cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 24775932     EISSN : 2477846X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JP-BSI), publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year, namely in March and September. The scopes of the topics include, but not limited to: 1) Foreign language learning, Indonesian language, vernacular language and Malay language learning; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2 September 2016" : 7 Documents clear
Penerapan Metode Demonstrasi Bermediakan Video Pidato Soekarno Dalam Pembelajaran Berpidato Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Lemahabang Cirebon Nurhannah Widianti
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2 September 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.328 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v1i2.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan menunjukkan keefektifan metode demonstrasi bermediakan pidato Soekarno dalam pembelajaran mengonversi teks eksposisi ke dalam bentuk berpidato pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Lemahabang.Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Desain.Artinya, pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Dari hasil analisis data dan pembahasan disimpulkan bahwa metode demonstrasi bermediakan pidato Soekarno efektif dalam pembelajaran mengonversi teks eksposisi ke dalam bentuk berpidato. Hal ini dibuktikan oleh hasil tes akhir berpidato siswa eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yang mempelajari materi berpidato  tanpa menerapkan metode demonstrasi bermediakan video pidato Soekarno. Nilai rata-rata tes akhir kelas eksperimen mencapai 79,38, sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol hanya 73,38. Sementara itu, perhitungan uji t pun menunjukkan bahwa t hitung (2,47) > t tabel (1,99) pada taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasannya mencapai angka 77. Lalu, hasil uji hipotesis menyatakan bahwa t hitung (2,73) > t tabel (1,69).
Nilai Budaya dalam Cerita Batu Darah Muning dari Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang Evi Fitrianingrum
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2 September 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.784 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v1i2.90

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk mengetahui sastra lisan cerita Batu Darah Muning dari Kabupaten Sintang. Masalah umum dalam penelitian ini adalah  “Bagaimanakah nilai pendidikan dalam cerita Batu Darah  Muning dari Kabupaten Sintang?” Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan mengetahui nilai pendidikan dalam cerita Batu Darah  Muning dari Kabupaten Sintang. Manfaat  penelitian  ini untuk  mengembangkan  ilmu  pengetahuan  dan mendukung   khasanah  penelitian  dalam dunia  sastra  Indonesia, di samping penelitian yang telah ada. Metode deskriptif digunakan dalam peenelitian ini karena penulis ingin mengambarkan nilai-nilai pendidikan yang ada pada cerita rakyat Batu Darah Muning sebagai objek penelitian. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif  kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah semua kutipan-kutipan yang terdapat dalam cerita Batu Darah Muning dari Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerita Batu Darah Muning dari Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang  jumlah halaman tiga puluh dua dan diterbitkan oleh CV. Pionir Jaya Bandung. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah studi dokumenter, karena penulis menggunakan cerita rakyat sebagai sumber data. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan alat bantu yang digunakan dalam mengumpulkan data berupa kartu pencatat data dari hasil pembacaan dan kajian terhadap cerita Batu Darah Muning. Data yang akan dianalisis dalam penelitian ini menggunakan teknik kajian isi. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan studi literatur dan triangulasi.
Pemarkah Frasa Aspektualitas Bahasa Melayu Dialek Sambas Haries Pribady
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2 September 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.363 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v1i2.95

Abstract

Linguistik tidak sekadar membahas bahasa secara internal, melainkan juga hal-hal yang berada di luar bahasa, termasuk waktu, situasi, dan pengguna bahasa. Pada awalnya dipahami bahwa setiap kata bersifat otonom, bisa berdiri sendiri dan dimaknai hanya dengan merujuk kata yang digunakan. Namun kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Penggunaan kata, khususnya verba, selalu berkaitan dengan hal lain yang berada di luar bahasa. Hal ini mencakup kapan suatu verba digunakan dan bagaimana suatu verba bisa berubah (secara morfologis) karena diakibatkan proses-proses yang menyertai atau berada dalam kegiatan berbahasa. Dalam hal ini, istilah semantik verba perlu diberikan perhatian secara serius karena setiap makna yang timbul akibat penggunaan kata kerja (verba) tidak bisa lepas dari aspek-aspek luar bahasa (ekstralinguistik). Sumarlam (2004: ix) menyebutkan bahwa aspektualitas merupakan unsur semestaan bahasa.  Istilah ini diambil sebagai ‘common thought’ yang mencakup aksionalitas dan aspek [7]. Aspektualitas merupakan gejala ekstralinguistik yang mencakup unsur waktu (time, temporal, moment) dan unsur situasi (state, event, process, dan activity). Bagi beberapa kalangan pengguna bahasa, konsep waktu bisa dipahami dengan konfigurasi antara struktur aspektualitas dan temporalitas yang lazim berlaku di masyarakat. Makalah ini membahas pengungkapan penanda waktu internal situasi (aspektualitas) dalam cerita daerah Melayu Sambas.Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memaparkan dan mengungkap penggunaan pemarkah aspektualitas dalam tulisan-tulisan yang ada di cerita daerah. Pengungkapan ini diilakukan dengan sudut pandang sintaksis melalui aspek frasa. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif.
Nilai Moral dalam Dwilogi Novel Saman dan Larung Karya Ayu Utami Endra Muplihun
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2 September 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.15 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v1i2.91

