cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan)
ISSN : 2548298X     EISSN : 25485024     DOI : -
Core Subject : Economy,
Diterbitkan oleh Sekolah Tinggi ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya secara berkala (setiap tiga bulan) yaitu setiap Maret, Juni, September, dan Desember, dengan tujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian, pengkajian, dan pengembangan bidang ekonomi dan keuangan, khususnya bidang akuntansi, manajemen, pasar modal hukum bisnis, perpajakan, sistem informasi, serta bidang ekonomi dan keuangan lainnya. Artikel yang dipublikasikan dalam EKUITAS dapat berupa Artikel Penelitian maupun Artikel Konseptual (non-penelitian).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 3 (2013)" : 7 Documents clear
KOMPARASI AHP DAN ANP PENENTUAN SOLUSI PENGELOLAAN ZAKAT (KASUS DKI DAN SULSEL) Nurul Huda; Desti Anggraini; Khalifah Muhamad Ali; Nova Rini; Yosi Mardoni
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 17 No 3 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.057 KB) | DOI: 10.24034/j25485024.y2013.v17.i3.345

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memetakan prioritas masalah dan solusi dalam pengelolaan zakat dengan membandingkan metode AHP dan ANP. Hasil penelitian memperlihatkan tiga macam prioritas masalah dan solusi pengelolaan zakat yang dibagi berdasarkan stakeholder zakat yaitu regulator, organisasi pengelola zakat (OPZ), serta muzaki dan mustahik zakat. Berdasarkan Metode AHP prioritas masalah pada OPZ sedangkan ANP adalah regulator. Prioritas masalah regulator adalah zakat belum menjadi obligatory system. Prioritas masalah OPZ yaitu rendahnya sinergi antara stakeholder zakat.  Prioritas masalah mustahik/muzaki yaitu rendahnya pengetahuan muzaki. Baik metode AHP maupun ANP menghasilkan skor prioritas pemecahan masalah yang sama, yaitu OPZ. Prioritas solusi regulator adalah standarisasi dan akreditasi OPZ. Prioritas solusi OPZ menurut metode AHP dan ANP adalah peningkatan transparansi dan akuntabilitas. Metode AHP dan ANP mengalami perbedaan dalam penentuan prioritas solusi muzaki/mustahik, dimana AHP mengang- gap bahwa prioritas solusi muzaki/mustahik adalah meningkatkan kemudahan layanan, sementara pada metode ANP adalah peningkatan sosialisasi dan edukasi zakat. Meskipun menggunakan dua metode yang berbeda, ternyata hasil prioritas antara AHP dan ANP memiliki banyak kesamaan hasil (priorities). Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh adanya kemiripan jaringan model dalam hubungan (connections) antar simpul (node) yang telah terbentuk di dalam software superdecisions.
AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN, ALAT BANTU UNTUK MENINGKATKAN KINERJA LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Dian Imanina Burhany; Nurniah Nurniah
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 17 No 3 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.057 KB) | DOI: 10.24034/j25485024.y2013.v17.i3.262

Abstract

Pembangunan berkelanjutan mengandung tiga aspek yaitu ekologi, sosial dan ekonomi. Dengan meningkatnya kerusakan lingkungan, aspek ekologi/lingkungan menjadi perhatian penting. Dalam hal ini, akuntansi manajemen lingkungan dapat membantu manajemen untuk meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman manajemen mengenai pentingnya kinerja lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan, mengidentifikasi informasi akuntansi manajemen lingkungan yang dibutuhkan manajemen, mengetahui pemahaman akuntan mengenai akuntansi manajemen lingkungan, dan mengukur efektifitas akuntansi manajemen lingkungan untuk meningkatkan kinerja lingkungan. Metode analisis adalah deskriptif verifikatif dengan alat analisis regresi sederhana. Sampel penelitian adalah 28 perusahaan manufaktur di kota Bandung dan Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Manajemen cukup memahami pentingnya kinerja lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan, (2) Informasi akuntansi manajemen lingkungan yang paling dibutuhkan oleh manajemen adalah informasi jumlah energi yang dikonsumsi, jumlah limbah yang dibuang, dihasilkan dan diolah, biaya mengevaluasi dan memilih peralatan pengolah limbah, biaya pengembangan sistem, serta biaya audit, regulasi dan limbah, (3) Akuntan manajemen cukup paham mengenai akuntansi manajemen lingkungan, dan (4) Akuntansi manajemen lingkungan efektif untuk meningkatkan kinerja lingkungan.
PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN DEWAN KOMISARIS TERHADAP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN REAKSI PASAR Dian Agustia
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 17 No 3 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.057 KB) | DOI: 10.24034/j25485024.y2013.v17.i3.346

