cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PANGAN
ISSN : 08520607     EISSN : 25276239     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
PANGAN merupakan sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Pusat Riset dan Perencanaan Strategis Perum BULOG, terbit secara berkala tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN" : 14 Documents clear
Analisis Kebijakan Agribisnis Gula di Indonesia Afandi, Frendy Ahmad
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v33i1.636

Abstract

Gula merupakan barang pokok dan bahan baku industri. Makin besar jumlah penduduk suatu negaramaka makin besar kebutuhannya terhadap gula. Begitu juga dengan keberadaan industri pangan, makin berkembang industri pangan di suatu negara maka kebutuhan pasokan gulanya juga akan makin besar. Kebutuhan terhadap gula menjadi faktor kritis dan strategis untuk dapat dipenuhi dengan baik. Metodologi analisis dilakukan dengan wawancara mendalam dengan pakar, diskusi kelompok terfokus, observasi, dan rapat koordinasi yang disajikan secara kualitatif. Desain riset yang digunakan adalah teknik purposive sampling dan kajian literatur. Pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan dari hulu sampai dengan hilir untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gula nasional. Kebijakan-kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga di pasar. Kebijakan agribisnis gula yang dilakukan mencakup kebijakan pada subsistem sarana dan prasarana, budidaya, pengolahan, pemasaran, dan jasa pendukung. Hal yang menjadi pertimbangan utama adalah titik temu kesejahteraan petani gula di tingkat produsen dan harga terjangkau di tingkat konsumen. Dua pendekatan umum yang dilakukan adalah terkait kelembagaan dan pengembangan usaha yang di dalamnya termasuk unsur pembiayaan. Kebijakan-kebijakan terkini yang dilakukan pemerintah antara lain kebijakan sistem pembelian tebu, neraca komoditas gula, pembentukan Sugar Co, swasembada gula nasional, korporasi pertanian untuk tebu, pemanfaatan lahan Perhutani untuk agroforestri tebu, dan rencana pembentukan badan pengelola dana perkebunan (BPDP) tebu. 
Sifat Fisikokimia Beras Pecah Kulit dan Beras Sosoh pada Beberapa Varietas suarti, Budi
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v33i1.756

Abstract

  Penelitian bertujuan untuk menentukan sifat fisik dan kimia beras pecah kulit (BPK) dan sosoh varietas Ciherang, Mekongga, dan INPARI 32. Analisis terdiri dari warna, proksimat, dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan warna L* dari BPK dan beras sosoh pada varietas INPARI 32 (59,48; 71,84) memiliki tingkat kecerahan tertinggi dibandingkan Ciherang (58,58; 64,91) dan Mekongga (58,41; 61,36). BPK dan beras sosoh pada varietas Ciherang memiliki protein dan lemak yang tertinggi dibandingkan Mekongga dan INPARI 32. BPK Mekongga memiliki antioksidan (0,799 mg/g) lebih tinggi dibandingkan Ciherang (0,713 mg/g) dan INPARI 32 (0,670 mg/g), sedangkan beras setelah penyosohan pada INPARI 32 (0,858 mg/g) memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dibandingkan Mekongga (0,622 mg/g) dan Ciherang (0,393 mg/g). Penelitian ini menunjukkan bahwa dari tiga varietas beras, sifat fisik INPARI 32 lebih baik daripada Ciherang dan Mekongga, tetapi dari kandungan zat gizi pada var. Ciherang dan aktivitas antioksidan tertinggi pada var. Mekongga. 
Pengaruh Modal Sosial Petani Padi Sawah pada Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) terhadap Ketahanan Pangan di Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan Martadona, Ilham; Angelia Leovita; Yopa Dwi Mutia
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v33i1.783

