cover
Contact Name
Abu Muslim
Contact Email
abumuslim@kemenag.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
abumuslim@kemenag.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Al-Qalam
ISSN : 08541221     EISSN : 2540895X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Qalam Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan 2 edisi dalam setahun oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Terbit sejak tahun 1990. Fokus Kajian Jurnal berkaitan dengan penelitian Agama dan Sosial Budaya. Lingkup Jurnal meliputi Bimbingan Masyarakat Agama dan Layanan Keagamaan, Pendidikan Agama dan Keagamaan, Naskah keagamaan Kontemporer, Sejarah sosial keagamaan, Arkeologi religi, Seni dan Budaya Keagamaan Nusantara.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 1 (2022)" : 16 Documents clear
THE INFLUENCE OF KOREAN CULTURE THAT SCRAPE ISLAMIC VALUES IN STUDENTS Sitti Zulaeha; Nurhikmah Paddiyatu
Al-Qalam Vol 28, No 1 (2022)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v28i1.1026

Abstract

One of the things that attracts attention from millennial teenagers today is their behavior in social life, including what is often discussed is their character. The selection of 2 (two) study programs from Accounting and Architecture as an indicator, in order to observe significant differences regarding the pattern of attitude change that occurred between the two study programs. So the purpose of this study, namely to find out how Korean dramas can affect the character of today's youth, how much influence it has on the social life of students and to socialize teenagers' love of Islamic values, which is based on the turning point of this phenomenal drama. The mixed method used in this research is a sequence of quantitative and qualitative analysis, with a quantitative approach. While the data analysis technique, the researcher uses the correlation coefficient technique which is a statistical tool (SPSS) that can be used to compare the results of the measurement of two different variables. The results of the study indicate that there is a significant negative effect on Korean Drama fans, and changes in character such as delaying worship activities, ignoring assignments from lecturers, watching Korean Dramas until late at night, and obsessions that affect changes in daily life. Therefore, to apply Islamic values to students who are addicted to the Korean Wave, namely by instilling the main points of Islamic teachings such as the application of Creed, Worship, and Morals.
AGGRESSIVENESS OF MUHAMMADIYAH ISLAMIC EDUCATION IN SELAYAR (1931-1938) Misbahuddin Misbahuddin
Al-Qalam Vol 28, No 1 (2022)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v28i1.1034

Abstract

Selayar adalah wilayah terselatan dari Sulawesi Selatan, yang mayoritas beragama Islam dengan paham kemuhammadiyahan yang sangat kuat. Salah satu faktor penting yang dianggap sebagai penyokong kekuatannya adalah keberadaan lembaga pendidikan Islam Muhammadiyah sejak masa kolonial. Melalui lembaga pendidikannya itu, Persyarikatan Muhammadiyah Selayar telah mewujudkan suksesi warisan dakwah dan tablik sampai ke masa sekarang. Daya nalar kritis yang telah terasah dengan baik sejak masa perintisan terbukti menjadi salah satu bekal persyarikatan ini bertahan mengarungi zaman. Untuk itu, penting kiranya dilakukan sebuah kajian ilmiah dalam bentuk penelitian untuk mengetahui sejarah perjalanannya di Selayar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif (Studi Pustaka) yang menggunakan Metode Sejarah, tergolong dalam kategori Sejarah Pendidikan, dan memiliki bentuk generalisasi kronikel. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa eksistensi dan konsistensi Persyarikatan Muhammadiyah Selayar dalam menerapkan amal di bidang pendidikan menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan pendidikan Barat/Kolonial. Dapat dikatakan bahwa pada kurun waktu 1931-1938 dalam aspek pendidikan Islam, Persyarikatan Muhammadiyah Selayar berusaha keras untuk menghela nafas superioritas pendidikan Barat dalam hal ini digawangi oleh Pemerintah Belanda. Meskipun dalam perjalanannya memiliki banyak keterbatasan, Pendidikan Islam Persyarikatan Muhammadiyah Selayar mampu menunjukkan agresivitasya dengan cukup elegan. Dalam kurun waktu 7 tahun, terdapat 8 sekolah Muhammadiyah yang telah beroperasi. Tidak cukup sampai di situ, selain lembaga pendidikan formal,
RHETORIC KNOWLEDGE AND PERSONAL REPUTATION OF DAI IN FASILITATING MAD'U RECEIVING DA’WAH MESSAGES Andi Dian Fitriana; Nur Hikmah; Siti Nurasisah; Muhammad Said
Al-Qalam Vol 28, No 1 (2022)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v28i1.1017