Abstract

Perkembangan pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) tampaknya merupakan konsekwensi logis dari implementasi praktik Good Corporate Governance (GCG). Dengan menerapkan CSR, diharap perusahaan akan memperoleh legitimasi sosial dan memaksimalkan kekuatan keuangannya dalam jangka panjang, sehingga akan mempengaruhi nilai penjualan saham perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh struktur kepemilikan dan jumlah dewan direksi terhadap pengungkapan CSR dan reaksi pasar. Struktur kepemilikan dalam hal ini adalah proporsi kepemilikan publik dan kepemikian manajerial. Penelitian ini menggunakan analisis regresi. Variabel eksogen yang digunakan adalah jumlah dewan komisaris, proporsi kepemilikan publik, dan proporsi kepemilikan manajerial. Variabel endogen adalah pengungkapan CSR dan reaksi pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah dewan komisaris berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan CSR, proporsi kepemilikan publik tidak berpengaruh terhadap pengungkapan CSR, dan proporsi kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap pengungkapan CSR. Jumlah dewan komisaris memiliki pengaruh yang signifikan terhadap reaksi pasar. Proporsi kepemilikan publik tidak berpengaruh terhadap reaksi pasar. Proporsi kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap reaksi pasar. Penelitian ini juga membuktikan bahwa pengungkapan CSR tidak berpengaruh terhadap reaksi pasar. 
MODEL PENGUKURAN KUALITAS AUDIT INTERNAL Ida Rosnidah
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 17 No 3 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.057 KB) | DOI: 10.24034/j25485024.y2013.v17.i3.341

Abstract

Independensi auditor internal terkadang masih diragukan, hal ini merupakan hal yang masuk akal karena auditor internal merupakan bagian dari suatu organisasi. Auditor internal sebagai bagian dalam organisasi bertugas untuk mengaudit laporan keuangan, memberikan saran dan rekomendasi yang dibutuhkan untuk nantinya dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Rendahnya independensi auditor internal akan mempengaruhi kualitas audit yang dilaksanakannya, sehingga fungsi auditor akan menjadi terdegradasi. Oleh karena itu, sampai saat ini kualitas audit dari para auditor internal masih menjadi sorotan. Tujuan penelitian ini adalah menguji model pengukuran kualitas audit internal berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi, tidak hanya independensi tetapi juga kompetensi, profesionalisme dan motivasi. Penelitian ini menggunakan data primer yaitu kuesioner yang disebar kepada 60 orang auditor internal yang bekerja di inspektorat, perusahaan swasta, BUMN dan BUMD di kota dan kabupaten Cirebon. Metode analisis data yang digunakan adalah model single stage multivariate antar variabel/analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, independensi, profesionalisme dan motivasi berpengaruh terhadap kualitas audit internal baik secara parsial maupun simultan sehingga model penelitian ini dapat digunakan untuk mengukur kualitas audit internal. Variabel yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pengukuran kualitas audit internal adalah kompetensi.
SIMULASI DAMPAK KENAIKAN UPAH MINIMUM TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN DAN KEMISKINAN Indra Maipita
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 17 No 3 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.057 KB) | DOI: 10.24034/j25485024.y2013.v17.i3.347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kenaikan upah minimum terhadap indikator ekonomi makro, tingkat pendapatan, dan kemiskinan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan analisis model Computable General Equilibrium sedangkan untuk melihat perubahan kemiskinan digunakan Foster-Greer-Thorbecke index. Simulasi kebijakan dilakukan dengan ex ante forecasting, berupa simulasi yang didasarkan pada kebijakan historis dengan mengubah nilai variabel kebijakan. Simulasi dilakukan dengan menaikkan Upah Minimum Regional (UMR) riil sebesar 6,61 persen (simulasi-1) dan 9,33 persen (simulasi-2). Hasil simulasi menunjukkan bahwa kenaikan upah minimum berdampak terhadap meningkatnya pendapatan kelompok buruh dan pekerja serta menurunkan angka kemiskinan pada kemlompok tersebut. Namun, secara umum dalam jangka pendek menurunkan kinerja ekonomi makro, menaikkan tingkat harga, menurunkan tingkat konsumsi, ekspor, output sektoral serta menambah jumlah rumah tangga miskin secara total meskipun relatif kecil. Dengan kata lain, dampak kenaikan pendapatan para pekerja akibat kebijakan menaikkan upah minimum, secara total tidak dapat mengimbangi dampak negatif dari kebijakan tersebut, berupa penurunan tingkat pendapatan dari kelompok rumah tangga lainnya. 
DETERMINAN PREFERENSI STRUKTUR MODAL USAHA MIKRO DAN KECIL Khaira Amalia Fachrudin
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 17 No 3 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.057 KB) | DOI: 10.24034/j25485024.y2013.v17.i3.342

