cover
Contact Name
mida
Contact Email
mida05unisda@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mida05unisda@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam
ISSN : 26209004     EISSN : 26208997     DOI : -
Core Subject :
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam contains scientific studies on education in Madrasas or Elementary Schools, educational innovations, and educational thinking in the form of: 1) Research results, 2) Conceptual ideas, 3) Literature studies, and practical experience.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020" : 16 Documents clear
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KONKRIT UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS III MI MA’ARIF NU SUKODADI-LAMONGAN Retno Nuzilatus Shoimah
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.55 KB) | DOI: 10.52166/mida.v3i1.1836

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajarankonkrit pada mata pelajaran matematika materi pecahan di MI Ma’arif NU SukodadiLamongan. Media konkrit digunakan untuk mempermudah siswa memperoleh pemahamankonsep pecahan dan operasi bilangan pecahan sederhana dengan tepat dan cepat. Metodepenelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan bentuk descriptive kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan pada aktifitasbelajar dan pemahaman konsep pecahan dan operasi pecahan. Sebelum penggunaan mediapembelajaran konkrit, diperoleh hasil penilaian aktifitas belajar siswa sebagai berikut: 3siswa sangat aktif (12%), 7 siswa aktif (29%), 10 siswa cukup aktif (42%), dan 4 siswatidak aktif (17%). Sedangkan setelah penggunaan media konkrit diperoleh hasil sebagaiberikut: 13 siswa sangat aktif (54%), 7 siswa aktif (29%), 4 siswa cukup aktif (17%), dan 0siswa tidak aktif (0%). Hasil penilaian pemahaman konsep pecahan pada siswa diperolehmelalui tes tulis berupa pemberian soal uraian dengan banyak soal 5 butir. Sebelumpenggunaan media pembelajaran konkrit, diperoleh hasil penilaian sebagai berikut: 18siswa tidak lulus KKM (75%), 6 siswa lulus KKM (25%), dan rata-rata nilai siswa 71(tidak mencapai KKM). Sedangkan setelah penggunaan media konkrit diperoleh hasilsebagai berikut: 1 siswa tidak lulus KKM (7%), 23 siswa lulus KKM (93%), dan rata-ratanilai siswa 91 (mencapai KKM).
PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN MODELLING MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI KELIING DAN LUAS BANGUN PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG KELAS III PADA MI AL BASHOR LAMONGAN Nilna iqbal Dzakiyyyah
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.937 KB) | DOI: 10.52166/mida.v3i1.1837

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswasetelah diterapkan metode modeling pada mata pelajaran matematika materi keliling danluas persegi di MI Al bashor lamongan. Dengan metode modelling diharapkan dapatmendorong siswa meninggkatkan minat belajar. Desain penelitian menggunakan metodePTK dengan hasil pada siklus I ketuntasan belajar 72% dengan nilai rata-rata siswa 74.Pada siklus ke II ketuntasan mencapai 81% dengan nilai rata-rata siswa 77. Dilihat darihasil penelitian terlihat epenerapan metode modeling dapat menningkatkan hasil belajarmatematika materi keliling bangun persegi dan persegi panjang di MI Al bashor lamongan
PENERAPAN STRATEGI DICTOGLOS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI PERISTIWA SEJARAH Adhita Dwi Handayani
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.738 KB) | DOI: 10.52166/mida.v3i1.1838