Abstract

Sektor pertanian memiliki peranan strategis dalam pembangunan perekonomian Indonesia.Mengingat pentingnya peran sektor pertanian sebagai penyedia pangan nasional, maka kontribusinya perlu ditingkatkan. Salah satu program pemerintah dalam hal meningkatkan ketahanan pangan adalah program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP). Salah satu modal yang digunakan dalam pelaksanaan program IPDMIP di Kecamatan Lengayang adalah modal sosial. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis faktor-faktor pembentuk modal sosial petani padi sawah program IPDMIP, dan (2) menganalisis pengaruh modal sosial terhadap ketahanan pangan. Contoh ditarik secara acak dari setiap kelompok tani secara proporsional, dengan jumlah total contoh sebanyak lima puluh. Data diolah secara kuantitatif menggunakan Structural Equation Modelling. Faktor-faktor pembentuk modal sosial petani padi sawah program IPDMIP adalah: kepercayaan (kejujuran dan sikap egaliter); norma (nilai-nilai bersama, dan aturan-aturan) dan jaringan (partisipasi, solidaritas dan kerja sama). Sedangkan pengaruh modal sosial terhadap ketahanan pangan adalah kepercayaan dan norma.
Addressing Soil Salinity Stress in Rice Farming: Insights from Tirtayasa District, Banten Province, Indonesia Hasrianda, Erwin Fajar
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soil salinity stress poses a major obstacle to rice farming and food security in Indonesia, especially in the Tirtayasa sub-district, Banten Province. This condition is exacerbated by climate change and global warming. A field study was conducted to examine the impact of salt stress on rice farming and gain insights from farmers in salin-affected areas to develop salt-tolerant rice varieties. The research included measurements of soil salinity levels, soil pH, visual documentation of rice plant health, and microscopic observations. The results showed an increasing land area affected by salt stress over the years in the Tirtayasa region. Morphological analysis indicated that Inpari 32 rice plants exposed to salinity had fewer roots, even at moderate salinity levels, resulting in a significant decrease in yields up to 100 percent. Farmers also lacked effective methods to cope with salt stress in their fields. Although the market provides salt-tolerant rice cultivars, farmers observe that their yields are not comparable to non-tolerant varieties. This study highlights the urgency of developing salt-tolerant rice varieties in line with the preferences of local farmers to enhance food resilience in Indonesia. These findings provide additional information on salin soil in Banten and the need to develop a salt-tolerant rice variety to overcome salin-stress challenges in agriculture. 
Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Keputusan Adopsi Padi Organik dan Perbandingan Pendapatannya di Jawa Timur Firdaus, Mohammad Wahyu; syafrial, Syafrial; Nugroho, Tri Wahyu Nugroho
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v33i1.835

Abstract

Penggunaan bahan dan obat-obatan kimia pada aktivitas pertanian memberikan dampak negatif terhadap kesehatan manusia, lingkungan dan keberlangsungan ekosistem. Pertanian organik menjadi salah satu opsi untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan dari pemakaian bahan dan obat-obatan kimia tersebut dan mendukung visi pertanian berkelanjutan. Sehingga perlu upaya untuk meningkatkan adopsi pertanian organik secara lebih luas. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama, mengestimasi faktorfaktor yang memengaruhi adopsi pertanian padi organik dan membandingkan pendapatan usahatani pertanian padi organik dan non organik. Sebanyak 114 petani di Jawa Timur terlibat sebagai responden. Tujuan pertama diestimasi menggunakan Regresi Logistik dan tujuan kedua menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan faktor tingkat pendidikan, pengalaman, luas lahan, pekerjaan di luar pertanian dan keikutsertaan dalam kelompok tani berpengaruh signifikan (p<0,01, 0,05 dan 0,10) terhadap keputusan adopsi pertanian padi organik. Tingkat pendapatan usahatani padi organik adalah Rp33.977.299/panen/ hektare sedangkan usahatani padi non organik adalah Rp21.015.933/panen/hektare Total biaya dan tingkat pendapatan usahatani padi organik dan non organik berbeda secara signifikan (p<0,01). Melalui hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan adopsi pertanian organik merupakan salah satu implikasi kebijakan untuk meningkatkan pendapatan petani.
Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Padi di Pesisir di Kabupaten Kendal: Kerentanan, Tantangan dan Peluang: Pendahuluan, Metode Riset, Hasil dan Diskusi, Kesimpulan, Daftar Pustaka Oelviani, Renie; Susilowati, Indah; Dinar Iskandar, Deden; Waridin, Waridin
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v33i1.836

