cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmukeperawatanjiwa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa
ISSN : -     EISSN : 26212978     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa [e-ISSN 2621-2978] is a means of developing and publishing scientific works for researchers, lecturers and practitioners of mental nursing published by the Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa is an electronic journal with an open access journal system published twice a year, namely in May and November. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa publishes articles within the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy, risk and disturbance groups. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2022): 30 November 2022" : 5 Documents clear
Terapi Afirmasi Positif Pada Klien Dengan Harga Diri Rendah: Studi Kasus Susanti Niman; Laura Nikita Surbakti
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 4 (2022): 30 November 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikj.v5i4.1779

Abstract

Latar belakang : Seorang mahasiswi mengalami harga diri rendah akibat pengalamankekerasan dalam keluarga dan bullying. Studi kasus ini mengambarkan bagaimana kekerasandalam keluarga dan bullying memicu harga diri rendah dan pengaruh tindakan keperawatanafirmasi positif.Laporan kasus : Seorang mahasiswi melakukan konseling pada praktisi keperawatan jiwa.Klien sejak kecil sering dibandingkan dengan saudara kandung oleh ibunya karena bentuktubuhnya yang kurus dan nilai dari sekolah yang selalu rendah. Selain di rumah klien jugamengatakan sering diejek karena kurus dan kulitnya berwarna gelap. Pengalaman tersebutmembuat klien merasa tidak percaya diri, merasa berbeda dari orang lain dan takut untukberteman. Klien mengatakan pernah memiliki pikiran untuk bunuh diri. Asuhan keperawatandiberikan pada klien selama lima hari dengan fokus intervensi pemberian terapi afirmasipositif. Hasil evaluasi dari asuhan keperawatan yang diberikan menunjukkan peningkatanharga diri, memiliki pikiran positif tentang dirinya, melakukan kemampuan untukmeningkatkan harga diri sesuai aspek positif yang dimiliki. Hasil pengukuran harga dirimenggunakan Rosenberg self esteem Scale menunjukkan peningkatan dan penurunan darihasil pengukuran Self reporting Quetionnaire 29 menunjukkan penurunan.Kesimpulan : Asuhan keperawatan dengan fokus intervensi terapi afirmasi positifmemegang peranan penting dalam membantu klien dengan masalah keperawatan harga dirirendah. Asuhan keperawatam selama lima hari dapat meningkatkan harga diri dan mengubahpikiran negatif.Kata kunci : afirmasi positif, bullying, harga diri rendah, kekerasan dalam keluarga, , studi
Pengaruh Berjemur Terhadap Regulasi Emosi Pasien Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Di Rsjd Dr. Amino Gondohutomo Kandar; Dessy Dwi Cahyaningrum; Rian Kusuma Dewi
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 4 (2022): 30 November 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikj.v5i4.1811

Abstract

Permasalahan utama yang sering terjadi pada pasien skizofrenia adalah perilaku kekerasan, yaitusuatu keadaan hilangnya kendali perilaku seseorang yang diarahkan pada diri sendiri, orang lain,atau lingkungan. Berjemur sendiri seperti yang telah lama diketahui menjadi sumber utamavitamin D, dimana Vitamin D juga dihubungkan dengan regulasi hormon serotonin danmelatonin yang mempengaruhi emosi dan tidur. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisapengaruh berjemur terhadap regulasi emosi pada pasien resiko perilaku kekerasan di RSJD Dr.Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalahquasi eksperiment, dengan bentuk rancangan pre-test dan post-test menggunakan grup kontrol.Sampel penelitian ini adalah 50 responden yang terdiri dari 25 responden kelompok kontrol dan25 reponden kelompok intervensi. Dengan penerapan intervensi berjemur antara pukul 09.00-10.00 pada hari ke 1 hingga ke 10 selama 5-10 menit pada kelompok intervensi. Hasil analisamenunjukkan bahwa berjemur berpengaruh dalam meningkatkan regulasi emosi pasien denganresiko perilaku kekerasan pada kelompok intervensi. Sinar matahari membantu menurunkankadar kortisol serum dan mempengaruhi sekresi serotonin. Kemampuan regulasi emosi yang baikakan meningkatnya kemampuan mengontrol emosi dengan cara menghambat respon emosinegatif. Kegiatan berjemur harapannya dapat disusun menjadi standar pelayanan holistik yangterintergrasi dengan asuhan layanan lain untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi padapasien bukan hanya dengan gangguan kesehatan jiwa namun juga pasien dengan gangguankesehatan fisik.Kata Kunci : Berjemur, Regulasi Emosi, Pasien Resiko Perilaku Kekerasan.
Korelasi Beban Kerja Mental Terhadap Kecemasan Perawat Selama Merawat Pasien Covid-19 Fitri Suciana; Puput Risti Kusumaningrum; Saifudin Zukhri; Qorry Setyarini
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 4 (2022): 30 November 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikj.v5i4.1814

