cover
Contact Name
Ahmadi Riyanto
Contact Email
masyarakat.iktiologi@gmail.com
Phone
+628111166998
Journal Mail Official
masyarakat.iktiologi@gmail.com
Editorial Address
Gedung Widyasatwaloka, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI Jl. Raya Jakarta-Bogor Km 46, Cibinong 16911
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology)
ISSN : 16930339     EISSN : 25798634     DOI : https://doi.org/10.32491
Aims and Scope Aims: Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) aims to publish original research results on fishes (pisces) in fresh, brackish and sea waters including biology, physiology, and ecology, and their application in the fields of fishing, aquaculture, fisheries management, and conservation. Scope: This journal publishes high-quality articles dedicated to all aspects Aquaculture, Fish biodiversity, Fisheries management, Fish diseases, Fishery biotecnology, Moleculer genetics, Fish health management, Fish biodiversity.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2002): Juni 2002" : 6 Documents clear
ASPEK BIOLOGI REPRODUKSI DAN PERTUMBUHANIKAN LEMURU (Sardinella longiceps C.V.) DI PERAIRAN TELUK SIBOLGA [ Reproductive Biology and Growth of Sardine {Sardinella longiceps C.V.) in Sibolga Bay] Riama Verawaty Tampubolon; Sutrisno Sukimin; M. F. Rahardjo
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 2 No 1 (2002): Juni 2002
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v2i1.207

Abstract

The aim of this study is to explaine biology aspect of sardine (Sardinella longiceps) that is reproductive biology (sex ratio, gonad maturity, fecundity and spawning season) and growth (growth parameter, length-weight relationship and condition factor). The study was conducted in Sibolga bay during one mounth (August-September 1999). Sex ratio of sardine is balanced. The fish in condition immature most few than mature fish. Fecundity is between 28.973 - 93.573 eggs, with spawning season in July-August. Growth model L =317,6 {1 - e" "-21 <l "'419,J with growth pattern is isometric. Condition factor of male and female fish is between 0,57 - 1,40 dan’ 0,53 - 1,46.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aspek biologi ikan lemuru (Sardinella longiceps) yang meliputi biologi reproduksi (rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, fekunditas dan musim pemijahan) dan aspek pertumbuhan (parameter pertumbuhan, hubungan panjang-berat dan faktor kondisi). Penelitian ini ikan lemuru dilakukan selama satu bulan (Agustus-September 1999) di perairan teluk Sibloga. Rasio kelamin ikan lemuru seimbang. Ikan yang belum matang gonad terdapat lebih sedikit di perairan dibandingkan dengan ikan yang telah matang gonad. Fekunditas ikan lemuru berkisar antara 28.973 -93.573 butir, dengan musim pemijahan diduga pada bulan Juli-Agustus. Model persamaan pertumbuhan L =317,6 {1 - e" "-21 <l "'419,J dengan pola pertumbuhan isometrik. Nilai faktor kondisi ikan j an tan dan betina berkisar antara 0,57-1,40 dan 0,53-1,46.
BIOLOGIREPRODUKSIIKAN KURISI (Nemipterus tambuloides Blkr.) YANG DIDARATKAN DITEMPAT PELELANGAN IKAN LABUAN, PANDEGLANG | Reproductive Biology of Fivelined Threadfin Bream {Nemipterus tambuloides Blkr.) What Landed in Place of Fish Auction Labuan, Pandeglang] Murniarti Brojo; Rian Puspita Sari
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 2 No 1 (2002): Juni 2002
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v2i1.208

Abstract

The study was conducted in place of fish auction Labuan, Pandeglang at April-June 1999. The aims of study are to know reproductive biology of Snapper (Nemipterus tambuloides) that is sex ratio, gonad maturity, gonado somatic index, fecundity and eggs diameter. By 210 sample, 100 males and 110 females. Fecundity is between 25,019 - 170,888 eggs with average fecundity 5*4,759 eggs. Eggs diameter is 0.513 mm and spawning pattern is total spawner.ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di tempat pelelangan ikan (TPI) Labuan, Kabupaten Pandeglang pada bulan April-Juni 1999. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi reproduksi ikan kurisi (Nemipterus tambuloides) yaitu rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, fekunditas, dan diameter telur. Dari 210 ekor ikan kurisi yang dilihat jenis kelaminnya, terdapat 100 ekor ikan jantan dan 110 ekor ikan betina. Fekunditas berkisar antara 25.019 - 170.888 butir dengan rata-rata 54.759 butir. Diameter telur berukuran 0,513 mm dan pola pemijahan total spawner.
HUBUNGAN PERKEMBANGAN OTOLIT DENGAN PERTUMBUHANI KAN TERBANG (Cypseluruspoecilopierus) DIPERAIRAN TELUK MANADO [Relationship Between Otholith and Growth of Flying Fish, Cypselurus poecilopierus in Manado Bay] Jefry Jack Mamangkey
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 2 No 1 (2002): Juni 2002
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v2i1.209

