cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
ISSN : 20887469     EISSN : 24076864     DOI : -
Core Subject : Social,
Reformasi adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian di semua bidang komunikasi politik, komunikasi massa, media & gender, komunikasi pemasaran, pelayanan publik, manajemen publik, pelayanan publik, kebijakan publik, dan otonomi daerah. Scope jurnal terdiri dari sosial, politik, komunikasi. Setiap naskah yang diserahkan akan ditinjau oleh satu peer-reviewer menggunakan metode double blind review. Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Politik diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Jurnal ini diterbitkan setiap enambulan sekali (Januari-Juni dan Juli-Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2025)" : 20 Documents clear
Inovasi Pokja Bunda PAUD dalam Menyelenggarakan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dan BKB Emas (Bina Keluarga Balita Eliminasi Masalah Stunting) Larasati, Dewi Citra; Lestari, Asih Widi; Bella, Natalia Priska
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6440

Abstract

 Currently, Indonesia is faced with a Double Burden of Nutrition or often called Double Burden, which means that at this time we are still working hard to overcome malnutrition problems such as underweight, stunting, and anemia, but at the same time also have to face the problem of overnutrition or obesity. Handling stunting due to lack of acute nutrition intake is said to be a national priority program that must be supported and also succeeded in the regions. As a partner of the government, TP PKK must be involved in handling stunting cases. PKK collaborates with related cross-sectors to tackle in Pandanwangi Village. This study aims to determine  the Innovation of the PAUD Bunda Working Group and the factors that influence the Innovation of the PAUD Bunda Working Group in organizing great parent schools (SOTH). This research method uses qualitative methods. The data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The informant determination technique is purposive sampling, namely Bunda PAUD Pandanwangi Village, Head of POKJA Bunda PAUD Pandanwangi Village and SOTH school principal. The results of the researcher's research show that the Innovation of the PAUD Bunda Working Group in Organizing an Independent Great Parent School (SOTH) in Pandanwangi Village has launched several innovations, namely curriculum surgery, socialization laucing, making APE mandir, coordination with cross-sectors, independent costs with self-help community affairs, collaborating with universities related to the Great Parents School (SOTH). As for the supporting factors, namely the enthusiasm of the principal and support from SOTH participants, community service (ABDIMAS) by UNITRI lecturers and inhibiting factors, namely the absence of funds from Social Services, and obstacles from mothers so that they do not attend SOTH meetings. Saat ini Indonesia dihadapkan pada Beban Gizi Ganda atau sering disebut Double Burden, yang artinya pada saat ini kita masih terus bekerja keras mengatasi masalah Kekurangan Gizi seperti kurus, stunting, dan anemia, namun pada saat yang sama juga harus menghadapi masalah kelebihan gizi atau obesitas. Penanganan stunting karena kurangnya asupan gizi akut disebut merupakan program prioritas nasional  yang harus didukung dan turut disukseskan didaerah. Sebagai mitra pemerintah, TP PKK harus terlibat dalam penanganan kasus stunting. PKK bekerjasama dengan lintas sektor terkait untuk menanggulangi di Kelurahan Pandanwangi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui Inovasi Pokja Bunda PAUD dan faktor-faktor yang mepengaruhi Inovasi Pokja Bunda PAUD dalam menyelenggarkan sekolah orang tua hebat (SOTH). Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan adalah purposive sampling yaitu Bunda PAUD Kelurahan Pandanwangi, ketua POKJA Bunda PAUD kelurahan Pandanwangi dan Kepala sekolah SOTH. Hasil penelitian peneliti menunjukan bahwa Inovasi Pokja Bunda PAUD Dalam Menyelenggarakan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dan BKB Emas di Kelurahan Pandanwangi telah meluncurkan  beberapa inovasi  yaitu adanya  bedah kurikulum, launcing  sosialisasi , membuat APE secara mandir, koordinasi dengan lintas sektor, biaya mandiri dengan urunan panguyuban swadaya, berkerjasama dengan perguruan tinggi terkait Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). Sedangkan untuk faktor pendukung yaitu adanya semangat dari kepala sekolah dan dukungan dari perserta  SOTH, pengabdian masyarakat (ABDIMAS) oleh dosen-dosen UNITRI dan faktor penghambat yaitu tidak adanya dana dari Dinas Sosial, dan adanya kendala dari ibu ibu sehingga tidak hadir dalam pertemuan SOTH. 
The Dynamics Of Collaboration In Addressing Stunting: An Analysis Of Stakeholder Roles In Sidenreng Rappang District Ramlan, Pratiwi; Sukri, Phil; Abdullah, Muh. Tang; Akmal Ibrahim, Muhammad
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6946

