cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2019)" : 13 Documents clear
Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Daun Cincau Hijau (Cyclea Barbaba Meirs) Dan Santan Kelapa (Cocos Nucifera L.) Terhdap Profil Lipid Mencit Putih Jantan Yoneta Srangenge; Sri Oktavia; Sarah Gemola
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.781 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.236

Abstract

Daun cincau hijau dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan sudah marak pemanfaatannya di masyarakat dalam bentuk minuman tradisional. Minuman tradisional cincau hujau biasa dikonsumsi dalam bentuk campuran, yang salah satunya adalah santan kelapa. Santan kelapa yang dalam kandungannya tinggi akan lemak diduga dapat mempengaruhi efektifitas khasiat penurunan kolesterol dari daun cincau hijau. Penelitan ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian kombinasi ekstrak daun cincau hijau (Cyclea Barbata Meirs) dan santan kelapa (Cocos nucifera L.) terhadap profil lipid. Hewan yang digunakan dalam penelitian ini ialah mencit putih jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol positif, kontrol negatif, pembanding (simvastatin) dan 3 kelompok kombinasi daun cincau hijau dosis 120 mg/kgBB dengan 3 variasi dosis santan kelapa 2,5 mL/kgBB, 5 mL/kgBB, 10 mL/kgBB. Hewan diinduksi dengan MLT+PTU pada pagi hari dan pemberian ekstrak/pembanding pada sore hari. Pada hari ke 0, 15, 23 dicek kadar kolesterol total, trigliserida dan HDL menggunakan alat photometer 5010V5+. Hasil uji analisis menunjukan bahwa pemberian kombinasi ekstrak daun cincau hijau dan santan kelapa dapat menurunkankan kadar kolesterol total dan trigliserida dan meningkatkan kadar HDL secara signifikan (p < 0,05). Semakin besar pemberian dosis santan kelapa semakin kecil persentase penurunan kadar kolesterol dan trigliserida, dan peningkatan kadar HDL. Semakin lama pemberian semakin besar penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida dan peningkatan kadar HDL.
Pengaruh Pemberian Infusa Teh Hijau Terhadap Kadar SGOT dan SGPT Pada Mencit Diabetes Melitus yang diinduksi Aloksan Erlina Rustam; Eka Dwi Kautsar; Ariadi Ariadi
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.725 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.237

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronik ditandai dengan keadaan hiperglikemia. Keadaan hiperglikemia pada diabetes melitus yang berlangsung lama mengakibatkan terjadinya stres oksidatif dan berperan dalam terjadinya komplikasi lebih jauh lagi seperti kerusakan hati yang ditandai dengan peningkatan kadar SGOT dan SGPT dalam serum. Teh hijau (Camellia sinensis) kaya akan kandungan flavonoid seperti katekin dan theanin yang memiliki efek hepatoprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teh hijau terhadap kadar SGOT dan SGPT serum mencit diabetes melitus diinduksi aloksan. Penelitian ini merupakan true experimental dengan randomized post-test control group design. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Farmasi dan Laboratorium Biokimia Universitas Andalas pada bulan September - Oktober 2019. Sampel terdiri dari 35 ekor mencit yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), perlakuan 1 (P1), perlakuan 2 (P2), dan perlakuan 3 (P3). Kelompok K- adalah kelompok yang hanya diberikan diet standar, kelompok K+ diberikan diet standar dan diinduksi aloksan, kelompok P1, P2, dan P3 diberi diet standar, diinduksi aloksan, dan diberi infusa teh hijau 1%, 2%, dan 4% selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kadar SGOT bermakna antara P2 dan P3 terhadap K+ dengan masing-masing p-value 0,002 dan 0,001. Kelompok P2 dan P3 memiliki perbedaan bermakna dengan p-value 0,018. Pada kadar SGPT terdapat perbedaan bermakna antara P1, P2, dan P3 dibandingkan pada K+. Kelompok P1 memiliki perbedaan bermakna dibandingkan P2 dan P3 dengan masing-masing p-value 0,040 dan 0,018 sedangkan P2 dibandingkan dengan P3 tidak memiliki perbedaan bermakna dengan p-value 0,194. Kesimpulan hasil penelitian adalah pemberian infusa teh hijau berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT serum mencit diabetes melitus diinduksi aloksan.
Rasionalitas Penggunaan Obat Diabetes Mellitus Tipe 2 komplikasi Nefropati di Rumah Sakit Umum Pusat dr. M.Djamil Padang Widya Kardela; Rahmad Abdillah; Garmi Handicka
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.356 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.239

Abstract

Diabetes merupakan sindrom yang disebabkan oleh kekurangan insulin secara relative dan atau absolut. Diabetes mellitus tipe 2 lebih disebabkan oleh kerusakan sekresi insulin dan resistensi insulin daripada defisiensi insulin. Diabetes mellitus komplikasi nefropati dapat memicu kegagalan fungsi ginjal. Pengobatan yang rasional mengharuskan pasien diabetes mellitus (DM) tipe 2 komplikasi nefropati (ND) untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan keadaan dan kondisi pasien yang mana dapat dipantau dengan indikator 4T+1W. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kerasionalan penggunaan obat antidiabetes pada pasien DM tipe 2 komplikasi ND rawat inap RSUP DR.M.Djamil padang. Studi prospektif dengan metode cross sectional menggunakan data rekam medis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 32 pasien, yang memenuhi kriteria inklusi hanya 20 pasien (62%). Pembagian pasien berdasarkan jenis kelamin mendapati 13 pasien (56%) pasien wanita lebih banyak dibandingkan dengan pasien pria hanya 6 pasien (44%) dan rentang umur yang paling banyak menderita penyakit tersebut adalah lansia akhir dengan 8 pasien (40%) serta tingkat pendidikan pasien yang banyak adalah sekolah menengah atas (SMA) yaitu 12 pasien (60%). Hasil evaluasi penggunaan obat antidiabetes dan antihipertensi pada rumah sakit tersebut mendapati 100% tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien dan telah waspada terhadap efek samping. Sedangkan kajian ketepatan dosis terhadap obat antidiabetes dan antihipertensi sebesar 57% dan 90%. Pada penelitian ini ditemukan adanya ketidaktepatan regimen dosis.

Page 2 of 2 | Total Record : 13