cover
Contact Name
mida
Contact Email
mida05unisda@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mida05unisda@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam
ISSN : 26209004     EISSN : 26208997     DOI : -
Core Subject :
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam contains scientific studies on education in Madrasas or Elementary Schools, educational innovations, and educational thinking in the form of: 1) Research results, 2) Conceptual ideas, 3) Literature studies, and practical experience.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2020): July 2020" : 10 Documents clear
Implementasi Gerakan Literasi di Sekolah (Studi Kasus di SDN Karah 1 Surabaya) Retno Nuzilatus Shoimah
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.985 KB) | DOI: 10.52166/mida.v3i2.984

Abstract

Sekolah adalah salah satu sarana edukatif yang dipilih pemerintah sebagai pusat implementasi program “Surabaya kota literasi”. Melalui peraturan yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan kota Surabaya tentang semangat literasi di sekolah, diharapkan seluruh sekolah di Surabaya, mulai tingkatan SD/sederajat hingga SMA/sederajat dapat mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan mengintegrasikan misi pengembangan kemampuan literasi ke dalam kurikulum sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana implementasi program “Gerakan Literasi Sekolah” di SDN Karah 1 Surabaya. Penelitian kualitatif-deskriptif digunakan dalam penelitian ini agar proses literasi di SDN Karah 1 dapat dijabarkan dengan jelas dan rinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi GLS di SDN Karah 1 masih “baru”. Kegiatan pendukung literasi masih terus diupayakan, seperti: perbaikan fasilitas dan pelayanan di perpustakaan sekolah, penambahan koleksi buku, pengadaan sudut baca di setiap ruang kelas, diberlakukannya wajib baca 15 menit sebelum masuk kelas, wajib baca minimal satu buku dalam satu minggu, dan membuat resume atau melaporkan isi dari buku yang telah dibaca. Beberapa hal yang masih menjadi kendala keterlaksanaan program literasi di SDN Karah I adalah sedikitnya variasi buku bacaan yang disediakan sekolah dan rasio jumlah buku dengan jumlah siswa masih terpaut jauh. Pengawasan dan dorongan dari orang tua serta masyarakat sekitar juga sangat dibutuhkan demi kesuksesan Gerakan Literasi Sekolah.
Pengembangan Pembelajaran IPS MI Berbasis Model Prolem Based Learning dan Berorientasi Kekinian Tri Rachma Zakiya Ningtyas
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.376 KB) | DOI: 10.52166/mida.v3i2.985

Abstract

Pembelajaran IPS umumnya hanya sebatas mengingat suatu fakta-fakta dan tidak sampai menjadikan peserta didik merasa terlibat dalam realitas yang terjadi di lingkungan sosialnya. Guru masih bertopang pada konsep yang abstrak dan tidak terapresiasi untuk dapat ditindaklanjuti oleh peserta didik. Guru masih memposisikan peserta didik sebatas sebagai pendengar pasif. Hal ini mengakibatkan nalar kritis peserta didik menjadi beku dan sulit memecahkan persoalan sosial yang mereka hadapi nantinya. Melalui penggunaan model Problem Based Learning (PBL), pembelajaran IPS dapat berkembang secara kuantitatif dan kualitatif. PBL menyuguhkan berbagai situasi masalah yang autentik dan bermakna kepada peserta didik, yang dapat berfungsi sebagai batu loncatan untuk investigasi dan penyelidikan. Penerapan model PBL di tingkat pendidikan dasar memiliki batasan dalam mengkonstruksikan pemikiran anak didik dan tidak boleh menggiring ke suatu permasalahan sosial yang rumit dan memerlukan analisis dari berbagai disiplin ilmu. Penekanan materi Ilmu Pengetahuan Sosial di SD/MI seharusnya lebih pada fakta-fakta riil yang terjadi yang berkenaan dengan interaksi manusia dengan lingkungan geografis, sosial, budaya, dan ekonomi manusia. Kegiatan pembelajaran dengan model PBL dirancang untuk memberikan pengalaman belajar dari segi fisik dan mental. Pola pengembangan melalui model PBL, adalah dengan mencatat sendiri pengetahuan yg bermakna (inkuiri). Pembelajaran IPS menjadi kesempatan untuk memperbelajarkan peserta didik tentang pengetahuan sosial yang dapat dijadikan evaluasi dalam menyongsong kehidupan bernegara di masa akan datang. Dalam pelaksanaannya, model PBL menggunakan berbagai sumber belajar yang terstruktur, tidak monoton, dan berbaur. Termasuk di dalamnya dapat menggunakan kegiatan retensi dengan menyajikan materi yang mengena dalam mengajarkan materi interaksi manusia berkaitan dengan lingkungan alam, sosial, budaya dan ekonomi.
Pembiasaan Karakter Islam dalam Pengembangan Buku Ajar Bahasa Jawa Piwulang 5 Pengalamanku Kelas I MI Nurur Rohmah Jasem Sidoarjo Nurdyansyah Nurdyansyah; Renti Pujiana Lestari
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.007 KB) | DOI: 10.52166/mida.v3i2.986