Abstract

Pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia pada awal tahun 2020. Tenaga medis belumdiberikan vaksin dan belum persiapan secara matang sehingga muncul beban kerjasecara mental pada perawat. Perawat harus menyelesaikan tugas pada waktu tertentuselama merawat pasien Covid-19, hal ini dapat menyebabkan pada kecemasan perawatdalam merawat pasien Covid. Peran tersebut juga dapat berdampak pada beban kerjamental perawat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desainpenelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas dalampenelitian ini adalah beban kerja mental, variabel terikat yaitu kecemasan perawat.Populasi dalam penelitian ini adalah perawat covid-19 berjumlah 29 orang. Tekniksampling penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metodetotal sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 29 responden. Kriteria Inklusi adalahsemua perawat yang bersedia menjadi responden. Setting penelitian karena masih dalampandemi Covid-19 maka kuesioner yang sudah dibagikan dan diisi oleh responden,dikumpulkan ke diklat dan peneliti mengambil kuesioner ke diklat. Instrumen penelitianmenggunakan kuesioner tentang beban kerja mental menggunakan kuesioner NASA-TLX dan kecemasan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).Uji statistik Kendall Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p value = 0,000 berarti pvalue < 0.05 sehingga ada hubungan beban kerja mental terhadap kecemasan perawatdalam merawat pasien Covid-19. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubunganbeban kerja mental terhadap kecemasan perawat merawat pasien Covid-19.Kata kunci: beban kerja, covid-19, tingkat stres kerja perawat
Pengaruh Terapi Bercocok Tanam Terhadap Tingkat Kemandirian Adl Pasien Skizofrenia Di Rsjd Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah Afri Zaldy Abdulah; Titik Suerni
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 4 (2022): 30 November 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikj.v5i4.1849

Abstract

Salah satu masalah khas pada pasien skizofrenia adalah ketidakmampuan dalam merawat dirisendiri. Terapi okupasi merupakan salah satu terapi diberikan pada pasien skizofrenia di RSJDDr. Amino Gondohutomo selain terapi farmakologis. Salah satu terapi okupasi yang diberikandalam upaya meningkatkan kemandirian pasien skizofrenia adalah terapi bercocok tanam.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bercocok tanam terhadaptingkat kemandirian ADL (Activity of Daily Living) pasien di RSJD Dr. Amino GondohutomoProvinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasieksperiment, dengan bentuk rancangan pre-test post-test menggunakan grup kontrol. Masing-masing 20 responden di grup intervensi dan grup kontrol yang diambil menggunakan tekniksampling purposive sampling dianalisis tingkat kemandirian ADL (Activity of Daily Living)menggunakan kuesioner. Analisis statistik yang digunakan adalah t-test independent. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa nilai (p = 0,004). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapatpengaruh terapi bercocok tanam terhadap kemandirian ADL (Activity of Daily Living) padapasien skizofrenia. Terapi bercocok tanam diharapkan dapat menjadi terapi okupasi unggulanyang dapat diberikan bagi pasien skizofrenia di rumah sakit.Kata Kunci : Terapi bercocok tanam, Kemandirian ADL (Activity of Daily Living), Skizofrenia
Asosiasi antara Pemenuhan Tugas Spiritual Lansia Selama Pandemi Covid-19 berdasarkan Dukungan Emosional Keluarga intan Pradina; Abdul Wakhid
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 4 (2022): 30 November 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikj.v5i4.1923

Abstract

Latar Belakang: Lansia mengalami penurunan kemampuan psikologis, kognitif, dan meningkatnya perasaan tidak berguna. Lansia membutuhkan bantuan lingkungannya dalam bentuk dukungan emosional keluarga, seperti mendapatkan perhatian, didengarkan permasalahannya. Tujuan: untuk mengetahui asosiasi antara pemenuhan tugas spiritual lansia selama pandemi covid-19 berdasarkan dukungan emosional keluarga. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif korelatif, dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua lansia di Temanggung yaitu sejumlah 893 orang dari 13 dusun. Sampel sebanyak 90 responden dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan emosional keluarga dan pemenuhan tugas spiritual. Analisa data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Dukungan emosional keluarga sebagian besar dalam kategori sedang sebanyak 37 responden (41,1%). Tugas perkembangan spiritual lansia selama pandemi Covid-19 sebagian besar dalam kategori tinggi sebanyak 36 responden (40%). Ada asosiasi antara pemenuhan tugas spiritual lansia selama pandemi covid-19 berdasarkan dukungan emosional keluarga dengan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05) dengan nilai r 0,552. Simpulan: Ada asosiasi antara pemenuhan tugas spiritual lansia selama pandemi covid-19 berdasarkan dukungan emosional keluarga, semakin tinggi dukungan emosional keluarga semakin tinggi pula pemenuhan tugas spiritual lansia

Page 1 of 1 | Total Record : 5