cover
Contact Name
Pendidikan Sosiologi
Contact Email
sosiologi@untirta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yustikairfani@untirta.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika
ISSN : 24773514     EISSN : 26140055     DOI : -
Core Subject : Social,
“Hermeneutika”memuat hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang sosiologi.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2020)" : 5 Documents clear
FENOMENA PRAKTIK PERCERAIAN PADA KELUARGA ROTE THI DI DESA TANAH MERAH KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Hotlif Arkilaus Nope; Chrisistomus S Oiladang; Kurniawati Aseleo; Mervid Deverson Nee
Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/hermeneutika.v6i2.10093

Abstract

AbstrakHukum Adat Rote Thi tidak mempermudah perceraian, bahkan Agama Kristen melarang perceraian. Namun Orang Rote Thi di Tanah Merah yang beragama Kristen tetapi sering melakukan praktik perceraian (kawin-cerai). Hal itu mengisyaratkan bahwa perceraian itu terjadi karena anomi, yaitu pemahaman tentang perkawinan dan perceraian menurut ajaran Kristen yang terbatas atau hanya di ranah pengetahuan dan tidak membathin sebagai karakter, selain norma kesetiaan berkeluarga menurut Hukum Adat yang melonggar karena tidak mampu mengakomodir tujuan berkeluarga. Namun perceraian terus terjadi karena perubahan norma kesetiaan berkeluarga yang justru membenarkan perceraian dengan syarat. Kenyataan di atas memberi kejelasan bahwa praktik perceraian yang sering terjadi pada Keluarga Rote Thi di Tanah Merah, adalah mengacu kepada Hukum Adat, dan hal perceraian dipandang sebagai suatu Pilihan rasional. Tindakan soial dalam kasus Perceraian di Tanah Merah ini dalah sesuai tipe Rasionalitas Instrumental (Zweckrationalitat), yaitu kelakuan yang diarahkan secara rasional kepada tercapainya suatu tujuan. Semua hal terkait tindakan itu telah dipertimbangkan secara rasional.  Kata-kata Kunci: Perceraian; Norma Adat; Rote Tie.
PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DESA MELALUI FUNGSI MANAJEMEN OBJEK WISATA DI DESA SAWARNA KEC. BAYAH KAB. LEBAK Sudrajat, Indra; Munandar, Teguh Aris
Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/hermeneutika.v6i2.10096

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai bagaimana peningkatan pendapatan asli desa Sawarna Kec. Bayah Kab. Lebak melalui fungsi manajemen objek wisata. Responden dalam penelitian ini berjumlah delapan orang yang berasal dari satu orang Kepala Desa Sawarna, satu orang Ketua Pokdarwis, satu orang Kabid Destinasi Dispar Lebak, satu orang Kasi Ekbang Kecamatan Bayah, satu orang Ketua LPM, satu orang pelaku jasa ojek wisata, satu orang pelaku jasa warung wisata, dan satu orang pengunjung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian 1) Kepala desa mempunyai perencanaan terkait pengelolaan objek wisata di Desa Sawarna Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak yang di muat dalam musrembangdes, tetapi perencanaan belum maksimal 100% capaiannya baru mencapai 70%. 2) Pengelolaanobjek wisata di Desa Sawarna Kecamatan Bayah Kabupaten Lebakbelum terorganisir dengan baik. 3) Kepaladesa masih turun langsung ke lapangansampai ke petugas tiket, parkir dan sebagainya, seharusnya menjadi tugas koordinator lapangan. 4) Pengendalikan dalam pengelolaan objek wisata harus dilakukan oleh kepala Desa Sawarna Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak, dari kecamatan atau kabupaten lebak hanya bersifat pembinaan, dari desa hanya menyetorkan PAD ke kabupaten setiap tahun, timbal baliknya berupa pembangunan kawasan wisata, yang baru berjalan selama 2 tahun. 5) Manajemenpengelolaan sekarang ini mampu meningkatkan pendapatan asli desa (pades) di Desa Sawarna Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak, sekalipun sifatnya masih fluktuatif tergantung moment hari libur, hari raya atau sawarna beach festival yang diadakan setiap awal oktober. Kata kunci:Pendapatan Asli Desa, Fungsi Manajemen, Objek Wisata.
Kearifan Lokal Sebagai Filter dari Globalisasi (Studi pada Kearifan Lokal Budaya Pencak Silat di Desa Pasirkarag Kecamatan Koroncong Kabupaten Pandeglang) Dian Wahyu Danial
Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/hermeneutika.v6i2.9759

