cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
(JRAMB) Jurnal Riset Akuntansi Mercu Buana
ISSN : 24601233     EISSN : 25484338     DOI : -
Core Subject : Economy,
(JRAMB) Jurnal Riset Akuntansi Mercu Buana is a blind-reviewed journal published periodically twice a year (Mei and November). The journal publishes papers in the field of accounting and finance that give significant contribution to the development of accounting practices and accounting profession in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: Mei 2018" : 6 Documents clear
APAKAH KONVERGENSI IFRS MEMPERBAIKI KARAKTERISTIK LABA BERSIH? Caecilia Dita Purwanti; Yuna Adhi Pamungkas; Ari Budi Kristanto
(JRAMB) Jurnal Riset Akuntansi Mercu Buana Vol 4, No 1: Mei 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.154 KB) | DOI: 10.26486/jramb.v4i1.468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah karakteristik kualitas laba bersih menjadi semakin baik setelah konvergensi IFRS. Tujuan penelitian ini dijawab dengan cara membandingkan persistensi, kemampuan prediksi, variabilitas dan relevansi nilai dari laba bersih sebelum dan sesudah implementasi IFRS. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2005 sampai 2016. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan metode purposive sampling dengan kriteria (1)perusahaan non-keuangan; (2) terdaftar berturut-turut selama tahun 2005-2016; (3) memiliki data penelitian yang lengkap. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 150 perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia tahun 2005 sampai 2016. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabilitas laba bersih setelah IFRS lebih rendah dari pada sebelum IFRS, sedangkan kemampuan memprediksi dan relevansi nilai laba bersih setelah IFRS lebih tinggi dibandingkan sebelum IFRS. Persistensi laba bersih setelah IFRS lebih rendah dibandingkan dengan sebelum IFRS. Hal ini membuktikan bahwa implementasi IFRS di Indonesia membawa manfaat bagi karakteristik, variabilitas, kemampuan prediksi dan relevansi nilai laba bersih, akan tetapi IFRS belum tentu dapat meningkatkan daya prediksi laba yang akan datang. Dari hasil penelitian ini, pengguna laporan keuangan diharapkan akan lebih yakin dalam menggunakan informasi laba bersih sebagai salah satu indikator dalam membuat keputusan ekonomi.  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK ETAP) PADA UMKM (Studi Kasus Pada UMKM Di Suryodiningratan Mantrijeron Yogyakarta) Novia Nurdwijayanti; Sulastiningsih Sulastiningsih
(JRAMB) Jurnal Riset Akuntansi Mercu Buana Vol 4, No 1: Mei 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.888 KB) | DOI: 10.26486/jramb.v4i1.496

Abstract

Usaha mikro, kecil, dan meMdium (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian indonesia. Namun, UMKM memiliki beberapa masalah, terutama dalam pencatatan laporan keuangan. Pemerintah telah memberlakukan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) pada tahun 2009 sebagai pedoman standar dalam menyusun laporan keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh sosialisasi SAK ETAP, penjualan, latar belakang pendidikan pemilik, usia perusahaan, dan teknologi informasi terhadap penerapan SAK ETAP di UMKM.Populasi penelitian ini adalah seluruh pemilik UMKM di desa Suryodiningratan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survei dengan menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling dan mengambil 32 sampel. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi berganda.Berdasarkan analisis, sebagian besar pemilik UMKM tidak tahu tentang SAK ETAP, jadi mereka tidak menerapkan SAK ETAP. Mereka baru saja mensosialisasikan SAK ETAP dan informasi teknologi terhadap implementasi SAK ETAP. Saran yang diajukan adalah para pemangku kepentingan memberikan sosialisasi SAK ETAP untuk UMKM. Kemudian, UMKM diharapkan menggunakan SAK ETAP untuk menyusun laporan keuangan.
Cover JRAMB Vol 4 No 1 2018 - -
(JRAMB) Jurnal Riset Akuntansi Mercu Buana Vol 4, No 1: Mei 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1428.331 KB) | DOI: 10.26486/jramb.v4i1.624

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT DELAY PADA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA Zaenal Wafa; Nugraeni Nugraeni
(JRAMB) Jurnal Riset Akuntansi Mercu Buana Vol 4, No 1: Mei 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.489 KB) | DOI: 10.26486/jramb.v4i1.497

