cover
Contact Name
Ir. Farida Ariyani, M.Sc
Contact Email
jurnal.ppbkp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ppbkp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 19079133     EISSN : 24069264     DOI : -
JPBKP is a scientific resulted from research activities on marine and fisheries product processing, food safety, product development, process mechanization, and biotechnology. Published by Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Ministry of Marine Affairs and Fisheries twice a year periodically in Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006" : 9 Documents clear
Sifat Fungsional Formula Kappa dan Iota Karaginan dengan Gum Ellya Sinurat; Murdinah Murdinah; Bagus Sediadi Bandol Utomo
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i1.82

Abstract

Pemakaian karaginan sudah sangat luas, baik dalam pangan maupun non pangan. Namun dalam aplikasinya masih terbatas karena banyak kelemahan dalam sifat fungsionalnya. Untuk memperbaiki kelemahan sifat fungsional tersebut, dalam penelitian ini dilakukan formulasi campuran antara karaginan dengan gum yaitu gum arabik, guar gum, Locust Bean Gum (LBG) dan konjak dengan harapan bahan campuran ini dapat menyempurnakan fungsi karaginan dalam aplikasinya. Dalam penelitian ini dibuat formulasi campuran karaginan dengan gum dengan rasio 1:3, 1:1 dan 3:1.  Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan adanya peningkatan kekuatan gel pada formula campuran antara k-karaginan dan konjak pada rasio 1:1 dengan nilai 1276 g/cm2  dan k-karaginan dengan LBG pada rasio 1:1 dengan nilai 225 g/cm2. Peningkatan viskositas juga terjadi pada formulasi campuran antara k-karaginan dengan konjak pada rasio 1:3 dengan viskositas sebesar 4510 cPs dan pada formulasi campuran antara k-karaginan dengan LBG pada rasio 1:3 dengan nilai 817 cPs. Hal yang sama juga terjadi pada formulasi campuran antara i-karaginan dengan konjak pada rasio 1:3  dengan nilai 4775 cPs dan i-karaginan dengan guar gum pada rasio 1:3 dengan nilai viskositas 2936 cPs. Hasil ini menunjukkan adanya pengaruh nyata penambahan gum pada karaginan terhadap viskositasnya.
Karakterisasi Enzim Kitosanase dari Bakteri Kitinolitik T5a1 yang Diisolasi dari Terasi Dewi Seswita Zilda; Yusro Nuri Fawzya; Ekowati Chasanah
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i1.230

Abstract

Bakteri kitinolitik yang mendegradasi kitin dan turunannya telah banyak diisolasi dari berbagai sumber seperti tanah, spons dan limbah udang dan rajungan. Sumber lain yang diduga potensial untuk isolasi bakteri kitinolitik adalah terasi yang merupakan produk fermentasi berbahan baku rebon. Kitosanase adalah enzim kitinolitik yang terlibat dalam produksi kitooligosakarida yang lebih larut air dan berguna dalam berbagai bidang seperti nutrasetikal, medik, dan farmasi. Isolat T5a1, salah satu isolat kitinolitik yang diisolasi dari terasi, ditumbuhkan pada medium minimal sintetik (MSM) dengan penambahan 0,5% koloidal kitin pada 37o C, 100 rpm, di inkubator goyang selama 24 jam untuk produksi kitosanase. Enzim kasar kemudian dipekatkan menggunakan amonium sulfat dan didialisis. Dari hasil karakterisasi, diketahui pH dan suhu optimum aktivitas enzim adalah 7 dan 50o C. Enzim stabil pada suhu 40o C selama lebih dari 200 menit. Penambahan ion Mg2+ dan Zn2+ menurunkan aktivitas enzim sampai 15% sementara penambahan ion Ca2+ meningkatkan aktivitas enzim sampai 37%.
Pengolahan Bakto Agar dari Rumput Laut Merah (Rhodymenia ciliata) dengan Pra Perlakuan Alkali Darmawan, Muhamad
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i1.83

Abstract

Penelitian pengolahan bakto agar dari rumput laut merah (Rhodymenia ciliata) dengan pra perlakuan alkali telah dilakukan untuk melihat pengaruh konsentrasi NaOH dan waktu pra perlakuan alkali terhadap mutu bakto agar yang dihasilkan. Konsentrasi NaOH yang ditambahkan adalah 5, 6 dan 7% dan waktu pra perlakuan alkali yang digunakan adalah 30, 45 dan 60 menit. Parameter yang diamati meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, kadar sulfat dan kekuatan gel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi NaOH dan waktu pra perlakuan alkali memberikan pengaruh nyata terhadap rendemen, kadar sulfat dan kekuatan gel bakto agar, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air dan abu. Hasil terbaik diperoleh dari perlakuan konsentrasi NaOH 7% dan waktu pra perlakuan 60 menit dengan rendemen 14,32%, kadar air 13,12%, kadar abu 4,99%, kadar sulfat 1,90% dan kekuatan gel 748,5 g/cm2.
Uji Aktivitas Senyawa Antioksidan dari Rumput Laut Halymenia harveyana dan Eucheuma cottonii Suryaningrum, Theresia Dwi; Wikanta, thamrin
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i1.231

