cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PANGAN
ISSN : 08520607     EISSN : 25276239     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
PANGAN merupakan sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Pusat Riset dan Perencanaan Strategis Perum BULOG, terbit secara berkala tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN" : 7 Documents clear
Eksplorasi Parasitoid dan Cendawan Entomopatogen pada LarvaSpodoptera frugiperda (Smith) (Lepidoptera:Noctuidae) HamaTanaman Jagung di Kabupaten Sigi dan Donggala / Exploration of Parasitoids and Entomopathogenic Fungi on LarvaeSpodoptera frugiperda (Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) Pests of Cornin Sigi and Donggala Districts Syarifuddin, Rifni Qadriani; Anshary, Alam; Yunus, Moh; Rahman, Abdul; Edy, Nur; Syarifuddin, Rifni Nikmat
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i2.867

Abstract

        Spodoptera frugiperda J. E Smith atau ulat grayak jagung (UGJ) merupakan salah satu hamautama pada tanaman jagung yang menyebabkan serangan parah sehingga tanaman menjadi rusak dan mati. Parasitoid dan cendawan entomopatogen merupakan musuh alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan UGJ. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mengidentifikasi parasitoid dan cendawan entomopatogen pada larva UGJ tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di tiga desa pada Kabupaten Sigi dan Donggala. Identifikasi parasitoid dan entomopatogen pada larva UGJ dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan purposive sampling, dengan adanya kotoran yang menyerupai serbuk gergaji pada tanaman jagung sebagai kriteria pengambilan sampel di lahan budidaya tanaman jagung. Sampel yang dikumpulkan sebanyak 20 larva/lokasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu ditemukan dua jenis parasitoid larva yaitu Megaselia scalaris dan Winthemia trinitatis, serta satu jenis cendawan entomopatogen yaitu Aspergillus sp.              Spodoptera frugiperda J. E. Smith, commonly called corn armyworm (UGJ), is one of the main pests on corn plants, which has severe attacks that cause damage and death of plants. Parasitoids and entomopathogenic fungi are natural enemies that can be used to control UGJ. This research aimed to find and identify parasitoids and entomopathogenic fungi found in UGJ larvae on corn plants. This research was conducted in three villages located in Sigi and Donggala Regencies. Identification of parasitoids and entomopathogens in UGJ larvae was carried out at the Pest and Disease Laboratory, Faculty of Agriculture, Tadulako University. This research used a survey method with purposive sampling, with the presence of dirt resembling sawdust on corn plants as a sampling criterion on corn cultivation land; the samples collected were 20 larvae/location. The results obtained from this research were that two types of parasitoid larvae were found, namely Megaselia scalaris and Winthemia trinitatis, as well as one type of entomopathogenic fungus, namely Aspergillus sp.
Determinan Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Indonesia:Suatu Pendekatan Multilevel (Determinants of Household Food Security in Indonesia:A Multilevel Approach) Oktalia, Hening Januar; Mulyani, Wiwik Puji; Pitoyo, Agus Joko
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i2.879

Abstract

Sejak 2015, masalah kelaparan dan kerawanan pangan menunjukkan tren peningkatan yangmengkhawatirkan di seluruh dunia, diperburuk oleh pandemi, konflik, perubahan iklim, serta meningkatnya ketidaksetaraan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kesenjangan yang makin lebar antara pertumbuhan penduduk dan produksi padi nasional, yang dikhawatirkan dapat memperburuk ketahanan pangan baik di tingkat nasional maupun rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi status ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia. Data sekunder yang digunakan berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2023, Potensi Desa (Podes) 2021, dan Kerangka Sampel Area (KSA) 2023. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif melalui tabulasi dan grafik, serta analisis inferensial menggunakan regresi logistik biner multilevel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas rumah tangga di Indonesia berada pada kondisi tidak tahan pangan. Selain itu, analisis inferensial menemukan bahwa seluruh variabel bebas, kecuali infrastruktur ekonomi lokal, berpengaruh signifikan terhadap status ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia.   Since 2015, hunger and food insecurity have shown a worrying upward trend worldwide, worsened by the pandemic, armed conflicts, climate change, and widening inequality. Statistics Indonesia (BPS) reported a growing gap between population growth and national rice production, raising concerns over the sustainability of both national and household food security. This study aimed to examine the determinants of household food security status in Indonesia. Secondary data were drawn from Susenas March 2023, Podes 2021, and KSA 2023. The analysis combined descriptive methods through tabulations and graphs with inferential methods using multilevel binary logistic regression. The findings indicated that the majority of households in Indonesia are food insecure. Furthermore, the inferential analysis revealed that all independent variables, except local economic infrastructure, significantly affected household food security status in Indonesia.
Optimalisasi Pemanfaatan Pupuk Kandang Sapi terhadap BudidayaJagung Ungu (Zea mays L. ceratina Kulesh) / Optimization of Cow Manure Utilization for Purple Corn Cultivation(Zea mays L. ceratina Kulesh) Rahmayuni, Erlina; Herman, Welly; risna, Elfa
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i2.893

