cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23014493     EISSN : 25024493     DOI : -
Core Subject : Education,
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia publishes articles of original researchs and conceptual studies about Indonesian language, literature, learning and teaching. This journal is published by Study Program Pendidikan Bahasa Indonesia, Postgraduate Universitas Negeri Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2016): November 2016" : 24 Documents clear
Citra Publik Presiden Republik Indonesia pada Pemberitaan di Harian Suara Merdeka, Tabloid Tempo, dan Harian Republika : Kajian Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough Assidik, Gallant Karunia; Santoso, B.Wahyudi Joko
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.589 KB)

Abstract

Fokus penelitian ini adalah (a) mendeskripsikan dimensi tekstual, (b) memaparkan praktik wacana, dan (c) memaparkan dimensi sosiobudaya dari pemberitaan Harian Suara Merdeka, Tabloid Tempo, dan Harian Republika dalam membentuk citra presiden.Pendekatan penelitian yang digunakan meliputi pendekatan metodologis dan teoretis. Pendekatan metodologis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan teoretis Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Ada tiga tahap analisis yang digunakan, yakni deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Data penelitian ini adalah penggalan wacana pemberitaan tentang Presiden Republik Indonesia dalam rentang masa penerbitan bulan November 2015 hingga Januari 2016. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Harian Suara Merdeka lebih mengarah ke pembentukan citra positif bagi Presiden, dengan persentase citra positif 51,35%. Harian Republika juga condong ke pembentukan citra positif Presiden, melalui persentase 58,3%. Adapun Tabloid Tempo 66,67% condong ke pembentukan citra negatif bagi Presiden. Kedua, analisis praktik kewacanaan dipusatkan pada bagaimana teks diproduksi dan dikonsumsi. Harian Suara Merdeka, Harian Republika, dan Tabloid Kompas memiliki pertimbangan khusus dalam pemilihan isu yang akan disajikan kepada pembaca setiap harinya. Produksi teks berhubungan erat dengan ideologi wartawan dan tindakan yang hendak dicapai. Ketiga, teks berita yang diproduksi media dipengaruhi oleh teks, praktik wacana, dan praktik sosiokulturalThe focus of this study were (a) describe the textual dimension, (b) exposing the practice of discourse, and (c) exposing the sociocultural dimension of the preaching of Suara Merdeka, Tabloid Tempo and Republika newspaper in shaping the image of the president.The approach used in this study include the methodological and theoretical approaches. The methodological approach used is qualitative descriptive theoretical approaches Critical Discourse Analysis (AWK) Norman Fairclough. There are three stages of analysis used, the description, interpretation and explanation. This research data is a fragment of discourse proclamation of President of the Republic of Indonesia in the issuance of period November 2015 to January 2016.Based on research, obtained the following results. First, Suara Merdeka leads to the formation of a positive image for the President, with the percentage of 51.35% positive image. Republika newspaper also inclined to the formation of a positive image of the President, with the percentage of 58.3%. The Tabloid Tempo 66.67% incline to the formation of a negative image for the President. Second, the analysis of discourse practice focused on how the text is produced and consumed. Suara Merdeka daily, Republika and Kompas Tabloid has a special consideration in the selection of issues to be presented to the readers every day. Text production is closely linked to the ideology of journalists and actions to be achieved. Third, the text of the news produced media influenced by the text, discourse practice and socio-cultural practices.
Pengembangan Buku Pengayaan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi yang Bermuatan Kearifan Lokal untuk Peserta Didik Kelas X SMA Septarianto, Tomi Wahyu; Subyantoro, Subyantoro
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.494 KB)