Abstract

As one of the hard structure in the fish body, the otolith, formed by calcium carbonat and arogonite could be usefull to count the growth and age of the fish. Thes purpose of this study is to know the growth pattern within spotted flying fish (Cypselurus poecilopterus), the relationship between otolith size increments with increments of length, weight of the species. By explorative method the growth data were took up from otolith then observed under ligth    microscope. The results showed that the cirle dark (opaque) and light lines (hyaline) were formed in the otolith. Otolith development of spotted flying showed some kinds of reproductive relationship, and spotted flying otolith showed that the development of this species is slow. Growth pattern of spotted flying is allometrik.ABSTRAKOtolit adalah bagian keras dari ikan yang terbentuk dari kalsium dan arogonit, yang dapat berguna dalam perhitungan pertumbuhan dan umur ikan. Studi bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan terbang (Cypselurus poecilopterus), hubungan antara peningkatan ukuran otolit dengan panjang panjang dan berat spesies. Dengan metode eksplorasi, data pertumbuhan diperoleh dari otolit yang diamati dengan menggunakan mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkaran gelap (opaque) dan garis terang (hyaline) dibentuk di otolit. Perkembangan otolit menunjukkan hubungan reproduksi dan otolit menunjukkan perkembangan spesies ikan ini lambat. Pola pertumbuhan ikan terbang bersifat allometrik.
MORPHOLOGICAL VARIATION OF THE SILVER WHITING Sillago sihama Forskal IN INDONESIA Sulistiono Sulistiono; Yuniar Yuniar; Seiichi Watanabe; Masashi Yokota
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 2 No 1 (2002): Juni 2002
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v2i1.233

Abstract

Study on the morphological variation of the silver whiting (Sillago sihama) was conducted using samples collected in some locations in Indonesia (Ujung Pangkah-East Java Province, Segara Anakan-Central Java Province, Arafuru Sea-Maluku Province and Dumai-Riau Province) using gill net and mini trawl from 1995 to 1998. Some meristics and morphometries characters were observed to estimate population characteristics. Some meristics characters (pectoral rays, scales at lateral line and scales at caudal peduncle), and some morphometries characters (the body depth, caudal peduncle length, predorsal length, length of dorsal fin base 2, length of pectoral fin, length of pelvic fin, head length, head width, snout length, suborbital width, orbit to pre opercle angle and eye diameter-devided by total length) were important characters to investigate local population. Using multivariate analysis, they could not show a significations among local population of S. sihama, therefore it seems signification in the local population of Arafuru Sea group and others.ABSTRAKPengamatan terhadap variasi morfologi ikan putih (Sillago sihama) di Indonesia dilakukan dengan menggunakan sampel ikan dari beberapa lokasi (Ujung Pangkah-Jawa Timur, Segara Anakan-Jawa Tengah, Laut Arafuru-Maluku dan Dumai-Propinsi Riau) dengan menggunakan jaring insang dan mini trawl dari tahun 1995 sampai 1998. Beberapa parameter meristik dan morfometrik dilakukan pengamatannya untuk mengetahui karakter populasi. Beberapa karakter meristik (panjang jari-jari sirip dada, sisik pada linea lateralis dan sisik pada batang ekor), dan karakter morfometrik (tinggi badan, panjang batang ekor, panjang depan sirip punggung, panjang dasar sirip punggung ke 2, panjang sirip dada, panjang sirip perut, panjang kepala, lebar kepala, panjang hidung, lebar antar mata, panjang antara mata dan tutp insang depan, lebar mata yang dibagi dengan panjang total) merupakan karakter yang penting dalam pengamatan populasi lokal. Dengan menggunakan analisis multivariate, belum menampakkan perbedaannya antar populasi S. sihama, namun demikian terdapat perbedaan antara kelompok populasi Laut Arafuru dibandingkan dengan yang lain.
STUDI MAKANANI KAN TEMBANG, Sardinella fimbricita (PISCES:CLUPEIDAE) DI PERAIRAN MANGROVE PANTAIMAYANGAN, JAWABARAT [Study on Food habits of Fringescale Sardinella,Sardinellafimbriata in Mangrove Waters, Mayangan Coast, West Java] M. F. Rahardjo; Charles P.H. Simanjuntak
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 2 No 1 (2002): Juni 2002
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v2i1.240