Abstract

Stunting is a complex public health problem that has a long-term impact on the quality of human resources. Despite the existence of various national regulations such as Presidential Regulation No. 72 of 2021, the reduction of stunting rates in several regions, including Sidenreng Rappang District, is still slow. This study aims to analyze the dynamics of collaboration between stakeholders in handling stunting in Sidenreng Rappang District, with a focus on principled engagement, shared motivation, and joint capacity. A qualitative approach with a case study method was used to explore the context of cross-sector collaboration, with data collected through in-depth interviews, documentation studies and participatory observation. Data analysis was conducted thematically using NVivo 12 software to categorize codes and themes. The results showed that the formal structure of collaboration had been established through the formation of the Stunting Reduction Acceleration Team (TPPS), but the internal dynamics had not developed optimally. Sectoral egos, capacity imbalances between DPOs, and low participation of the private sector and the community are the main obstacles. In addition, the lack of data integration across sectors and the dominance of top-down coordination also hinder the effectiveness of collaboration. Nevertheless, there are driving factors such as the leadership of Bappeda and the active role of PKK cadres that can be optimized. This research makes a theoretical contribution to the development of locally-based collaborative governance models and offers practical recommendations, such as the establishment of a community communication forum, activation of local CSR, cross-sector training, and development of a shared data system. The implication of this research confirms that the success of handling stunting is not only determined by the policy structure, but also depends heavily on the quality of the collaboration dynamics between actors at the local level.Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang kompleks dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Meskipun telah terdapat berbagai regulasi nasional seperti Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, penurunan angka stunting di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Sidenreng Rappang, masih berjalan lambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam penanganan stunting di Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan fokus pada keterlibatan yang terarah (principled engagement), motivasi bersama (shared motivation), dan kapasitas kolektif (joint capacity). Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mengeksplorasi konteks kolaborasi lintas sektor, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi partisipatif. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan bantuan perangkat lunak NVivo 12 untuk mengelompokkan kode dan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur formal kolaborasi telah terbentuk melalui pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), namun dinamika internal belum berkembang secara optimal. Ego sektoral, ketidakseimbangan kapasitas antar OPD, dan rendahnya partisipasi sektor swasta serta masyarakat menjadi hambatan utama. Selain itu, kurangnya integrasi data lintas sektor dan dominasi koordinasi top-down turut menghambat efektivitas kolaborasi. Meskipun demikian, terdapat faktor pendorong seperti kepemimpinan Bappeda dan peran aktif kader PKK yang dapat dioptimalkan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model collaborative governance berbasis lokal serta menawarkan rekomendasi praktis, seperti pembentukan forum komunikasi komunitas, aktivasi CSR lokal, pelatihan lintas sektor, dan pengembangan sistem data bersama. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting tidak hanya ditentukan oleh struktur kebijakan, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas dinamika kolaborasi antar aktor di tingkat lokal.
Analisis Eksternalitas Pembangunan Pada Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung (Studi pada Masyarakat Kabupaten Tulungagung) Kurniawan, Ardhi; Firdausi, Firman; Putu Shandra Dewi, Dewa Ayu; Pigo, Kristian
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.7122