Abstract

Pengembangan buku pengayaan merupakan salah satu inovasi dalam pembelajaran. Buku pengayaan menulis teks laporan hasil observasi dikembangkan atas persepsi kebutuhan peserta didik dan guru, serta ketersediaan buku pengayaan yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi kebutuhan pengembangan buku pengayaan, menyusun prinsip-prinsip buku pengayaan, menyusun prototipe buku pengayaan, dan menguji keefektifan buku pengayaan tersebut dalam skala terbatas. Muatan kearifan lokal diberikan pula guna menggugah kesadaran peserta didik untuk lebih mencintai budayanya. Muatan nilai-nilai kearifan lokal diintegrasikan dalam teks-teks yang terdapat dalam buku pengayaan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Research and Development (R&D) dari Borg and Gall. Langkah penelitian Borg and Gall diadaptasi menjadi tiga tahap, yakni penelitian, pengembangan, dan pengujian. Hasil penelitian ini didasarkan pada hasil angket kebutuhan pengembangan buku pengayaan menurut persepsi guru dan peserta didik yang selanjutnya disusun menjadi prinsip-prinsip pengembangan buku. Prinsip-prinsip tersebut meliputi prinsip pengorganisasian isi, penyajian materi, bahasa dan keterbacaan, serta grafika. Hasil uji keefektifan yang dilakukan di kelas X-MIPA10 SMA Negeri 1 Semarang menunjukkan ada peningkatan nilai rata-rata pretes dan postes pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi yang bermuatan kearifan lokal. Uji t hitung = 11,010, sedangkan t tabel  = 2,00. Artinya t hitung > t tabel. Maka dapat dikatakan produk tersebut efektif.The development of enrichment books are one of the innovations in learning. Enrichment book in writing a  report text of observation result was developed on the perception of the needs of learners and teachers, as well as the availability of books enrichment inadequate. This study aims to describe the development needs enrichment books, compiling principles of enrichment books, prepare a prototype book enriching, and test the effectiveness of the enrichment books on a limited scale. Payload local wisdom given also to raise awareness of students to love the culture. Payload values ​​local knowledge are integrated in the texts contained in the book of enrichment. This study research design Research and Development (R & D) from Borg and Gall. Borg and Gall research step was adapted into three stages: research, development, and testing. The results of this study are based on the results of questionnaires enrichment guide development needs as perceived by teachers and learners which then compiled into a book development principles. Such principles include the principle of organizing the content, presentation material, language and legibility, and graphics. Effectiveness test results done in class X-MIPA10 SMAN 1 Semarang showed no increase in the average value of pretest and posttest learning to write text-laden report on the observation of local wisdom. Test t = 11.010, while t table = 2.00. This means that t> t table. So we can say the product is effective.
Tuturan Ritual Natoni Adat Masyarakat Etnis Timor dalam Penyambutan Tamu di Sekolah
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v5i2.13070

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk kebahasaaan tuturan ritual natoni adat masyarakat etnis Timor, fungsi kebahasaan tuturan ritual natoni adat masyarakat etnis Timor dan makna budaya kebahasaan tuturan ritual natoni adat masyarakat etnis Timor. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan teori lingusistik kebudayaan. Teknik pengumpulan datamenggunakanteknik simak dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif dielektif. Hasil penelitian ditemukan berbagai bentuk kebahasaan, mencakup : bentuk kata, bentuk frasa, bentuk kalimat, bentuk wacana; fungsi kebahasaan, mencakup: fungsi informasional, fungsi ekspresif, fungsi direktif, fungsi estetis, fungsi fatik; dan makna budaya kebahasaan yang terdapat dalam tuturan ritual natoni adat masyarakat etnis Timor dalam penyambutan tamu di sekolah.The purpose of this study is to describe and explain the ritual forms of speech kebahasaaan natoni Timor indigenous ethnic communities, linguistic utterances ritual function natoni etnis Timor indigenous communities and the cultural meaning of linguistic utterances natoni ritual indigenous ethnic communities Timor. The approach in this study using the approach of linguistic theory of culture. Data collection technique used see and interview techniques. In doing techniques refer, applied recording technique as the basic technique. Then proceed with the advanced technique in the form of free refer techniques involved capably, recording technique, and the technique of record. Furthermore, the technique of structured and unstructured interviews. Mechanical analysis of data using interactive models dielektif. The research found various forms of language, include: word a form, phrase form, form of sentences, form discourses, linguistic functions, include: informational function, expressive function, directive function, aesthetic function, phatic function; linguistic and cultural meaning contained in ritual speech natoni indigenous ethnic communities in welcoming guests at the school.
Struktur Kepribadian dan Emosi Tokoh Utama pada Novel Serial Anak-Anak Mamak
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v5i2.13072

