cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
English Language and Literature
ISSN : -     EISSN : 23023546     DOI : -
Core Subject : Education,
ENGLISH LANGUAGE AND LITERATURE: E- JOURNAL English Language and Literature Study Program of FBS UNP. Volume 1, Number 1, September 2012, ISSN 2302-3546. English Language and Literature Study Program journal is published three times a year (March, June, and September). It consits of scientific article and the result of reserach about language, literature and arts field.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2012): SERIE: C" : 8 Documents clear
EFFORTS TO REVITALIZE LIVES SPIRIT IN COLUM McCANN’S NOVEL LET THE GREAT WORLD SPIN (2009) Siti Fauzana Azzahra, Kurnia Ningsih, Delvi Wahyuni
English Language and Literature Vol 1, No 1 (2012): SERIE: C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v1i1.1833

Abstract

AbstrakArtikel ini merupakan analisa teks novel (karya sastra) Let The GreatWorld Spin (2009) karya Colum McCann. Masalah yang dianalisa dalam artikelini adalah tentang upaya merevitalisasi semangat hidup yang dilakukan olehkarakter dalam novel ini. Tujuan analisa ini adalah mengkaji sejauh mana novelmengekspos upaya untuk merevitalisasi semangat hidup. Teks novel dalam artikelini dianalisis dengan menggunakan metode text-based. Dalam metode text-based,unsur sastra dalam penganalisaan difokuskan pada karakter, setting dan konflik.Analisa ini dihubungkan dengan konsep life instinct (Eros) oleh Sigmund Freuddan konsep self-reliance oleh Ralph Waldo Emerson (1984). Hasil analisamenunjukkan ada tiga cara dalam upaya merevitalisasi semangat hidup yaitumelakukan aktivitas positif, bersosialisasi dan memperkuat ikatan antar anggotakeluarga.Key words: efforts, revitalize, lives, spirit.
GUILLERMO ARRIAGA’S BABEL: UGLIFICATION OF NOBLE INTENTION Sari Fitria, Kurnia Ningsih, Delvi Wahyuni
English Language and Literature Vol 1, No 1 (2012): SERIE: C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v1i1.1831

Abstract

AbstrakTujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana filmini memperlihatkan kegagalan dalam mewujudkan sebuah tujuanmulia. Teks skrip film ini dianalisa dengan menggunakan textbasedapproach yang difokuskan pada unsur sastra, sepertikarakter, seting, dan plot (konflik). Penganalisaan unsur-unsursastra ini dikaitkan dengan teori uglification oleh Nietzche danuncouncious mind oleh Freud. Hasil penganalisaan menunjukkankesalahan diri sendiri menjadi penyebab utama kegagalan dalammewujudkan sebuah tujuan mulia. Kesalahan-kesalahan itu berupaketidaktepatan dalam berkomunikasi, kurangnya ilmu pengetahuandan kecerobohan.Kata Kunci: uglification, intention, Nietzsche, Babel
TEACHING WRITING A DESCRIPTIVE TEXT TO SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS BY USING THE CSW GAME Rizki Annisa, Muhd.Al-Hafizh
English Language and Literature Vol 1, No 1 (2012): SERIE: C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v1i1.1830

Abstract

Abstrak Artikel ini menjelaskan bagaimana cara mengajarkan menulis descriptive text tentang seseorang dengan menggunakan the CSW (Catch, Speak and Write) game untuk siswa SMA kelas X. The CSW (Catch, speak, and Write) game adalah salah satu permainan yang mengajak siswa bermain sambil belajar. The CSW game atau Catch, Speak and Write game, adalah suatu permainan yang menggunakan chocolate dan gambar sebagai media pendukung. Di dalam the CSW Game siswa akan bermain sambil belajar dengan menjawab beberapa pertanyaan melalui sebuah gambar yang didukung dengan media chocolate yang akan dilempar dan ditangkap siswa sebelum siswa tersebut menjawab pertanyaan. Di dalam Penggunaan the CSW game guru sangat berperan penting untuk membuat siswa lebih aktif dan bersemangat dalam belajar sehingga kesulitan siswa dalam menulis terasa lebih mudah dengan suasana yang lebih nyaman. Kata Kunci: coklat, gambar, beberapa pertanyaan, CSW game, dan menulis.
PHONOLOGICAL PROCESSES OF INDONESIAN BORROWING WORDS USED BY MINANGKABAUNESE IN BUKITTINGGI, WEST SUMATERA Sri Ayuni Restifiza, Rusdi Noor Rosa
English Language and Literature Vol 1, No 1 (2012): SERIE: C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v1i1.1835

