cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2" : 9 Documents clear
GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE GYSSENS DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) H. ABDUL MOELOEK TAHUN 2015 Hetti Rusmini
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.118 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i2.2009

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, dan alveoli, serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat. Etiologi pneumonia berbeda-beda pada berbagai tipe dari pneumonia, hal ini berdampak kepada antibiotik yang akan diberikan. Gyssens mengembangkan evaluasi penggunaan antibiotik untuk menilai ketepatan penggunaan antibiotik yang meliputi ketepatan indikasi, ketepatan pemilihan berdasarkan efektivitas, toksisitas, harga dan spektrum, lama pemberian, dosis, interval, rute dan waktu pemberian.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dengan menggunakan metode gyssens di Instalasi Rawat Inap RSUD H Abdul Moeloek tahun 2015.Metode Penelitian: Non eksperimental dengan rancangan penelitian secara deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah pasien dengan diagnosa pneumonia yang menjalani rawat inap dalam catatan rekam medik selama tahun 2015 di RSUD Abdul Moeloek sebnayak 108 orang, sampel sebanyak 85 orang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskripstif non analitik kemudian dibandingkan dengan Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Pneumonia Indonesia tahun 2003Hasil Penelitian: Penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dengan menggunakan metode gyssens di Instalasi Rawat Inap RSUD H Abdul Moeloek tahun 2015 yang rasional sebesa 44,7%, sedangkan yang tidak rasional adalah sebesar 55,3%.Kesimpulan: Penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dengan menggunakan metode gyssens di Instalasi Rawat Inap RSUD H Abdul Moeloek tahun 2015 yang rasional sebesa 44,7%, sedangkan yang tidak rasional adalah sebesar 55,3%.
HUBUNGAN FUNGSI MOTORIK KASAR TERHADAP KUALITAS HIDUP ANAK CEREBRAL PALSY DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Zam Zanariah Ibrahim; Putri Rizki Amalia; Octa Reni Setiawati
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.86 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i2.2014

Abstract

Cerebral Palsy adalah spektrum defisit neurologis motorik yang predominan yang terjadi akibat gangguan pranatalatau perinatal, kadang disertai dengan kesulitan belajar, masalah perilaku, dan epilepsi, tetapi sering mampu bertahanhidup hingga dewasa. Perkembangan motorik merupakan aspek perkembangan yang penting karena berkaitan danmendorong aspek perkembangan lain. Kualitas hidup sebagai persepsi individu mengenai posisi mereka dalam kehidupandilihat dengan konteks budaya dan dimana mereka tinggal serta hubungannya dengan tujuan, harapan, standar yangmenjadi perhatian individu tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara fungsi motorik kasar terhadapkualitas hidup anak cerebral palsy di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2014.Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan studi cross sectional. Populasi diambil dari pasienusia 0-12 tahun di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung sebanyak 32 orang. Ujistatistik yang digunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan dari 32 responden, terdapat 18 responden(56.2%) untuk level fungsi motorik kasar berat (level 4 dan 5), 11 responden (34.4%) untuk level fungsi motorik kasarsedang (level 3), 3 responden (9.4%) untuk level fungsi motorik kasar ringan (level 1 dan 2) dan yang memiliki kualitashidup baik sebanyak 19 responden (59.4%), kualitas hidup buruk sebanyak 13 responden (40.6%). Dari hasil uji korelasiSpearman terdapat hubungan yang bermakna antara fungsi motorik kasar dengan kualitas hidup anak cerebral palsy(p=0.000, r=0.668).
HUBUNGAN KELEMBABAN RUANGAN KAMAR TIDUR DAN KEBERSIHAN DIRI TERHADAP PENYAKIT PITYRIASIS VERSICOLOR DI PESANTREN AL HIJROTUL MUNAWWAROH BANDAR LAMPUNG Ni Putu Sudiadnyani
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.55 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i2.2010