Abstract

Tujuan penelitian dan pengembangan ini meliputi: 1) mendesain dan menjelaskan kelayakan buku ajar trampil Basa Jawi piwulang 5 pengalamanku berbasis karakter islam di kelas I MI Nurur Rohmah Jasem Sidoarjo. 2) menjelaskan seberapa besar peningkatan hasil belajar dalam dikembangkan dan diterapkannya buku ajar trampil Basa Jawi piwulang 5 pengalamanku berbasis karakter islam di kelas I MI Nurur Rohmah Jasem Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan atau Research and Development. Produk pengembangan yang dihasilkan adalah buku ajar trampil Basa Jawi piwulang 5 pengalamanku berbasis karakter islam untuk siswa kelas I MI Nurur Rohmah Jasem Sidoarjo. Model pengembangan yang digunakan peneliti adalah Walter Dick anf Lou Carey dengan 9 tahapan desain pembelajaran, diantaranya: identifikasi tujuan pembelajaran, analisis pembelajaran, identifikasi perilaku awal, menentukan tujuan pembelajaran khusus mengembangkan penilaian acuan patokan, mengembangkan strategi pembelajaran, memilih dan mengembangkan materi pembelajaran, merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, dan revisi. Hasil dari pengembangan buku ajar memenuhi kriteria valid dengan hasil validasi ahli desain mencapai 30%, hasil validasi ahli konten mencapai 60%, hasil validasi ahli bahasa mencapai 40%, hasil uji coba perseorangan mencapai 100%, uji coba kelompok kecil mencapai 94%, dan hasil uji coba kelompok besar mencapai 72%. Hasil analisis uji t menggunakan SPSS 15 yang menunjukkan nilai p-value statistik uji t adalah sebesar 0.00 yang berarti (< 0.05), maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima. Hal tersebut berarti terdapat pengaruh yang signifikan pada rata-rata nilai pretest dan postest. Dan hasil penilaian karakter religius dan tanggungjawab mengalami perubahan yang sangat meningkat setelah menggunakan buku ajar trampil Basa Jawi piwulang 5 pengalamanku berbasis karakter islam kelas I di MI Nurur Rohmah Jasem Sidoarjo.
Strategi Pembelajaran Tahfidz dan Tajwid dalam Meningkatkan Skill Mengajar Al-Qur’an (Studi Kasus di PGMI UNISDA) Akhmad Yusron
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.663 KB) | DOI: 10.52166/mida.v3i2.988

Abstract

Kebutuhan masyarakat Islam terhadap pembelajaran Al-Qur’an semakin meningkat. Madrasah Ibtidaiyah adalah salah satu dari lembaga pendidikan Islam yang mengakomodir kebutuhan tersebut melalui kegiatan program menghafal Juz ‘Amma dan pembelajaran ilmu Tajwid. PGMI UNISDA sebagai salah satu program studi yang mencetak calon-calon guru MI, menghadirkan suatu matakuliah Pembelajaran Tahfidz dan Tajwid. Hafalan Juzz ‘Amma merupakan bagian dari program Tahfidz yang sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan dasar saat ini. Ilmu Tajwid juga diajarkan untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan terciptanya bacaan Tartil dan fasih. Strategi pembelajaran matakuliah Tahfidz dan Tajwid di PGMI UNISDA berpedoman pada buku Tajwid Jazariyyah yang telah disusun oleh dosen pengampu. Buku terjemah dari kitab Matan Jazariyyah ini dinilai memiliki materi yang dibutuhkan untuk dapat membaca Al-Qur’an secara fasih. Pembahasan seputar Makharij al-Huruf, Sifat Huruf, Tarqiq dan Tafkhim merupakan kebutuhan pokok untuk dapat membaca Al-Qur’an secara fasih. Sistem pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Tahfidz dan Tajwid adalah mengaitkan tuntas hafalan dengan presensi kehadiran. Mahasiswa PGMI di setiap pertemuan wajib menyetorkan beberapa surat yang telah ditentukan. Mahasiswa dapat mentuntaskan surat-surat Juz ‘Amma dalam 12 kali pertemuan. Tuntas hafalan Juz ‘Amma menjadi syarat seorang mahasiswa dapat mengikuti ujian akhir semester dalam bentuk Munaqasah Juz ‘Amma.
Pengembangan Bahan Ajar Al-Qur’an Hadis Madrasah Ibtidaiyah (Materi Huruf Hijaiyah Kelas I Semester I) Sigit Purwaka
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.338 KB) | DOI: 10.52166/mida.v3i2.989

