cover
Contact Name
Sylvia Yazid
Contact Email
sylvia_yazid@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
aihiiijir@gmail.com
Editorial Address
Jl. R.S. Fatmawati No. 1, Pondok Labu, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of International Relations
ISSN : 2657165X     EISSN : 25484109     DOI : -
Core Subject : Social,
IJIR is a scientific journal focuses on the issues of states relations both in the regional and international scope. Mostly on, but not limited to, Indonesia and the Southeast Asian region. IJIR is published by and served as the official journal of the International Relations National Association in Indonesia. It aims to publish high-quality articles as an academic contribution and foreign policy considerations through the dissemination of highly stimulated theoretical and empirical research with a clear methodology for international readers.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2017): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS" : 5 Documents clear
Community Of Common Destiny Sebagai Platform Kebijakan Luar Negeri China Dalam Merespon Globalisasi Ala Barat Laras Ningrum Fatmasiwi
Indonesian Journal of International Relations Vol 1 No 2 (2017): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.597 KB) | DOI: 10.32787/ijir.v1i2.27

Abstract

 Tulisan ini mencoba mendiskusikan pertentangan nilai antara China dan Barat dalam melihat perkembangan globalisasi ekonomi yang cenderung didominasi oleh paham Barat. Infiltrasi nilai Barat dalam globalisasi ekonomi terlihat dari prinsip kapitalisme yang digunakan dalam pasar bebas dan institusi perekonomian global seperti International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia, dan World Trade Organization (WTO). Hal tersebut bertentangan dengan prinsip yang dianut China yaitu “Sosialisme dengan Karakteristik China”, yang merupakan gabungan dari konfusianisme dan sosialisme. Dengan menggunakan pandangan konstruktivisme oleh Christian Reus-Smith, Alexander Wendt, dan Peter Katzenstein, artikel ini menunjukkan bahwa China memiliki interpretasi tersendiri dalam menanggapi globalisasi ekonomi ala Barat yang dipengaruhi oleh dua determinan yaitu pengaruh nilai domestik dan konteks internasional. Kedua determinan tersebut mendorong China untuk menciptakan globalisasi ala China berprinsip pada Sosialisme dengan karakteristik China yang dituangkan dalam kebijakan community of common destiny.
The Motivation of Indonesia in Doing Carbon Trading with Norway (2010-2016) Muhammad Fachrie
Indonesian Journal of International Relations Vol 1 No 2 (2017): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.599 KB) | DOI: 10.32787/ijir.v1i2.28

Abstract

Abstract This research explains about the motivation of Indonesia in doing carbon trading with Norway. As a country which has tropical rainforest, Indonesia has become important for the developed countries in the carbon trade cooperation, especially Norway. Indonesia has the potential natural resources, such as tropic rainforest and large of land, that can be used to reduce carbon emissions in the world. By signing the letter of intent (LoI) on May 26th in 2010 in Oslo, Indonesia and Norway have agreed to conduct carbon trading both of these two countries. On the one hand, this cooperation can be advantageous for Indonesia, because Indonesia gets one billion US dollars from Norway for Reduced Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD) program , but on the other hand Indonesia can not maximize the exploitation of forestry sector and land because of the limitation caused by REDD. It eventually causes the carbon trading between Indonesia and Norway becomes important to be inquired. Keywords: Environment, Carbon Trading, Priso Indone Policy Abstrak Penelitian ini menjelaskan tentang motivasi Indonesia dalam melakukan perdagangan karbon dengan Norwegia. Sebagai negara yang memiliki hutan hujan tropis, Indonesia menjadi penting bagi negara- negara maju dalam kerja sama perdagangan karbon, terutama Norwegia. Indonesia memiliki potensi sumber daya alam, seperti hutan hujan tropis dan lahan yang luas, yang dapat digunakan untuk mengurangi emisi karbon di dunia. Dengan menandatangani letter of intent (LoI) pada 26 Mei 2010 di Oslo, Indonesia dan Norwegia telah sepakat untuk melakukan perdagangan karbon kedua negara ini. Di satu sisi, kerjasama ini dapat menguntungkan bagi Indonesia, karena Indonesia mendapat satu miliar dolar AS dari Norwegia untuk program Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD), tetapi di sisi lain Indonesia tidak dapat memaksimalkan eksploitasi sektor kehutanan dan lahan karena keterbatasan yang disebabkan oleh REDD. Hal tersebut menyebabkan perdagangan karbon antara Indonesia dan Norwegia menjadi penting untuk dipertanyakan. Kata Kunci: Lingkungan, Perdagangan Karbon, Prisoner’s Dilemma, Pilihan Rasional, Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Kajian Green Politics Theory Dalam Upaya Menangani Krisis Ekologi Laut Indonesia Terkait Aktifitas Illegal Fishing Yusran .; Afri Asnelly
Indonesian Journal of International Relations Vol 1 No 2 (2017): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.572 KB) | DOI: 10.32787/ijir.v1i2.29

