cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 2 (2017)" : 16 Documents clear
RADIKALISME KAUM MUDA ISLAM TERDIDIK DI MAKASSAR Syamsu Rijal
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.298 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.434

Abstract

Radikalisme Islam akhir-akhir ini marak di Indonesia. Persekusi atas nama agama, kekerasan, penyegelan rumah ibadah, bahkan aksi-aksi terorisme kerap mewarnai kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara. Dalam situasi tersebut, anak muda muslim, khususnya dari kalangan terdidik diharapkan dapat menjadi pionir untuk mengatasi radikalisme agama ini. Sayangnya, fakta justru menunjukkan sebaliknya. Kalangan muda terdidik muslim seperti mahasiswa dan kalangan siswa justru terjangkiti virus-virus radikalisme. Di kalangan mereka ini radikalisme justru tumbuh dengan pesat. Tulisan ini  menggambarkan sejauh mana paham radikalisme ini berkembang di kalangan kaum muda Islam terdidik dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Ada dua kategori kaum muda terdidik dalam tulisan ini, yaitu mahasiswa Islam di perguruan Tinggi dan siswa di kalangan SMA.  Data dalam tulisan ini didapatkan dari penelitian dengan mixed method. Penelitian ini mengombinasikan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Data di dapatkan dari empat sampel perguruan tinggi di Makassar, yaitu UNHAS, UNM, UIN dan  UMI. Sementara penelitian siswa sampelnya dari SMA I dan MAN I Makassar
EKSPRESI LITERASI PETUAH BIJAK DAERAH SISWA MAN 1 BONE DAN MAS AL-JUNAEDIYAH BIRU BONE Muhammad Subair
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.279 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.403

Abstract

Nyanyian “ala massea-sea” mengandung petuah bijak yang mengajak untuk “sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tiada guna”. Lagu ini juga meninggalkan jejak tentang kisah seorang yang putus asa dalam belajar, ketika melihat tetesan air dalam guwa yang dapat menembus batu, membuatnya tersadar betapa keuletan dapat menembus benda sekeras apapun. Sehingga ia pun kembali belajar dengan tekun hingga sukses menjadi orang terpelajar. Melalui petuah bijak pula, siswa pada MAN 1 Bone dan MAS PMJ Bone dapat kembali mengingat Kajao Laliddong sebagai seorang cerdik pandai yang kritis tetapi juga sopan. Pada makalah ini juga tersaji petuah bijak yang dapat digunakan untuk pengembangan budaya literasi, sebagaimana terhimpun dari hasil FGD, wawancara, observasi dan studi literatur yang dilakukan di MAN 1 Bone dan MAS PMJ Bone. Sebuah hasil penelitian kualitatif yang diuraikan secara deskriptif naratif, yang dilakukan atas dasar fakta memudarnya pesona budaya literasi siswa yang ditandai dengan perbendaharaan petuah bijak yang diketahui oleh siswa, dibandingkan dengan banyaknya petuah bijak yang sarat dengan pesan moral dari warisan leluhur sebagaimana terdapat dalam kitab silasa’ dan kumpulan ungkapan I Lagaligo.
KONSTRUKSI RITUAL IBADAH HAJI PADA MASYARAKAT SEKITAR GUNUNG BAWAKARAENG KAB. GOWA Syarifuddin Idris
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.597 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.427

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang “Konstruksi Ritual Ibadah Haji pada Masyarakat sekitar Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi. Berdasarkan penelitian ditemukan dua versi yang muncul sekaitan dengan pelaksanaan ritual haji Gunung Bawakaraeng, pertama; terdapat kelompok yang menganggap bahwa mereka tidak melaksanakan ritual haji dan tidak mengakui pandangan orang luar yang menganggap mereka melaksanakan ibadah haji, karena melaksanakan ritual pada tanggal 10 Dzulhijjah bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji di Mekah. Kelompok ini juga tidak mengakui gelar haji yang diberikan kepada mereka. Kedua; terdapat kelompok lain yang memang memiliki keyakinan bahwa mereka naik ke puncak Gunung Bawakaraeng itu adalah melaksanakan ibadah haji. Kelompok ini meyakini bahwa Gunung Bawakaraeng lebih mulia dibanding dengan Mekah. Kelompok ini juga tidak menganggap sesuatu yang salah, jika mereka diberi gelar Haji Bawakaraeng dari masyarakat luar
INDEKS PELAYANAN PENDIDIKAN AGAMA PADA SMAN DAN SMKN DI KOTA PALU, SULAWESI TENGAH rais, muhammad
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.543 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.419