Abstract

Indonesia berpotensi dalam pengembangan pertanian melalui pemanfaatan tanaman lokal bernilai ekonomi tinggi, salah satunya adalah jagung ungu (Zea mays L. ceratina Kulesh). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan pupuk kandang sapi terhadap sifat kimia tanah, pertumbuhan, dan hasil produksi jagung ungu. Penggunaan pupuk kandang sapi terbukti meningkatkan pH tanah dari 4,95 menjadi 5,59, menurunkan kadar Al-dd hingga 0,00 me/100 g, serta meningkatkan kadar fosfor tersedia, kapasitas tukar kation (KTK), dan kandungan karbon organik tanah. Sementara itu, kadar nitrogen total tidak mengalami perubahan berarti. Pemberian pupuk kandang sapi sebanyak 150 g per tanaman menghasilkan pertumbuhan terbaik, dengan tinggi tanaman mencapai 197,48 cm, jumlah daun 12,24 helai, dan diameter batang 2,65 cm. Pemanenan menunjukkan adanya peningkatan panjang dan diameter tongkol tanpa kelobot, dengan dosis optimal antara 150 hingga 200 g. Secara keseluruhan, pupuk kandang sapi terbukti efektif dalam memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan hasil jagung ungu, serta menawarkan solusi berkelanjutan sebagai alternatif pupuk anorganik.   Indonesia has the potential for agricultural development by utilizing local plants with high economic value, including purple corn (Zea mays L. ceratina Kulesh). This study aimed to evaluate the effect of cow manure on soil chemical properties, growth, and yield of purple corn. The use of cow manure was proven to increase soil pH from 4.95 to 5.59, reduce Al-dd levels to 0.00 me/100 g, and increase available phosphorus levels, cation exchange capacity (CEC), and soil organic carbon content. Meanwhile, total nitrogen levels did not change significantly. Application of 150 g of cow manure per plant resulted in the best growth, with plant height reaching 197.48 cm, having 12.24 leaves, and a stem diameter of 2.65 cm.. Harvesting showed an increase in the length and diameter of the cob without husk, with an optimal dose between 150 and 200 g. Overall, cow manure has proven effective in improving soil quality and increasing purple corn yields, and it offers a sustainable alternative to inorganic fertilizers.
Validasi Psikometrik Instrumen Faktor Penentu Kualitas BerasPremium Berbasis Teori Respons Butir (Psychometric Validation of an Instrument for Determinant Factorsof Premium Rice Quality Based on Item Response Theory) Cahyaningsih, Eny
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i2.894