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah (1) melihat salah satu fenomena bahasa yaitupeminjaman kata. (2) mengetahui perbedaan pelafalan kata-kata dari bahasaIndonesia tersebut yang diucapkan oleh orang Minangkabau khusunya di kotaBukittinggi dan apa-apa saja proses fonologi yang terjadi. Data dikumpulkan denganmetode deskriptif dan sumber datanya adalah masyarakat asli Bukittinggi. Olehkarena itu untuk mengumpulkan data melalui observasi langsung ke Bukittinggi danmelakukan wawancara beberapa orang informan yang berasal dari Bukittinggi.Dalam penelitian ini, ketiga proses fonologi berdasarkan klasifikasi Roger Lass(1991) ditemukanan, Namun, bagian dari pengelompokan tersebut ada beberapaproses yang tidak ditemukan pada kata-kata pinjaman bahasa indonesia dalam bahasaMinangkabau seperti dissimilasi dan prothesis dari proses epenthesis.
AN ANALYSIS OF POLITENESS STRATEGIES IN REQUESTING USED IN REAL HUMAN AND NON-HUMAN CONVERSATION ON “AVATAR” MOVIE Violen Winerta, Hamzah, Rima Andriani Sari
English Language and Literature Vol 1, No 1 (2012): SERIE: C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v1i1.1836

Abstract

AbstrakPenelitian ini menganalisa tentang penggunaan tindak tutur kesopanan dalam permintaan yang digunakan oleh karakter di dalam film. Penelitian ini dikhususkan untuk menganalisa tindak tutur kesopanan dalam permintaan yang digunakan oleh masing-masing karakter dalam film. Peneliti mengambil film yang memiliki karakter berbeda, yaitu manusia dan avatar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penggunaan tindak tutur kesopanan dalam permintaan yang mendominasi dari film yang bergenre fiksi. Juga untuk melihat bentuk tindak tutur kesopanan dalam percakapan karena film merupakan penggambaran dati kehidupan sehari-hari. Dari hasil analisis, peneliti menemukan bahwa penggunaan tindak tutur kesopanan dalam permintaan yang banyak ditemukan pada karakter antara manusia dan manusia, yaitu 54,88% dari keseluruhan data. Di samping itu negative politeness merupakan strategi kesopanan yang banyak digunakan oleh karakter, yaitu sebanyak 32,93%. Peneliti menyimpulkan bahwa tindak tutur kesopanan dalam permintaan banyak ditemukan pada percakapan antara karakter manusia dan manusia dan negative politeness merupakan strategi yang banyak digunakan oleh karakter dalam mengekspresikan tindak tutur kesopanan dalam permintaan.
The Analysis of Persuasive Discourse Produced by Telkomsel Personal Representatives in offering Products to Customers Wingga Febrian, Hamzah, Muhd.Al-Hafizh
English Language and Literature Vol 1, No 1 (2012): SERIE: C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v1i1.1837

