cover
Contact Name
Lalan Ramlan
Contact Email
lalan_ramlan@isbi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isbi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Seni Makalangan
ISSN : 23555033     EISSN : 27148920     DOI : -
Core Subject : Art,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2025): " : 9 Documents clear
TATA RIAS WAJAH PENARI BALI PERIODE TAHUN 1920-1940-AN (Perspektif Maestro Tari Bali Ni Ketut Arini) Ni Nyoman Ayu Kunti Aryani; Anak Agung Ayu Mayun Artati
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata rias merupakan elemen penting dalam seni pertunjukan, termasuk dalam tari Bali, karena tidak hanya mempercantik penampilan tetapi juga memperkuat karakter dan ekspresi penari. Penelitian ini mengungkap tata rias penari Bali pada periode 1920–1940-an berdasarkan keterangan dari maestro tari Bali Ni Ketut Arini (82 tahun), berdasarkan pada ingatannya sewaktu masih kecil saat memperhatikan para penari berhias, dan mengacu pada foto seniman I Wayan Rindi yang merupakan paman sekaligus guru tari dari Ibu Arini. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, studi dokumen, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata rias pada masa tersebut menggunakan bahan-bahan alami seperti jelaga, buah pinang, tangkai sirih, daun dlungdung (dadap berduri), minyak kelapa, perlengkapan nginang, kapas, bedak dari bahan alami, dan pamor (kapur sirih). Peralatan sederhana yang digunakan dalam proses menata rias seperti lampu sentir, lidi, pisau, dan cermin. Proses merias didahului dengan persembahyangan untuk memohon restu-Nya agar proses merias berjalan dengan lancar. Kajian ini memperkaya pemahaman terhadap praktik tata rias tradisional dan kearifan lokal dalam seni pertunjukan Bali.
DARI KLASIK KE KONTEMPORER: DINAMIKA PERKEMBANGAN TARI SUNDA Meiga Fristya Laras Sakti; Lia Amelia; Ria Dewi Fajaria
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dalam dunia tari saat ini sangat pesat, terutama dalam bentuk penyajian tari. Munculnya beragam bentuk tari kreasi maupun tari kontemporer di wilayah Kota Bandung, menunjukkan perkembangan yang signifikan. Keberadaan penciptaan tari dapat bersinergi dan memberikan dampak positif dalam keilmuan seni tari, berupa proses penciptaan karya seni pertunjukan. Proses penciptaan tari di Kota Bandung khususnya dalam ruang akademisi tradisi, tanpa disadari berangkat dari bentuk kaidah Tari Sunda yang ada dalam ruang institusi menurut kurun waktu “Akademisi Seni Tari Indonesia (ASTI), Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) sampai dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung”. Tujuan penelitian ini mengungkapkan perkembangan idiom-idiom tari tradisi budaya Sunda yang direkontruksi dalam kaidah keilmuan penciptaan tari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, menggunakan teori Strukturasi A. Gidden. Dimana institusi ditempatkan sebagai agen perubahan yang melahirkan aktor-aktor yaitu seniman atau kreator tari hasil lulusan dari proses Pendidikan agen tersebut, sesuai dengan kurikulumnya. Bagaimana para aktor dapat mendominasi dan memiliki nilai otoritatif serta alokatif; Bagaimana aktor dapat melegitimasi hasil karya tarinya dan bagaimana peran agen dan aktor dalam mengsignifikansikan proses perkembangan fenomena kekaryaan tari saat ini. Hasil dari penelitian ini akan diseminarkan dengan capaian prosiding, jurnal nasional terakreditasi sinta, dan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) berupa karya tulis ringkasan penelitian.
ANALISIS PERKEMBANGAN BENTUK SAJIAN UPACARA ADAT MAPAG PANGANTEN SANGGAR SENI NYI POHACI KABUPATEN SUBANG Ilham Revangga; Endang Caturwati
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upacara Adat Mapag Panganten telah menjadi kebiasaan dalam peristiwa perkawinan di masyarakat Sunda, khususnya di Kabupaten Subang. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek yang berkembang dalam Upacara Adat Mapag Panganten khususnya di Sanggar Seni Nyi Pohaci. Pengetahuan tentang perkembangan dan perubahan yang terjadi pada Upacara Adat Mapag Panganten Sunda yang belum terpublikasi secara rinci, menjadi landasan dasar dalam penulisan artikel ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis, dengan tujuan untuk memaparkan perkembangan bentuk sajian dalam Upacara Adat Mapag Panganten. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian pustaka, dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan adanya perkembangan dan perubahan pada pementasan Upacara Adat Mapag Panganten Sunda khususnya di Sanggar Seni Nyi Pohaci yang terlihat pada bentuk sajiannya. Dengan adanya perkembangan tersebut, Upacara Adat Mapag Panganten Sunda saat ini lebih diminati oleh masyarakat yakni dengan adanya unsur inovasi di dalamnya.