Abstract

Novel serial Anak-anak Mamak karya Tere Liye dapat dijadikan acuan dalam pemahaman dunia anak, khususnya pada kepribadian dan emosi. Adanya kepribadian dan emosi yang dihadirkan setiap anak membuat topik ini menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memaparkan tokoh utama, struktur kepribadian, struktur emosi, keterkaitan struktur kepribadian dan emosi tokoh utama, dan faktor kedua struktur. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data dilakukan secara pembacaan semiotik tingkat pertama yaitu heuristik. Teknik analisis data dilakukan secara pembacaan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan tokoh utama keempat novel adalah Burlian, Pukat, Eliana, dan Amelia. Eliana didominasi tiga struktur kepribadian. Tokoh Burlian didominasi struktur emosi berupa ingin tahu, Pukat berupa gembira, Eliana berupa amarah, sedangkan Amelia berupa gembira dan sedih. Tokoh Eliana didominasi struktur yang berkaitan antara kepribadian dan emosi. Kepribadian tokoh Eliana terbentuk karena faktor endogen dan lingkungan, sedangkan faktor emosi tokoh Eliana karena adanya perasaan yang dirasakan dan adanya perubahan dalam tingkah laku.Anak-anak Mamak serial Novel by Tere Liye can be used as reference in understanding the world of children, particularly on personality and emotion. Their personalities and emotions that are presented by each child make this topic interesting to be studied. The purpose of this research are, to describe and explain the main character, the personality structure of the main character, the emotional structure of the main character, the relationship between the personality and the emotional structure of the main character, and the second factors structure. The approach used in this study is the approach of literary psychology. The data was collected in a semiotic reading of the first level of heuristics. Technique of data analysis was done through the hermeneutics reading. The conclusion of this study is the main characters of the four novels are Burlian, Pukat, Eliana, and Amelia. Eliana was dominated by three personality structures. Burlian figure was dominated by the structure of emotions such as curiosity, Pukat figure is dominated by the structure of personality in the form of happiness, personality structure in Eliana figure was in the form of anger, while Amelia was in the form joy and sadness. The Eliana figure was dominated by structures which link between personality and emotions. Eliana characters' personalities formed due to endogenous and environmental factors, while the emotional factors in Eliana figure appeared for her feelings felt and the change in behavior.
Pilihan Bahasa dalam Interaksi Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v5i2.13074

Abstract

Pembelajaran BIPA merepresentasikan masyarakat dwibahasa. Kondisi tersebut diasumsikan memunculkan pilihan bahasa dalam interaksi pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud pilihan bahasa, pola pemilihan bahasa, dan faktor-faktor yang memengaruhi pilihan bahasa dan alasan pengajar serta pembelajar menggunakan pilihan bahasa dalam interaksi pembelajaran BIPA. Data dikumpulkan dengan metode simak dilanjutkan menggunakan teknik simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Analisis data dilakukan dengan metode padan menggunakan teknik pilah unsur penentu. Dalam interaksi pembelajaran BIPA terdapat pilihan bahasa berupa 1) variasi tunggal bahasa meliputi Bahasa Indonesia ragam formal dan nonformal, serta bahasa Inggris; 2) alih kode; dan 3) campur kode. Pola pemilihan bahasa dilihat berdasarkan tingkat pembelajaran dan proses terjadinya interaksi. Ditemukan pola peralihan situasional dan metaforik dalam wujud pilihan bahasa. Pilihan bahasa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal berupa latar belakang bahasa penutur, sedangkan faktor eksternal berupa situasi, topik percakapan, dan maksud/tujuan tuturan. Adanya tiga wujud pilihan bahasa yakni variasi tunggal bahasa, alih kode, dan campur kode selaras dengan tingkat/jenjang pembelajaran BIPA.Indonesian Language Learning for Foreign Speakers (BIPA) represents a bilingual society. Such condition was assumed to create language choice in the interaction of BIPA. This study was aimed to describe instances, patterns, and factors of languange choice that shape the language choice itself and the teachers and learners’ motives in using language choice during the interaction of BIPA. The data were collected via observation method and other advanced techniques such as uninvolved conversation observation technique, recording, and writing. Furthermore, the data were analyzed using comparative method and determinant-sorting technique. The instances of language choice which were found in the interaction of BIPA are 1) intra-language variation within Indonesian language i.e. formal and informal Indonesian, and English; 2) code switching; and 3) code mixing. The patterns of language choice were observed according to the levels of learning and the process of interaction. There were two patterns which were found such as situational and metaphorical switching. The factors that influenced the language choice are internal factor within the background of the learners’ language, and external factors within situation, topic of conversation, and purpose of speech. The kind of language choice was relevant with the levels of BIPA.
Analisis Wacana Kritis Pemberitaan Harian Suara Merdeka, Harian Republika, Harian Kompas, dan Tabloid Derap Guru dalam Pembentukan Citra Guru
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v5i2.13075

