cover
Contact Name
Merley Misriani
Contact Email
rekayasa.sipil@yahoo.com
Phone
+6281268422224
Journal Mail Official
rekayasa.sipil@yahoo.com
Editorial Address
Kampus Politeknik Negeri Padang, Limau Manis
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil
ISSN : 18583695     EISSN : 26552124     DOI : https://doi.org/10.30630/jirs.v21i2
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil is intended as a medium for scientific studies of research results, thoughts and critical-analytical studies regarding research in the Field of Civil Engineering Science. As part of the spirit of disseminating knowledge resulting from research and thinking for wider community service and as a reference source for academics in the field of Civil Engineering. Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil accepts scientific articles with the scope of research on: Structural Engineering Construction Materials Geotechnical Engineering Environmental Engineering Water Resources Engineering Transportation Planning and Management Road Design and Pavement Bridge Structure Construction Management Earthquake and Tsunami Other relevant study topics With articles that have primary citations and have never been published online or in print before.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2017): Oktober 2017" : 6 Documents clear
Conceptual Design of Pedestrian Overpasses Bridge for Vertical Evacuation from Tsunami (POBET) in Padang City – West Sumatra Syukri, Andi; yaldi, Gusri; Hamid, Desmon; Murdiansyah, Lukman; Rozaan, Aufaa; Roza, Afrina
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 14 No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.442 KB) | DOI: 10.30630/jirs.14.2.99

Abstract

Padang City, the most populated city in West Sumatra, is considered to have one of the world’s highest tsunami risks due to its high and close offshore thrust-fault seismic hazard, its flat terrain, and its dense population, which is mostly distributed along the coast. Current preparation for a tsunami in Padang focuses on developing early warning systems, planning evacuation routes, conducting evacuation drills, and educating the public about its tsunami risk. These are necessary, but insufficient, steps. The natural warning in Padang—strong earthquake shaking that lasts over a minute—will be the first and best indicator that a tsunami is likely to strike. It is estimated that even if evacuation begins immediately after the earthquake shaking stops, more than 100,000 inhabitants of Padang will be unable to reach high ground in less than 30 minutes—the expected time between the end of the earthquake shaking and the arrival of the tsunami wave at the shore. Based on Evaluation of Tsunami Evacuation Infrastructure for Padang, West Sumatra, Indonesia (Veronica, et.al: 2011) concluded, based upon extensive fieldwork, that Padang’s existing tsunami evacuation capacity is grossly inadequate, and that tsunami evacuation structures are essential to protect the people of Padang. To maximize their impact and effectiveness, those tsunami evacuation structures should be locally-appropriate, feasible to build and maintain, and easy to replicate. The M7.6 earthquake that struck Padang on September 30, 2009 confirmed this critical need for tsunami evacuation infrastructure. Although the earthquake did not generate a tsunami, it did cause the collapse of many buildings that had previously been identified as satisfactory evacuation structures. The earthquake also triggered massive traffic jams, stranding people in harm’s way and demonstrating why Padang needs structures that enable more people to evacuate-in-place. Finally, it needs to design new structures to accommodate people to evacuate immediately in place. Pedestrian Overpasses Bridge for Vertical Evacuation from Tsunami (POBET) will work effectively for evacuees who get traffic jam during the tsunami inundated elapsed critical hours. The most reason for POBET need to be design is a prototype for the government to combine pedestrian overpasses bridge with vertical evacuation from tsunami. These evacuation infrastructures consider about less for land use, easy to reach, compatible for any infrastructure purposes. Rely on budget and planning, POBET would design with a smallest amount budget and effortless construction process. It can be replicate by the local government to build in any place in Padang City.
Evaluasi Pengaruh Getaran Kendaraan Truk dan Variasi Jarak terhadap Kerusakan Bangunan Sunandar, Asep; Mulyani, Sri Yeni
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 14 No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jirs.14.2.102