Abstract

One of the development processes that must be carried out by a country physically is infrastructure development. Infrastructure development has an important role in fostering social interaction and ensuring the stability of the economic system. This study aims to examine the externalities and impacts of toll road development in the Kediri-Tulungagung area. In this aspect, several theoretical frameworks are used, namely impact analysis and SWOT analysis. The research method uses two types, namely qualitative to describe data and documentation and quantitative to analyze the precision of the impact on the community around the toll road development. The results have a positive impact on the distribution channels of goods and services, especially for large business actors in the Kediri-Tulungagung area, but there are some negative impacts on the environment and small economy around the development. Researchers recommend that they can cooperate with small and medium economic actors to be able to collaborate either through toll road business entities or in other forms such as BUMD and the government can provide facilities in the form of support facilities that are indeed provided for investors, both small and large scale.Salah satu proses pembangunan yang harus dilakukan suatu negara secara fisik adalah pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam membina interaksi sosial dan menjamin stabilitas sistem perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti eksternalitas beserta dampak dari pembangunan jalan tol di wilayah Kediri-Tulungagung. Pada aspek ini menggunakan beberapa kerangka teoritis yaitu analisa dampak dan analisa SWOT. Metode penelitian menggunakan dua jenis yaitu kualitatif untuk dapat mendeskripsikan data dan dokumentasi dan kuantitatif untuk menganalisa kepresisian dari dampak pada masyarakat di sekitar pembangunan jalan tol. Hasilnya memiliki dampak positif pada jalur distribusi barang dan jasa terutama bagi para pelaku usaha besar yang berada pada wilayah Kediri-Tulungagung, namun terdapat sebagian dampak negatif pada lingkungan dan ekonomi kecil di sekitar pembangunan. Peneliti merekomendasikan untuk bisa bekerjasama dengan para pelaku usaha ekonomi kecil menengah untuk dapat berkolaborasi baik melalui badan usaha jalan tol maupun dalam bentuk yang lain seperti BUMD dan pemerintah dapat memberikan sarana berupa dukungan fasilitas yang memang disediakan bagi investor baik skala kecil maupun besar.
Challenges of Local Government in Formation of New Autonomous Regions Radjak, Darwin Abd.; Ibrahim Tjan, Abdul Halil Hi.; Suhu, Bakri La
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.7048

Abstract

The formation of new regions does not merely mean reducing the administrative area so that government functions can be carried out more optimally, it also reduces the level of their political alienation so that people rediscover their role in the dynamics of government politics in their region. The concurrent creation of autonomous areas is the emergence of an independent status based on the goals and actual circumstances of the local population in a specific region or area as a component of the Indonesian nation and national territory. The objective of this study is to undertake a research and understanding process based on a technique that examines human problems and societal phenomena using a qualitative approach.  Using a spiral data analysis paradigm, information was gathered via observations, interviews, and documentation.. The results of the study are that the formation of new autonomous regions is a process carried out so that autonomous regions can have a strong autonomous status as provincial capitals, so that the process of forming this autonomous region is very important and must be considered, but the approach of community proposals or community participation is important, this stage must go through from below (grass roots). Third, it cannot be denied that economic factors are one of the main triggers for the desire to form autonomous regions, because every new region is entitled to an allocation of funds. Pembentukan daerah otonom baru tidak hanya berarti pengurangan wilayah administratif agar fungsi pemerintahan dapat dijalankan secara lebih optimal, tetapi juga mengurangi tingkat keterasingan politiknya sehingga masyarakat dapat menemukan kembali perannya dalam dinamika politik pemerintahan di daerahnya. Pembentukan daerah otonom secara bersamaan adalah munculnya status kemandirian berdasarkan tujuan dan keadaan nyata penduduk setempat di suatu daerah atau wilayah tertentu sebagai komponen bangsa dan wilayah nasional Indonesia.  Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan proses penelitian dan pemahaman berdasarkan teknik yang mengkaji permasalahan manusia dan fenomena kemasyarakatan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan paradigma analisis data spiral, informasi dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan daerah otonom baru merupakan proses yang dilakukan agar daerah otonom dapat memiliki status otonomi yang kuat sebagai ibu kota provinsi, sehingga proses pembentukan daerah otonom ini sangat penting dan harus diperhatikan, namun pendekatan usulan masyarakat atau partisipasi masyarakat menjadi penting, tahapan ini harus melalui dari bawah (akar rumput). Ketiga, tidak dapat dipungkiri bahwa faktor ekonomi menjadi salah satu pemicu utama keinginan untuk membentuk daerah otonom, karena setiap daerah baru berhak mendapatkan alokasi dana. 
Dari Kultural ke Elektoral: Peran Modal Sosial Etnis dan Agama dalam Strategi Politik Pasangan H.Priyanto Pamungkas-Hj.Umi Laila pada Pilkada Kabupaten Pringsewu Tahun 2024 Nugroho, Grace Purwo; Cahyadi, Roby Kurniawan
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6852