Abstract

Artikel bertujuan untuk mengukur indeks pelayanan pendidikan agama (Islam, Kristen, Katholik, Hindu dan Buddha) pada satuan pendidikan menengah, tepatnya pada SMAN dan SMKN sebagai sampel sasaran. Berkenaan dengan Pembelajaran Pendidikan Agama, Kementerian Agama sejatinya sebagai provider layanan, baik layanan berupa rekruitmen guru, penyediaan sarana dan prasarana, buku teks pegangan guru maupun siswa, dan sumber belajar lainnya, perangkat pembelajaran  dan juga kurikulum PAI. Penelitian ini memanfaatkan metode kuantitatif dengan fokus pada pengukuran berupa indeks, untuk mengukur mutu layanan pada sembilan unit layanan yang semestinya dipenuhi kementerian Agama.  Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tingkat/indeks layanan pendidikan agama di Kota Palu berada pada kategori puas, dengan nilai rata-rata unit layanan atau IKM sebesar 2,72, jika dikonversi dalam gradasi nilai, maka berada di nilai 68,63. IKM dengan mutu layanan B (puas). Meskipun demikian, nilai indeks ini masih menyisakan masalah beberapa masalah pada satuan pendidikan yang menjadi sampel penelitian, yang perlu dicarikan solusi konstruktif, terutama pada aspek: rekruitmen guru, pengadaan buku teks dan sumber belajar lainnya, penguatan kapasitas guru melalui pendidikan dan latihan, bimbingan teknis, dan pemenuhan sarana dan prasarana yang terkait langsung dengan pembelajaran agama di sekolah.
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG GURU DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X MIA MAN WAJO Ahmadi ahmadi
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.768 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) gambaran persepsi siswa tentang guru matematika, minat belajar matematika, dan hasil belajar matematika siswa kelas X MIA MAN Wajo, (2) pengaruh persepsi siswa tentang guru terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X MIA MAN Wajo, (3) pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X MIA MAN Wajo, dan (4) pengaruh persepsi siswa tentang guru dan minat belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X MIA MAN Wajo.Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto. Populasi pada penelitian ini ialah seluruh siswa kelas X MIA MAN Wajo yang berjumlah 84 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan yaitu populasi itu sendiri. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah skala persepsi siswa tentang guru dan skala minat belajar serta dokumentasi untuk hasil belajar matematika. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial yaitu dengan regresi linear berganda.Berdasarkan hasil analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk persepsi siswa tentang guru matematika diperoleh nilai rata-rata 73,19 berada pada kategori sedang dengan presentase 61%, untuk minat belajar matematika diperoleh nilai rata-rata 62,35 berada pada kategori sedang dengan presentase 67%, dan untuk hasil belajar matematika diperoleh nilai rata-rata 58,45 berada pada kategori sedang dengan presentase 64%. Adapun hasil analisis statistik inferensial pada regresi linear sederhana diperoleh nilai sig. < 0,050 (0,004 < 0,050) berarti terdapat pengaruh persepsi siswa tentang guru terhadap hasil belajar matematika siswa dengan sumbangan presentase 9,5%, sig < 0,050 (0,0001 < 0,050) berarti terdapat pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar matematika siswa dengan sumbangan presentase 24,2%. Hasil analisis regresi linear berganda diperoleh Fhitung > Ftabel (16,268 > 3,960) yang menyimpulkan bahwa persepsi siswa tentang guru dan minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa dengan sumbangan 28,7%
GERAKAN PETTA BARANG DI DAERAH BUGIS PADA 1906-1913 Muhammad Amir
Al-Qalam Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.648 KB) | DOI: 10.31969/alq.v23i2.428

Abstract

Kajian ini bertujuan menguraikan gerakan perlawanan Petta Barang terhadap pemerintah Belanda di daerah Bugis. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, yang menjelaskan suatu persoalan berdasakan perspektif sejarah. Prosedur kerjanya terdiri atas heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendudukan militer Belanda dan mengambilan kekuasaan pemerintahan atas Kerajaan Bone oleh pemerintah kolonial Belanda menjadi latar belakang munculnya gerakan Petta Barang. Ia memulai gerakannya sebagai seorang dukun yang sakti dan “menjual” atau membagikan jimat kepada pasien atau penduduk yang bersedia menjadi pengikutnya. Oleh karena itu, nama dan kesaktian Petta Barang semakin terkenal di masayarakat serta pengaruhnya pun semakin luas, baik di daerah  Bone pada khususnya maupun di daerah Bugis pada umumnya. Setelah kedudukannya cukup kuat, Petta Barang memerintahkan kepada para pengikutnya untuk melancarkan serangan terhadap kedudukan pasukan Belanda di Watampone, Pattiro Bulu, dan sejumlah tempat di daerah Bugis. Selain itu, juga melakukan penyerangan terhadap pasukan patroli Belanda pada setiap ada kesempatan, sehingga cukup merepotkan pasukan Belanda. Itulah sebabnya pemerintah Belanda memusatkan perhatian dan mengerahkan kekuatan militer untuk menumpas gerakan Petta Barang bersama para pengikutnya. Usaha-uasaha itu akhirnya membuahkan hasil ketika Petta Barang berhasil ditangkap di Citta, Soppeng pada 1913.

Page 2 of 2 | Total Record : 16