Abstract

Studi tentang makanan ikan tembang (Sardinella fimbriata) di perairan mangrove pantai Mayangan, Jawa Barat telah dilakukan dari bulan September sampai akhir Oktober 1999. Sampel ikan ditangkap dengan menggunakan jaring rampus, pukat cincin dan pukat pantai. Berdasarkan analisis jenis dan komposisi makanan (Index of Preponderance), jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi pada sampling 1 adalah zooplankton jenis Euphasia sp dan pada sampling 11 dan III didominasi oleh Lauderia sp. Jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi berubah berdasarkan waktu namun komposisi jenis makanan tidak berbeda.ABSTRACTThe study on food habits of Fringescale Sardinella, Sardinella fimbriata was conducted in mangrove waters of Mayangan coast in September until October 1999. Fish samples were collected by using monofilament gillnets, purse seine and beach seine. Based on stomach content analysis, on the first sampling found that the main food was Euphasia (zooplankton); on the second and third sampling, Sardinella’s main food was Lauderia sp (phytoplankton). The major food item of Sardinella fimbriata was change according to the time of sampling, but food composition wasn’t.
PENGARUH VARIASILEMAKTERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASANIKAN RAINBOW (Melanotaenia boesemani Allen & Cross) [Effect of fat variation on growth and survival rate of rainbow fish, Melanotaenia boesemani Allen & Cross] Syahroma Husni Nasution
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 2 No 1 (2002): Juni 2002
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v2i1.247

Abstract

Boesemans rainbow fish (Melanotaenia boesemani) is an ornamental fish from Papua. It has beautiful colour especially male fish. The aim of this study is to know influence of feed containing different source of fat (head shrimp, sardine oil and gold snail) on growth and survival rate of the fish. Thirty fish were reared in aquarium 80 cm x 40 cm x 40 cm with body length and body weight average 12.3 - 13.3 mm and 0.022 g respectively. The result shows that not significant at a 0.05 on growth of length and growth of weight. Fish survival rate is between 71% - 77%.ABSTRAKIkan rainbow adalah ikan hias dari Papua, yang mempunyai warna yang indah terutama ikan jantan. Studi ini bertujuan untuk mcngctahui pengaruh pakan yang mengandung berbagai kandungan lemak (kepala udang, minyak sardine, dan keong mas) terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan. Tigapuluh ikan dipelihara dalam akuarium yang berukuran 80 cm x 40 cm x 40 cm dengan panjang clan bobot tubuh berkisar antara 12,3 - 13,3 mm and 0,022 gram. Hasil studi menujukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata pada a 0,05 dalam pertumbuhan panjang dan pada pertumbuhan bobot. Sintasan berkisar antara 71 - 77%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2002 2002


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 2 (2022): June 2022 Vol 22 No 1 (2022): February 2022 Vol 21 No 3 (2021): October 2021 Vol 21 No 2 (2021): June 2021 Vol 21 No 1 (2021): February 2021 Vol 20 No 3 (2020): October 2020 Vol 20 No 2 (2020): June 2020 Vol 20 No 1 (2020): February 2020 Vol 19 No 3 (2019): October 2019 Vol 19 No 2 (2019): June 2019 Vol 19 No 1 (2019): February 2019 Vol 18 No 3 (2018): October 2018 Vol 18 No 2 (2018): June 2018 Vol 18 No 1 (2018): February 2018 Vol 17 No 3 (2017): October 2017 Vol 17 No 2 (2017): June 2017 Vol 17 No 1 (2017): February 2017 Vol 16 No 3 (2016): October 2016 Vol 16 No 2 (2016): June 2016 Vol 16 No 1 (2016): February 2016 Vol 15 No 3 (2015): October 2015 Vol 15 No 2 (2015): June 2015 Vol 15 No 1 (2015): Februari 2015 Vol 14 No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 14 No 2 (2014): Juni 2014 Vol 14 No 1 (2014): Februari 2014 Vol 13 No 2 (2013): Desember 2013 Vol 13 No 1 (2013): Juni 2013 Vol 12 No 2 (2012): Desember 2012 Vol 12 No 1 (2012): Juni 2012 Vol 11 No 2 (2011): Desember 2011 Vol 11 No 1 (2011): Juni 2011 Vol 10 No 2 (2010): Desember 2010 Vol 10 No 1 (2010): Juni 2010 Vol 9 No 2 (2009): Desember 2009 Vol 9 No 1 (2009): Juni 2009 Vol 8 No 2 (2008): Desember 2008 Vol 8 No 1 (2008): Juni 2008 Vol 7 No 2 (2007): Desember 2007 Vol 7 No 1 (2007): Juni 2007 Vol 6 No 2 (2006): Desember 2006 Vol 6 No 1 (2006): Juni 2006 Vol 5 No 2 (2005): Desember 2005 Vol 5 No 1 (2005): Juni 2005 Vol 4 No 2 (2004): Desember 2004 Vol 4 No 1 (2004): Juni 2004 Vol 3 No 2 (2003): Desember 2003 Vol 3 No 1 (2003): Juni 2003 Vol 2 No 2 (2002): Desember 2002 Vol 2 No 1 (2002): Juni 2002 Vol 1 No 2 (2001): Desember 2001 Vol 1 No 1 (2001): Juni 2001 More Issue