Abstract

Dalam penelitian ini dibahas dimensi tekstual, praktik kewacanaan, dan dimensi sosiokultural pemberitaan di Harian Suara Merdeka, Harian Republika, Harian Kompas, dan Tabloid Derap Guru dalam membentuk citra guru. Pendekatan metodologis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sedangkan pendekatan teoretis Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, Wujud citra guru di Harian Suara Merdeka cenderung positif dengan persentase 66,67%. Harian Republika juga condong ke pembentukan citra positif dengan persentase 60%. Adapun Harian Kompas 100% condong ke citra negatif bagi guru. Sebaliknya, Tabloid Derap Guru 100% mengarah ke pembentukan citra positif. Kedua, citra positif dan negatif tersebut ditentukan oleh praktik wacana yang terdapat di media massa yang bersangkutan. Ketiga, teks yang diproduksi media dipengaruhi oleh teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural.According to the study results, firstly, it was revealed how mass media constructed the image of teacher based on textual analysis through representation stage. Suara Merdeka daily news tended to shape positive image with the percentage of 66,67% compared to negative image of 33,33%. Republika daily news also had the same trend to shape positive image of teacher with the percentage of 60% and 40% of negative image. In addition, Kompas daily news had a tendency to shape a 100% negative image of teacher while Derap Guru tabloid had a 100% positive image. The percentage and the direction of the image of teacher was in accordance with the data collected from November 2015 to January 2016. Secondly, the analysis of the discourse practice was focused on production and consumption of text. Suara Merdeka, Republika, and Kompas daily news including Derap Guru Tabloid seemed to have certain considerations to select issues to be presented to the readers every day. Text production is closely linked to the ideology of the journalist and the enterprise. Derap Guru tabloid mostly wrote reports about teacher from PGRI view point. Meanwhile, SuaraMerdeka gave larger portion at various news about teacher. However, Republika and Kompas as a national daily news did not report teacher in detail. At the stage of text consumption, informants mostly delivered positive response to news about teacher at that daily news and tabloid. Thirdly, sociocultural practice dimension was analyzed on three levels; they are (1) situational, (2) institutional, (3) and social.
Pelanggaran Prinsip Percakapan dan Parameter Pragmatik dalam Wacana Stand Up Comedy Dodit Mulyanto
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v5i2.13076