Abstract

Latar Belakang: Pityriasis Versicolor adalah infeksi jamur superfisial pada lapisan tanduk kulit. Infeksi jamur kulitcukup banyak ditemukan di indonesia, yang merupakan negara tropis beriklim panas dan lembab. Terutama bila kebersihandiri juga kurang sempurna. Terdapat flora normal yang berhubungan dengan timbulnya pityriasis versicolor pada kulit.Pityrosporum Orbiculare yang berbentuk bulat atau Pityrosporum Ovale yang berbentuk oval. Keduanya merupakanorganisme yang sama dapat berubah sesuai lingkungannya, misalnya suhu, media dan kelembaban.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Untuk menguji hipotesisdilakukan uji chi-square dengan taraf signifikan p<0,05 yang akan memperoleh hubungan bermakna antara dua variabel.Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 76 responden. Penelitian ini dilakukandengan melakukan pengukuran menggunakan hygrometer dan pembagian kuesioner di pondok pesantren Al HijrotulMunawwaroh Bandar Lampung.Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan dari 76 responden terdapat 54 responden (71,1%) yang menderita PityriasisVersicolor dan data yang diuji statistik dengan chi-square antara kelembaban ruangan kamar tidur dengan angka kejadianpityriasis versicolo rmemiliki hubungan yang signifikan dengan p=0,004 (p<0,05). Dan hasil data yang diuji statistik denganchi-square antara personal hygiene dengan angka kejadian Pityriasis Versicolor juga memiliki hubungan yang signifikandengan p=0,000 (p<0,05).Kesimpulan: Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kelembaban ruangan kamartidur terhadap angka kejadian pityriasis versicolor dan dapat disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antarapersonal hygiene dengan kejadian pityriasis versicolor.
HUBUNGAN USIA DAN KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP TERJADINYA BPH DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Boby Suryawan
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.288 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i2.2006

Abstract

Latar Belakang : Pembesaran Prostat Jinak (BPH) merupakan penyakit yang biasa terjadi pada laki-laki usia lanjut.Bahwa usia >50 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami BPH dikarenakan kelemahan otot detrusor, penurunanfungsi persarafan, dan penurunan testosteron. Dan kebiasaan merokok berat memiliki risiko lebih besar untuk mengalamiBPH, dikarenakan nikotin meningkatkan aktifitas enzim perusak androgen, sehingga menyebabkan penurunan kadartestosteron.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan usia dan kebiasaan merokok terhadap terjadinya BPH di RSUDDR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.Teknik pengambil sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 102responden. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner. Analisis data dilakukan dengananalisis univariat, dan bivariat dengan Chi Square test.Hasil : Hasil penelitian menunjukan nilai p usia = 0,000, nilai p kebiasaan merokok = 0,000 yang berarti adahubungan usia dan kebiasaan merokok terhadap terjadinya BPH.Kesimpulan : Bahwa kategori usia >65 tahun 59,8 % dan kategori kebiasaan merokok berat 55,9 % memilikihubungan dengan kejadian BPH.
HUBUNGAN USIA DAN MENARCHE DINI PADA PASIEN KARSINOMA PAYUDARA DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016 Resti Arania
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.284 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i2.2011

Abstract

Latar Belakang: Beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko karsinoma payudara antara lain faktor usia,genetik dan familial, hormonal, gaya hidup, lingkungan dan adanya riwayat tumor jinak. Faktor usia paling berperan dalammenimbulkan karsinoma payudara. Selain usia, riwayat menarche dini juga diduga sebagai faktor resiko karsinomapayudara. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara usia dan riwayat menarche dini terhadap angka kejadiankarsinoma payudara di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2016.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini kualitatif dengan desain Cross Sectional, Rancangan penelitian surveyanalitik dengan teknik Aksidental Sampling. Besar sampel 70 dari rumus korelatif. Analisis data uji chi-square dengan SPSS16.Hasil Penelitian: Pada analisa univariat, golongan usia yang paling banyak adalah kelompok usia 40-49 tahunsebanyak 22 responden (31,4%). Berdasarkan usia menarche mayoritas (52,8 %) mengalami menarche di atas usia > 11tahun. Dan pada analisa bivariat, didapatkan bahwa terdapat hubungan usia > 40 tahun (p-value = 0,000; OR= 37,333),usia menarche (p-value = 0,001; OR= 0,088) dengan kejadian karsinoma payudara.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia dan usia menarche dengan karsinoma payudara di RSUD Dr. H.Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2016.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN MOTIVASI TERHADAP KEPATUHAN MENGONTROL KOLESTEROL LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) PADA PASIEN PASCA STROKE NON HEMORRAGIK DI RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2016 Edy Ramdhani; Denie Tresna Sanubari; Aswan Jhonet
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.414 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i2.2007