Abstract

Pengembangan bahan ajar khususnya pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis di Madrasah Ibtidaiyah penting untuk dilakukan. Banyak hal-hal yang kreatif yang dapat dilakukan guru untuk membuat pembelajaran Al-Qur’an Hadis menjadi pembelajaran yang menyenangkan namun semua kompetensi dasar maupun indikatornya dapat tercapai. Seorang guru dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar dan menjadikan satu bahan ajar yang terpadu dalam satu pembelajaran. Untuk pengenalan huruf hijaiyah sebagai materi yang paling awal dalam mempelajari Al-Qur’an Hadis, guru dapat memanfaatkan media audio visual maupun berupa permainan kartu. Walaupun berbagai bahan ajar tersedia dan didukung oleh berbagai media, tanpa didukung oleh kreativitas guru, maka semua tidak berarti apa-apa.
Pendidikan Anak Usia Dini dalam Al-Qur’an Nurfitriana Nurfitriana
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.875 KB) | DOI: 10.52166/mida.v3i2.990

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan sumber data primer dan sekunder. Dalam menganalisa data yang telah dikumpulkan penulis menggunakan analisis data (content analysis) yaitu metode interpretasi yang digunakan dalam menjelaskan isi ayat-ayat Alquran dari berbagai aspek dengan memperhatikan ayat-ayat Al Qur'an ' sebuah sebagaimana tercantum dalam manuskrip. Mulailah dengan menyebutkan ayat-ayat yang harus ditafsirkan, menjelaskan arti lafadz yang terkandung di dalamnya. Kemudian ayat-ayat yang ditafsirkan dideskripsikan dan dianalisis dengan jelas, sehingga kesimpulan bisa ditarik. Alquran sebagai kitab suci umat Islam berfungsi sebagai panduan bagi orang yang saleh, petunjuk di sini adalah makna umum, yang berarti Alquran selain menjadi panduan jalan yang benar dan diberkati oleh Allah dan akan memberikan kebahagiaan dalam akhirat juga berarti sebagai panduan dalam memanjat kehidupan di dunia. Karena intinya Islam selalu mengajarkan umatnya untuk selalu mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Anak adalah harapan masa depan dan penerus kelangsungan dan kelangsungan hidup. Karena itu tugas orang tua adalah mendidik dan mengarahkan anak mereka sesuai dengan talenta yang mereka miliki. Karena pada masa kanak-kanak ini penuh dengan keingintahuan yang besar, mereka berkeinginan untuk menjadi individu yang memiliki kemampuan memadai sesuai dengan tingkat kedewasaannya. Jika sejak usia dini, anak mendapat kesempatan bagus, maka nanti dia akan menjadi orang kreatif dan mendapatkan bekal untuk masa depannya.
Manajemen Peningkatan Mutu Madrasah Berbasis Kemitraan Tritunggal (Studi Multisitus Pada Tiga Madrasah Ibtidaiyah Sasaran Program Kemitraan Pendidikan Australia – Indonesia (KPAI) di Kabupaten Malang) Aan Fardani Ubaidillah; Isna Nurul Inayati
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.384 KB) | DOI: 10.52166/mida.v3i2.991