Abstract

Penelitian uji aktivitas senyawa antioksidan dari rumput laut Halymenia harveyanadanEucheuma cottoniitelah dilakukan. Aktivitas antioksidan dan uji toksisitasnya diamati terhadapekstrak kasar, fraksi n-heksana, dan fraksi metanol dari rumput laut segar dan kering, sertaidentifikasi senyawa aktif menggunakan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitasantioksidan ekstrak rumput laut segar lebih tinggi dari pada ekstrak rumput laut kering. Ekstrakfraksi metanol dari Halymenia harveyanasegar memiliki aktivitas antioksidan yang paling poten.Pada kedua jenis rumput laut tersebut, toksisitas ekstrak dari sampel kering lebih tinggidibandingk an dengan ekstrak dari rumput laut segarnya. Ekstrak Halymenia harveyanamengandung senyawa-senyawa antioksidan mirip BHT (butil hidroksi toluen), ester danhidrokarbon aromatis, demikian pula ekstrak Eucheuma cottoniibanyak mengandung antioksidan tetapi mempunyai toksisitas yang tinggi terhadap Artemia salina.
Rekayasa Alat Penghasil Asap Cair untuk Produksi Ikan Asap 1. Uji Coba Alat Penghasil Asap Cair Skala Laboratorium Rodiah Nurbaya Sari; Bagus Sediadi Bandol Utomo; Tri Nugroho Widianto
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i1.232

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan uji coba alat penghasil asap cair skala laboratoriumdengan bahan pengasap tempurung kelapa. Suhu pirolisis diset antara 200–250o C dan 300-450o C. Parameter yang diuji adalah banyaknya asap cair yang dihasilkan, sisa pembakaranberupa arang yang terbentuk, jumlah komponen asap yang hilang, kinerja alat dan susunansenyawa kimia asap cair yang dihasilkan. Analisis susunan senyawa kimia asap cair yangdihasilkan menggunakan Gas Chromatography–Mass Spectrophotometry(GC-MS). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pada suhu pembakaran 200-250o C, tempurung kelapa dengan kadar air 11,40% menghasilkan asap cair sebanyak 48,10%, sisa pembakaran berupa arang sebanyak 31,33%, jumlah komponen yang hilang sebanyak 20,56% dengan kinerja alat sebesar 250,52 g/jam.m kondensor. Komponen terbanyak asap cair yang dihasilkan adalah senyawa 9-octadecenoic acid (Z)-, tetradecyl ester (C32H62O2) sebanyak 71,68%. Pada suhu pembakaran 300–450oC asap cair yang dihasilkan sebanyak 48,66%, sisa pembakaran berupa arangsebanyak 26,30%, komponen asap yang hilang sebanyak 25,04% dengan kinerja alat 253,44 g/jam.m kondensor. Pada suhu tersebut komponen terbanyak asap cair adalah senyawa 2-lauro-1,3-didecoinyaitu 37,53%.
Penggunaan Campuran Karaginan dan Konjak dalam Pembuatan Permen Jelli Subaryono Subaryono; Bagus Sediadi Bandol Utomo
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i1.227

Abstract

Penelitian penggunaan campuran karaginan dan konjak dalam pembuatan permen jelli telahdilakukan. Perbandingan antara karaginan dan konjak adalah 2:1. Penggunaan campuran inidalam permen jelli divariasi dari 1,5; 2; 2,5 dan 3%. Parameter yang diamati untuk mengetahui kualitas produk permen jelli meliputi kadar air, aktifitas air, sifat fisik (kekerasan, kelengketan dan elastisitas) serta nilai organoleptik (penampakan, bau, rasa, tekstur, elastisitas dan penerimaan). Hasil penelitian menunjuk kan bahwa semakin tinggi konsentrasi karaginan-konjak yang digunakan dalam pembuatan permen jelli akan mengakibatkan peningkatan kekerasan dan penurunan nilai organoleptik khususnya rasa, tekstur, elastisitas dan penerimaan. Konsentrasi penggunaan campuran karaginan dan konjak sebesar 1,5% menghasilkan produk permen jelli yang terbaik.
Studi Sifat Fisiologi Ikan Gurami (Osphronemus gourami) Pada Suhu Rendah untuk Pengembangan Teknologi Transportasi Ikan Hidup Syamdidi, Syamdidi; Ikasari, Diah; Wibowo, Singgih
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i1.233

