 14 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 14 No 1 (2014): Februari 2014 Vol 13 No 2 (2013): Desember 2013 Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013 Vol 12 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 12 No 1 (2012): Juni 2012 Vol 11 No 2 (2011): Desember 2011 Vol 11 No 1 (2011): Juni 2011 Vol 10 No 2 (2010): Desember 2010 Vol 10 No 1 (2010): Juni 2010 Vol 9 No 2 (2009): Desember 2009 Vol 9 No 1 (2009): Juni 2009 Vol 8 No 2 (2008): Desember 2008 Vol 8 No 1 (2008): Juni 2008 Vol 7 No 2 (2007): Desember 2007 Vol 7 No 1 (2007): Juni 2007 Vol 6 No 2 (2006): Desember 2006 Vol 6 No 1 (2006): Juni 2006 Vol 5 No 2 (2005): Desember 2005 Vol 5 No 1 (2005): Juni 2005 Vol 4 No 2 (2004): Desember 2004 Vol 4 No 1 (2004): Juni 2004 Vol 3 No 2 (2003): Desember 2003 Vol 3 No 1 (2003): Juni 2003 Vol 2 No 2 (2002): Desember 2002 Vol 2 No 1 (2002): Juni 2002 Vol 1 No 2 (2001): Desember 2001 Vol 1 No 1 (2001): Juni 2001 More Issue