cover
Contact Name
Ns. Susi Nurhayai, M.Kep
Contact Email
susinurhayati74@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
susinurhayati74@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Smart Keperawatan
ISSN : 23016221     EISSN : 25025236     DOI : -
Core Subject : Health,
The focus of this journal is the dissemination of information related to all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine in nursing. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019" : 10 Documents clear
Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Mandi Santri Putri Terhadap Kejadian Scabies di Pondok Pesantren Jlamprang Kecamatan Bawang Kabupaten Batang Sonhaji Sonhaji; Witri Hastuti; Intan Marliana Safitri
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.304 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i2.262

Abstract

Scabies adalah penyakit menular disebabkan infestasi sarcoptes scabiei varian hominis dan produknya. Data dari Puskesmas Bawang tahun 2016, angka kejadian penyakit scabies sebanyak 300 orang. Data yang paling banyak mengalami penyakit scabies yaitu santri putra putri sebanyak 236 (78,6%) orang dan untuk orang diluar pondok pesantren sebanyak 64 (21,4%) orang. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku mandi Santri  Putri terhadap Kejadian penyakit  scabies di Pondok Pesantren Jlamprang  Kecamatan Bawang  Kabupaten  Batang.Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Populasi adalah seluruh santri putri di Pondok Pesantren Jlamprang sebanyak 48 orang. Hasil penelitian ditunjukkan sebagian besar Santri Putri mempunyai pengetahuan kurang baik yaitu 23 responden (53,5%), perilaku kurang baik sejumlah 25 responden (58,1%) dan kejadian scabies 22 respondne (51,2%).Ada hubungan antara Pengetahuan dan perilaku santri  putri dengan kejadian penyakit scabies.di pondok pesantren Jlamprang Desa Jlamprang Kecamatan  Bawang  Kabupaten  Batang. Kata kunci:  pengetahuan; perilaku;  kejadian scabies.
Hubungan Praktik Keagamaan Islam dengan Koping Religius pada Penderita HIV/AIDS di Wilayah Kabupaten Temanggung Andrianto, Muhammad Bagus; MM, Fery Agusman; Muin, Muhammad
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.453 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i2.270

Abstract

Peningkatan kasus penyakit  HIV/AIDS setiap tahunnya mengalami peningkatan dan merupakan masalah kesehatan yang harus di atasi. Masalah yang timbul setelah terdiagnosis HIV/AIDS diantaranya masalah fisik, psikososial,  stigma sosial, spiritualitas. Kondisi tersebut menyebabkan masalah psikososial dan penderita mengalami stress dan depresi. Penderita HIV/AIDS yang mengalami permasalahan dapat menjauh dari agama dan menyalahi diri sendiri. Dalam mengatasi masalah tersebut salah satu pendekatan yang perlu dilakukan adalah dengan pendekatan praktik keagamaan sebagai bentuk koping religious penderita. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan praktik keagamaan Islam dengan koping religious pada kelompok penderita HIV/AIDS. Desain menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan metode consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 138 responden. Hasil penelitian hubungan praktik keagamaan Islam dengan koping religious dari total 138 didapatkan data praktek keagamaan baik memiliki koping religius rendah sebesar 6 responden (40%), sedangkan praktik keagamaan moderate memiliki koping religious sedang sebesar 65 responden (65%), dan praktik keagamaan kurang memiliki koping religius sedang sebesar 14 responden (60.9%).Terdapat  hubungan yang signifikan antara praktik keagaman dengan koping religius.Sebagian besar praktik keagamaan Islam moderate dan sebagian besar koping religious sedang.Terdapat hubungan yang signifikan antara praktik keagamaan dengan koping religious pada kelompok penderita HIV/AIDS. Kata Kunci: praktek keagamaan; koping religious; HIV/AIDS
Hubungan Kematangan Emosional dan Peran Suami dengan Kesiapan Primigravida Menghadapi Persalinan Wahdah Ngalimatun Slamet; happy dwi Aprilina
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.103 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i2.266