Abstract

Struktur modal adalah bauran sumber dana yang digunakan perusahaan.  Struktur modal usaha mikro dan kecil (UMK) dapat ditentukan oleh sejumlah faktor seperti karakteristik pemilik serta karakteristik perusahaan. Tujuan studi ini adalah untuk menyelidiki determinan preferensi struktur modal usaha dari UMK di Pajak USU Padang Bulan Medan. Determinan tersebut terdiri atas karakteristik pemilik dan karakteristik usaha. Karakteristik pemilik terdiri atas pendidikan, kewirausahaan, dan pengalaman, sedangkan karakteristik usaha yang digunakan adalah ukuran usaha. Pertanyaan terstruktur digunakan untuk mengumpulkan data 100 usaha kecil dan menengah. Model regresi logistik digunakan untuk menguji hipotesis yang diturunkan dari literatur. Hasil uji pada alpha 5% menunjukkan bahwa ukuran usaha berpengaruh signifikan terhadap preferensi struktur modal usaha mikro dan kecil. Variabel lain ditemukan tidak berpengaruh signifikan. Implikasi hasil penelitian ini adalah semakin besar ukuran usahanya, semakin besar peluang usaha tersebut untuk menggunakan struktur modal dari eksternal. Usaha yang lebih kecil mengalami kesulitan untuk mengakses dana eksternal karena kurangnya jaminan. Mereka juga kurang memiliki waktu untuk mengurus administrasi pinjaman.  Lembaga keuangan formal perlu memperhatikan hal ini dan membantu usaha kecil untuk mendapatkan modal yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis mereka.
STRATEGI PENGEMBANGAN PELAYANAN RAWAT INAP PUSKESMAS BERBASIS SERVICE DELIVERY SYSTEM Nugroho Mardi Wibowo
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 17 No 3 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.057 KB) | DOI: 10.24034/j25485024.y2013.v17.i3.343

