cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
KEK (Kajian Ekonomi dan Keuangan)
Published by Kementerian Keuangan
ISSN : 14103249     EISSN : 25409999     DOI : -
Core Subject : Economy,
Kajian Ekonomi dan Keuangan (KEK henceforth)was first published in 1996 as an initiative of researchers of Ministry of Finance. In the earlier years of its publication, KEK was also known as Kajian Ilmiah Ekonomi dan Keuangan (KIEK). Since then KEK has been published regularly as one of the prominent sources of reference for public policy evaluation as well as a recommendation, in particular on Indonesian state budgets and finance topics.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 19, No 3 (2015)" : 5 Documents clear
Mengukur Tingkat Pemanfaatan FTA Yang Telah Dilakukan Indonesia : Studi Kasus Dengan Menggunakan FTA Preference Indicator R. Nurhidayat, Eddy Mayor Putra Sitepu
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 19, No 3 (2015)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v19i3.147

Abstract

Hingga saat ini, Indonesia telah melakukan enam perjanjian perdagangan bebas dalam kerangka ASEAN. Disamping kuantitasnya, hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah kualitas pemanfaatan fasilitas yang ada pada FTA itu sendiri. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemanfaatan fasilitas FTA tersebut (utilization rate) dari sisi impor atas seluruh FTA yang telah ditandatangani oleh Indonesia, kecuali AANZFTA dan AJCEP. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode evaluasi ekonomi ex-post. Metode kuantitatif digunakan untuk tujuan tersebut adalah FTA Preferential Indicators. Hasil perhitungan dengan menggunakan FTA Preferential Indicators menunjukkan bahwa utilization rate (tingkat daya tarik rezim preferensial relatif terhadap tarif MFN) secara umum masih rendah.
Financial Model Of Viability Gap Fund : Case Study on Palembang - Indralaya Toll Road Project Eko Nur Surachman, Hadi Setiawan,
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 19, No 3 (2015)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v19i3.142

Abstract

Inadequate supply of infrastructure is number five of the most problematic factors for doing business in Indonesia. Therefore Government of Indonesia (GoI) continues to accelerate the development of infrastructure either in terms of financing, incentives, and especially through Public Private Partnership (PPP) scheme. One of the breakthroughs made by the government in the PPP scheme is by providing support in the form of cash funds for the construction cost of the project also called Viability Gap Fund (VGF), in order to make a project that was previously financially unviable to become financially viable. This study aims to describe about the possibility of VGF in accelerating infrastructure development through PPP scheme, as well as conduct a financial model to calculate whether VGF really can make a project financially viable with a case study on the Palembang - Indralaya Toll Road Project. Methodology used in this study is quantitative method with the financial analysis. IRR and NPV are used as main financial parameters to determine financial viability of the project. The research shows that VGF will make Palembang-Indralaya Toll Road Project become financially viable.
Sinergisme Komponen Pengembangan Ekonomi Lokal Untuk Peningkatan Kesejahteraan Sosial di Kawasan Perdesaan Telang dan Batu Betumpang dan Nunung Nuwati, Sri Naiyati, Robert Arthur Simanjuntak,
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 19, No 3 (2015)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v19i3.143

Abstract

Peningkatan kesejahteraan sosial dengan pendekatan developmentalis yang dilaksanakan melalui Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) berbasis kawasan, diyakini mampu sebagai salah satu strategi pembangunan untuk mengurangi terjadinya distorted development di kawasan perdesaan karena dilaksanakan secara sinergis antara Pemerintah, “pasar”, dan masyarakat; serta ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan sosial bagi semua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergisme komponen PEL dan menganalisis faktor pendorong dan kendala sinergisme komponen PEL untuk peningkatan kesejahteraan sosial di Kawasan Telang (Provinsi Sumatera Selatan) dan Batu Betumpang (Provinsi Bangka). Metode penelitian menggunakan pendekatan deduktif-kualitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis empat dimensi sinergisme, theory driven thematic analysis, dan Problem Tree Analysis (PTA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi komponen PEL di Kawasan Telang termasuk dalam kategori terfragmentasi, sedangkan kolaborasi di Batu Betumpang termasuk dalam kategori kurang sinergis. Faktor pendorong dan kendala utama sinergisme PEL untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan mencegah terjadinya disembedded economy di kedua kawasan adalah kapabilitas kolaborasi, kepemimpinan, regulasi, perencanaan kolaboratif, sistem kolaborasi, konsensus tujuan bersama, dan legitimasi. Faktor-faktor tersebut memicu munculnya faktor-faktor lainnya seperti readiness, komitmen, partisipasi masyarakat, konflik kepentingan, motivasi, dan komunikasi. Oleh sebab itu,ketujuh faktor pemicu harus diperhatikan untuk peningkatan sinergisme PEL guna meningkatkan kesejahteraan sosial serta mencegah terjadinya disembedded economy.
Menimbang Berbagai Alternatif Penyesuaian Harga Bahan Bakar Minyak Premium dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Verina J. Wargadalam, Anda Nugroho, Hidayat Amir,
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 19, No 3 (2015)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v19i3.145

Abstract

Kajian ini menyimulasikan dampak berbagai alternatif penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis premium, dengan tujuan untuk mendapatkan pilihan alternatif yang paling baik bagi perekonomian. Dua set simulasi masing-masing dengan tujuh alternatif penyesuaian harga yang dianalisis dengan menggunakan Model INDOCEEC, sebuah model keseimbangan umum dinamik yang didesain dengan fokus untuk analisis dampak kebijakan energi. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa penyesuaian harga premium secara kuartalan melalui mekanisme subsidi tetap dengan penyesuaian harga dan dikombinasikan dengan kebijakan pemberian bantuan langsung tunai bagi rumah tangga miskin dapat menjadi pilihan kebijakan yang paling layak untuk dipertimbangkan.
Deteksi Keterbatasan Likuiditas di Sektor Keuangan Abimanyu, Yoopi
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 19, No 3 (2015)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v19i3.146

Abstract

Sejak tahun 2013 mata uang Rupiah terus terdepresiasi terhadap US dollar dan diharapkan bahwa tren ini akan terus berlanjut di masa yang akan datang. Ekspektasi akan terjadinya depresiasi lanjutan akan mendorong adanya aliran Rupiah dari pasar uang ke pasar valuta asing, untuk selanjutnya di konversi ke mata uang US dollar. Hal ini akan menciptakan kontraksi dan keterbatasan likuiditas di pasar uang dan sektor keuangan. Untuk menghindari keterbatasan tersebut, maka harus ada kebijakan pengukuran yang dilakukan oleh regulator di sektor keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeketeksi apakah terjadi keterbatasan likuiditas Rupiah pada sektor keuangan yang perlu dioffset dengan kebijakan uang ketat dari regulator atau otoritas sektor keuangan. Dengan menggunakan hipotesa bahwa tidak ada keterbatasan Rupiah di sektor keuangan, studi ini menggunakan metode visual inspection dan regresiterhadap variabel-variabelsektor keuangan, seperti base money, M1, M2, saving deposit, time deposit, dan net foreign assets serta net domestic assets. Hasil penelitian ini mendukung hipotesa bahwa tidak ada kontraksi di sektor keuangan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5