Abstract

        Pemahaman terhadap preferensi konsumen memerlukan alat ukur yang akurat, andal, serta mampu merepresentasikan persepsi terhadap kualitas produk secara menyeluruh. Pada komoditas strategis seperti beras premium, atribut sensorik dan fisik, meliputi aroma, warna, tekstur, kebersihan, dan masa simpan, memiliki peranan penting dalam membentuk persepsi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi instrumen pengukuran persepsi konsumen terhadap kualitas beras premium dengan pendekatan Teori Respons Butir (Item Response Theory/IRT), khususnya melalui Model Respons Terklasifikasi (Graded Response Model/GRM). Fokus penelitian diarahkan pada penyusunan instrumen yang valid dan reliabel untukmengukur atribut-atribut utama yang relevan dalam konteks preferensi konsumen. Pengujian dilakukan terhadap sejumlah asumsi dasar GRM, yaitu unidimensionalitas, independensi lokal, dan monotonisitas, yang hasilnya menunjukkan bahwa ketiga asumsi terpenuhi. Sebagian besar butir dalam instrumen memiliki parameter diskriminasi yang tinggi (a > 1,0) serta ambang kesulitan (threshold) yang logis dan tersebar dengan baik di sepanjang spektrum tingkat kemampuan. Evaluasi kurva karakteristik butir (Item Characteristic Curve/ICC) dan indeks penerimaan menunjukkan bahwa skala ini mampu mengukur preferensi konsumen dari tingkat kesulitansangat rendah hingga sangat tinggi secara efektif. Hasil uji efektivitas jumlah kategori respons memperlihatkan bahwa empat pilihan jawaban memberikan prediksi terbaik, dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) pada kisaran 0,1867–0,2138, lebih rendah dibandingkan dengan versi tiga maupun lima kategori. Dengan demikian, GRM terbukti efektif dalam membangun skala pengukuran preferensi konsumen terhadap beras premium, sehingga dapat dimanfaatkan untuk penyusunan strategi dan kebijakan berbasis data.              Understanding consumer preferences requires measurement tools that are accurate, reliable, and capable of representing perceptions of product quality comprehensively. For strategic commodities such as premium rice, sensory and physical attributes, such as aroma, color, texture, cleanliness, and shelf life, play a crucial role in shaping consumer perceptions. This study aimed to develop and evaluate a measurement instrument for consumer perceptions of premium rice quality using the Item Response Theory (IRT) framework, specifically the Graded Response Model (GRM). The focus of this research was on constructing a valid and reliable tool to assess key attributes that were relevant in the context of consumer preferences. The analysis tested several fundamental assumptions of the GRM, namely unidimensionality, local independence, and monotonicity, all of which were satisfied. Most items in the instrument demonstrated high discrimination parameters (a > 1.0) as well as logical and well-distributed threshold values across the ability spectrum. Evaluation of the Item Characteristic Curves (ICC) and acceptance indices indicated that the scale effectively measures consumer preferences across a wide range of difficulty levels, from very low to very high. Furthermore, the test of response category effectiveness showed that a four-option format provided the best prediction, with Root Mean Square Error (RMSE) ranging between 0.1867 and 0.2138, which was lower than the three- and five-option versions. Thus, the GRM is proven to be effective in constructing a measurement scale for consumer preferences toward premium rice, offering valuable insights for data-driven strategies and policies.
Peningkatan Efisiensi Pemupukan Nitrogen Tanaman Padimelalui Pupuk Lepas Lambat (Increasing the Efficiency of Nitrogen Fertilization in Rice throughSlow-Release Fertilizers) Sujinah, Sujinah
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i2.897

Abstract

        Nitrogen (N) sebagai hara penting dalam pertumbuhan dan hasil tanaman. N mudah larut dalam air sehingga mudah tersedia bagi tanaman, tetapi bersifat volatil sehingga mudah hilang jika tidak diserap di dalam tanah. Pemupukan N merupakan cara untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman karena kandungan N yang ada di tanah tidak cukup. Namun demikian, penggunaan pupuk N yang berlebihan memiliki dampak serius terhadap lingkungan. Oleh karena itu, penggunaan pupuk N yang efisien sangat penting untuk mengoptimalkan produksi padi. Artikel ini membahas jenis pupuk lepas lambat dan bahan pelapisnya, serta penggunaan pupuk N lepas lambat yang terbukti efektif meningkatkan efisiensi penggunaan N dan hasil panen. Pupuk nitrogen lepas lambat merupakan pupuk yang memiliki laju pelepasan yang lebih rendah dibanding pupuk urea konvensional. Pupuk nitrogen lepas lambat terdiri dari dua kelompok, yaitu yang memiliki kelarutan rendah, dan pupuk yang dilapisi dengan bahan tertentu. Bahan pelapis dapat dikelompokkan ke dalam tiga jenis, yaitu berupa bahan organik, non-organik, dan biopolimer. Hasil- hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk nitrogen lepas lambat meningkatkan efisiensi penggunaan N dan juga hasil gabah. Peningkatan ini berkaitan dengan meningkatnya serapan N oleh tanaman dan juga penurunan kehilangan N. Oleh karena itu, penggunaan pupuk nitrogen lepas lambat menjadi alternatif cara untuk diterapkan pada budidaya tanaman padi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.           Nitrogen (N) is an essential nutrient for plant growth and yield. N is very soluble in water, thereby it is easily available to plants, but it is volatile, making it easily lost if not absorbed by the soil. N fertilization is a way to fulfill plant nutrient needs when the N content in the soil is not sufficient. However, excessive use of N fertilizer has serious environmental impacts. Therefore, efficient use of N fertilizer is crucial to optimize rice production. This article reviewed types of slow-release fertilizer and coating materials, as well as the use of slow-release N fertilizer, which has been proven effective in increasing N use efficiency and crop yields. Slow-release nitrogen fertilizer is a fertilizer that has a lower release rate than conventional urea fertilizer. Slow-release nitrogen fertilizer consists of two groups, namely those with low solubility and fertilizers coated with certain materials. Coating materials can be classified into three types: organic, inorganic, and biopolymer materials. Research results showed that the use of slow-release nitrogen fertilizer increased nitrogen use efficiency (NUE) and grain yield. This increase was related to increased N uptake by plants and also reduced N loss. Therefore, the application of slow-release nitrogen fertilizer is an alternative way to be applied to rice cultivation, which is more environmentally friendly and sustainable.
Analisis Kinerja Rantai Pasok (Supply Chain) Beras padaUsaha Penggilingan Padi di UD. Gotong RoyongKecamatan Suboh Kabupaten Situbondo (Analysis of Rice Supply Chain Performance in Rice Milling Business atUD. Gotong Royong, Suboh District, Situbondo Regency) Jannah , Faizatul; Utami, Ratih Apri; Kusmiati, Ati; Zainuddin, Ahmad
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i2.899