Abstract

Puskesmas merupakan salah satu organisasi publik sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sedangkan sumber dayanya masih belum memadai. Ini menyebabkan pelayanan rawat inap yang diberikan belum maksimal. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta merumuskan strategi pengembangan pelayanan rawat inap Puskesmas di Jawa Timur berbasis service delivery system. Metode analisis yang digunakan adalah (a) analisis interaktif; (b) analisis deskriptif; (c) analisis faktor internal; (d) analisis faktor eksternal; (e) analisis matriks internal eksternal; dan (f) analisis matriks SWOT.  Hasil analisis faktor internal menunjukkan sebagian besar indikator variabel internal merupakan kekuatan. Hanya kuantitas, kualitas dan kualifikasi tenaga kerja non medis serta anggaran pendapatan dan belanja puskesmas sebagai kelemahan dalam pengembangan pelayanan rawat inap puskesmas di Jawa Timur. Analisis faktor eksternal menghasilkan, variabel ekonomi, hukum, sosial budaya dan teknologi merupakan peluang dalam pengembangan pelayanan rawat inap puskesmas di Jawa Timur. Namun demikian indikator perilaku masyarakat terhadap lingkungan dan anggaran kesehatan pemerintah daerah perlu mendapatkan perhatian supaya kedepannya tidak menjadi ancaman bagi pengembangan pelayanan rawat inap puskesmas di Jawa Timur. Posisi strategis pengembangan puskesmas rawat inap adalah growth strategy dengan konsentrasi integrasi horizontal melalui peningkatkan varian dan mutu pelayanan rawat inap puskesmas di Jawa Timur.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2025): September Vol 9 No 2 (2025): June Vol 9 No 1 (2025): March Vol 8 No 4 (2024): December Vol 8 No 3 (2024): September Vol 8 No 2 (2024): June Vol 8 No 1 (2024): March Vol 7 No 4 (2023): December Vol 7 No 3 (2023): September Vol 7 No 2 (2023) Vol 7 No 2 (2023): June Vol 7 No 1 (2023): March Vol 6 No 4 (2022) Vol 6 No 3 (2022) Vol 6 No 2 (2022) Vol 6 No 1 (2022) Vol 5 No 4 (2021) Vol 5 No 3 (2021) Vol 5 No 2 (2021) Vol 5 No 1 (2021) Vol 4 No 4 (2020) Vol 4 No 3 (2020) Vol 4 No 2 (2020) Vol 4 No 1 (2020) Vol 3 No 4 (2019) Vol 3 No 3 (2019) Vol 3 No 2 (2019) Vol 3 No 1 (2019) Vol 2 No 4 (2018) Vol 2 No 3 (2018) Vol 2 No 2 (2018) Vol 2 No 1 (2018) Vol 1 No 4 (2017) Vol 1 No 3 (2017) Vol 1 No 2 (2017) Vol 1 No 1 (2017) Vol 20 No 4 (2016) Vol 20 No 3 (2016) Vol 20 No 2 (2016) Vol 20 No 1 (2016) Vol 19 No 4 (2015) Vol 19 No 3 (2015) Vol 19 No 2 (2015) Vol 19 No 1 (2015) Vol 18 No 4 (2014) Vol 18 No 3 (2014) Vol 18 No 2 (2014) Vol 18 No 1 (2014) Vol 17 No 4 (2013) Vol 17 No 3 (2013) Vol 17 No 2 (2013) Vol 17 No 1 (2013) Vol 16 No 4 (2012) Vol 16 No 3 (2012) Vol 16 No 2 (2012) Vol 16 No 1 (2012) Vol 15 No 4 (2011) Vol 15 No 3 (2011) Vol 15 No 2 (2011) Vol 15 No 1 (2011) Vol 14 No 4 (2010) Vol 14 No 3 (2010) Vol 14 No 2 (2010) Vol 14 No 1 (2010) Vol 13 No 4 (2009) Vol 13 No 3 (2009) Vol 13 No 2 (2009) Vol 13 No 1 (2009) Vol 12 No 4 (2008) Vol 12 No 3 (2008) Vol 12 No 2 (2008) Vol 12 No 1 (2008) Vol 11 No 4 (2007) Vol 11 No 3 (2007) Vol 11 No 2 (2007) Vol 11 No 1 (2007) Vol 10 No 4 (2006) Vol 10 No 3 (2006) Vol 10 No 2 (2006) Vol 10 No 1 (2006) Vol 9 No 4 (2005) Vol 9 No 3 (2005) Vol 9 No 2 (2005) Vol 9 No 1 (2005) Vol 8 No 4 (2004) Vol 7 No 4 (2003) More Issue