ASRAH KONSEP GARAP PENCIPTAAN TARI KONTEMPORER Rani Tiara FL; Turyati
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tari dengan judul Asrah ini diambil dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti pasrah. Karya ini memiliki sumber inspirasi yang berasal dari persoalan Hukum Adat yakni Hukum Cambuk yang terjadi di Daerah Istimewa Aceh. Efek psikologis penerima hukuman cambuk menjadi titik fokus penggarapan karya ini. Banyaknya pro dan kontra dalam persoalan ini cukup menarik perhatian masyarakat sekitar akan aturan Qanun dan hukum Jinayat yang terdapat di daerah Aceh. Landasan konsep garap yang dipakai pada karya tari Asrah ini adalah sebuah teori pemikiran Jacqueline Smith tentang tari dramatik dengan metode Relasi Artistik. Karya ini digarap dengan tipe dramatik menggunakan gerak kontemporer yang dihasilkan dari proses ekplorasi gerak dengan dinamika, irama dan gerak keseharian yang distilisasi dan didistrosikan menjadi sebuah pembaruan.
ANIMO TERHADAP SENI PERTUNJUKAN NUSANTARA DI BELANDA: STUDI KASUS PADA PENCAK SILAT Riky Oktriyadi
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul Animo terhadap Seni Pertunjukan Nusantara di Belanda: Studi Kasus pada Pencak Silat merupakan penelitian yang mendeskripsikan bagaimana Pencak Silat dapat menjadi animo besar di Belanda. Kajian ini mendeskripsikan betapa besarnya kelompok-kelompok Pencak Silat di Belanda yang tergabung dalam satu federasi bernama Netherland Pencak Silat Federation (NPSF). Berdasarkan kacamata teoretis difusionisme, keberadaan Pencak Silat dan organisasi Pencak Silat di Belanda tidak hanya menunjukkan diplomasi budaya yang berkembang dengan baik dan berkelanjutan, melainkan juga menunjukan penyebarluasan seni dan nilai-nilai ketimuran yang menjadi daya tarik utama masyarakat Eropa, khususnya Belanda. Animo tersebut hidup dan terus berkembang lintas generasi, yang menandakan bahwa Pencak Silat sudah masuk pada ranah inkulturasi di Belanda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis melalui sudut-pandang teori difusionems, yang mana dengan pendekatan tersebut diharapkan tergambarkan kehidupan Pencak Silat di Belanda secara jelas yang hubungannya dengan sumber seni dari Indonesia.
STRATEGI PEMBELAJARAN TARI YA SAMAN UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS XII MA NURUL JANNAH KECAMATAN LEMBAK Salika Juniarti; Dedy Firmansyah; Silo Siswanto
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi optimal dalam pembelajaran Tari Ya Saman untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas XII di MA Nurul Jannah Kecamatan Lembak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi metode demonstrasi, drill, kerja kelompok, simulasi pertunjukan, dan refleksi diri. Guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan suasana kelas yang mendukung, memberikan motivasi, serta melakukan pendekatan emosional. Siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam aspek keberanian tampil, ekspresi diri, serta kerja sama kelompok. Lagu Ya Saman sebagai pengiring tari juga berperan penting menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan penuh semangat. Dengan strategi yang tepat, pembelajaran Tari Ya Saman terbukti efektif dalam membentuk karakter dan kepercayaan diri siswa.
RELASI ARTISTIK: INTEGRASI NILAI DAN ESTETIKA DALAM KARYA TARI KONTEMPORER “BERSILAT” Alfiyanto; Erwin Mardiansyah; Sauqi Rajo Al Dunyaa
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencak Silat merupakan seni bela diri tradisional Indonesia yang tidak hanya menekankan pada aspek fisik, tetapi juga sarat akan nilai-nilai budaya dan moral. Sejak diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO pada tahun 2019, Pencak Silat semakin dipandang sebagai bagian penting dari pendidikan karakter bangsa. Praktik pem-belajarannya, terutama di wilayah perkotaan dan institusi pendidikan seni, masih cenderung menekankan hafalan gerak dan bentuk jurus tanpa menggali makna filosofis dan nilai-nilai batiniah yang terkandung di dalamnya. Artikel ini membahas proses kreatif dalam penciptaan karya tari kontemporer berjudul “Bersilat” sebagai media edukasi yang mengintegrasikan unsur kepekaan raga, rasa, pikir, dan imajinasi. Karya ini dikembangkan bersama anak-anak dan remaja dari beberapa paguron di Kampung Ciganitri sebagai upaya menggali esensi Pencak Silat sebagai pendidikan jasmani, mental, dan spiritual. Dengan pendekatan artistik, penciptaan ini diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam Pencak Silat, serta memperkuat fungsi edukatif seni bela diri sebagai pembentuk karakter generasi muda.