Abstract

         UD. Gotong Royong sebagai pusat pengolahan padi menghadapi ketidakpastian pasokan gabah, keterlambatan informasi pengiriman, dan margin keuntungan rendah, sehingga diperlukan pengelolaan rantai pasok untuk memenuhi permintaan pasar dan meningkatkan keuntungan. Penelitian bertujuan menganalisis aliran produk, finansial, informasi, serta kinerja rantai pasok menggunakan metode SCOR. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur dengan teknik purposive dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran produk mencakup kualitas, kuantitas, dan metode pengiriman; aliran finansial meliputi sistem pembayaran dan penetapan harga; sedangkan aliran informasi meliputi jenis serta metode pertukaran informasi. Kinerja rantai pasok produk beras di UD. Gotong Royong diperoleh nilai kinerja keseluruhan termasuk kategori superior (sangat baik), secara rinci indikator kinerja pengiriman (97%), pemenuhan pesanan beras premium (99%), kesesuaian standar (100%), lead time (2 hari), siklus pemenuhan pesanan (1,5 hari), fleksibiltas (1,5 hari), dan cash to cash cycle time (10 hari), sedangkan indikator pemenuhan pesanan beras medium berada pada kategori cukup baik (95%), total supply chain cost berada pada kategori kurang baik (90,6%), dan persediaan harian berada pada kategori baik (9 hari).              UD. Gotong Royong, as a rice processing center, faces uncertainty in grain supply, delays in delivery information, and low profit margins, so supply chain management is needed to meet market demandand increase profits. The study aimed to analyze product flow, financial, information, and supply chainperformance using the SCOR method. Data were collected through observation, interviews, and literaturestudies using purposive and snowball sampling techniques. The results showed that product flow includedquality, quantity, and delivery methods; financial flow included payment systems and pricing; while information flow included the types and methods of information exchange ─the performance of the rice product supply chain at UD. Gotong Royong obtained an overall performance value categorized as superior (very good). In detail, the performance indicators for delivery were 97%, fulfillment of premium rice orders 99%, compliance with standards 100%, lead time 2 days, order fulfillment cycle 1.5 days, flexibility 1.5 days, and cash-to-cash cycle time 10 days. Meanwhile, the indicator for fulfilling medium rice orders was in the parity category or quite good (95%), the total supply chain cost was in the below-par category or less good (90.6%), and daily inventory was in the advantageous category or good (9 days).
Reposisi BULOG dan Integrasi Empat Dimensi FAO: Model Konseptual danRoadmap Strategis Ketahanan Pangan Nasional Indonesia (Repositioning BULOG and Integrating the Four FAO Dimensions: A ConceptualModel and Strategic Roadmap for Indonesia’s National Food Security) Ibnu, Muhammad
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i2.901