Abstract

Persalinan merupakan proses fisiologis yang dialami ibu ketika kehamilan sudah cukup bulan, tetapi tidak menutup kemungkinan akan timbul masalah yang menyebabkan proses persalinan tersebut menjadi patologis, kesiapan baik fisik maupun mental sangat dibutuhkan oleh ibu dalam menerima kondisi kehamilannya serta dalam menghadapi proses persalinan. Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kematangan emosional dan peran suami dengan kesiapan primigravida menghadapi persalinan. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian sebanyak 42 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan rumus Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara kematangan emosional dengan kesiapan primigravida menghadapi persalinan (p = 0,015) dengan korelasi hubungan yang rendah (???? = 0,374). Terdapat hubungan yang signifikan antara peran suami dengan kesiapan primigravida menghadapi persalinan (p = 0,0001) dengan  korelasi hubungan yang sedang (???? = 0,538).Kesimpulan adanya hubungan yang signifikan antara kematangan emosional dengan kesiapan primigravida menghadapi persalinan dan korelasi hubungan yang rendah dan terdapat hubungan yang signifikan antara peran suami dengan kesiapan primigravida menghadapi persalinan  dan korelasi hubungan yang sedang Kata kunci : kematangan emosional; peran suami;  primigravida; persalinan
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kejadian Ulkus Diabetik pada Pasien Diabetes Mellitusdi Ruang Seruni RSUD DR. M. Yunus Bengkulu Hanifah Hanifah; Dian Dwiana; Patria Patria; Buyung Keraman
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.704 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i2.269

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan sekresi insulin dengan gejala polidipsia, poliuria, polifagia dan kesemutan. Indonesia termasuk dalam peringkat 6 angka kejadian diabetes melitus terbanyak di dunia.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahu ihubungan tingkat pengetahuan  dengan kejadian ulkus diabetik pada pasien Diabetes Mellitus (DM)di Ruang Seruni RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif  korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien DM di Ruang Seruni RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu dengan teknik accidental sampling sebanyak 36 orang.Tehnik analisis data menggunakan uji statistic chi-square dan untuk mengetahui keeratan hubungan menggunakan uji contingency coefficient. Hasil didapatkan 12 orang (33,3%) mengalami ulkus diabetikum dan 24 orang (66,7%) tidak mengalami ulkus diabetikum. Terdapat 9 orang (25,0%) dengan pengetahuan kurang, 12 orang (33,3%) dengan pengetahuan sedang dan 15 orang (41,7%) dengan pengetahuan baik. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan pasien dengan kejadian ulkus diabetik pada pasien DM di Ruang Seruni RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. dengan kategori hubungan sedang. Diharapkan perawat dapat memberikan informasi dan pendidikan kesehatan tentang Diabetes Mellitus dan pencegahan komplikasinya kepada pasien dan keluarga. Kata Kunci :pengetahuan; ulkus dibetikum; diabetes mellitus
Hubungan Interaksi Sosial dengan Kualitas Hidup Lansia di Balai Pelayanan dan Penyantunan Lanjut Usia (BPPLU) Provinsi Bengkulu Vike Pebri Giena; Dewi Anja Sari; Pawiliyah Pawiliyah
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.155 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i2.271

Abstract

Interaksi sosial merupakan kunci mempertahankan status sosial berdasarkan kemampuannya bersosialisasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan interaksi sosial dengan kualitas hidup lansia di balai pelayanan dan penyantunan lanjut usia (BPPLU) Provinsi Bengkulu. Jenis penelitian deskriptif korelatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional studi. Populasi penelitian ini adalah lansiadi BPPLU Provinsi Bengkulu yang berjumlah 61 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik wawancara, kuesioner WHOQOL dan kuesioner Interaksi Sosial. Teknik analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment Pearson (r). Hasil penelitian ini didapatkant hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dengan kualitas hidup lansia di BPPLU provinsi Bengkulu, dengan kategori cukup. Diharapkan kepada pelayanan kesehatan lansia agar dapat melaksanakan terapi aktivitas kelompok yang melibatkan interaksi lansia untuk menciptakan aktivitas bersama yang kreatif dan inovatif sehingga kualitas hidup lansia dapat terjaga dengan baikKata kunci : interaksi soaial; kualitas hidup; lansia 
Hubungan Penerapan Metode Tim dengan Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Nakula RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang Tri Ismu Pujiyanto; Muhammad Syahrul Basith
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.212 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i2.282