Abstract

Pringsewu Regency has so far held 3 (three) regional head elections, namely the 2011, 2017 and most recently the 2024 elections, which will coincide with the simultaneous regional head elections on November 27, 2024. In this regional election, there were four candidate pairs, and the pair of H. Riyanto Pamungkas as Regent and Hj. Umi Laila as Deputy Regent were elected for the 2025-2030 period. The couple H. Riyanto Pamungkas and Hj. Umi Laila is a couple that is an alliance of modernist Islam and traditional Islam. The regent was supported by the Prosperous Justice Party, and the deputy regent was an elite NU administrator and also the chairman of the Gerindra Party of Pringsewu Regency. With this combination, the pair has strong social capital with the majority of Muslims in Pringsewu Regency reaching 95%. The couple is also ethnically Javanese, and this is relevant because almost 80% of Pringsewu's population is Javanese, thus the theory of social capital as theorized by Putnam and Bourdeu can be used to analyze social capital in regional elections.The results of this study found that all the social capital possessed by the couple H. Riyanto Pamungkas and Hj. Umi Laila has the potential to be transformed into political strength and support, in the form of social networks, values and identities, friends and neighbors, as well as the support of the central figure of Pringsewu Regency, KH. Sujadi Saddat. The relationship between social capital or modality in the politics of winning elections is confirmed in this study. Kabupaten Pringsewu hingga saat ini telah melakukan  3 (tiga) kali pemilihan kepala daerah, yakni pilkada tahun 2011, 2017 dan terakhir tahun 2024 karena berbarengan dengan pilkada serentak tanggal 27 November  2024.  Dalam pilkada kali ini terdapat 4 (empat) pasangan calon, dan yang kemudian terpilih pasangan calon H. Riyanto Pamungkas sebagai Bupati dan Hj. Umi Laila sebagai wakil Bupati untuk periode 2025-2030. Pasangan H. Riyanto  Pamungkas dan Hj. Umi Laila adalah pasangan yang merupakan aliansi islam modernis dan islam tradisional. Pihak bupati diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera, dan wakil bupati merupakan elit pengurus NU dan juga ketua Partai Gerindra Kabupten Pringsewu. Dengan kombinasi tersebut maka pasangan ini memiliki modal sosial yang kuat dengan mayoritas penganut islam di Kabupaten Pringsewu mencapai 95 % .  Pasangan ini juga  secara etnisitas adalah Jawa, dan ini relevan karena hampir 80 % penduduk Pringsewu adalah Jawa, dengan demikian teori modalitas/modal sosial seperti yang di teorikan oleh Putnam dan Bourdeu dapat dipakai untuk melakukan analisis modal sosial dalam pilkada.Hasil dari penelitian ini menemukan semua modal sosial yang dipunyai pasangan H. Riyanto Pamungkas dan Hj. Umi Laila memiliki potensi  untuk diubah menjadi kekuatan politik dan dukungan, baik berupa jaringan sosial, nilai dan identitas, teman dan tetangga dan juga dukungan tokoh sentral kabupaten Pringsewu KH. Sujadi Saddat. Hubungan modal sosial atau modalitas dalam politik pemenangan pilkada terkonfirmasi dalam penelitian ini. 
Improving Population Administration Services in Surabaya City: The Opportunities and Challenges of “Lontong Balap” Innovation Noviyanti, Noviyanti; Ningrum Nungraina Lintang Alfrida, Tiara; Kunto Wibisono, Haryo; Arlupi Utami, Dian
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.7258