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud pelanggaran, pola pelanggaran, dan faktor-faktor yang melatarbelakangi pelanggaran prinsip percakapan serta parameter pragmatik. Data dikumpulkan dengan metode simak dan teknik simak bebas libat cakap, rekam, serta catat. Analisis data dilakukan menggunakan metode pragmatis teknik heuristik dan normatif. Wujud pelanggaran prinsip percakapan dan parameter pragmatik dalam wacana Dodit Mulyanto berupa pelanggaran prinsip kerja sama, prinsip kesantunan, tingkat jarak sosial, tingkat status sosial, dan tingkat peringkat tindak tutur. Pola pelanggaran prinsip percakapan dan parameter pragmatik pada struktur setup yakni attitude+topik+premis (pelanggaran prinsip kerja sama maksim cara; pelanggaran prinsip kesantuan maksim kebijaksanaan, kemurahhatian, keperkenanan, kerendahatian dan kesetujuan; pelanggaran tingkat jarak sosial dan tingkat status sosial). Pola pada punch yakni act out (pelanggaran prinsip kerja sama maksim kuantitas,maksim kualitas, dan maksim relevansi; pelanggaran prinsip kesantunan pada seluruh maksim;pelanggaran parameter pragmatik)+ mix+act out. Faktor-faktor yang melatarbelakangi pelanggaran tersebut yakni faktor budaya, maksud/tujuan, situasi, dan heckler.This research aims to determine the conversational principles and pragmatic parameter violation form, determine the conversational principles and pragmatic parameters violations pattern, and describe the factors that influence conversational principles and pragmatic parameters violations in the Dodit Mulyanto’s stand-up comedy discourse. Supplying data used observation method, and the data were analyzed by using pragmatic analysis with heuristic and normative techniques. The cooperation principles violations were quantity maxim, quality maxim, relevance maxim, and manner maxim. Politeness principles the violations appeared in the maxim of tact, generosity, approbation, modesty, agreement, and sympathy. The conversational principles and pragmatic parameter violations patterns on the setup structure of Dodit Mulyanto discourse were attitude + topic + premise (cooperation principle violation of manner maxim; politeness principles violations of tact maxim, generosity maxim, approbation maxim, modesty maxim and agreement maxim; pragmatic parameter violation in social distance and social status levels). Patterns on the punch structure namely act out(violations on all maxims in politeness principles, violations pragmatic parameters, and cooperation principles except manner maxim) + mix + act out. There were four factors that affected the violations of conversational principles and pragmatic parameter namely cultural factor, purpose of interactions,situations, and heckler.
Simbol dan Makna pada Puisi Menolak Korupsi Karya Penyair Indonesia
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v5i2.13078

Abstract

Puisi Menolak Korupsi merupakan kumpulan puisi karya penyair Indonesia yang termasuk dalam puisi pamflet. Melalui Puisi Menolak Korupsi, para penyair Indonesia berusaha mengungkapkan kritik sosial yang berkaitan dengan fenomena-fenomena yang terjadi di Indonesia. Kritik yang diungkapkan oleh para penyair Indonesia dalam kumpulan Puisi Menolak Korupsi yaitu mengkritik penguasa atau pejabat Indonesia yang korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan simbol-simbol yang terdapat dalam Puisi Menolak Korupsi karya Penyair Indonesia, mendeskripsikan makna simbol-simbol yang terdapat dalam Puisi Menolak Korupsi karya Penyair Indonesia, dan mendeskripsikan makna yang terdapat dalam Puisi Menolak Korupsi karya Penyair Indonesia. Pendekatan penelitian ini adalah Pendekatan Semiotik. Teknik pengumpulan data dilakukan secara pembacaan semiotik tingkat pertama yaitu heuristik. Teknik analisis data dilakukan secara pembacaan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Simbol-siombol dalam Puisi Menolak Korupsi adalah simbol atau lambang warna, simbol atau lambang benda, simbol atau lambang bunyi, dan simbol atau lambang suasana. Makna simbol-simbol dalam Puisi Menolak Korupsi yaitu simbol yang bermakna pelaku korupsi, simbol yang bermakna keadaan negara Indonesia yang memburuk akibat korupsi, simbol yang bermakna kegiatan korupsi, simbol yang bermakna korupsi mengakibatkan rakyat hidup menderita, dan simbol yang bermakna balasan dan hukuman untuk pelaku korupsi. Makna Puisi Menolak Korupsia yaitu sindiran terhadap para penguasa yang secara cepat memperoleh harta dengan cara korupsi, kolusi, dan nepotisme, kritik terhadap penguasa yang mengatur pendidikan secara tidak benar, gambaran keadaan negara Indonesia dan kondisi rakyat Indonesia yang tidak baik akibat dari korupsi, dan hukuman yang sesuai bagi penguasa yang korupsi, kolusi, dan nepotisme.Puisi Menolak Korupsi is a collection of poetry of Indonesian Poet which is included in poetry pamflet. Through Puisi Menolak Korupsi the Indonesian poet try to express social criticism that related to phenomenon happens in Indonesia. Criticisms which are expressed by the Indonesian poet are made in a parody form. Criticisms which are expressed by Indonesian poet in Puisi Menolak Korupsi have the same theme, which is criticizing the corrupted Indonesian government. Corruption issue in Indonesia is considered to be problems that are difficult to overcome and can be said to be growing culprit. This research was conducted in order to make the reader easily understand the symbols presented in Puisi Menolak Korupsi. Issues which were examined in this study were what kinds of symbol was there, in Puisi Menolak Korupsi, what ere the meanings of the symbols found in Puisi Menolak Korupsi, and what was the meaning of Puisi Menolak Korupsi. The approach that was used in this study was the textual approach, which reviewing the symbols in Puisi Menolak Korupsi. The collecting data technique was done by reading the first level of semiotic, which was the heuristic reading. The data analysis technique was done by hermeneutic reading. The result of the study showed that there were symbols in Puisi Menolak Korupsi; they were the colour, the object symbol,and the atmosphere symbol.The meanings of the symbols found in Puisi Menolak Korupsi were related with corruption; they were the symbols of the corrupted people, symbol of the retrogressive Indonesia, symbol of the corruption activities, symbol of the effect of the corruption, symbol of the punishment for the corruptor.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Teks Anekdot Tema Konflik Sosial di Kalangan Remaja dengan Pendekatan Clil dan Model Berbasis Projek
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v5i2.13079