Abstract

Getaran yang terjadi di jalan raya merupakan salah satu dampak yang disebabkan oleh kenaikan jumlah kendaraan berat dan kondisi jalan yang semakin memburuk, sehingga menyebabkan kerusakan bangunan yang ada di sekitar jalan (Osama Unaidi, 2008). Penelitian yang mengkaji hubungan antara kerusakan bangunan dengan intensitas getaran di jalan raya sudah banyak dilakukan, namun demikian kajian yang secara spesifik melihat hubungan intensitas getaran pada akses jalan menuju areal pabrik (gudang) belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besarnya getaran yang dihasilkan oleh truk tronton dan dampaknya terhadap kerusakan bangunan. Untuk menjawab tujuan tersebut, metode penelitian yang digunakan adalah uji coba semi lapangan terhadap getaran yang bersumber dari truk tronton 30 ton yang divariasikan dengan jarak (50 cm dan 100 cm dari sumber getaran). Metode pengukuran mengacu pada INSTRUCTION MANUAL VIBRATION LEVEL METER, yang dihasilkan kemudian dievaluasi berdasarkan KEPMEN LH 49/MENLH/II/1996. Penelitian menunjukkan bahwa getaran yang diukur pada jarak 50 cm masuk dalam katagori B, sedangkan pada jarak 100 cm masuk dalam katagori A. Berdasarkan KEPEMN LH 49/MENLH/II/1996, Katagori B (pada frekuensi alat 31,5 Hz) menunjukkan kemungkinan adanya keretakan atau terlepas plesteran pada dinding pemikul beban dan untuk katagori A (frekuensi alat 31,5 HZ) menunjukkan tidak adanya kerusakan pada bangunan. Kondisi ini bisa berubah apabila jumlah, beban dan kecepatan kendaraan yang terjadi lebih besar (seperti halnya di jalan arteri). Tingkat kerusakan bangunan yang ada akan berbeda, bahkan bisa jadi akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.
Experimental Study of Bamboo As A House Retrofitting Material For Developing Countries Suhelmidawati, Etri; Zamzarena, Rekana; Adibroto, Fauna; Syofiardi, Syofiardi
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 14 No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.211 KB) | DOI: 10.30630/jirs.14.2.103

Abstract

Earthquake is one of the main natural disasters which frequently occur in West Sumatra. Large earthquake September 30, 2009, has caused damage to the structure and caused many casualties. Due to this condition, this research was made to study bamboo as a house retrofitting material for developing countries. Mechanical and physical properties such as moisture content testing, testing density, testing of compressive strength and tensile strength were conducted. It is obtained from the test results, the highest compressive strength and tensile strength are 94.958 MPa and 183 MPa, showed by Betung bamboo. Shaking table test are also undertaken to investigate the seismic behavior of bamboo masonry wall. Two degree of masonry walls, 60° and 90° are tested in order to check the strength of masonry wall by direction of the coming of an earthquake. From the shaking table test, it was observed that a 60° masonry wall showed a better seismic performance than those of a 90° masonry walls. Small cracks were observed at 90° masonry walls after 20 seconds, while there was no crack at a 60° masonry wall. As a result of these test, using bamboo as a house retrofitting material could be chosen, both of technically and economically.
Site Specific Response Analysis Kota Padang dari Input motion Conditional Mean Spectrum (CMS) Menggunakan Software NERA Misriani, Merley
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 14 No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.598 KB) | DOI: 10.30630/jirs.14.2.104

Abstract

Dalam perencanaan struktur bangunan tahan gempa, tujuan umum dari analisa struktur dinamis adalah memprediksi respons dari struktur terhadap pengaruh ground motion yang memiliki Spectral Acceleration (Sa) pada periode tertentu berdasarkan tingkat kemungkinan terlampui (Probability of Excedence/PE) 10% atau 2% masa layan bangunan 50 tahun. Prediksi respons struktur ditentukan dengan memilih ground motion yang cocok dengan beberapa target spektra dan nantinya ground motion tersebut digunakan sebagai input dalam analisis dinamis struktur. Pada paper ini menyajikan analisis perambatan gelombang gempa dari batuan dasar ke lapisan permukaan (Site Specific Response Analysis/ SSRA). Data-data yang diperlukan adalah data stratifikasi tanah dan parameter kecepatan gelombang geser yang didapatkan dari korelasi empiris terhadap data hasil pemboran dan uji N-SPT. Ground motion synthetic batuan dasar yang digunakan untuk perambatan gelombang gempa diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya yang mengadopsi pendekatan statistik Conditional Mean Spectrum (CMS) agar ground motion yang dihasilkan dipermukaan cocok dengan prediksi masalah respon struktur yang sebenarnya. SSRA dilakukan berdasarkan teori perambatan gelombang geser satu dimensi dalam time domain dengan menggunakan program Non-linear Earthquake Response Analysis (NERA). Hasilnya diperoleh percepatan maksimum gempa dipermukaan (peak surface acceleration/ PBA) berbeda-beda di kedua lokasi tergantung pada faktor amplifikasi, karakteristik dan jenis gempa yang terjadi. Direkomendasikan respons spectra desain untuk periode ulang 475 tahun dan 2475 tahun wilayah 4 kelas tanah sedang (SD) untuk kedua lokasi tersebut. Data-data tersebut digunakan sebagai input dalam penentuan beban gempa pada bangunan dalam analisis struktur dinamis.
Analisa Faktor Resiko Construction Waste pada Proyek Konstruksi di Kota Padang Natalia, Monika; Partawijaya, Yan; Mirani, Zulfira
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 14 No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.104 KB) | DOI: 10.30630/jirs.14.2.105