Abstract

Latar belakang : Stroke adalah suatu sindrom yang ditandai dengan gejala dan atau tanda klinis yang berkembangdengan cepat yang berupa gangguan fungsional otak fokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam,Tujuan:Untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Motivasi Terhadap Kepatuhan MengontrolKolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) pada Pasien Pasca Stroke Non Hemorragik.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatancross sectional. Sampel pada penelitian ini ada 37 responden pada pasien pasca stroke non hemorragik yang kontrol diRSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Data diambil merupakan data primer, dengan cara wawancara danistrumen yang digunakan adalah kuesioner.Hasil: Hasil: Pasien laki-laki lebih banyak (54,05%) dibanding perempuan (45,94%) Ada hubungan pengetahuan(p= 0,032), sikap (p= 0,001) terhadap kepatuhan mengontrol kolesterol LDL pada pasien pasca stroke non hemorragik,Tidak ada hubungan antara motivasi terhadap kepatuhan mengontrol kolesterol LDL pada pasien pasca stroke nonhemorragik (p= 0,786).
HUBUNGAN ANTARA KEMANDIRIAN DAN PENYESUAIAN DIRI DENGAN STRES PADA MAHASISWA/I BARU ANGKATAN 2015 FAKULTAS KEDOKTERAN UMUM UNIVERSITAS MALAHAYATI YANG MERANTAU DI BANDAR LAMPUNG Sri Maria Puji Lestari; Diba Oktia; Ni Putu Sudiadnyani
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.09 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i2.2012

Abstract

Latar Belakang: Kemandirian dan penyesuaian diri peserta didik mampu memberi pangaruh pada peserta didik terhadap prestasi-prestasi yang akan dicapainya nanti dalam proses pembelajaran serta mampu memberi pengarahan pada peserta didik untuk menjalankannya lebih baik. Stresor pada mahasiswa dapat bersumber dari kehidupan akademiknya, terutama dari tuntutan eksternal dan tuntutan dari dalam dirinya sendiri.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara kemandirian dan penyesuaian diri dengan stres pada mahasiswa/i baru angkatan 2015 FKU Universitas Malahayati yang merantau di Bandar Lampung.Metode Penelitian: Rancangan penelitian adalah kuantitatif survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 130 mahasiswa/i baru angkatan 2015 Fakultas Kedokteran Umum Universitas Malahayati yang merantau di Bandar Lampung, sampel diambil sebanyak 100 orang. Analisis data yang digunakan adalah chi square.Hasil Penelitian: Sebagian besar mahasiswa/i baru termasuk dalam kategori tidak mandiri yaitu sebanyak 52 orang (52%). Sebagian besar penyesuaian diri mahasiswa/i baru yang merantau di Bandar Lampung, termasuk dalam kategori baik yaitu sebanyak 60 orang (60%). Ada hubungan antara kemandirian diri (p-value = 0,004 dan OR = 3,671) dan penyesuaian diri (p- value = 0,000 dan OR = 13,778) dengan stres pada mahasiswa/i baru angkatan 2015 FKU Universitas Malahayati yang merantau di Bandar Lampung. Kesimpulan: Ada hubungan antara kemandirian diri dan penyesuaian diri dengan stres pada mahasiswa/i baru angkatan 2015 FKU Universitas Malahayati yang merantau di Bandar Lampung.
HUBUNGAN FISIOTERAPI SELAMA EMPAT MINGGU DENGAN PENINGKATAN KEKUATAN MOTORIK EKSTREMITAS PADA PASIEN PASCA STROKE NON HEMORAGIK DI POLI REHABILITASI MEDIK RS URIP SUMOHARJO PROVINSI LAMPUNG PERIODE FEBRUARI-MARET 2016 Fitriyani Fitriyani
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.816 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i2.2008