Abstract

Kegiatan dakwah menjadi salah satu dari sekian banyak proses komunikasi. Pada konteks ini melibatkan seorang Dai yang bertindak sebagai komunikator dalam penyampaian pesan kepada mad’u/ audiens / khalayak. Retorika menjadi strategi komunikasi yang digunakan untuk mencapai keberhasilan sebuah proses penyampaian pesan. Hal tersebut secara tidak langsung membentuk reputasi seseorang dimata publik. Aspek retorika yang kuat tentu saja mampu membangun reputasi diri (personality reputation) sehingga mampu menjadi “top of mind” di benak masyarakat dan mendapatkan pengakuan akan keberadaannya. Tujuan penulisan ini adalah memberikan gambaran mengenai pentingnya pengetahuan akan teknik retorika dan reputasi diri calon Dai dalam  membangun, menciptakan dan menjaga reputasi diri sebagai penyampai pesan dakwah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara, observasi dan studi pustaka berupa artikel ilmiah dan hasil penelitian serupa. Hasil dan kesimpulan yang ditemukan adalah terdapat beberapa hal yang menjadi indikator keberhasilan penyampaian pesan dakwah terkait teknik retorika dalam upaya menjaga reputasi diri. Indikator seperti teknik retorika yang lebih interaktif, kesesuaian dakwah dengan kebutuhan mad’u, dan lainnya. Sedangkan upaya reputasi diri dapat dilakukan dengan beberapa hal seperti disiplin waktu, memperhatikan penampilan baik pada saat tampil maupun dalam kehidupan sehari-hari, dan juga latar belakang pendidikan yang sesuai. Kata Kunci : Dai, reputasi dan retorika
ISLAMIC RELIGIOUS DEVELOPMENT AT SURAKARTA MAIN WOMEN'S SOCIAL REHABILITATION CENTER Lilis Patimah; Mibtadine Mibtadine; Lilam Kadarin Nuriyanto
Al-Qalam Vol 28, No 1 (2022)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v28i1.1028

Abstract

Artikel ini melihat bagaimana pembinaan agama Islam di Balai Rehabilitasi Sosial Wanita Utama Surakarta. Penelitian ini adalah kualitatif, data yang diperoleh melalui obserbasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan model analisi interaktif, sedangkan teori yang digunakan adalah teori psikologi humanistik. Hasil penelitiannya adalah pembinaan agama Islam di Baresos Wanita Utama Surakarta bagi PSK adalah upaya memberikan wawasan keagamaan terkait ajaran keimanan kepada Allah Swt agar bertaubat dan tidak mengulangi perbuatannya kembali. Materi pembinaan agama Islam di Baresos Wanita Utama dikategorikan ke dalam tiga jenis; keluarga, pemaknaan hidup, dan konsep agama mengenai sikap manusia dalam menghadapi keadaan. Hasil dari proses pembinaan agama Islam di Baresos Wanita Utama adalah peningkatan spiritualitas keimanan serta kemandirian dalam segala bidang mereka sehingga dapat hidup secara ajar, normal, dan tidak kembali ke profesi semula. Peningkatan spiritualitas untuk mengangkat harkat martabat mereka sebagai manusia dengan segala kemanusiaannya, manusia yang memiliki aturan serta bukan manusia yang jauh dari common sense karena berada di jurang kenistaan.
SANTRI'S PERCEPTION TOWARDS KITAB KUNING LEARNING METHODS AT AS'ADIYAH SENGKANG ISLAMIC BOARDING SCHOOL Muslihin Sultan; A. Fajar Awaluddin; Muh. Subair
Al-Qalam Vol 28, No 1 (2022)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v28i1.1040

Abstract

Research on the method of kitab kuning learning has been widely carried out by many scholars, yet there is still a lack of research examining how to read the kitab kuning with the mumtaz method quickly. To complement the existing research, this study investigates the perception of As'adiyah Sengkang Islamic boarding school students towards Mumtaz learning methods. Using a perception case study research design, the study reported three things. First, Mumtaz's learning included ten chapters of material that began with recognizing word and keyword identity, vocabulary, verb change and ended with a change in the final line of words in the form of kitab kuning reading practices. Second, the application of the Mumtaz method consists of four stages, and third, the perception of students towards the Mumtaz learning method is positive and negative. Positive perception occurs because Mumtaz's material is easy to understand, and the learning method is quite fun because it always uses rhythmic songs. On the other hand, negative perceptions occur not because of the material problems and learning methods but because of a short duration of time and not directly applied to the kitab kuning, but partial book-based examples. This research implies that this learning method is worth applying and disseminating in various Islamic universities in Indonesia. 
THE TRADITION OF LARUNG LAUT FROM THE PERSPECTIVES OF SUFI AND MUTAKALLIMIN Sahri Sahri
Al-Qalam Vol 28, No 1 (2022)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v28i1.1019

Abstract

Indonesian society, especially in Java, which is predominantly Muslim, has not yet been able to leave local traditions and culture. The acculturation of Islam and local culture produces a variety of religiosity that is unique and different from Muslim religiosity in other places. This tradition and culture are highly respected by the Javanese people, one of which is the Larung Laut tradition which is held by the fishing community as a form of gratitude and a request for safety to the rulers of the sea. The purpose of this article was to examine the tradition of Larung Laut from Sufi and Mutakallimin perspectives, using a phenomenological approach, descriptive qualitative method. The results of this study were: The Sufi perspective, a form of expressing gratitude for the abundance of blessings from God and being patient for sacrificial offerings displayed through the Larung Laut ceremony is one of the signs of Zuhud's nature. In addition, it also implied the values of Khauf (fear of Allah by having feelings of worry about the punishment of Allah that will be bestowed upon us), as well as the values of Raja' (expecting pleasure, mercy and help from Allah). Meanwhile, the perspective of Ahlussunah Wal Jamaah found that: Elements in the Javanese Larung Laut tradition that have polytheistic values must be removed; Larung Laut which has been internalized with Islamic values is an Islamic act, and is allowed, there is no element of shirk, superstition, and superstition; as well as the symbols contained in the Larung Laut tradition which are required for meaning and philosophy are part of the richness of Javanese culture that needs to be preserved, because it is the way of the previous elders in educating the next generations to be better and civilized

Page 2 of 2 | Total Record : 16