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan guru dan peserta didik, menghasilkan karakteristik, menghasilkan perangkat, mengetahui keefektifan perangkat pembelajaran kompetensi teks anekdot. Langkah penelitian yang dilakukan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kompetensi teks anekdot tema konflik sosial di kalangan remaja dengan pendekatan CLIL dan model berbasis projek adalah reasearch and development (R & D) yang telah dimodifikasi dari yang dikemukakan Sugiono meliputi ; (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) ujicoba produk, (7) revisi produk. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, angket kebutuhan, lembar uji validasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dikumpulkan dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Perangkat pembelajaran kompetensi teks anekdot tema konflik sosial di kalangan remaja dengan pendekatan CLIL dan model berbasis projek dinyatakan efektif.Purpose of this research is to develop interactive teaching material competence of The theme of social conflict among adolescents is a theme that is suitable for middle school students (SMA / SMK). Hopefully, with the theme of social conflict among adolescents with model-based project, learners will be easier to produce anecdotal text using their own language. The method used is the reasearch and development (R & D) proposed by Sugiono, include; (1) Potential and Problems, (2) data collection, (3) Design Products, (4) Design Validation, (5) Revised Design, (6) Trial Products, (7) Revised Product. The data collection is done by observation, interviews, questionnaires requirements, test sheets validation, and documentation. The data obtained were collected and analyzed using qualitative and quantitative descriptive effective highschool.
Keefektifan Metode Eja dan Metode SAS Berdasarkan Minat Belajar dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca dan Menulis Permulaan pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v5i2.13081

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguji keefektifan metode eja dan metode SAS berdasarkan minat belajar dalam pembelajaran keterampilan membaca menulis permulaan pada siswa kelas 1 sekolah dasar. Keterampilan membaca menulis permulaan membutuhkan latihan siswa dalam membaca dan menyusun huruf, suku kata, kata, dan kalimat yang benar. Melalui latihan membaca menulis permulaan, siswa dapat membaca dan menulis huruf, suku kata, kata dan kalimat sederhana dengan tepat. Tipe minat belajar yang berbeda juga perlu membutuhkan cara pengajaran yang berbeda. Oleh karena itu, dibutuhkan metode pembelajaran yang cocok. Metode pembelajaran yang dipilih adalah metode eja dan metode SAS.The purpose of this study was to test the effectiveness of the method of spelling and methods SAS based interest in learning in learning skills read write commencement at class student 1 elementary school. Skills read write commencement requires of exercise students in read and compose letters, syllables, words, and sentences are correct. Through practicing read write commencement, students can read and write letters, syllables, words and a simple sentence correctly. Type of interest in learning the different also need to require the different way of teaching. Therefore, it needs a suitable learning methods. The learning method is selected is a method of spelling and methods of SAS.

Page 2 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2016 2016