Abstract

The government of Surabaya City initiated the ‘Lontong Balap’ innovation to address various complaints in population administration documents that require a district court decision. It is a collaboration between the local government and the Surabaya District Court. This study analyses the opportunities and challenges of ‘Lontong Balap’ innovation as a good model of population administration services. It is descriptive qualitative research with data collection through in-depth interviews, observation, and documentation from the Population and Civil Registration officers in Surabaya, the Surabaya District Court, and applicants. It was conducted at the Surabaya District Court and Siola Mall Public Service. Data analysis was carried out using Miles Huberman technique through data collection, data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results showed the opportunities of population administration services, including awareness, skills, and abilities of Surabaya District Court officers, organizational support from both agencies, and adequate facilities and infrastructure. On the other hand, the challenges come from the bureaucratic structure, such as negligence of officers from urban villages and the Population and Civil Registration of Surabaya, and the differences in court quotas. There are also barriers from outside the public sector, such as public doubts and various problems experienced by applicants.Pemerintah Kota Surabaya menginisiasi inovasi ‘Lontong Balap’ untuk mengatasi berbagai keluhan dalam dokumen administrasi kependudukan yang memerlukan putusan pengadilan negeri. Inovasi ini merupakan kerja sama antara pemerintah daerah dan Pengadilan Negeri Surabaya. Penelitian ini menganalisis peluang dan tantangan inovasi ‘Lontong Balap’ sebagai model layanan administrasi kependudukan yang baik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dari petugas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Surabaya, Pengadilan Negeri Surabaya, dan pemohon. Penelitian ini dilakukan di Pengadilan Negeri Surabaya dan Pelayanan Publik Siola Mall. Analisis data dilakukan dengan teknik Miles Huberman melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peluang layanan administrasi kependudukan, meliputi kesadaran, keterampilan, dan kemampuan petugas Pengadilan Negeri Surabaya, dukungan organisasi dari kedua instansi, serta sarana dan prasarana yang memadai. Di sisi lain, tantangan berasal dari struktur birokrasi, seperti kelalaian petugas dari kelurahan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Surabaya, serta perbedaan kuota pengadilan. Terdapat pula hambatan dari luar sektor publik, seperti keraguan publik dan berbagai permasalahan yang dialami oleh para pemohon.
Analisis Dampak Lingkungan Pembangunan dan Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dalam Agenda Settings Rahmayanty, Kartikha Sri; Angela, Deni
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6827

Abstract

This article discusses the analysis of environmental impact of IKN development through agenda settings. The development of IKN comes from the massiveness of potential natural disasters that occur in Jakarta. The low position of the land with the ocean makes the issue of Jakarta sinking even greater in 2050. Then, DKI Jakarta is also known as the most populous province in Indonesia. The impact is the high level of congestion, the rise of slums to high air pollution. This is due to the centralization of political economic development in Jakarta. Seeing this urgency, the Government issued Law Number 3 of 2022 concerning IKN. Pros and cons ensued considering that the validity of the law only took 43 days. In addition, environmental damage is also increasing considering that Kalimantan is often considered the heart of the world. Mass deforestation that makes the existence of raw forests threatened to disappear. The community's economy is threatened. This ambiguity is further sharpened by the concept of IKN which carries a smart city. The theories used is agenda settings. The method used is descriptive  qualitative research and literature study.Artikel ini membahas mengenai analisis dampak lingkungan pembangunan IKN melalui agenda settings. Pembangunan IKN berasal dari massivenya potensi bencana alam yang terjadi di Jakarta. Rendahnya posisi daratan dengan lautan, membuat isu Jakarta tenggelam pada tahun 2050 semakin besar. Kemudian, DKI Jakarta juga dikenal sebagai provinsi terpadat di Indonesia. Dampaknya, tingkat kemacetan yang tinggi, maraknya pemukiman kumuh hingga tingginya polusi udara. Hal ini disebabkan oleh sentralisasi pembangunan ekonomi politik yang ada di Jakarta. Melihat urgensi tersebut, Pemerintah mengeluarkan UU Nomor 3 Tahun 2022 mengenai IKN. Pro kontra pun terjadi mengingat keabsahan UU tersebut hanya memakan waktu 43 hari. Selain itu, kerusakan lingkungan juga semakin meningkat mengingat Kalimantan sering dianggap sebagai jantung dunia. Deforestasi massal yang membuat eksistensi hutan baku terancam hilang. Perekonomian masyarakat menjadi terancam. Ambiguitas ini semakin dipertajam dengan konsep IKN yang mengusung smart city. Teori yang digunakan adalah agenda settings. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan studi pustaka.
Analisis Diferensial Pengaruh Optimalisasi Pajak dan Retribusi Daerah terhadap Efektivitas Belanja Langsung: Studi Empiris pada Bapenda Kabupaten Karimun Dwiyana, Eva; Persada, Razaki; Ikhsan, M.; Irawanto, Irawanto
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6604