Abstract

Tulisan ini melaporkan tentang studi sifat fisiologi ikan gurami dalam media air yang suhunya diturunkan secara bertahap sebagai dasar penyusunan teknologi transportasi ikan gurami hidup. Metode yang dilakukan adalah dengan menurunkan suhu media air secara bertahap dengan kecepatan 5oC/jam sampai ikan gurami tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Pengamatan dilakukan terhadap aktivitas dan metabolisme (respirasi dan produksi metabolit) ikan. Hasil studi menunjukkan bahwa respirasi dan metabolit ikan gurami cenderung menurun seiring dengan makin rendahnya suhu, terutama setelah suhu mencapai 23,6oC. Pada awal penurunan suhu terjadi sedikit peningkatan respirasi (dari 168,0 menjadi 177,6 mg O2/kg ikan/jam) kemudian turun dan mencapai titik terendah (1,6 mg O2/kg ikan/jam) pada suhu 13,6oC. Pola produksi metabolit serupa dengan pola laju respirasi, yaitu meningkat di awal penurunan suhu (NH3 dari 5,76 menjadi 11,52 mg NH3/kg ikan/jam, dan NO2 dari 0,16 menjadi 0,66 mg NO2/kg ikan/jam) kemudian turun seiring dengan penurunan suhu (1,64 mg NH3/kg ikan/jam dan 0,16 mg NO2/kg ikan/jam pada suhu 13,6oC).
Ekstraksi Gelatin dari Tulang Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp) secara Asam Suryanti Suryanti; Susilo Hadi; Rosmawaty Peranginangin
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i1.228

Abstract

Studi tentang ekstraksi gelatin dari tulang ikan kakap merah dilakukan melalui perendamandalam asam klorida dengan konsentrasi 4, 5, dan 6% selama 48 jam. Tulang ikan kemudiandicuci dengan air mengalir sampai pH netral (6–7) dan diekstraksi dengan akuades pada suhu 80, 85, dan 90 oC selama 6 jam. Ekstrak gelatin yang dihasilkan disaring dengan kain saring, dan filtratnya dikeringkan dalam oven pada suhu 55 oC selama ± 48 jam sehingga diperoleh lembaran gelatin. Hasil ekstraksi gelatin ini kemudian diuji kadar rendemen, viskositas, pH, kekuatan gel dan karakternya secara organoleptik. Hasil analisis menunjukkan bahwa perendaman dalam larutan HCl 4% selama 48 jam dan ekstraksi pada suhu 80ºC selama 6 jam menghasilkan gelatin terbaik dengan rendemen 7,4%, viskositas 6,73 cPs, pH 5,05, kekuatan gel 226,8 g/bloom, dengan jumlah mikroba 2,5 x 10 3 koloni/g dan E. colinegatif. Hasil uji organoleptik terhadap warna gelatin yang dihasilkan tidak berbeda nyata dengan gelatin komersial, yaitu antara coklat kekuningan sampai kuning keputihan. Akan tetapi gelatin tulang ikan kakap merah sedikit berbau ikan sedangkan gelatin komersial tidak berbau (netral).
Potensi Antitumor Ekstrak Spons Crella papilata Asal Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu Nurrahmi Dewi Fajarningsih; Hedi Indra Januar; Muhammad Nursid; Thamrin Wikanta
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v1i1.229

Abstract

Penelitian mengenai potensi antitumor ekstrak spons Crella papilata asal Taman NasionalLaut Kepulauan Seribu (TNKpS) telah dilakukan. Uji toksisitas dilakukan dengan metode BSLT,sedangkan uji sitotoksisitas terhadap sel tumor HeLa dan mieloma dilakukan dengan metodeuji MTT. Hasil BSLT yang diperoleh menunjukkan bahwa toksisitas ekstrak kasar metanol Crella papilata(LC 50 : 19,99 ppm) dan fraksi metanol Crella papilata (LC50 : 21,15 ppm) tergolong sangat toksik. Ekstrak Crella papilatamemiliki aktivitas sitotoksik yang tinggi terhadap sel tumor HeLa dan mieloma. Respon bioaktivitas ekstrak Crella papilataterhadap sel tumor HeLa lebih tinggi dibandingkan terhadap sel mieloma. Nilai LC50 ekstrak kasar metanol Crella papilata terhadap sel HeLa sebesar 12,06 ppm dan terhadap sel mieloma sebesar 18,91 ppm, sedangkan nilai LC 50  fraksi metanol Crella papilata terhadap sel HeLa sebesar 7,63 ppm dan terhadap sel mieloma sebesar 17,30 ppm. Metabolit sekunder pada fraksi metanol sponsCrella papilata asal Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu mempunyai prospek yang menjanjikan untuk diteliti lebih lanjut bioaktivitasnya sebagai antitumor.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025 Vol 19, No 2 (2024): Desember 2024 Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024 Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 18, No 1 (2023): Juni 2023 Vol 17, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 17, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen More Issue