Abstract

Globalisasi masuk secara serentak dan tersebar di seluruh dunia. Globalisasi adalah hal yang sangat sulit kita hindari. Globalisasi sendiri membawa pengaruh positif tapi banyak juga yang menanggap globalisasi justru membawa dampak negatif. Sering globalisasi dituduh sebagai salah satu bentuk neo kolonialisme model baru yang bertitik tolak dari penguasaan perekonomian negara lain. Globalisasi memang sangat sulit untuk dihindari, tetapi dapat dibawa kearah yang positif, salah satunya dengan menjadikan kearifan lokal sebagai filter. Setiap daerah dimanapun berada pasti memiliki kearifan lokalnya masing-masing yang biasanya sudah turun temurun, salah satunya kebudayaan lokal pencak silat yang terdapat di Desa Pasir Karag Kecamatan Koroncong Kabupaten Pandeglang. Dengan tetap mempertahankan kearifan lokal ini, diharapkan dapat menyaring mana yang bagus serta mengesampingkan dampak buruk dari globalisasi. Sehingga masyarakat Desa Pasir Karag dengan mempertahankan budaya pencak silat mampu memfilter globalisasi, walaupun tidak dapat dibendung tetap merasakan dampak baik dari globalisasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui bagaimana kearifan lokal bisa menjadi filter dari globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata. Globalisasi kebudayaan masih menuai pro dan kontra, ada yang menganggap dapat membawa dampak positif, tetapi ada juga yang menganggap dapat membawa dampak negatif.
Peran lembaga perlindungan anak (LPA) dalam mengatasi kasus kekerasan anak di banten (Studi Deskriptif Pada Lembaga Perlindungan Anak (LPA)Provinsi Banten) wika hardika
Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/hermeneutika.v6i2.8559

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dalam mengatasi kasus kekerasan anak di Banten. Penelitian ini dilakukan di LPA Provinsi Banten  yang terletak di Komplek Griya Gemilang Sakti Kota Serang dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa LPA sangat berperan dalam mengatasi kasus kekerasan anak di Banten dari mulai mendampingi pada saat pelaporan, mengantar kepihak kepolisian, mengamati kebijakan undang-undang tentang anak, sampai dengan kasus tersebut selesai. LPA juga menjadi tempat pendidikan dan penyebarluasan hak-hak anak. Peran LPA tidak lepas dari faktor pendukung dari Komisi nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) yang selalu memberikan penguatan dalam hal kelembagaan dan ikut aktif dalam kegiatan yang dilakukan oleh LPA. Namun ada faktor penghambat dalam kegiatan yang dilakukan oleh LPA yaitu masyarakat yang kurang paham terhadap hak anak dan beberapa masyarakat kurang peduli terhadap kegiatan yang dilakukan oleh LPA. Meningkatnya kekerasan pada anak dilatarbelakngi oleh berbagai faktor seperti anak menjadi pekerja, anak  jalanan, anak yang berada dalam konflik, serta anak dalam kondisi peperangan. Kata kunci: undang-undang, anak, kekerasan
KESIAPAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM BIDANG HUKUM TERHADAP REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Azharuddin Azharuddin; Wyne Cornelia; Hendriko Benedict Gunawan; Iwan Riski Hulu
Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/hermeneutika.v6i2.9063

Abstract

Era revolusi industri membawa pada perkembangan dan perubahan di berbagai bidang, baik sosial, ekonomi, hukum dan bidang lainnya. Rendahnya kualitas SDM di bidang hukum juga tidak terlepas dari belum mantapnya sistem  hukum yang ada. Kesiapan sumber daya manusia di bidang hukum melakukan Pembangunan materi hukum dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 diarahkan untuk melakukan pembaharuan dan pembentukan produk hukum baru. Metode penelitian yang digunakan normatif dan bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum siapnya SDM di bidang hukum dalam menghadapi revolusi industri 4.0, hal ini terjadi karena belum memiliki kemampuan bersosialisasi, kemampuan kognitif, kreatif, memiliki pengetahuan hukum korporasi, peningkatan kompetensi, leadership dan profesionalisme. Tidak cukup hanya dengan penguasaan teknologi, tetapi harus dilengkapi penguasaan sejumlah bahasa asing agar bisa komunikatif pada tingkat global. Peningkatan kapasitas pekerja millenial itu bisa diwujudkan melalui pelatihan, kursus dan sertifikasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5