Abstract

Abstrak : Latar belakang penelitian ini berawal dari sebuah proses pembelajaranyang dilakukan oleh guru yang mengajar di kelas tinggi. Dalam prosespembelajarannya tersebut guru jarang menggunakan media pembelajaran dan strategipembelajaran yang unik untuk menunjang proses pembelajarannya. Cara yangdigunakan guru dalam proses pembelajaran adalah dengan metode ceramah saja,sehingga cara guru mengajar membuat siswa mengalami kebosanan, bicara sendiri,mengantuk, bercerita dengan teman sebangkunya, dan siswa tidak tertarik denganpembelajaran tersebut. Apalagi mata pembelajaran pada saat itu adalah tentang sejarahIndonesia. Pada akhirnya banyak siswa yang tidak dapat menerima konseppembelajaran pada hari itu. Sedangkan dalam kurikulum 2013 siswa dituntut untukberfikir kreatif, aktif dan produktif serta siswa terlibat langsung dengan prosespembelajaran. Hal ini mengakibatkan penurunan siswa dalam pemahaman akan materitentang sejarah, maka perlu adanya pemecahan masalah yaitu penggunaan strategidictoglos. Tujuan peneliti ini untuk mengkaji aktivitas guru dan siswa selama prosespembelajaran dengan menggunakan strategi dictoglos. Dengan menggunakan strategidictoglos siswa lebih senang dan antusias dalam proses pembelajaran. Penelitian inimenggunakan Penelitian Tindakan Kelas.
KANTIN KEJUJURAN SEBAGAI SARANA PENANAMAN SIFAT JUJUR PADA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH TINGKAT DASAR Tri Ratna Dewi; Miftahur Rohmah; Rely Kurniawan
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.808 KB) | DOI: 10.52166/mida.v3i1.1839

Abstract

AbstrakTujuan dari penulisan artikel ini untuk mengetahui bagaimana pengelolaan kantin kejujuransebagai sarana untuk menanamkan sifat jujur kepada peserta didik. Kantin kejujuran merupakan kantinyang tidak sama seperti kantin biasanya, pada kantin kejujuran tidak ada pelayanan jual beli, peserta didikketika membeli melayani dirinya sendiri, dengan diterapkannya kantin kejujuran disekolah pastinyamemberikan dampak pada sifat jujur peserta didik yakni dampak pada kejujuran ketika berbicara, jujurketika bermuamalah, jujur ketika berjanji. Pihak sekolah tentu mendukung sepenuhnya denganpengembangan kantin kejujuran ini. Menanamkan pendidikan akhlak sejak dini, diperlukan sarana danmedia yang tepat dalam rangka mentransformasikan pendidikan tersebut kepada anak didik. Salah satusarana yang dapat digunakan untuk mengajarkan dan membiasakan kejujuran kepada anak didik adalahmelalui penerapan kantin kejujuran.
TRADISI RASULAN: NILAI PENDIDIKAN DARI KEARIFAN LOKAL DESA SELANG WONOSARI GUNUNGKIDUL Frisma Mufti Hafisyah Dewanti; Muhammad Shaleh Assingkily; Izzatin Kamala
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.626 KB) | DOI: 10.52166/mida.v3i1.1840

Abstract

AbstrakSetiap musim panen tiba, masyarakat Desa Selang Wonosari Gunungkidulmenyambutnya dengan tradisi rasulan. Ungkapan syukur yang membudaya dalamtradisi tersebut, menjadi kearifan lokal daerah dengan kandungan unsur nilainya.Tulisan ini bertujuan mengkaji nilai pendidikan dari kearifan lokal Desa SelangWonosari Gunungkidul. Dalam pembahasan akan diuraikan bagaimanapelaksanaan tradisi rasulan di Desa Selang Kecamatan Wonosari KabupatenGunungkidul, apa saja muatan nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada tradisirasulan dan bagaimana nilai-nilai tersebut diberikan. Penelitian menggunakanpendekatan kualitatif dengan latar kegiatan yaitu tradisi rasulan di Desa Selang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam tradisi rasulan terdapat kegiatanbersih dusun, kirab gunungan, slametan dan pentas seni. Adapun nilai-nilaikeislaman dalam tradisi tersebut secara garis besar meliputi nilai pendidikanakidah dan pendidikan akhlak. Nilai pendidikan akidah mencakup (1) memupuk2rasa keyakinan kepada Allah swt. dengan mengucap rasa syukur, (2) mengingatAllah swt. melalui slametan berupa doa, tahlil dan zikir. Sedangkan nilaipendidikan akhlak mencakup (1) nilai keikhlasan, (2) solidaritas, silaturahmi dankeharmonisan antarwarga, (3) saling berbagi melalui sedekah “bumi” danmakanan antarwarga.
WAWASAN PENDIDIKAN (PENDIDIKAN DAN PENDIDIK) Adib Fatoni
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.081 KB) | DOI: 10.52166/mida.v3i1.1841