Abstract

  Sektor pertanian di wilayah pesisir mengalami kerentanan dalam produksi, terutama disebabkan oleh salinitas, dampak dari perubahan iklim. Meskipun permasalahan kemanusiaan di bidang pertanian merupakan hal yang penting, data sosio-ekonomi pertanian pesisir masih terbatas. Artikel ini memberikan gambaran dan menganalisis sosial ekonomi pertanian pesisir di Kabupaten Kendal untuk mengisi kesenjangan yang ada. Kerentanan, tantangan, dan peluang di sektor ini dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur pada akhir tahun 2022 dan awal 2023 yang ditujukan untuk 183 petani terdampak salinitas di Kabupaten Kendal. Hasilnya menunjukkan bahwa pertanian pesisir menghadapi kerentanan, menurunnya produksi padi dan pendapatan petani, serta terbatasnya akses petani terhadap teknologi budidaya padi di lahan salin. Sebagian besar petani ingin terus bertani padi dengan kondisi yang ada karena bertani adalah mata pencaharian utama mereka. Namun, masih dibutuhkan penerapan teknologi untuk pertanian dan mata pencaharian berkelanjutan. Petani membutuhkan mitigasi teknis untuk bertahan dan melanjutkan usaha pertaniannya. Upaya adil untuk meningkatkan pertanian dalam mengelola dan meningkatkan produksi sebagai upaya keberlanjutan dan ketahanan sangatlah penting. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sinergi antara pemangku kepentingan pusat dan daerah dari berbagai lembaga.
Pengelolaan Beras sebagai Cadangan Pangan dari Perspektif Word Trade Organization (WTO) Mamoriska, Sonya; Cahyaningsih, Eny
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v33i1.838

Abstract

   Sebagai anggota WTO, pengelolaan cadangan pangan di Indonesia harus memenuhi ketentuanketentuan yang ditetapkan dan disepakati di antara anggota WTO. Penelitian ini memiliki tujuan: (i) memahami dan menjelaskan bagaimana pelaksanaan pengelolaan beras sebagai cadangan pangan di Indonesia; (ii) memahami dan menjelaskan pengelolaan cadangan pangan menurut WTO; (iii) memberikan gambaran tentang pengelolaan cadangan pangan di negara lain; dan (iv) memberikan pilihan untuk mekanisme pengelolaan PSH yang tidak/minimal mendistorsi pasar dan produksi untuk diusulkan sebagai solusi permanen. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan untuk menilai hukum normatif dengan meninjau aturan yang relevan terkait dengan Pengaturan Subsidi Pertanian berdasarkan Perjanjian WTO dan Praktik di Indonesia, serta menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka de Minimis masih di bawah 10 persen, maka pengelolaan beras sebagai cadangan beras pemerintah telah memenuhi ketentuan WTO jumlah subsidi tidak melebihi batas ambang de Minimis. Dalam menerapkan PSH, beberapa negara memprioritaskan pembelian dari petani dalam negeri dengan harga yang ditetapkan pemerintah, program distribusi pangan kepada kelompok sasaran tertentu, atau subsidi kepada konsumen untuk memenuhi permintaan pasar ketika harga atau permintaan pasar sedang tinggi namun mekanisme pelepasan stok cenderung berbeda. Negara-negara Uni Eropa dan Amerika pernah memiliki memiliki program PSH, namun saat ini berubah ke arah dukungan pendapatan yang lebih langsung dan insentif untuk produksi yang berorientasi pasar, dengan mengurangi atau menghilangkan penggunaan PSH. Mengikuti Keputusan Bali adalah solusi permanen yang mungkin dapat mempertimbangkan fleksibilitas yang lebih besar meliputi batas dukungan yang diberikan, keterlibatan program baru, cakupan produk dengan disertai persyaratan yang lebih ketat. Para anggota dapat memutuskan untuk tidak menentang mekanisme penyelesaian sengketa LDCs. Transparansi adalah elemen penting yang mendasari Perjanjian Pertanian termasuk program PSH.
Analisis Kebijakan Agribisnis Gula di Indonesia Afandi, Frendy Ahmad
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v33i1.636