Abstract

Novel Saman dan Larung merupakan sebuah novel yang berisikan potret peristiwa sejarah dan politik. Tentu saja di dalamnya terdapat nilai-nilai moral yang dapat diambil hikmahnya. Oleh karena itu, peneliti ingn mengetahui bagaimana nilai moral dalam dwilogi novel Saman dan  Larung karya Ayu Utami? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, bentuk penelitian kualitatif, dan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah dwilogi novel Saman dan Larung karya Ayu Utami yang di dalamnya terdapat nilai-nilai moral sebagai objek penelitian hal ini dilakukan agar peneliti mampu memperoleh data sesuai masalah yang diteliti. Data yang diambil berupa kata-kata, kalimat, maupun wacana yang secara tersirat menandung nilai-nilai moral. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga nilai moral dalam  Dwilogi Novel Saman dan Larung karya Ayu Utami. (1) Nilai moral dilihat dari hubungan manusia dengan Tuhan. Nilai tersebut digolongkan menjadi: rasa takut akan Tuhan dan tidak percaya atau ragu akan Tuhan.  (2) Nilai moral dilihat dari hubungan manusia dengan Masyarakat. Nilai moral kaitannya dalam hubungan manusia dalam masyarakat dibedakan mejadi: jujur terhadap orang lain, pertalian persahabatan, tolong-menolong, kewajiban mengabdi kepada orang lain atau melaksanakan kewajiban dan perintah, saling mengenal, dan penyimpangan seksual. (3) Nilai moral dilihat dari hubungan manusia dengan Individu (diri sendiri). Nilai tersebut dapat dibedakan menjadi: pengendalian diri, takut berdosa atau bersalah, senang hidup sederhana, berani mengakui dosa, percaya diri, berlaku adil, dan bertindak hati-hati.
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (Pjbl) Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Berita Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 16 Singkawang Eti Sunarsih
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2 September 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.697 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v1i2.92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Project Based Learning dalam meningkatkan menulis teks berita. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 16 Singkawang. Masalah penelitian ini adalah bagaimana hasil menulis teks berita. keterlaksanaan, peningkatan, aktivitas dan respon siswa dalam menulis teks berita dengan menggunakan model pembelajaran PjBL. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Bentuk penelitian pre-eksperimental design dengan rancangan one group pre-test post-test design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VIII dengan jumlah 211. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik sampling purposive maka didapat  kelas VIII A dengan jumlah 24 orang sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pembelajaran menulis teks berita nilai skor post-test 12,63 dan skor pre-test 9,83 dari data tersebut dilakukan perhitungan N-Gain  sebesar 0,54 dengan kategori sedang, artinya terdapat peningkatan kemampuan menulis teks berita dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning. Hasil keterlakasanaan mencapai nilai 94,45 dengan kategori sangat baik. Data rataa-rata aktivitas siswa menunjukkan perilaku negatif sebesar 6,13% dan perilaku positif sebesar 93,84%. Data respon siswa menunjukan penggunaan model pembelajaran PjBL menunjukkan respon positif yaitu 88,74% dan negatif 11,25%.
Pembelajaran Tutor Sebaya: Solusi Praktis Dalam Rangka Menyongsong Pembelajaran Sastra Yang Menyenangkan Bagi Siswa SMP Abdul Mukhlis
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2 September 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.714 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v1i2.93

Abstract

Permasalahan umum yang sering ditemukan dalam pembelajaran sastra adalah ketimpangan prosentase peserta didik yang menaruh minat terhadap sastra dengan yang tidak. Contoh kasus, di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) terdapat sebagian kecil peserta didik yang menyukai sastra, baik itu puisi, prosa, dan drama. Namun, sebagian besar peserta didik lain justru sama sekali tidak menyukai sastra. Berdasarkan kasus tersebut, makalah ini memiliki tujuan: 1) memaparkan hakikat cooperative learning, 2) memaparkan hakikat metode tutor sebaya, 3) memaparkan konsep metode pembelajaran tutor sebaya, dan 4) mendeskripsikan simulasi penerapan metode turor sebaya dalam pembelajaran sastra di SMP. Model pembelajaran cooperative merupakan model pembelajaran yang prinsip utamanya adalah bekerja sama dalam satu kelompok. Model ini cocok untuk pembelajaran sastra di sekolah, baik di kelas maupun di luar kelas. Model cooperative learning yang mendukung pembelajaran sastra yaitu metode tutor sebaya (peer tutoring). Metode tutor sebaya berfokus pada kegiatan peserta didik. Dalam hal ini, peserta didik yang memiliki kemampuan dan motivasi belajar sastra yang lebih tinggi dari teman satu kelasnya, dijadikan tutor untuk membimbing teman-temannya dalam proses belajar. Dengan metode tersebut, pembelajaran sastra yang biasanya terkesan membosankan dapat berubah suasana menjadi menyenangkan. Selain itu, metode ini dapat pula menumbuhkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya bidang sastra. 
Analisis Struktural Antologi Puisi Hujan Lolos di Sela Jari Karya Yudhiswara Gunta Wirawan
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2 September 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.089 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v1i2.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur fisik dan struktur batin puisi yang terdapat dalam kumpulan puisi Hujan Lolos di Sela Jari karya Yudhiswara. Metode yang digunakan adalah deskriptif berbentuk kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah analisis struktural. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa hal yang berkenaan dengan struktur fisik yakni, kumpulan puisi Hujan Lolos di Sela Jari karya Yudhiswara menggunakan struktur fisik kecuali metrum. Pada struktur batin sebagian besar bertema ketuhanan dan kemanusiaan. Perasaannya menunjukkan rasa religius. Nada atau sikap yang diperlihatkan melalui kata-kata yang lugas berupa kritik dan menasehati. Amanatnya adalah mengajak kepada kebaikan, mencegah kemunkaran sebagai cerminan beriman kepada Tuhan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7