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan menjelaskan GenericStructure atau pola interaksi yang terjadi antara TPR dan pelanggan dan (2)Lexicogrammatical Features sebagai kata-kata persuasif yang digunakan olehTPR dalam menawarkan produk kepada pelanggan. Subjek yang diteliti adalahTPR atau disebut juga dengan Telkomsel Personal Representative. Interaksipercakapan yang dihasilkan oleh TPR dan pelanggan dianalisis dalam bentuk teksdan sekaligus menjadi data dari penelitian ini. Metode yang digunakan untukmenemukan Generic Structure dianalisis menggunakan teori GSP (GenericSturcture Potential) oleh Hasan dan Haliday (1978). Sementara ituLexicogrammatical Features sebagai kata-kata persuasif dengan menggunakanteori Johnson and Cluff (1999). Hasil penelitian menunjukan bahwa semuaelemen Generic Structure Potential ditemukan dari seluruh interaksi percakapan:G, SI, SP, SIR, NSIR, SR, SC, SE, S, P, PC, and F. Dan klasifikasiLexicogrammatical Features secara umum kata-kata persuasif ditemukan dalamsalah satu elemen dari Generic Structure, yaitu SP (Sale Persuasion). Dan GenericStructure yang dihasilkan oleh TPR dan pelanggan secara umum adalahKey words: persuasive, generic structure, lexicogrammatical, TPR.Kata Kunci: persuasif, pola umum, lexicogramatikal, TPR.
AN ANALYSIS OF PRESUPPOSITI1ON USED IN THE MOVIE HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS PART 2 Yuhezmi Aidil Fitri, Hamzah, Havid Ardi
English Language and Literature Vol 1, No 1 (2012): SERIE: C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v1i1.1838

Abstract

AbstractPenelitian ini membahas presuposisi (praanggapan) dalam film “HarryPotter and the Deathly Hallows part 2”. Penelitian ini bertujuan untukmengungkap jenis dan makna presupposisi dalam ujaran oleh penutur (HarryPotter) dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan teori yang diajukan olehYule (1996) mengenai tipe pra anggapan dan Searle dalam Levinson (1983)mengenai fungsi bahasa untuk menganalisa data. Data diambil dari ujaran HarryPotter. Data dikumpulkan secara deskriptif dengan memperhatikan kontekssehingga makna presuposisi pragmatik dapat diungkap.Dari 54 data, penulis menemukan 5 tipe pra-anggapan yang dikemukakanoleh Yule, yaitu pra-anggapan eksistential 18 ujaran (existential presupposition),faktif 21 ujaran (factive presupposition), struktural 10 ujaran (structuralpresupposition), leksikal 4 ujaran (lexical presupposition) dan konterfaktual 1ujaran(counterfactual presupposition). Tipe pra-anggapan yang dominandigunakan adalah pra-anggapan faktif (factive presupposition). Penulis jugamenemukan 4 fungsi bahasa yang disampaikan oleh Searle, yaitu fungsirepresentatif 32 ujaran (representative function), direktif 11 ujaran (directivefunction), kommisif 8 ujaran (commisive function) dan ekpresif 3 ujaran(expressive function).Kata kunci: Presupposition. Movie. Harry Potter and Deathly Hallow part 2.Language Functions
TYPES OF ILLOCUTIONARY ACTS IN THE SLOGANS OF TOURISM DESTINATION ADVERTISEMENTS Shinta Agusta, Rusdi Noor Rosa
English Language and Literature Vol 1, No 1 (2012): SERIE: C
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ell.v1i1.1832

Abstract

abstrakMakalah ini mendeskripsikan tipe-tipe tindak tutur ilokusi yang ditemukanpada slogan iklan tempat-tempat wisata yang diunduh dari internet. Penulismenganalisis bentuk-bentuk ilokusi yang banyak digunakan pada iklan pariwisata.Penulis menunjukkan bahwa tipe tindak tutur yang banyak digunakan dalamiklan tempat-tempat wisata adalah tipe deklaratif. Penulis menyimpulkan bahwapembuat iklan menyampaikan ide mereka dengan menggunakan kata-kata lainsebagai pengganti nama lokasi dengan julukan tertentu. Dalam iklan jugadigunakan kata-kata yang bervariasi seperti mendeskripsikan, menjanjikan, danada pula yang melanturkannya melalui sugesti. Walaupun caranya berbeda tetapitetap mengandung unsur yang sama yaitu untuk promosi.Kata kunci: Illocutionary, acts, tourism, destinations, slogans, Advertisements

Page 1 of 1 | Total Record : 8