Abstract

Tulisan ini bertujuan menganalisis permasalahan illegal fishing di Indonesia dengan menggunakan pemikiran Green Politics Theory. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik analisis deskriptif, tulisan ini berupaya menemukan upaya yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia dalam mengatasi krisis lingkungan laut Indonesia terkait aktifitas illegal fishing.  Cara pandang yang tepat untuk    menyelesaikan krisis lingkungan laut adalah menggunakan ekosentrisme karena menjadikan kelestarian ekologi sebagai sasaran utama. Setelah mengarah pada cara pandang ekosentris, pemerintah Indonesia perlu untuk melakukan studi perbandingan terhadap negara-negara yang sudah menggunakan GPT dalam landasan politik dan konstitusinya. Upaya selanjutnya adalah restrukturisasi politik yang berorientasi pada kesinambungan ekologi. Selanjutnya adalah memperluas desentralisasi. Terakhir, upaya penanganan illegal fishing dilakukan dengan pemberdayagunaan kearifan lokal. Cara pandang Green Politics Theory bisa memberikan alternatif solusi dalam upaya menangani krisis lingkungan laut Indonesia terkait illegal fishing, karena gagasannya yang ekosentris dapat menjaga konsistensi ekologis walaupun rezim pemerintahan silih berganti.
Tantangan Mewujudkan Kesetaraan Gender di Tataran Lokal. Studi Kasus: Upaya Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi Komunitas Perempuan Penyintas Kekerasan Stanislaus Risadi Apresian; Sylvia Yazid; Elisabeth S. Dewi
Indonesian Journal of International Relations Vol 1 No 2 (2017): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.538 KB) | DOI: 10.32787/ijir.v1i2.30

Abstract

Abstrak Riset ini merupakan studi reflektif yang didanai oleh proyek dari Australia Awards in Indonesia melalui skema Alumni Grant Scheme. Judul proyek ini adalah “Tantangan Mewujudkan Kesetaraan Gender di Tataran Lokal. Studi Kasus: Upaya Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi Komunitas Perempuan Penyintas Kekerasan”. Proyek ini dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Riset ini memiliki arti penting mengingat angka kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia masih cenderung tinggi, bahkan angka kasusnya meningkat pada 2017 jika dibandingkan data pada 2016. Selanjutnya, riset ini juga berfokus kepada poin 5 SDGs, khususnya poin 5.2 yaitu penghapusan seluruh bentuk kekerasan terhadap perempuan serta para gadis baik di ruang public maupun ruang privat. Pertanyaan riset yang akan dijawab melalui riset ini: Pertama, efek dari kekerasan berbasis gender terhadap kondisi sosio-ekonomi dari para perempuan di wilayah Majalaya, Paseh, Arjasari, dan Ciparay; Kedua, tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para penyintas kekerasan terhadap perempuan; Ketiga, bagaimana dampak dari pendekatan “social entrepreneurship” terhadap pemberdayaan ekonomi dari para perempuan penyintas kekerasan. Riset ini menggunakan pendekatan studi kasus melalui pemilihan empat desa di kawasan Kabupaten Bandung yaitu Majalaya, Paseh, Arjasari, dan Ciparay sebagai lokasi utama dari riset lapangan ini. Para perempuan dari keempat desa ini tergabung ke dalam sebuah organisasi yang disebut Bale Istri yang diinisiasi oleh Sapa Institut. Kata kunci: kekerasan berbasis gender, perempuan penyintas kekerasan, social entrepreneurship, Kabupaten Bandung. Abstract This research is a reflective study from a project funded by Australia Awards in Indonesia through Alumni Grant Scheme. The name of the project is “Social and Economic Empowerment of Women Domestic Violence Survivors”. The project took places in Bandung Regency, West Java, Indonesia. This research is important since the cases of violence against women in Indonesia are still high – even the number of the cases increased in 2017 compared to the data in 2016. In addition, this research also focuses on SDGs point 5 particularly point 5.2 to eliminate all forms of violence against all women and girls in the public and private spheres. This research questions: firstly, the impacts of gender-based violence towards the economic and social conditions of the women in Majalaya, Paseh, Arjasari, and Ciparay; secondly, the challenges faced by the women violence survivors; thirdly, how social entrepreneurship impacts on the economic empowerment of the women violence survivors. Case study is utilized as the design of inquiry by selecting four villages in Bandung Regency including Majalaya, Paseh, Arjasari, and Ciparay as main sites of the field research. The women in those four sites are joined in one organization called Bale Istri initiatied by Sapa Institute. Keywords: gender-based violence, women violence survivors, social entrepreneurship, Bandung Regency
Menuju Pembangunan Global Yang Demokratis: Kritik Wangari Maathai Terhadap Wacana Pembangunan Global Alanuari Haryu Kharisma
Indonesian Journal of International Relations Vol 1 No 2 (2017): INDONESIAN JOURNAL OF INTERNATIONAL RELATIONS
Publisher : Indonesian Association for International Relations

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.483 KB) | DOI: 10.32787/ijir.v1i2.31

Abstract

Agenda pembangunan global yang telah disusun selama ini faktanya belum dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan belum terdistribusi secara merata. Untuk itu pembangunan diwajibkan memiliki kebijakan yang lebih holistis dan berkelanjutan. Dengan menggunakan prespektif seorang Wangari Maathai, artikel ini berusaha mengevaluasi, sekaligus memberikan pandangan baru terhadap agenda pembangunan global yang lebih demokratis. Melalui konsep counter discourse, artikel ini melihat kegagalan pembangunan terjadi karena sering kali dimensi lingkungan yang menjadi kunci pembangunan yang berkelanjutan menjadi anak tiri dalam agenda pembangunan global. Hal ini menjadikan pentingnya kehadiran sebuah sudut pandang baru dalam menyusun agenda pembangunan global seperti Three Legged Stool yang menekankan adanya ruang demokrasi, pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan bekelanjutan, budaya damai dalam mengatasi kemiskinan, dan memberikan kesejahteraan secara merata dan berkelanjutan. Gagasan tersebut menjadi penting karena lebih menekankan kestabilan dan integrasi antara dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan, yang harus ada dalam sebuah agenda pembangunan yang berkelanjutan secara holistis.

Page 1 of 1 | Total Record : 5