cover
Contact Name
Kurnia Dwi Artika
Contact Email
kurnia.2a@politala.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
elemenjurnal@politala.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. tanah laut,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Elemen
ISSN : 24424471     EISSN : 25812661     DOI : -
Jurnal Elemen is a media for publishing scientific articles in the field of mechanical and automotive engineering which are published regularly in June and December each year. All articles presented are the results of research, conceptual ideas and reviews in the field of mechanical and automotive engineering that have never been published before. Jurnal Elemen managed by P3M in the Tanah Laut State Polytechnic has been ISSN, namely the printed version of ISSN 2442-4471 and online version of ISSN 2581-2661, and for now the Elementary journal has been indexed in ISJD (Indonesian Scientific Journal Database) in PDII-LIPI . then it can be indexed and accredited at SINTA, DOAJ and Scopus.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2019)" : 12 Documents clear
ANALISIS KEKUATAN LENTUR KOMPOSIT DENGAN FILLER SERAT SABUT KELAPA DAN SERAT IJUK Achiruddin Fachri Ayubi; Syamsul Hadi
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.299 KB) | DOI: 10.34128/je.v6i2.95

Abstract

Kayu merupakan bahan baku yang paling banyak digunakan dan dibutuhkan sampai sekarang, sementara itu masalah lahan hutan dan perkebunan penghasil kayu semakin berkurang dan dapat mengakibatkan kerusakan bahkan bencana alam, tetapi masih ada serat-serat dari alam yang tidak banyak dimanfaatkan sehingga kondisinya melimpah misalnya sabut kelapa dan ijuk. Solusi untuk mengatasi permasalah tersebut diperlukan adanya alternativ bahan baku pengganti kayu, salah satunya yaitu papan komposit serat alam.Tujuan dari penelitian yaitu untuk mendapatkan variasi terbaik dalam komposisi papan komposit yang berbahan dasar resin dengan filler serat sabut kelapa(SSK) dengan serat ijuk(SI) yang diharapkan dapat menjadi alternativ untuk industri dalam produksinya. Metode pembuatan spesimen komposit berbahan dasar dari resin polyester tipe 157 BQTN dengan filler serat alam SSK dengan SI yang disusun dalam komposit. Spesimen komposit dibuat dengan standar ASTM D 7264. Pengujian spesimen komposit dilakukan dilaboratorium Politeknik Negeri Malang dengan mesin Universal Testing Machine dan dianalisa data pengujian menggunakan metode perhitungan Anova One Way untuk mengetahui pengaruh spesimen satu dengan lainnya terhadap kekuatan lentur komposit papan kursi. Hasil dari metode perhitungan kekuatan lentur terrbaik untuk komposit papan kursi didapatkan komposisi terbaik pada komposisi SSK (3%) dan SI (2%) dengan resin (95%) dan komposisi massa SSKSI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan lentur komposit, karena Fhitung> Ftabel (48,08 > 5,14).
PENGARUH VARIASI PELUMAS DAN KECEPATAN MESIN TERHADAP SUHU MESIN PADA SEPEDA MOTOR 150 CC Muhammad Saili Madliyani; Ika Kusuma Nugraheni; Kurnia Dwi Artika
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.683 KB) | DOI: 10.34128/je.v6i2.104

Abstract

Pelumas berfungsi untuk memperkecil gesekan, pendingin, pembersih, mengurangi keausan dan membentuk lapisan minyak. Ada banyak pelumas yang dijual di pasaran dengan masing-masing spesifikasi yang berbeda-beda. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pelumas yang lebih cocok untuk kendaraan uji, mengetahui kenaikan suhu dan mengetahui perbandingan suhu. Dalam pengujian ini dilakukan uji beberapa pelumas untuk mengetahui kenaikan dan penurunan suhu dari pelumas yang digunakan. Pelumas yang dipilih memiliki perbedaan SAE yaitu standar kekentalan untuk pelumas yaitu SAE 10W-40 API SL, SAE 20W-40 API SJ, SAE 10W-40 API SJ, SAE 10W-30 SL JASO MA dan SAE 20W-50. Suhu awal mesin untuk pengujian adalah 70oCuntuk semua jenis pelumas yang digunakan. Suhu mesin tertinggi berada pada suhu 90oC. Pada pengujian ini RPM yang digunakan yaitu pada RPM 1500, 2000, 2500, 3000 dan 3500. Sebelum pengujian dilakukan kendaraan uji yang sudah diisi dengan pelumas yang baru harus dihidupkan terlebih dahulu agar pelumas dapat bersirkulasi didalam mesin. Pengujian kenaikan suhu dilakukan dengan menggunakan thermometer gun yang diarahkan pada silinder blok kendaraan uji, dan pengujian penurunan suhu menggunakan stopwatch untuk menghitung waktu penurunan suhu. Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa pelumas yang lebih cocok digunakan pada kendaaran uji adalah jenis pelumas semisintetik dengan kode SAE 10W-40/API SL dibanding dengan pelumas jenis lainnya. Pelumas yang tidak disarankan untuk digunakan pada kendaraan uji adalah jenis pelumas mineral dengan kode mineral SAE 20W-50, pelumas SAE 10W-40/API SL karena terbukti kenaikan suhunya paling lambat dibanding pelumas lain. Pada RPM 3500 suhu mesin mencapai 87oC dan waktu penurunan suhunya dari 87oC ke 70oC hanya memerlukan waktu 349 detik. Kenaikan suhu mesin sangat berpengaruh terhadap performa mesin karena apabila suhu yang terus mengalami kenaikan maka dapat mengakibatkan mesin mengalami overheat.

Page 2 of 2 | Total Record : 12