Abstract

Waste atau disebut juga nonvalue-adding activity adalah semua aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dimata customer pada suatu produk yang diproses (Hines dan Taylor, 2000). Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi waste yang terjadi pada proyek konstruksi di Kota Padang. Metode Penelitian yang digunakan analisis deskriptif menggunakan quisioner dengan data proyek konstruksi yang sedang atau sudah dikerjakan di Kota Padang. Adapun respondennya adalah proyek manager, site manager, site engineer, quality control, supervisor, pelaksana lapangan dan pengawas lapangan. Dari quisioner yang kembali, dilakukan pengujian data dengan menggunakan SPSS. Pengujian data meliputi uji validasi, uji reliabilitas dan uji korelasi. Selanjutnya dilakukan analisis regresi linier variabel berganda, yang bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berpengaruh besar terhadap waste. proyek konstruksi di kota Padang. Quisioner yang disebarkan sebanyak 25 quisioner. Response rate 100%. Dari data penelitian terdapat 7 faktor dengan 44 variabel. Hasil uji validasi, didapatkan 5 faktor dan 37 variabel yang valid. Hasil uji reliabilitas, teridentifikasi 5 faktor dengan 14 variabel yang reliable. Hasil uji korelasi, semua variable reliable juga terkorelasi dengan kuat. Analisa regresi dilakukan dengan uji R2, uji F dan uji t. Dari hasil uji R2, didapatkan besarnya kontribusi 14 variabel terhadap waste konstruksi sebesar 91,6%. Hasil uji F memperlihatkan secara simultan semua variabel mampu menjelaskan hubungannya terhadap penyimpangan biaya dengan sangat baik. Hal ini ditunjukkan oleh signifikasi < 5%. Hasil dari uji t, teridentifikasi 5 faktor dengan 8 variabel yang signifikan. Variabel tersebut adalah adalah waktu menunggu revisi gambar/perubahan desain sebesar 0,782, mutu pengawasan rendah sebesar 0,430, kesalahan pada saat pelaksanaan pekerjaan sebesar 1,957, keterlambatan pelaksanaan pekerjaan sebesar 2,122, pekerjaan rework dan repair sebesar 0,556, perencanaan dan penjadwalan yang buruk sebesar 2,730, perubahan desain sebesar 0,863 dan cuaca sebesar 0,966. Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat sebagai bahan pertimbangan untuk semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi guna menghindari biaya-biaya tambahan yang tidak diinginkan dan menghindari keterlambatan penyelesaian proyek akibat waste konstruksi.
Analisis Variabel-Variabel Risiko pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi Jalan Hidayati, Rahmi; Natalia, Monika; Adibroto, Fauna; Mafriyal, Mafriyal; yurisman, yurisman; Saskia, Rizkina
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 14 No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.549 KB) | DOI: 10.30630/jirs.14.2.106

Abstract

This research aims to identify the risk variables that ever occurred while executing of road construction project. In addition, it is to identify how significant and how big the influence of risk variables to the articulation of project execution processes of a road construction project, based on questionnaire that distributed to 30 questionnaires who are project managers and site managers on contractors of road construction project. From the research data, there were identified 14 risk variables with 84 risk sub-variables on execution of road construction project. Those 14 risk variables were natural, social, politic, economic, law, occupational safety and health, managerial, technical, cultural, logistic, condition around construction site, design and technology, labor, and contractual variables. From the data analysis by using SPSS version 16, obtained there were 14 risk sub-variables which became the most influential sub-variables (indicators) to the road construction project. All sub-variables on the questionnaire are valid and reliable. The results of this research is expected to be considered for all parties involved in the construction project to pay more attention to risk variables during the execution of road construction project.

Page 1 of 1 | Total Record : 6