cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 4 (2023): November 2023" : 4 Documents clear
Intervensi Radiologis dalam Menegakkan Diagnosa Fraktur Ramus Superior dan Inferior Pubis Dextra di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi Harahap, Veryyon; Kustoyo, Bambang; Pelawi, Awan; Purba, Marindah Yanti; Sidabutar, Sondang
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 4 (2023): November 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13402

Abstract

Fracture of the superior and inferior pubic ramus is a condition in which the patient's pubic bone is fractured, specifically in the superior and inferior ramus. In the world of radiology, pubic fractures are classified as pelvic fractures because the anatomy of the pelvis includes the sacrum, coccyx and hip bones. The causes of this fracture are injury, brittle bones, and high-intensity sports. Symptoms experienced by patients are pain, swelling of the pelvic area and difficulty moving. In making a diagnosis, intervention from a radiologist is needed to confirm the patient's diagnosis. The aim of this study was to display radiological imaging of a fractured pelvis and to determine the interventions carried out by radiologists. This research was a descriptive study, where patients who meet the inclusion criteria are used as the research sample. Patients were selected using an incidental sampling technique, so that 1 patient was obtained for the relevant radiological examination and then descriptive analysis was carried out. The results of the study showed that a fracture line appeared in the right superior and inferior pubic ramus area which caused an asymmetrical symphysis and a linear fracture of the left iliac os. The examination given was an AP projection pelvic photo with CP right in the middle of the patient's body. It was concluded that this occurred due to an injury and also a fracture of the left iliac, making it difficult for the patient to stand and difficult to move the pelvis.Keywords: fracture; pelvis; sacrum; radiological examination                                                                                     ABSTRAK Fraktur ramus superior dan inferior pubis adalah suatu kondisi di mana tulang kemaluan pasien mengalami fraktur, tepatnya di ramus superior dan inferior. Dalam dunia radiologi, fraktur pubis tergolong sebagai fraktur pelvis karena anatomi dari pelvis meliputi sakrum, tulang ekor dan tulang pinggul. Penyebab dari fraktur ini adalah cedera, tulang yang sudah rapuh, dan olahraga berintesitas tinggi. Gejala yang dialami oleh pasien adalah nyeri, pembengkakan area panggul dan kesulitan bergerak. Dalam penegakan diagnosis diperlukan intervensi dari radiolog untuk menegakkan diagnosa pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menampilkan pencitraan radiologis dari pelvis yang mengalami fraktur dan untuk mengetahui intervensi yang dilakukan oleh radiolog. Penelitian ini merupakan studi deskriptif, di mana pasien yang sudah memenuhi kriteria inklusi digunakan sebagai sampel penelitian. Pasien dipilih dengan teknik incidental sampling, sehingga didapatkan 1 pasien untuk dilakukan pemeriksaan radiologis terkait dan selanjutnya dilakukan analisis secara deskriptif.  Hasil studi menunjukkan bahwa tampak garis fraktur pada daerah ramus superior dan inferior pubis kanan yang menyebabkan asimetris simphysis dan adanya fraktur linear os iliaka kiri. Pemeriksaan yang diberikan adalah foto pelvis proyeksi AP dengan CP tepat di mid tubuh pasien. Disimpulkan bahwa ini terjadi karena adanya cedera dan juga terjadi fraktur iliaka kiri, sehingga pasien sulit berdiri dan sulit menggerakkan bagian panggul.Kata kunci: fraktur; pelvis; sakrum; pemeriksaan radiologi                                    
Inisiasi Menyusu Dini Berdampak Positif Terhadap Pelepasan Plasenta pada Persalinan Kala III Sari, Rury Narulita; Ardhianingtyas, Nisa; Arwiyantasari, Wida Rahma; Nugroho, Setyo Mahanani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 4 (2023): November 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13403

Abstract

In Indonesia, early initiation of breastfeeding is only carried out by 4% of mothers giving birth. Finding a hospital that is willing to initiate early breastfeeding is also an obstacle. Not all health workers and health facilities understand and are willing to carry out this program. So research was needed that aimed to analyze early initiation of breastfeeding on placental release in mothers in the third stage of labor. Researchers implemented a cross-sectional study, involving 37 mothers giving birth at the Maddiri Midwife Practice, Ny. Sisfitriyah, Madiun, selected using simple random sampling technique. Data was collected through direct observation, then analyzed using the independent samples t-test. The results of the analysis showed that the average length of placental release for mothers who initiated early breastfeeding was 7.9 minutes; meanwhile, for mothers who did not initiate early breastfeeding, it was 18 minutes. The t-count value was 9.853, while the t-table was 2.2065. So it was interpreted that there was a significant length of placental detachment between mothers who carried out and did not carry out early initiation of breastfeeding with a higher speed in mothers who carry out early initiation of breastfeeding. Thus, it could be concluded that early initiation of breastfeeding can accelerate the release of the placenta in parturient mothers.Keywords: early initiation of breastfeeding; detachment of the placenta; third stage of labor ABSTRAK Di Inonesia, inisiasi menyusu dini baru dilakukan oleh 4% ibu melahirkan. Mencari rumah sakit yang bersedia melakukan inisiasi menyusu dini juga menjadi salah satu kendala. Belum semua tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang sudah memahami dan mau melakukan program tersebut. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis inisiasi menyusu dini terhadap pelepasan plasen pada ibu bersalin kala III. Peneliti menerapkan studi cross-sectional, yang melibatkan 37 ibu bersalin di Praktik Madiri Bidan Ny. Sisfitriyah, Madiun, yang dipilih dengan teknik simple random sampling.  Data dikumpulkan melalui observasi langsung, lalu dianalisis menggunakan independent samples t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata lama pelepasan plasenta ibu yang melaksanakan inisiasi menyusu dini adalah 7,9 menit; sedangka pada ibu yang tidak melaksanakan inisiasi menyusu dini adalah 18 menit. Nilai t-hitung adalah 9,853, sedangkan t-tabel adalah 2,2065. Maka ditafsirkan bahwa ada lama pelepasan plasenta secara signifikan antara ibu yang melaksanakan dan tidak melaksanakan inisiasi menyusu dini dengan kecepatan lebih tinggi pada ibu yang melaksanakan inisiasi menyusu dini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa inisiasi menyusu dini dapat mempercepat pelepasan plasenta pada ibu bersalin.Kata kunci: inisiasi menyusu dini; pelepasan plasenta; kala III persalinan
Asuhan Kebidanan pada Klien dengan Puting Susu Tenggelam Purba, Yeni Trisna; Friani, Sri Rahma; Marbun, Meyana; Saragih, Astri Ulina; Febiola, Marcelyn
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 4 (2023): November 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik13401