Abstract

        Ketahanan pangan nasional Indonesia menghadapi tantangan struktural yang kian kompleks akibat krisis iklim, disrupsi geopolitik, ketimpangan logistik, dan lemahnya kelembagaan. Studi ini merumuskan model konseptual dan roadmap strategis ketahanan pangan berbasis empat dimensi FAO—ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas—yang diadaptasi secara kontekstual ke dalam sistem pangan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen kebijakan dan literatur internasional untuk membangun kerangka integratif dan roadmap tiga tahapan (jangka pendek, menengah, dan panjang). Hasilnya, ditemukan bahwa reposisi kelembagaan Perum BULOG sebagai central food logistics agency merupakan syarat strategis untuk menjamin keterjangkauan, distribusi adil, dan respons sistemik terhadap krisis. Temuan ini memperkuat argumen bahwa tata kelola ketahanan pangan yang terintegrasi dan prediktif harus melibatkan sinergi antarsektor dan antarpulau dengan dukungan sistem digital berbasis data spasial. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam membangun sistem pangan nasional yang inklusif, resilien, dan berkelanjutan.             Indonesia’s national food security system faces mounting structural challenges driven by climate crisis, geopolitical disruptions, logistical disparities, and institutional fragility. This study developed a conceptual model and strategic roadmap for national food security, based on the four FAO dimensions: availability, access, utilization, and stability, into an integrated framework contextualized for Indonesia. Employing a qualitative approach through document-based policy analysis and international literature review, the study developed a three-phase roadmap (short-term, medium-term, and long-term). The findings underscored the critical need to reposition Perum BULOG as a central food logistics agency to ensure food affordability, equitable distribution, and systemic responsiveness to crises. The study argued that predictive, data-driven, and institutionally coordinated food governance is essential to achieving a resilient and inclusive food system. Its contributions are both theoretical and practical, offering a framework for evidence-based policy and long-term sustainability in Indonesia’s food governance architecture.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 34 No. 3 (2025): PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN Vol. 33 No. 3 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 2 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN Vol. 32 No. 3 (2023): PANGAN Vol. 32 No. 1 (2023): PANGAN Vol. 31 No. 3 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 2 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN Vol. 30 No. 3 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN Vol. 29 No. 3 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 2 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 1 (2020): PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN Vol. 28 No. 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN Vol 28, No 2 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 2 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol 27, No 3 (2018): Vol 27, No 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN Vol 27, No 2 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 2 (2018): PANGAN Vol 27, No 1 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 1 (2018): PANGAN Vol 26, No 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 2 (2017): PANGAN Vol 26, No 2 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 1 (2017): PANGAN Vol 26, No 1 (2017): PANGAN Vol. 25 No. 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 2 (2016): PANGAN Vol 25, No 2 (2016): PANGAN Vol 25, No 1 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 1 (2016): PANGAN Vol 24, No 3 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 3 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 2 (2015): PANGAN Vol 24, No 2 (2015): PANGAN Vol 24, No 1 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 1 (2015): PANGAN Vol. 23 No. 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 2 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 2 (2014): PANGAN Vol 23, No 1 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 1 (2014): PANGAN Vol. 22 No. 4 (2013): PANGAN Vol 22, No 4 (2013): PANGAN Vol 22, No 3 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 3 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 1 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 1 (2013): PANGAN Vol. 21 No. 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 3 (2012): PANGAN Vol 21, No 3 (2012): PANGAN Vol 21, No 2 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 2 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 1 (2012): PANGAN Vol 21, No 1 (2012): PANGAN Vol 20, No 4 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 4 (2011): PANGAN Vol 20, No 3 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 3 (2011): PANGAN Vol 20, No 2 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 2 (2011): PANGAN Vol 20, No 1 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 1 (2011): PANGAN Vol. 19 No. 4 (2010): PANGAN Vol 19, No 4 (2010): PANGAN Vol 19, No 3 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 3 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 2 (2010): PANGAN Vol 19, No 2 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 1 (2010): PANGAN Vol 19, No 1 (2010): PANGAN Vol 18, No 4 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 4 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 3 (2009): PANGAN Vol 18, No 3 (2009): PANGAN Vol 18, No 2 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 2 (2009): PANGAN Vol 18, No 1 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 1 (2009): PANGAN Vol. 17 No. 3 (2008): PANGAN Vol 17, No 3 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 1 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 1 (2008): PANGAN Vol 16, No 1 (2007): PANGAN Vol. 16 No. 1 (2007): PANGAN Vol. 15 No. 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 1 (2006): PANGAN Vol. 15 No. 1 (2006): PANGAN More Issue