Abstract

Latar Belakang : Stroke non hemoragik adalah kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat.Proporsi terjadinya stroke non hemoragik lebih besar daripada stroke hemoragik, yaitu 80-85% stroke non hemoragik dan15-20% stroke hemoragik. Pemulihan kekuatan ekstremitas masih merupakan masalah utama yang dihadapi oleh pasienstroke yang mengalami hemiparesis. Sekitar 80% pasien mengalami hemiparesis akut di bagian ekstremitas atas danhanya sekitar sepertiga yang mengalami pemulihan fungsional penuh. Fisioterapi merupakan salah satu upaya untukmeminimalkan angka kecacatan pada orang yang menderita stroke non hemoragik.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan fisioterapi selama empat minggu denganpeningkatan kekuatan motorik ektremitas pada pasien pasca stroke non hemoragik di Poli Rehabilitasi Medik RS UripSumoharjo.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kohort prospektif tanpa kelompok kontrol. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh pasien pasca stroke non hemoragik, rawat inap maupun rawat jalan yang melakukan fisioterapidi Poli Rehabilitasi Medik RS Urip Sumoharjo Provinsi Lampung periode Februari-Maret 2016. Sampel penelitian sebanyak32 orang yang di ambil menggunakan metode purposive sampling.Data di analisis dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat yaitu uji T Berpasangan (dependent).Hasil Penelitian : Pasien pasca stroke non hemoragik yang mengikuti fisioterapi (TENS,Infra Red Therapy,Exercise Therapy) selama empat minggu di Poli Rehabilitasi Medik RS Urip Sumoharjo Provinsi Lampung periode Februari-Maret 2016 sebanyak 32 orang. Pasien pasca stroke non hemoragik terbanyak berumur 51-60 tahun yaitu 46,9%, lebihdominan pada laki-laki sebanyak 53,1%. Gambaran hemiparesis dextra lebih dominan yaitu 62,5%.Rerata nilai MMT ekstremitas inferior di awal penelitian adalah 2,84 (SD 1,417). Setelah empat minggu mengikutifisioterapi (TENS, Infra Red Therapy, Exercise Therapy) di Poli Rehabilitasi Medik RS Urip Sumoharjo, reratanya menjadi4,06 (SD 1,366). Sedangkan rerata nilai MMT ekstremitas superior di awal penelitian adalah 2,63 (SD 1,519). Setelahempat minggu mengikuti fisioterapi (TENS, Infra Red Therapy, Exercise Therapy) di Poli Rehabilitasi Medik RS UripSumoharjo, reratanya menjadi 3,91 (SD 1,489).Kesimpulan : Fisioterapi (TENS, Infra Red Therapy, Exercise Therapy) selama empat minggu memiliki pengaruhpositif pada peningkatan kekuatan motorik ekstremitas pasien pasca stroke non hemoragik
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DENGAN POTENSI KECEMASAN PEMASANGAN ORTHODONTICS CEKAT PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UMUM ANGKATAN 2013 UNIVERSITAS MALAHAYATI TAHUN 2016 Torry Duet Irianto; Ahmad Wibowo; Nita Sahara
Jurnal Medika Malahayati Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.667 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v3i2.2013

Abstract

Latar Belakang: Aplikasi orthodontics cekat berasal dari kata orthos yang artinya lurus dan donti / dent berarti gigi.Jadi alat aplikasi orthodontics cekat adalah alat-alat yang berguna untuk meluruskan posisi gigi pada lengkung rahangyang normal. Orthodontics berpotensi menimbulkan kecemasan bagi penggunanya, kecemasan ini berkaitan dengan halhalseperti informasi dari calon pengguna orthodontics yang kurang, pengalaman negatif yang didapat baik dari diri sendirimaupun dari orang lain yang pernah mengalami perawatan orthodontics, tenaga medis, dan juga peralatan yang digunakanorthodontics itu sendiri. dalam pemasanganTujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dengan potensi kecemasan pemasanganorthodontics cekat pada mahasiswa fakultas kedokteran umum angkatan 2013 Universitas Malahayati Bandar Lampungtahun 2016.Hasil Penelitian: Dari responden laki-laki, sebanyak 12 (24%) mengalami potensi kecemasan pemasanganorthodontics cekat dengan kategori tidak cemas, sedangkan responden perempuan sebanyak 6 (12%) mengalami potensipemasangan orthodontics dengan kategori tidak cemas. Dari responden laki-laki, sebanyak 7 (14%) mengalami potensipemasangan orthodontics dengan kategori cemas, sedangkan responden perempuan, sebanyak 25 (50%) mengalamipotensi pemasangan orthodontics dengan kategori cemas. Pada hasil Risk Estimate untuk mendapatkan hasil PrevalenceOdds Ratio (POR) dan Confidence Interval, didapatkan hasilPrevalennce Odds Ratio (POR) sebesar 3,0476, wanita 3 kalilebih cemas dari pad alai-laki.Kesimpulan:Ada hubungan jenis kelamin dengan potensi kecemasan pemasangan orthodontics cekat.

Page 1 of 1 | Total Record : 9