Abstract

Exclusive breastfeeding is very important, especially for babies aged 0-6 months, so efforts must be made not to hamper it. One of the obstacles to smooth breastfeeding is sinking nipples. The study aimed to describe midwifery care for clients with inverted nipples so that they can maintain breastfeeding for their children. This study was a case report conducted at the Independent Practicing Midwife Hj. Hendrayatni in 2023. The study was carried out using a standard midwifery care management approach involving Mrs. E with the age of 28 years. The study results showed that care had been provided according to standards to clients with the diagnosis: Mrs E, 28 years old G1P0A0 with inverted nipples at 1-14 days of postpartum visits. Through a physical examination, it was found that the mother's nipples had sunk, making it difficult for the baby to breastfeed, making it difficult for the baby to breastfeed. Furthermore, breastfeeding was guided using breastfeeding techniques that are appropriate to the client's condition. It was concluded that midwifery care was successfully carried out according to the client's condition so that breast milk was successfully given to the baby.Keywords: sinking nipple; postpartum mothers; baby ABSTRAK Pemberian ASI eksklusif menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi bayi berusia 0-6 bulan, sehingga harus diupayakan tidak terhambat. Salah satu penghambat kelancaran pemberian ASI adalah puting susu tenggelam. Studi bertujuan untuk menggambarkan asuhan kebidanan pada klien dengan puting susu tenggelam agar tetap dapat mempertahankan pemberian ASI kepada anaknya. Studi ini merupakan laporan kasus yang dilakukan di Bidan Praktik Mandiri Hj. Hendrayatni pada tahun 2023. Studi dilakukan dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan standar dengan melibatkan Ny. E dengan usia 28 tahun. Hasil studi menunjukkan bahwa asuhan telah diberikan sesuai dengan standar kepada klien dengan diagnosis: Ny E usia 28 tahun G1P0A0 dengan puting susu tenggelam pada 1-14 hari kunjungan nifas. Melalui pemeriksaan fisik diperoleh bahwa puting susu ibu tenggelam sehingga menyulitkan bayi untuk menyusui sehingga bayi sulit untuk menyusui. Selanjutnya pemberian ASI dibimbing menggunakan teknik menyusui yang sesuai dengan kondisi klien. Disimpulkan bahwa asuhan kebidanan berhasil dilakukan secara dengan kondisi klien sehingga ASI berhasil berhasil diberikan kepada bayi. Kata kunci: puting susu tenggelam; ibu nifas; bayi
Hubungan Pola Asuh Dengan Perilaku Emosional Anak Nur Husnina, Nabilah Zul Awanis; Santosa, Budi Joko; Usnawati, Nana; Rahayu, Teta Puji
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 13, No 4 (2023): November 2023
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Masalah perilaku emosional sejak dini dapat menyebabkan masalah kejiwaan jika terlambat diketahui. Setiap orang tua mempunyai pola asuh yang berbeda, gaya pengasuhan yang tidak baik akan menurunkan perkembangan sosial anak.Tujuan : Menemukan hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku emosional anak usia 4-6 tahun di TK Marsudi Siwi Magetan.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan model slovin dan didapatkan responden. Variabel independent adalah pola asuh orang tua, sedangkan variabel dependent adalah perilaku emosional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner PSDQ dan KMPE, lalu diolah dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil : Orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 14 orang, dan anak yang kemungkinan mengalami masalah perilaku emosional sebanyak 13 anak. Hasil uji Chi-Square menunjukkan pengaruh pola asuh orang tua dengan perilaku emosional anak usia 4-6 tahun nilai p-value = 0,002, sehingga Ho ditolak (p = 0,05).Kesimpulan : Dalam menentukan pola asuh pada anak sebaiknya orang tua menerapkan pola asuh deokratis.Saran : Diharapkan kedepannya anak menjadi pribadi lebih baik untuk menjadi penerus bangsa yang berkualitas.Kata kunci: pola asuh orang tua; perilaku emosional.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue