cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink)
ISSN : 02169541     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Enerlink adalah jurnal yang diterbitkan 2 kali setahun oleh Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi dan Industri Kimia BPPT di bidang energi dan lingkungan. Enerlink is a scientific journal that publishes twice annually by Centre of Energy Technology and Chemical Industry of BPPT.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2007)" : 12 Documents clear
FUNDAMENTAL STUDY ON LIQUEFACTION OF KALIMANTAN BROWN COALS Hartiniati, Hartiniati; Silalahi, Lambok Hlarius
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.317 KB) | DOI: 10.29122/elk.v3i2.1543

Abstract

Efek karakateristik batubara terhadap yield produk pencairan batubaradiinvetigasi menggunakan sampel batubara dari Berau (Lati dan Kelai), Mulia,Wara dan Kideco. Batubara Banko dari Tanjung Enim, Sumatera Selatan,digunakan sebagai batubara rujukan. Pengujian pencairandilaksanakanmenggunakan gas-flow type autoclave (5L) dengan umpanbatubara 2002 (daf), pelarut batubara turunan (b.p.300-420oC) 400g, katalis Fe1.0-3.0 wt% (daf), elemen sulfur (rasio atom S/Fe 2.,0) pada tekanan 14.7MPa,suhu 450oC selama 60menit. Sampel limonit dari Soroako Indonesia dan YandiYellow dari Australia, yang terutama terdiri dari ?-FeOOH, digunakan sebagaibahan katalis pada pengujian pencairan batubara. Studi ini merekomendasikanbertambahnya minyak yield akibat peningkatan kandungan oksigen dalambatubara, rasio atom H/C dan kandungan besi dalam batubara, mengingat besidalam batubara dapat berfungsi sebagai katalis dalam pencairan batubara.Limonit Soroako medium grade (MGL) menunjukkan aktifitas lebih tinggidibandingkan Yandi Yellow (YY) karena sifat transformasinya membentuk kristalkristalpyrrhotite (Fe1-XS), fase aktif dalam pencairan batubara. Sejumlahsenyawa nitrogen dan sulfur dalam minyak batubara telah berhasil dihilangkanmelalui proses hydrotreatment selanjutnya memperbaiki mutu produk.Keywords: pencairan, batubara berau, limonit, pyrrhotite, soroako,hydrotreatment
KOMPARASI REAKTIFITAS PELARUT DARI MINYAK BAKAR DAN RESIDU RANTAI PANJANG PADA PENCAIRAN BATUBARA BANKO Hidayat, Herman; Nataadmadja, Nasikin
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v3i2.1548

Abstract

The needs of fuel, especially for automotive fuel, in Indonesia keeps onincreasing, while petroleum reserves is getting lessen everyday. One alternativeto achieve the diversified energy strategy for the transportation sector is theutilization of the Indonesian low rank coal reserves through the implementation ofcoal liquefaction technology. Coal liquefaction process that has been done beforewas found economically and technically less effective. Those are the reasons fordoing coal liquefaction research using petroleum residue as the solvent, namelyco-processing, which expected to give a better performance than the standardcoal liquefaction. The feedstocks are lignite coal from Central Banko, petroleumresidue (fuel oil and long residue), limonite catalyst from Soroako and hydrogengas. The reactions were carried out in a stirred batch autoclave reactor at 120Kg/cm2 of initial hydrogen pressure and 450oC for 1 hour, at 2 of S/Fe atomicratio and 2 of solvent/coal weight ratio. The liquid products were fractionated byvacuum distillation and the gaseous products were analyzed by gaschromatography. It showed that co-processing with long residue as the solvent isbetter than fuel oil or standard coal liquefaction, with 39.17 wt% daff of oil yiled.The cetane index of middle oil fraction was 27.8 and the efficiency of hydrogenconsumption was 23.68 (oil yield/hydrogen consumption).Kata kunci: pencairan batubara, co-processing, residu minyak bumi, batubaralignit

Page 2 of 2 | Total Record : 12