Abstract

AbstrakPendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkansuasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkanpotensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinyamasyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkanPancasila dan UUD 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasionalIndonesia, dan tanggap terhadap perubahan zaman. Fungsi dan tujuan pendidikan nasionaltercantum dalam UU No. 20 tahun 2003 bab II pasal 3.Keunggulan suatu bangsa tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam, melainkan padakeunggulan sumber daya manusia, yaitu tenaga terdidik yang mampu menjawab tantangantantangan yang sangat cepat. Kenyataan ini sudah lebih dari cukup untuk mendorong pakardan praktisi pendidikan melakukan kajian sistematik untuk membenahi atau memperbaikisistem pendidikan nasional. Agar lulusan sekolah mampu beradaptasi secara dinamisdengan perubahan dan tantangan itu, pemerintah melontarkan berbagai kebijakan tentangpendidikan yang memberikan ruang yang luas bagi sekolah dan masyarakat untukmenentukan program dan rencana pengembangan sendiri sesuai dengan kebutuhan dankondisi masing-masing.Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan karena sasarannyaadalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pendidikan jugamerupakan alur tengah pembangunan dari seluruh sektor pembangunan. Pendidikan diIndonesia merupakan pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia, baik terstrukturmaupun tidak terstruktur. Pendidikan dapat diperoleh melalui pendidikan formal,pendidikan informal dan pendidikan nonformal. Ki Hajar Dewantara menyebutnya sebagaiTri Pusat Pendidikan yang terdiri dari pendidikan informal (keluarga), pendidikan formal(sekolah) dan pendidikan nonformal (masyarakat).1 Diperlukan kerja sama yang baik danberkelanjutan antara ketiga pihak tersebut dalam mencapai tujuan pendidikan yangmenghendaki tercapainya kehidupan anak-anak bangsa yang cerdas, berkarakter, kreatif,inovatif dan mempunyai konsep disiplin diri.Keberhasilan suatu proses pendidikan tidak terlepas dari peran pendidik. Pendidikmenduduki posisi penting sebagai sutradara yang merencanakan, mengatur dan mengendalikan jalannya proses pendidikan. Semboyan Ki Hajar Dewantaramenggambarkan betapa pentingnya posisi pendidikyaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, IngMadyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Semboyan ini memiliki arti bahwa setiappendidik harus bisa menjadi contoh dan panutan bagi anak didiknya.
PENDIDIKAN KARAKTER PRESPEKTIF AL-QURAN HADITS NABI MUHAMMAD SAW anggi fitri chaniago
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v3i1.827

Abstract

ABSTRAK Pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Allah, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Tulisan ini bertujuan untuk Memahami formulasi konsep pendidikan karakter prespektif Al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Melalui telaah pemahaman secara tekstual dan kontekstual. Permasalahan yang ada dijawab melalui penelitian kepustakaan (library research). Data-data dikumpulkan dari berbagai referensi; baik primer, sekunder, maupun data pendukung. Data-data yang ada dianalisis dengan pendekatan hermeneutik dengan cara content analysis (analisis isi). Hasil penelitian menunjukkan Hadis-hadis yang diangkat dalam penelitian ini mengandung karakter atau perilaku manusia terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungannya. Beberapa konsep pendidikan karakter yang dapat diungkap dari Al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad SAW tersebut adalah Pertama, landasan pendidikan karakter, Kedua. Konsep pendidikan karakter dalam islam. Ketiga, Tahap-tahap pembentukan pendidikan karakter. Keempat, Metode Iinternalisasi pendidikan karakter. Kelima, Peran Guru dan orang tua dalam pendidikan karakter.
WAWASAN PENDIDIKAN (PENDIDIKAN DAN PENDIDIK) Adib Fatoni
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v3i1.1841