Abstract

The acceptance of local revenue from taxes and levies on the one hand has not been maximised while on the other hand the effectiveness of direct expenditure and the ability of the government to realise the implementation of budgeted and planned direct expenditure budget activity programs is less effective. This study aims to determine the effect of optimisation of local tax revenue and local retribution on the effectiveness of direct expenditure. This research was conducted at the Karimun Regency Regional Revenue Agency. The research respondents were 101 people out of 135 existing populations, consisting of civil servants (PNS) and honorary employees. Variable measurement is done using Likert's scale. Data were collected through questionnaires, data analysis methods were carried out by validity and reliability tests, classical assumption tests, descriptive analysis, multiple regression analysis and hypothesis testing (correlation coefficient, determination, t-test and f-test). Statistical aids are used SPSS version. 27 for windows. The results showed that partially, Local Tax Optimisation has a statistically significant effect on Direct Expenditure Effectiveness, Local Retribution Optimisation has no statistically significant effect on Direct Expenditure Effectiveness. While simultaneously, local tax optimisation and local retribution optimisation have a significant effect together. The conclusion shows that the optimisation of local tax revenue and local retribution has an effect on the effectiveness of direct expenditure and has a contribution in efforts to increase local revenue in the Regional Revenue Agency of Karimun Regency. Penerimaan pendapatan daerah dari pajak dan retribusi disatu sisi belum maksimal  sedangkan disisi yang yang lain  efektifitas belanja langsung dan kemampuan pemerintah dalam merealisasikan  pelaksanaan program kegiatan anggaran belanja  langsung yang  dianggarkan dan direncanakan kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh optimalisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah terhadap efektifitas belanja langsung. Penelitian ini dilakukan di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Karimun. Responden penelitian berjumlah 101 orang dari 135 populasi yang ada, yang berasal dari pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai honorer. Pengukuran variabel dilakukan dengan menggunakan skala Likert’s. Data dikumpulkan melalui kuisioner, Metode analisis data dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis deskriptif, analisis regresi berganda dan uji hipotesis (koefisien korelasi, determinasi, Uji-t dan Uji-F). Alat bantu statistik digunakan aplikasi SPSS versi. 27 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial, Optimalisasi Pajak Daerah berpengaruh signifikan secara statistik terhadap Efektifitas Belanja Langsung, Optimalisasi Retribusi Daerah tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap Efektifitas Belanja Langsung. Sedangkan secara simultan, Optimalisasi Pajak Daerah dan Optimalisasi Retribusi Daerah berpengaruh signifikan secara bersama-sama. Kesimpulan menunjukan bahwa optimalisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah berpengaruh terhadap efektifitas belanja langsung dan memiliki kontribusi dalam upaya peningkatan penerimaan pendapatan asli daerah di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Karimun. 
Analisis Kinerja Pegawai berdasarkan Disiplin Kerja, Kompensasi dan Lingkungan Kerja (Studi Pada Pegawai Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang Banten) Nadin, Sarah Putri; Dwiridotjahjono, Jojok
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6740