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji manajemen peningkatan mutu madrasah melalui skema kemitraan tritunggal bagi madrasah sasaran program Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia (KPAI) di Kabupaten Malang. Penelitian difokuskan pada tiga hal: (1) landasan hukum kemitraan tritunggal, (2) konstruksi manajemen peningkatan mutu madrasah berbasis kemitraan tritunggal, dan (3) bentuk-bentuk kegiatan manajemen peningkatan mutu madrasah berbasis kemitraan tritunggal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode studi multisitus, Penelitian ini menyasar tiga Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang menjadi sasasaran program KPAI yakni MI Bustanul Uqul, MI Raden Patah, dan MI Thoriqul Huda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) landasan hukum atas program kemitraan tritunggal dilandasi oleh Keputusan Direktur Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Nomor Dj.I/Dt.I.I/4/Hm.01/578.A/2014, (2) manajemen peningkatan mutu madrasah berbasis kemitraan tritunggal terdiri atas skema pemberian dana pendukung (hibah), pendampingan (mentoring), pelatihan (training) serta tambahan penilaian endline program oleh mentor, trainer, dan asessor independen yang direkrut secara terbuka oleh Madrasah Development Center (MDC) sebagai kepanjangan tangan KPAI di tingkat distrik/propinsi, dan (3) bentuk-bentuk program kemitraan lebih didominasi oleh penyelenggaraan kegiatan-kegiatan non-fisik melalui pendampingan dan pelatihan yang mencakup Pengembangan Madrasah Efektif (PME) dan Manajemen Berbasis Madrasah (MBM) yang selanjutnya melahirkan program pendampingan (mentoring) penyusunan Evaluasi Diri Madrasah (EDM) dan Rencana Kerja Madrasah (RKM), dilanjutkan berbagai pelatihan dan pendampingan lanjutan berupa program hidup sehat , penyusunan dan pengembangan kurikulum madrasah, PAIKEM, program peningkatan kapasitas perpustakaan, serta pengelolaan adinistrasi dan keuangan madrasah.
MISKONSEPSI MATEMATIKA PADA MAHASISWA SEMESTER III TA. 2018-2019 PGMI UNISDA LAMONGAN Retno shoimah
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Mathematics concepts in elementary school was basic concepts to understand mathematics concepts in the next grade. Therefore, mathematics misconceptions of elementary school teacher should be avoided. It was because of implication to their students. This study was a qualitative descriptive research. The aim of the study was to investigate mathematics misconceptions of PGMI’s students. Subject of the study was 28 students. Purposive sampling was used in the study. Research instrument was a test. Interview was an additional technique to investigate elementary shool teacher mathematics misconceptions and its reason. The study found that mathematics misconceptions of PGMI’s students mostly found in geometry because of preconceptions. Preconceptions mostly affected by a daily meaning. Therefore, development of PGMI’s students mathematics content mastery is needed.
Strategi Pembelajaran Tahfidz dan Tajwid dalam Meningkatkan Skill Mengajar Al-Qur’an (Studi Kasus di PGMI UNISDA) Akhmad Yusron; Firda Nur Fahmi
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v3i2.988

Abstract

Kebutuhan masyarakat Islam terhadap pembelajaran Al-Qur’an semakin meningkat. Madrasah Ibtidaiyah adalah salah satu dari lembaga pendidikan Islam yang mengakomodir kebutuhan tersebut melalui kegiatan program menghafal Juz ‘Amma dan pembelajaran ilmu Tajwid. PGMI UNISDA sebagai salah satu program studi yang mencetak calon-calon guru MI, menghadirkan suatu matakuliah Pembelajaran Tahfidz dan Tajwid. Hafalan Juzz ‘Amma merupakan bagian dari program Tahfidz yang sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan dasar saat ini. Ilmu Tajwid juga diajarkan untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan terciptanya bacaan Tartil dan fasih. Strategi pembelajaran matakuliah Tahfidz dan Tajwid di PGMI UNISDA berpedoman pada buku Tajwid Jazariyyah yang telah disusun oleh dosen pengampu. Buku terjemah dari kitab Matan Jazariyyah ini dinilai memiliki materi yang dibutuhkan untuk dapat membaca Al-Qur’an secara fasih. Pembahasan seputar Makharij al-Huruf, Sifat Huruf, Tarqiq dan Tafkhim merupakan kebutuhan pokok untuk dapat membaca Al-Qur’an secara fasih. Sistem pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Tahfidz dan Tajwid adalah mengaitkan tuntas hafalan dengan presensi kehadiran. Mahasiswa PGMI di setiap pertemuan wajib menyetorkan beberapa surat yang telah ditentukan. Mahasiswa dapat mentuntaskan surat-surat Juz ‘Amma dalam 12 kali pertemuan. Tuntas hafalan Juz ‘Amma menjadi syarat seorang mahasiswa dapat mengikuti ujian akhir semester dalam bentuk Munaqasah Juz ‘Amma.
MISKONSEPSI MATEMATIKA PADA MAHASISWA SEMESTER III TA. 2018-2019 PGMI UNISDA LAMONGAN Shoimah, Retno Nuzilatus
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Mathematics concepts in elementary school was basic concepts to understand mathematics concepts in the next grade. Therefore, mathematics misconceptions of elementary school teacher should be avoided. It was because of implication to their students. This study was a qualitative descriptive research. The aim of the study was to investigate mathematics misconceptions of PGMI’s students. Subject of the study was 28 students. Purposive sampling was used in the study. Research instrument was a test. Interview was an additional technique to investigate elementary shool teacher mathematics misconceptions and its reason. The study found that mathematics misconceptions of PGMI’s students mostly found in geometry because of preconceptions. Preconceptions mostly affected by a daily meaning. Therefore, development of PGMI’s students mathematics content mastery is needed.

Page 1 of 1 | Total Record : 10