Abstract

Gula merupakan barang pokok dan bahan baku industri. Makin besar jumlah penduduk suatu negaramaka makin besar kebutuhannya terhadap gula. Begitu juga dengan keberadaan industri pangan, makin berkembang industri pangan di suatu negara maka kebutuhan pasokan gulanya juga akan makin besar. Kebutuhan terhadap gula menjadi faktor kritis dan strategis untuk dapat dipenuhi dengan baik. Metodologi analisis dilakukan dengan wawancara mendalam dengan pakar, diskusi kelompok terfokus, observasi, dan rapat koordinasi yang disajikan secara kualitatif. Desain riset yang digunakan adalah teknik purposive sampling dan kajian literatur. Pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan dari hulu sampai dengan hilir untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gula nasional. Kebijakan-kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga di pasar. Kebijakan agribisnis gula yang dilakukan mencakup kebijakan pada subsistem sarana dan prasarana, budidaya, pengolahan, pemasaran, dan jasa pendukung. Hal yang menjadi pertimbangan utama adalah titik temu kesejahteraan petani gula di tingkat produsen dan harga terjangkau di tingkat konsumen. Dua pendekatan umum yang dilakukan adalah terkait kelembagaan dan pengembangan usaha yang di dalamnya termasuk unsur pembiayaan. Kebijakan-kebijakan terkini yang dilakukan pemerintah antara lain kebijakan sistem pembelian tebu, neraca komoditas gula, pembentukan Sugar Co, swasembada gula nasional, korporasi pertanian untuk tebu, pemanfaatan lahan Perhutani untuk agroforestri tebu, dan rencana pembentukan badan pengelola dana perkebunan (BPDP) tebu. 
Sifat Fisikokimia Beras Pecah Kulit dan Beras Sosoh pada Beberapa Varietas suarti, Budi
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v33i1.756

Abstract

  Penelitian bertujuan untuk menentukan sifat fisik dan kimia beras pecah kulit (BPK) dan sosoh varietas Ciherang, Mekongga, dan INPARI 32. Analisis terdiri dari warna, proksimat, dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan warna L* dari BPK dan beras sosoh pada varietas INPARI 32 (59,48; 71,84) memiliki tingkat kecerahan tertinggi dibandingkan Ciherang (58,58; 64,91) dan Mekongga (58,41; 61,36). BPK dan beras sosoh pada varietas Ciherang memiliki protein dan lemak yang tertinggi dibandingkan Mekongga dan INPARI 32. BPK Mekongga memiliki antioksidan (0,799 mg/g) lebih tinggi dibandingkan Ciherang (0,713 mg/g) dan INPARI 32 (0,670 mg/g), sedangkan beras setelah penyosohan pada INPARI 32 (0,858 mg/g) memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dibandingkan Mekongga (0,622 mg/g) dan Ciherang (0,393 mg/g). Penelitian ini menunjukkan bahwa dari tiga varietas beras, sifat fisik INPARI 32 lebih baik daripada Ciherang dan Mekongga, tetapi dari kandungan zat gizi pada var. Ciherang dan aktivitas antioksidan tertinggi pada var. Mekongga. 
Pengaruh Modal Sosial Petani Padi Sawah pada Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) terhadap Ketahanan Pangan di Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan Martadona, Ilham; Angelia Leovita; Yopa Dwi Mutia
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v33i1.783

