cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
KEK (Kajian Ekonomi dan Keuangan)
Published by Kementerian Keuangan
ISSN : 14103249     EISSN : 25409999     DOI : -
Core Subject : Economy,
Kajian Ekonomi dan Keuangan (KEK henceforth)was first published in 1996 as an initiative of researchers of Ministry of Finance. In the earlier years of its publication, KEK was also known as Kajian Ilmiah Ekonomi dan Keuangan (KIEK). Since then KEK has been published regularly as one of the prominent sources of reference for public policy evaluation as well as a recommendation, in particular on Indonesian state budgets and finance topics.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
Pengaruh Pemilihan Kepala Daerah Terhadap Pasar Tenaga Kerja: Analisis Sektor Formal Dan Informal Level Kabupaten/Kota Di Pulau Jawa Gunawan, Beni Teguh
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v2i2.263

Abstract

Local election (pilkada) become a political phenomenon impact to various other sectors, not least the economic sector. Local elections in Indonesia are conducted at district and provincial levels. The incumbent candidate will use their power to control the fiscal sector in the region to improve their electability. One of the effort is to improve performance of the regional economy that will impact on the new job creation as the trade-off concept in the Phillips curve. Empirical results indicate that district/municipal election significantly influences the absorption of informal sector workers. A year before the district-level elections, an increase of informal sector workers by 3.39%, in the other hand, it reduces formal sector employment by 5.54%. Different results are shown in the provincial elections, where one year before the pilkada has no impact on the formal sector. When district/municipal and provincial elections are held in the same year, the absorption of informal sector workers decreased by 4.77% while the formal sector increased by 8.28%. When the incumbent candidate participate the next election, the informal workers increase 6.58% while formal employment does not affected.
Potensi dan Tantangan Badan Layanan Umum di Bidang Penelitian dan Pengembangan Panas Bumi Putriyana, Lia
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v2i2.361

Abstract

Penerapan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) untuk penyediaan layanan barang dan jasa sedang dilakukan di beberapa lembaga pemerintah, salah satunya di lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) di bidang panas bumi. Di lain sisi, pemerintah juga telah menyusun target pemanfaatan panas bumi dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), dan regulasi yang mendukung pengembangan panas bumi,  sehingga iklim bisnis panas bumi di Indonesia saat ini cukup kondusif. Tujuan kajian ini adalah menyusun strategi dan rekomendasi untuk pengembangan BLU litbang panas bumi dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk memaparkan tentang potensi, tantangan, dan strategi pengembangan BLU litbang panas bumi, serta rekomendasi untuk dapat melakukan strategi pengembangannya. Tantangan utama dalam kegiatan BLU di bidang litbang panas bumi adalah regulasi, perubahan pola pikir, dan keterbatasan kompetensi yang dimiliki. Potensi terbesar BLU litbang panas bumi adalah kondisi pemanfaatan energi panas bumi yang masih sangat sedikit dibanding jumlah cadangan yang ada, sehingga peluang bisnis sangat terbuka, ditambah keuntungan secara birokrasi yang dimiliki BLU sebagai lembaga pemerintah. Secara garis besar strategi pengembangannya lebih dititikberatkan pada analisis terhadap kebutuhan pasar untuk pengembangan panas bumi yang dapat dijadikan peluang oleh BLU litbang panas bumi. Rekomendasi untuk BLU litbang panas bumi telah disusun di akhir kajian agar dapat mendukung strategi pengembangannya.
Measuring Systemic Risk on the Indonesia’s Banking System Mansur, Alfan
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v2i2.325

Abstract

Inter-connectedness is one important aspect in measuring the degree of systemic risk arising in the banking system. In this paper, this aspect besides the degree of commonality and volatility are measured using Principal Component Analysis (PCA), dynamic Granger causality tests and a Markov regime switching model. These measures can be used as leading indicators to detect pressures in the financial system, in particular the banking system. There is evidence that the inter-connectedness level together with degree of commonality and volatility among banks escalate substantially during the financial distress. It implies that less systemically important banks could become more important in the financial system during the abnormal times. Therefore, the list of systemically important banks as regulated in the Law on Prevention and Mitigation of Financial System Crisis (UU PPKSK) should be updated more frequently during the period of financial distress.
Dampak Pemilihan Kepala Daerah terhadap Alokasi Belanja Daerah Setiawan, Doddy; Setyorini, Eka
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v2i2.365

Abstract

This research aims at examining the effect of local election to regional head on the local government budget allocation. Sample of the study consists of local government election in Java Island at year 2015. The study expect that incumbent engage in budget manipulation at the election year. The result of the study shows that there is different in the donation expenditure, social assistance expenditure and investment expenditure between pre-election year and election year. There is increase in donation expenditure, regional head increase donation expenditure to increase his performance. However, the increase of donation expenditure through decrease in investment expenditure and social assistance expenditure. Further test shows that incumbent that running for election also use his discretion to decrease service and goods expenditure. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui adanya perbedaan alokasi belanja hibah, bantuan sosial, belanja barang jasa dan belanja modal dalam APBD pemerintah daerah pada saat pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah. Penelitian dilakukan pada 52 daerah Kabupaten/Kota di Pulau Jawa yang melaksanakan pemilukada pada tahun 2015. Untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yang menginformasikan tentang nilai minimum, nilai maksimum, rata – rata (mean) dan standar deviasi (standard deviation). Penelitian ini menggunakan uji-t untuk menguji perbedaan alokasi belanja pada daerah sebelum dan pada saat pemilukada, dengan cara melakukan Uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian yaitu terdapat perbedaan alokasi belanja hibah, bantuan sosial dan belanja modal antara periode sebelum dan pada saat pemilukada. Hasil ini konsisten pada daerah yang dipimpin oleh petahana yang mengikuti pemilukada dan petahana yang tidak mengikuti pemilukada.
Memantau Risiko Makro – Finansial di dalam Perekonomian Indonesia Mansur, Alfan; ., Syaifullah
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v2i2.302

Abstract

AbstractTulisan ini mengaplikasikan model MCM Spidergram: Macro Financial Environment Tool (Ms Muffet) yang dikembangkan oleh IMF sebagai alat analisis dan penilaian risiko dan kondisi makro-finansial yang berdampak pada stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Model ini dibentuk dari 68 indikator yang digabungkan menjadi 6 indeks gabungan yang merefleksikan 4 risiko dan 2 kondisi makro-finansial. Hasil model dapat menunjukkan performa yang cukup baik dalam memberikan sinyal risiko instabilitas sistem keuangan di Indonesia selama periode 2015-2016. Berdasarkan hal ini, model Ms Muffet ini dapat melengkapi berbagai alat analisis yang digunakan untuk mengukur stabilitas sistem keuangan di Indonesia yang sudah ada. Model ini juga mampu mengatasi sejumlah kekurangan dari model-model pengukuran stabilitas sistem keuangan sebelumnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5