cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki14apr12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
marzuki14apr12@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Fisika
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19794657     EISSN : 26147386     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu Fisika (JIF) is a peer-reviewed open access journal on interdisciplinary studies of physics, and is published twice a year (March and September) by Department of Physics, Andalas University Padang.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2019): September 2019" : 7 Documents clear
Pengujian Tabung Kolimator Pesawat Sinar-X Merk Toshiba Type E2739 di Laboratorium Radiologi Universitas Baiturrahmah Padang Dila Nelvo Dasril
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.2.56-61.2019

Abstract

Telah dilakukan pengujian tabung kolimasi pesawat sinar-X konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui iluminensi lampu kolimator dan kesamaan berkas cahaya kolimasi pada pesawat tersebut. Penelitian dilakukan di laboratorium radiologi jurusan DIII Radiologi Universitas Baiturrahmah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif experimental dengan langsung meneliti  ke lapangan. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lux Meter, Collimator Alignment Test Tool dan Beam Alignment Test Tool, dengan menggunakan Focus Film Distace (FFD) 100 cm. Hasil yang diperoleh dari penelitian untuk uji iluminensi lampu kolimator adalah 124,75 lux masih berada dalam batas toleransi yaitu lebih dari 100 lux pada jarak 1 meter dan untuk hasil uji kesamaan berkas cahaya kolimasi adalah berupa penyimpangan sebesar ΔX sebesar 1 cm dan ΔY sebesar 1,3 cm dan deviasi sebesar 1,5 derajat. Nilai ini masih berada dalam rentang toleransi pengukuran NCRP (National Council on Radiation Protection and Measurements) yaitu ΔX dan ΔY ≤ 2% FFD dan deviasi ≤ 30. Dengan demikian pengujian terhadap tabung kolimasi pesawat sinar-X konvensional ini telah sesuai standar KEPMENKES No.1250/MENKES/SK/XII/2009 tentang Pedoman Kendali Mutu (Quality Assurance) Peralatan Radiodiagnostik.Kata kunci: pesawat sinar-X Toshiba type E2739, uji iluminensi, uji kesamaan berkas kolimasi.
Rancang Bangun Sistem Penyemprot Tanaman Otomatis Berdasarkan Waktu dengan Real Time Clock (RTC) dan Sensor Ultrasonik Serta Notifikasi Via SMS Nia Sulfiani R; Nini Firmawati
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.2.62-71.2019

Abstract

Telah dirancang sistem penyemprot tanaman otomatis berdasarkan waktu dengan Real Time Clock (RTC) dan sensor ultrasonik serta notifikasi via SMS. Sistem ini berfungsi untuk menyiram tanaman secara otomatis berdasarkan waktu yang telah diatur pada program dan sistem akan memberikan informasi kepada pengguna saat air dalam wadah habis. Sistem terdiri dari RTC DS3231 sebagai penghitung waktu, satu buah relai sebagi saklar, pompa air mini untuk menyemprot tanaman, sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mendeteksi ketinggian air, GSM SIM 800L untuk mengirim SMS sebagai peringatan kepada pengguna dan LCD untuk menampilkan jarak dan waktu. Sistem ini bekerja berdasarkan waktu sedemikian rupa sehingga pompa air hidup pada saat pukul 08.00 WIB dan pukul 17.00 WIB. Pada waktu yang sama ketinggian air dalam wadah dideteksi sensor ultrasonik, jika jarak air dengan sensor 25 cm maka peringatan kepada pengguna berupa SMS “air hampir habis” dikirim oleh GSM. Berdasarkan hasil uji sistem jarak GSM yang digunakan dengan lokasi penerima SMS tidak berpengaruh, rata- rata waktu yang didapatkan untuk lima variasi jarak pengiriman yaitu 7,876 s, 8,646 s, 8,824 s, dan 8,676 s. Sistem penyiram tanaman otomatis ini dikontrol dengan modul Arduino Uno.Kata kunci: Arduino Uno, GSM SIM 800L, RTC DS3231, Sistem penyemprot otomatis, Ultrasonik HC-SR04.
Pemanfaatan Data Satelit Tropical Rainfall Measuring Mission 3A25 dan 3B43 Sebagai Input Model ITU-R untuk Mengestimasi Intensitas Curah Hujan di Indonesia Dea Kurnia Harysandi; Marzuki Marzuki
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.2.72-80.2019