Abstract

This study aims to analyze the influence of Work Discipline, Compensation, and Work Environment on Employee Performance at the Regional Public Drinking Water Company Tirta Kerta Raharja (PERUMDAM TKR) of Tangerang Regency, both simultaneously and partially. The research employs a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The F-test results show that all three independent variables have a significant simultaneous effect on employee performance. The t-test results indicate that Work Discipline and Work Environment have a significant partial effect, while Compensation does not significantly influence performance.This study contributes a novel perspective to human resource management in the public service sector by revealing that compensation is not necessarily a key driver of employee performance. The research emphasizes the importance of strengthening a culture of discipline and providing a supportive work environment as the main pillars of employee performance. The findings suggest the need for a more integrated, technology-based human resource management strategy and a greater focus on non-financial approaches to sustain employee motivation and loyalty.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Disiplin Kerja, Kompensasi, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PERUMDAM TKR) Kabupaten Tangerang, baik secara simultan maupun parsial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil uji F menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Uji t secara parsial menunjukkan bahwa Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja memiliki pengaruh signifikan, sementara Kompensasi tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini memberikan kontribusi baru terhadap studi manajemen sumber daya manusia di sektor pelayanan publik, khususnya dengan menunjukkan bahwa kompensasi bukan merupakan faktor utama dalam peningkatan kinerja. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya penguatan budaya disiplin dan lingkungan kerja yang mendukung sebagai pilar utama kinerja pegawai. Implikasi dari penelitian ini mengarah pada perlunya strategi pengelolaan SDM yang lebih terintegrasi dan berbasis teknologi, serta pendekatan non-finansial dalam menjaga motivasi dan loyalitas pegawai.   
Analisis Kepuasan Penumpang BRT Trans Jateng Koridor IV Magelang-Purworejo melalui Metode CSI dan IPA Maharani, Riska Ayu; Nugraha, Joko Tri; Sinuraya, Suci Iriani; Sanjaya, Natta
REFORMASI Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i1.6922

Abstract

The purpose of this study was to analyze the level of passenger satisfaction on the TransJateng Bus Rapid Transit (BRT) Corridor IV Magelang - Purworejo service. In this study, the research method used was a descriptive quantitative research method. Researchers obtained data through a survey. The survey was distributed to 100 respondents with the criteria that respondents had used the service at least more than twice. Data analysis in this study used the Customer Satisfaction Index (CSI) and Importance Performance Analysis (IPA) methods. The results of this study indicate that in general passengers are satisfied with the services provided by the Transjateng BRT Corridor IV Magelang - Purworejo. However, there are several aspects that still require attention from the management of the Transjateng BRT Corridor IV Magelang - Purworejo, including the uneven distribution of information boards and facilities for disabled passengers at bus stops, the comfort and safety of disabled passengers are still low, the arrival and departure times of the bus are inconsistent, and the distribution of bus stops is uneven. Therefore, continuous evaluation and improvement are needed to increase passenger loyalty and the efficiency of the public transportation system in the area.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan penumpang pada layanan Bus Rapid Transit (BRT) TransJateng Koridor IV Magelang – Purworejo. Pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif. Peneliti memperoleh data melalui penyebaran survei. Survei disebarkan kepada 100 responden dengan kriteria responden telah menggunakan layanan minimal lebih dari dua kali. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum penumpang merasa puas dengan layanan yang diberikan oleh BRT Transjateng Koridor IV Magelang – Purworejo. Namun, terdapat beberapa aspek yang masih memerlukan perhatian dari pihak pengelola BRT Transjateng Koridor IV Magelang – Purworejo antara lain belum meratanya papan informasi dan fasilitas bagi penumpang disabilitas di pemberhentian bus, kenyamanan dan keamanan penumpang disabilitas yang masih rendah, waktu tiba dan berangkat bus kurang konsisten, serta distribusi titik pemberhentian bus yang belum merata. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan loyalitas penumpang serta efisiensi sistem angkutan umum di wilayah tersebut. 

Page 2 of 2 | Total Record : 20