Abstract

Abstrak Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap perubahan zaman. Fungsi dan tujuan pendidikan nasional tercantum dalam UU No. 20 tahun 2003 bab II pasal 3. Keunggulan suatu bangsa tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam, melainkan pada keunggulan sumber daya manusia, yaitu tenaga terdidik yang mampu menjawab tantangan-tantangan yang sangat cepat. Kenyataan ini sudah lebih dari cukup untuk mendorong pakar dan praktisi pendidikan melakukan kajian sistematik untuk membenahi atau memperbaiki sistem pendidikan nasional. Agar lulusan sekolah mampu beradaptasi secara dinamis dengan perubahan dan tantangan itu, pemerintah melontarkan berbagai kebijakan tentang pendidikan yang memberikan ruang yang luas bagi sekolah dan masyarakat untuk menentukan program dan rencana pengembangan sendiri sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing. Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan karena sasarannya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pendidikan juga merupakan alur tengah pembangunan dari seluruh sektor pembangunan. Pendidikan di Indonesia merupakan pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia, baik terstruktur maupun tidak terstruktur. Pendidikan dapat diperoleh melalui pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan nonformal. Ki Hajar Dewantara menyebutnya sebagai Tri Pusat Pendidikan yang terdiri dari pendidikan informal (keluarga), pendidikan formal (sekolah) dan pendidikan nonformal (masyarakat).1 Diperlukan kerja sama yang baik dan berkelanjutan antara ketiga pihak tersebut dalam mencapai tujuan pendidikan yang menghendaki tercapainya kehidupan anak-anak bangsa yang cerdas, berkarakter, kreatif, inovatif dan mempunyai konsep disiplin diri. Keberhasilan suatu proses pendidikan tidak terlepas dari peran pendidik. Pendidik menduduki posisi penting sebagai sutradara yang merencanakan, mengatur dan mengendalikan jalannya proses pendidikan. Semboyan Ki Hajar Dewantara menggambarkan betapa pentingnya posisi pendidik yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Semboyan ini memiliki arti bahwa setiap pendidik harus bisa menjadi contoh dan panutan bagi anak didiknya.
PENDIDIKAN KARAKTER PRESPEKTIF AL-QURAN HADITS NABI MUHAMMAD SAW anggi fitri chaniago
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v3i1.827

Abstract

ABSTRAK Pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Allah, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Tulisan ini bertujuan untuk Memahami formulasi konsep pendidikan karakter prespektif Al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Melalui telaah pemahaman secara tekstual dan kontekstual. Permasalahan yang ada dijawab melalui penelitian kepustakaan (library research). Data-data dikumpulkan dari berbagai referensi; baik primer, sekunder, maupun data pendukung. Data-data yang ada dianalisis dengan pendekatan hermeneutik dengan cara content analysis (analisis isi). Hasil penelitian menunjukkan Hadis-hadis yang diangkat dalam penelitian ini mengandung karakter atau perilaku manusia terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungannya. Beberapa konsep pendidikan karakter yang dapat diungkap dari Al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad SAW tersebut adalah Pertama, landasan pendidikan karakter, Kedua. Konsep pendidikan karakter dalam islam. Ketiga, Tahap-tahap pembentukan pendidikan karakter. Keempat, Metode Iinternalisasi pendidikan karakter. Kelima, Peran Guru dan orang tua dalam pendidikan karakter.
PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN MODELLING MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI KELIING DAN LUAS BANGUN PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG KELAS III PADA MI AL BASHOR LAMONGAN Nilna iqbal Dzakiyyyah
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v3i1.1837

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswasetelah diterapkan metode modeling pada mata pelajaran matematika materi keliling danluas persegi di MI Al bashor lamongan. Dengan metode modelling diharapkan dapatmendorong siswa meninggkatkan minat belajar. Desain penelitian menggunakan metodePTK dengan hasil pada siklus I ketuntasan belajar 72% dengan nilai rata-rata siswa 74.Pada siklus ke II ketuntasan mencapai 81% dengan nilai rata-rata siswa 77. Dilihat darihasil penelitian terlihat epenerapan metode modeling dapat menningkatkan hasil belajarmatematika materi keliling bangun persegi dan persegi panjang di MI Al bashor lamongan

Page 1 of 2 | Total Record : 16