Abstract

Model yang dikeluarkan oleh International Telecommunication Union-Radiocommunication Sector (ITU-R) digunakan secara luas untuk menentukan intensitas curah hujan dalam pemodelan penjalaran gelombang elektromagnetik dalam medium hujan. Parameter yang digunakan untuk menentukan intensitas curah hujan adalah curah hujan rata-rata tahunan (Mt) dan probabilitas hujan (P0). Input data dari model ITU-R berasal dari data 40-year ECMWF re-analysis (ERA-40) dengan resolusi spasial dan temporal yang rendah. Penelitian ini menguji penggunaan data satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) 3A25 dan 3B43 yang memiliki resolusi spasial yang lebih baik sebagai input data ITU-R (ITU-R P.837-6). Data TRMM yang digunakan adalah data dari tahun 1998 sampai 2014. Hasil estimasi dibandingkan dengan model ITU-R standar dan kemudian divalidasi dengan data rain gauge di Kototabang dan data DBSG3 untuk Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan data TRMM 3A25 dan 3B43 sebagai input model ITU-R P.837-6 cukup akurat untuk mengestimasi curah hujan di Indonesia. Nilai root mean square error (RMSE) dan persentase error yang didapatkan dari data TRMM dan model ITU-R tidak jauh berbeda ketika dibandingkan dengan data rain gauge dan DBSG3. Untuk keseluruhan data di Kototabang, nilai RMSE dari TRMM dan ITU-R berturut-turut adalah 21,97 dan 16,70 mm/h dengan persentase error 16,28% dan 9,63%. Untuk Bandung, nilai RMSE ketika dibandingkan dengan data DBSG3 adalah 8,72 mm/h (TRMM) dan 1,72 mm/h (ITU-R) dengan persentase error 16,18% (TRMM) dan 11,13% (ITU-R). Dengan demikian, ITU-R dengan input ERA-40 lebih akurat dari ITU-R dengan input TRMM 3A25 dan 3B43 untuk mengestimasi intensitas curah hujan menitan di Indonesia.Kata kunci: Intensitas curah hujan, TRMM, ITU-R P.837-6, Indonesia
Kalibrasi TLD-100 di Udara Menggunakan Radiasi Sinar-X Pada Rentang Radiation Qualities in Radiodiagnostic (RQR) Nisaul Chaira Yeni; Dian Milvita; Heru Prasetio
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.2.81-87.2019

Abstract

Telah dilakukan kalibrasi TLD-100 di udara menggunakan radiasi sinar-X pada rentang Radiation Qualities in Radiodiagnostic (RQR). Kalibrasi dilakukan untuk mengetahui koefisien kalibrasi TLD di udara, faktor koreksi kualitas radiasi dan pengaruh variasi dosis radiasi terhadap koefisien kalibrasi. Penelitian menggunakan pesawat sinar-X konvensional sebagai sumber radiasi, detektor TLD-100 sebagai detektor yang akan dikalibrasi dan detektor unfors-X2 sebagai detektor standar. Dosis radiasi yang digunakan yaitu (0,2; 0,3; 0,5; 0,7) mGy dengan variasi tegangan (50, 60, 70, 80, 90, 100) kV. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien kalibrasi TLD bergantung kepada kualitas radiasi sehingga TLD harus dikalibrasi pada setiap tegangan. Nilai faktor koreksi kualitas radiasi berada pada rentang 0,825 ± 0,097 sampai 1,039 ± 0,084 yang berarti kemampuan detektor merespon radiasi berbeda-beda seiring perubahan kualitas radiasi. Nilai koefisien kalibrasi meningkat seiring bertambahnya nilai dosis radiasi.Kata kunci: koefisien kalibrasi, faktor koreksi, TLD
Rancang Bangun Sistem Pengukuran Diameter Butiran Air Menggunakan Fotodioda Array dan Transceiver nRF24L01+ Awaluddin Awaluddin; Harmadi Harmadi; Marzuki Marzuki
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.2.88-94.2019