Abstract

Sektor pertanian memiliki peranan strategis dalam pembangunan perekonomian Indonesia.Mengingat pentingnya peran sektor pertanian sebagai penyedia pangan nasional, maka kontribusinya perlu ditingkatkan. Salah satu program pemerintah dalam hal meningkatkan ketahanan pangan adalah program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP). Salah satu modal yang digunakan dalam pelaksanaan program IPDMIP di Kecamatan Lengayang adalah modal sosial. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis faktor-faktor pembentuk modal sosial petani padi sawah program IPDMIP, dan (2) menganalisis pengaruh modal sosial terhadap ketahanan pangan. Contoh ditarik secara acak dari setiap kelompok tani secara proporsional, dengan jumlah total contoh sebanyak lima puluh. Data diolah secara kuantitatif menggunakan Structural Equation Modelling. Faktor-faktor pembentuk modal sosial petani padi sawah program IPDMIP adalah: kepercayaan (kejujuran dan sikap egaliter); norma (nilai-nilai bersama, dan aturan-aturan) dan jaringan (partisipasi, solidaritas dan kerja sama). Sedangkan pengaruh modal sosial terhadap ketahanan pangan adalah kepercayaan dan norma.

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 34 No. 3 (2025): PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN Vol. 33 No. 3 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 2 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN Vol. 32 No. 3 (2023): PANGAN Vol. 32 No. 1 (2023): PANGAN Vol. 31 No. 3 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 2 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN Vol. 30 No. 3 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN Vol. 29 No. 3 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 2 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 1 (2020): PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN Vol. 28 No. 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 2 (2019): PANGAN Vol 28, No 2 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN Vol 27, No 3 (2018): Vol 27, No 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN Vol 27, No 2 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 2 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 1 (2018): PANGAN Vol 27, No 1 (2018): PANGAN Vol 26, No 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 2 (2017): PANGAN Vol 26, No 2 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 1 (2017): PANGAN Vol 26, No 1 (2017): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 3 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 2 (2016): PANGAN Vol 25, No 2 (2016): PANGAN Vol 25, No 1 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 1 (2016): PANGAN Vol 24, No 3 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 3 (2015): PANGAN Vol 24, No 2 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 2 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 1 (2015): PANGAN Vol 24, No 1 (2015): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 3 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 2 (2014): PANGAN Vol 23, No 2 (2014): PANGAN Vol 23, No 1 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 1 (2014): PANGAN Vol 22, No 4 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 4 (2013): PANGAN Vol 22, No 3 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 3 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 1 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 1 (2013): PANGAN Vol. 21 No. 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 3 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 3 (2012): PANGAN Vol 21, No 2 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 2 (2012): PANGAN Vol 21, No 1 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 1 (2012): PANGAN Vol 20, No 4 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 4 (2011): PANGAN Vol 20, No 3 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 3 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 2 (2011): PANGAN Vol 20, No 2 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 1 (2011): PANGAN Vol 20, No 1 (2011): PANGAN Vol 19, No 4 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 4 (2010): PANGAN Vol 19, No 3 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 3 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 2 (2010): PANGAN Vol 19, No 2 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 1 (2010): PANGAN Vol 19, No 1 (2010): PANGAN Vol. 18 No. 4 (2009): PANGAN Vol 18, No 4 (2009): PANGAN Vol 18, No 3 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 3 (2009): PANGAN Vol 18, No 2 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 2 (2009): PANGAN Vol 18, No 1 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 1 (2009): PANGAN Vol. 17 No. 3 (2008): PANGAN Vol 17, No 3 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 1 (2008): PANGAN Vol 17, No 1 (2008): PANGAN Vol 16, No 1 (2007): PANGAN Vol. 16 No. 1 (2007): PANGAN Vol 15, No 2 (2006): PANGAN Vol. 15 No. 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 1 (2006): PANGAN Vol. 15 No. 1 (2006): PANGAN More Issue