Abstract

Pemerintah daerah berkewajiban untuk memastikan bahwa laporan keuangan mereka disajikan secara tepat waktu karena laporan keuangan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Laporan keuangan tersebut dapat digunakan oleh publik untuk mengevaluasi kapabilitas pemerintah daerah dalam mengelola sumberdaya yang dimiliki secara efektif dan efisien. Ketepatan waktu laporan keuangan berperan penting dalam rangka pengambilan keputusan pemerintah. Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, bahwa waktu penyampaian laporan keuangan pemerintah daerah kepada DPRD adalah 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir (Pasal 31 ayat 1). Untuk memenuhi ketepatan waktu laporan keuangan, Pemerintah Daerah dan auditor diharapkan dapat meminimalkan audit delay. Audit delay merujuk pada perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan (Subekti dan Widiyanti, 2004). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi audit delay pada pemerintah kabupaten/kota. Faktor-faktor tersebut yaitu ukuran pemerintah daerah, pengalaman pemerintah daerah dalam menerapkan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), jumlah temuan audit, dan opini audit yang diberikan oleh BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah. Populasi penelitian seluruh pemerintah daerah Kabupaten/Kota di Indonesia. Analisis  data menggunakan regresi berganda. Hasilnya semua variabel berpengaruh terhadap audit delay baik secara parsial maupun simultan. Besar pengaruh semua variabel sebesar 70,9% sedang sebesar 29,1% dipengaruhi oleh variabel lain
PENGARUH PENERAPAN SISTEM E-FILLING TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN PEMAHAMAN INTERNET SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI ( Studi Kasus pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY) Yuliano Osvaldo Lado; M. Budiantara
(JRAMB) Jurnal Riset Akuntansi Mercu Buana Vol 4, No 1: Mei 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.003 KB) | DOI: 10.26486/jramb.v4i1.498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Penerapan Sistem EFilling terhadap Kepatuhan WPOP PNS dengan Pemahaman Internet sebagai Variabel Pemoderasi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY. Data penelitian ini diperoleh dari kuesioner (Primer) yang dibagikan kepada WPOP PNS yang bekerja di Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY dengan metode proportionate stratified random sampling. Populasi penelitian ini adalah WPOP PNS di Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 59 responden. Kuesioner di uji valditas dan uji reliabilitas sebelum penelitian. Uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji normalitas. Uji hipotesis yang digunakan adalah regresi linier sederhana dan Moderated Regression Analysis.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Penerapan Sistem E-Filling berpengaruh postif dan signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Hal ini dibuktikan melalui analisis regresi linier sederhana yang diperoleh nilai R Square sebesar 0,138, yang dapat diartikan bahwa besarnya pengaruh Penerapan Sistem E-Filling terhadap Kepatuhan Wajib Pajak adalah 13,8%. Hasil uji t statistik menghasilkan nilai signifikansi lebih kecil dari level of significant yaitu 0,004 0,05. (2) Pemahaman Internet tidak memoderasi pengaruh Penerapan Sistem EFilling terhadap Kepatuhan WPOP PNS. Hal tersebut dibuktikan melalui Moderated Regression Analysis yang memberikan nilai koefisien sebesar -0,041, yang dapat diartikan Pemahaman Internet tidak memoderasi pengaruh Penerapan Sistem E-Filling terhadap Kepatuhan WPOP PNS karena hasilnya negatif serta uji t statistik menghasilkan nilai signifikan lebih besar dari level of significant yaitu 0,051 0,05.
PERBANDINGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN MENGGUNAKAN METODE RGEC PADA LIMA BANK YANG MASUK KATEGORI BUKU 4 DI INDONESIA PERIODE 2016 Ika Wulandari
(JRAMB) Jurnal Riset Akuntansi Mercu Buana Vol 4, No 1: Mei 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.053 KB) | DOI: 10.26486/jramb.v4i1.435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penilaian tingkat kesehatan bank berdasarkan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings dan Capital) pada lima bank besar yang masuk dalam kategori BUKU 4 pada tahun 2016. Kelima bank tersebut yaitu Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank BCA dan Bank CIMB Niaga.  Komponen yang digunakan untuk melakukan penilaian meliputi rasio NPL, LDR, IRR,  Good Corporate Governance yang diukur dengan penilaian self assessment, ROA, NIM dan rasio CAR.  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa Bank BCA mempunyai penilaian kesehatan yang paling baik dengan bobot nilai 97,14 %, Bank Mandiri dengan bobot nilai 91,43%, Bank BRI dengan bobot nilai 88,5%, Bank BNI dengan bobot nilai 88,57% dan Bank CIMB Niaga dengan bobot nilai 82,86%. Dari hasil tersebut, keempat bank yang memiliki bobot nilai di atas 86 % memperoleh predikat Sangat Sehat, sedangkan Bank CIMB Niaga memperoleh predikat Sehat

Page 1 of 1 | Total Record : 6