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun sistem pengukuran diameter butiran air menggunakan fotodioda array dan transceiver nRF24L01+. Sistem pengukuran diameter butiran air terdiri dari laser dioda, fotodioda array, mikrokontroler Arduino Uno R3 dan transceiver nRF24L01+. Pengukuran dilakukan saat butiran air yang berasal dari wadah, dengan variasi ukuran diameter; 1 mm, 2 mm, dan 3 mm, melewati sinar laser dan ditangkap oleh fotodioda array. Fotodioda array mengubah cahaya menjadi sinyal listrik dalam bentuk tegangan keluaran dan diolah menggunakan mikrokontroler Arduino Uno R3. Data yang dihasilkan dikirim secara telemetri nirkabel dengan menggunakan transceiver nRF24L01+ dan ditampilkan pada PC dan LCD dalam bentuk hasil pengukuran. Karakterisasi sensor fotodioda array menghasilkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,997 dan nilai fungsi transfer yaitu 21,975e–0,004x yang dimasukkan ke dalam program. Hasil pengujian memperlihatkan semakin rendah tegangan menandakan diameter butiran air hujan semakin besar. Hasil pengukuran diameter butiran air memiliki nilai error rata-rata 0,66. Sistem memiliki jarak pengiriman maksimum 1000 m tanpa penghalang dan jarak pengiriman minimum 550 m dengan penghalang.Kata kunci: fotodioda array, pengukuran butiran air, transceiver nRF24L01+
Identifikasi Pencemaran Logam Berat Tembaga (Cu), Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) Air Laut di Sekitar Pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang Widya Anggraini; Dwi Puryanti
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.2.95-101.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi pencemaran logam berat timbal (Pb), tembaga (Cu) dan kadmium (Cd) di kawasan Pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi logam Pb, Cu dan Cd yang terkandung pada air laut di kawasan pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang. Alat yang digunakan adalah Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS). Dari pengukuran diperoleh nilai konsentrasi rata-rata untuk Pb sebesar 0,224 mg/L, Cd tertinggi sebesar 0,005 mg/L dan Cu paling tinggi adalah 0,964 mg/L. Nilai konsentrasi logam berat pada penelitian ini telah melebihi batas ambang baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kawasan di sekitar pelabuhan Teluk Bayur, Padang telah terkontaminasi logam berat.Kata kunci: Pelabuhan Teluk Bayur, Baku mutu,  Atomic absorbtion spectroscopy.
Kajian Ketidakpastian Pengukuran Suhu dan Kelembaban Udara pada Sensor DHT22 Berbasis Arduino Uno Trias Prima Satya; Fitri Puspasari
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.11.2.102-110.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kajian ketidakpastian pengukuran suhu dan kelembaban udara pada sensor DHT22 berbasis Arduino Uno. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang termohigrometer dengan menggunakan sensor DHT22 berbasis Arduino Uno dan mengetahui validitas hasil ukur instrumen yang dibuat tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak, dan pengujian sistem. Pengujian dilakukan dengan menganalisis nilai ketidakpastian dan galat hasil ukurnya pada suhu ruangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa termohigrometer yang diuji pada suhu 25°C menunjukkan hasil ukur (24,73 ± 0,33) °C dengan galat 1,34% untuk uji suhu, dan (48,16 ± 1,31) % dengan galat 2,72% untuk uji kelembaban udara. Sedangkan pada suhu ruangan 28°C menunjukkan hasil ukur (28,22 ± 0,33) °C dengan galat 1,12% untuk uji suhu, dan (42,59 ± 1,31)% dengan galat 3,07% untuk uji kelembaban udara. Hasil analisis ketidakpastian menunjukkan bahwa instrumen yang diuji telah sesuai dengan standar pada sheet data sensor DHT22.Kata kunci: Arduino Uno, DHT22, galat, ketidakpastian, sensor

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 1 (2026): March 2026 (Forthcoming Issue) Vol 17 No 2 (2025): September 2025 Vol 17 No 1 (2025): March 2025 Vol 16 No 2 (2024): September 2024 Vol 16 No 1 (2024): March 2024 Vol 15 No 2 (2023): September 2023 Vol 15 No 1 (2023): March 2023 Vol 14 No 2 (2022): September 2022 Vol 14, No 1 (2022): In progress (March 2022) Vol 14 No 1 (2022): March 2022 Vol 13, No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 2 (2021): Published in September 2021 (COMING ISSUE) Vol 13 No 2 (2021): September 2021 Vol 13, No 1 (2021): Published in March 2021 Vol 13 No 1 (2021): March 2021 Vol 12 No 2 (2020): September 2020 Vol 12, No 2 (2020): Published in September 2020 Vol 12 No 1 (2020): March 2020 Vol 12, No 1 (2020): Published in March 2020 Vol 11 No 2 (2019): September 2019 Vol 11, No 2 (2019): Published in September 2019 Vol 11, No 1 (2019): Published in March 2019 Vol 11 No 1 (2019): March 2019 Vol 10, No 2 (2018): Published in September 2018 Vol 10 No 2 (2018): September 2018 Vol 10, No 1 (2018): Published in March 2018 Vol 10 No 1 (2018): March 2018 Vol 9, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 9 No 2 (2017): September 2017 Vol 9 No 1 (2017): March 2017 Vol 9, No 1 (2017): Published in March 2017 Vol 8 No 2 (2016): September 2016 Vol 8 No 1 (2016): March 2016 Vol 8, No 2 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 8, No 1 (2016): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7 No 2 (2015): September 2015 Vol 7 No 1 (2015): March 2015 Vol 7, No 2 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 7, No 1 (2015): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6 No 2 (2014): September 2014 Vol 6 No 1 (2014): March 2014 Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 6, No 1 (2014): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5 No 2 (2013): September 2013 Vol 5 No 1 (2013): March 2013 Vol 5, No 2 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 5, No 1 (2013): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4 No 2 (2012): September 2012 Vol 4 No 1 (2012): March 2012 Vol 4, No 2 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 4, No 1 (2012): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3 No 2 (2011): September 2011 Vol 3 No 1 (2011): March 2011 Vol 3, No 2 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 3, No 1 (2011): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2 No 2 (2010): September 2010 Vol 2 No 1 (2010): March 2010 Vol 2, No 2 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 2, No 1 (2010): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1 No 2 (2009): September 2009 Vol 1 No 1 (2009): March 2009 Vol 1, No 2 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA Vol 1, No 1 (2009): JURNAL ILMU FISIKA More Issue