PENTINGNYA PERAN TARI DALAM PERTUNJUKAN SENI BANGRENG PADA LAGU HAYAM NGUPUK Maylan Sofian; Otin Martini; Rizaldy Antya Ramadhan
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hayam Ngupuk merupakan salah satu lagu Bangreng yang unik, pertama lagu tersebut memiliki nilai moral atau menyampaikan nasihat, kedua terdapat gerakan yang konsisten yang dilakukan oleh para penonton ketika menarikan lagu ini. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui seberapa penting peran tari dalam kesenian Bangreng khususnya pada lagu Hayam Ngupuk. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, melakukan penelitian lapangan dan melakukan analisis menggunakan metode kualitatif dengan cara mengumpulkan data dari masyarakat dan terlibat dalam pertunjukan Bangreng. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah beberapa teori budaya dan konteks sejarah; pelestarian dan perubahan, warisan dan identitas menjadi dasar penelitian ini. Maka pada penulisan ini ada beberapa pembahasan yang dilakukan yaitu peran tari dalam Kesenian Bangreng yang menjadi hal utama dalam pertunjukan meskipun tidak memiliki gerakan khusus, lagu-lagu yang muncul berdasarkan permintaan dari para penari, pola tabuhnya juga mengikuti gerakan penari.
TARI JAIPONGAN LEUNGITEUN KARYA GONDO DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION Bella Norvasita; Lalan Ramlan; Risa Nuriawati
Jurnal Seni Makalangan Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Repertoar tari Jaipongan Leungiteun merupakan satu bentuk tarian yang diciptakan oleh Gondo, terinspirasi dari lingkungan alam sekitar yang bagi dirinya menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kerusakan lingkungan dan hasil dari apresiasinya terhadap tari tradisi serta modern. Oleh sebab itu, struktur tarinya memiliki kekhasannya tersendiri, yakni struktur koreografi; totogan, ngusik, tusuk bumi, siku stakato, etnik kreatif, struktur karawitan iringan tari; intro, dua wilet gancang, dua wilet lalamba (pencugan/ngalaga), irama merdeka (bebas wiletan), dua wilet gancang (pencugan tengah), keringan (interlude) dua wilet gancang (autro), dan busananya; kebaya hijau panjang, sinjang, celana beludru selutut, sabuk, bros, anting, kalung, dan gelang, hiasan kepala atau siger meliputi; bunga melati dan bunga mawar. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi penulis untuk melakukan kegiatan penelitian yang difokuskan pada permasalahan kreativitas Gondo dalam penciptaan tari Jaipongan Leungiteun. Untuk menjawab permasalahan ini, digunakan pendekatan konsep pemikiran 4P Rhodes dengan metode kualitatif yang dilengkapi dengan langkah-langkah meliputi: studi pustaka, observasi, wawancara, analisis data. Adapun hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah keempat komponen; person, proses, press, product terjalin saling berkaitan (bersinergi) dalam mewujudkan sebuah bentuk karya tari Jaipongan yang oleh Gondo diberi judul “Leungiteun”. Gondo sebagai seorang kreator yang produktif dalam menjalankan aktivitasnya tetap memerlukan dorongan baik secara intrinsik maupun ekstrinsik, sehingga proses kreatifnya dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): "Ruang Kreatif Mencipta Tari" Vol. 12 No. 1 (2025): "Merawat Warisan" Nilai Tradisi dan Kontemporer Vol. 11 No. 2 (2024): "Fenomenologi Tari Berbasis Tradisi dan Kontemporer" Vol. 11 No. 1 (2024): "Menggali Akar, Mencipta Ragam Rupa Kinestetika" Vol 11, No 1 (2024): "Menggali Akar, Mencipta Ragam Rupa Kinestetika" Vol. 10 No. 2 (2023): "Tari Dalam Genggaman Tradisi" Vol 10, No 2 (2023): "Tari Dalam Genggaman Tradisi" Vol 10, No 1 (2023): "Menguak Seni Tradisi Di Era Globalisasi" Vol. 10 No. 1 (2023): "Menguak Seni Tradisi Di Era Globalisasi" Vol 9, No 2 (2022): "Dimensi Kreativitas Ketubuhan Penari Sunda" Vol 9, No 1 (2022): "Menggali Inspirasi Dari Tradisi" Vol 8, No 2 (2021): "Tari Di Ruang Virtual" Vol 8, No 1 (2021): "GERAK TUBUH TARI MENGALIR MENCIPTA ASA DAN CITA" Vol 7, No 2 (2020): “Gemulai Gerak Ketubuh Tradisi Mencipta Enerji Dinamis Tari Kreasi” Vol 7, No 1 (2020): "GELIAT TARI DI BUMI TRADISI" Vol 6, No 2 (2019): "Menjaga Asa Merajut Cita" Vol 6, No 1 (2019): "Menari dengan Hati-Menandak dengan Rasa" Vol 5, No 2 (2018): "Mengupas Kreativitas, Menumbuhkan Sensitivitas" Vol 5, No 1 (2018): "Jari Jemari Membuai Emosi" Vol 4, No 1 (2017): "Spirit Tubuh Tanpa Batas" Vol 3, No 2 (2016): "Menelisik Tradisi Mengais Kreasi" Vol 3, No 1 (2016): "Membumikan Tradisi Menumbuhkan Kreasi" Vol 2, No 2 (2015): "Wayang Bayang-bayang Kehidupan" Vol 1, No 2 (2014): "Membumikan Tradisi Meraih Inspirasi" Vol 1, No 1 (2014): "Menggali Potensi Berbagai Tradisi Kreatif" More Issue