Abstract

Keperawatan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari profesi kesehatan lain di dalam memberikan layanan kesehatan kepada klien.Keperawatan yang diberikan kepada pasien haruslah dilakukan dengan pelayanan profesional. Metode tim adalah metode yang paling banyak diterapkan oleh perawat dalam memberikan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Penerapan Metode Tim Dengan Kinerja Perawat Pelaksana Di Ruang Nakula RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan Analitik Korelasional dan desain penelitian Cross Sectional. Instrument yang digunakan adalah kuesioner tentang penerapan metode tim dan kinerja perawat. Tehnik sampel yang digunakan adalah Cluster Sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,005 (p<0,05) yang berarti Ha diterima artinya ada hubungan Penerapan Metode Tim Dengan Kinerja Perawat Pelaksana. Ada hubungan Penerapan Metode Tim Dengan Kinerja Perawat Pelaksana. Bagi perawat perlu melakukan upaya peningkatan diri, baik pengetahuan maupun keterampilan melalui jenjang formal dan non formal guna mendukung upaya pencapaian kinerja yang lebih baik lagi. Kata kunci : metode tim; kinerja perawat; perawat pelaksana
Determinan kejadian Stunting pada Anak di Indonesia : A Literature Review Elfiza Fitriami; Titih Huriah
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.196 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i2.190

Abstract

Stunting masih menjadi masalah di Indonesia. Prevalensi tertinggi stunting pada tahun 2013 adalah di Nusa Tenggara Timur (51,7%), Sulawesi Barat (48,0%) dan Nusa Tenggara Barat (45,3%). Masalah stunting menggambarkan masalah gizi kronis, yang dipengaruhi oleh kondisi ibu atau ibu hamil, masa janin, dan bayi atau balita, termasuk penyakit yang diderita selama masa kanak-kanak. Seperti masalah gizi lainnya, tidak hanya masalah kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lain yang secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan. Tujuannya adalah untuk meninjau literatur yang terkait dengan peristiwa penentu stunting di Indonesia dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berdampak pada kejadian stunting pada anak-anak. Database terkemuka dicari secara elektronik antara tahun 2013 dan 2017. Data base kesehatan yang relevan termasuk EBSCO, PubMed, Biomed Central, ProQuest, DOAJ, dan sarjana dalam pencarian dengan menggunakan kombinasi istilah pencarian: penentu pengerdilan, malnutrisi, faktor risiko pengerdilan, Indonesia, Asia Tenggara. Dua belas artikel, diidentifikasi dari 815 artikel dimasukkan dalam ulasan. Beberapa faktor untuk terjadinya stunting di Indonesia, termasuk: faktor anak, faktor keluarga, sanitasi, dan penyakit menular. Tinjauan literatur ini menemukan bahwa faktor yang paling dominan yang menyebabkan stunting pada anak-anak di Indonesia adalah anak-anak dengan BBLR, anak laki-laki, tidak disusui secara eksklusif selama 6 bulan, orang tua yang berpendidikan rendah, ekonomi sosial yang rendah, orang tua dengan kekurangan gizi, dan sanitasi yang buruk di rumah. Kata Kunci : determinant stunting;  malnutrisi; faktor resiko stunting; Indonesia; Asia Tenggara
Penerapan Kepemimpinan Transformasional dalam Menurunkan Burnout Perawat Pelaksana Nur Wahyu Puspitasari; Madya Sulisno; Luky Dwiantoro; Tri Nur Kristina; Tri Hartiti
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.377 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i2.289

Abstract

Penelitian di Indonesia dan di luar negeri menunjukkan semakin meningkatnya burnout pada perawat yang merupakan gejala kelelahan fisik, emosional dan mental serta munculnya perasaan rendah diri akibat stres yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa penerapan kepemimpinan transformasional dapat menurunkan burnout perawat pelaksana.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment yang dilakukan di dua rumah sakit pemerintah di Karesidenan Surakarta terhadap 25 perawat pelaksana yang telah mengalami burnout dan pada 2 kepala ruang pada masing-masing rumah sakit sebagai kelompok intervensi dan kontrol. Data dibandingkan dengan independent t test dan paired t tes.Kelompok intervensi menunjukkan rerata skor burnout perawat pelaksana sebelum intervensi adalah 71.96 dan setelah intervensi menurun menjadi 49.52 dengan nilai p 0,00 sedangkan pada kelompok kontrol rerata skor burnout perawat pelaksana sebelum intervensi  63,7 dan setelah intervensi 63,8 dengan nilai p 0,81. Berdasarkan rumus Cohen, efektivitas penerapan kepemimpinan transformasional masuk dalam kategori tinggi (1,8). Simpulan dari penelitian ini penerapan kepemimpinan transformasional kepala ruang terbukti efektif dalam menurunkan burnout perawat pelaksana.Kata Kunci: burnout; kepemimpinan transformasional; perawat pelaksana
Kenaikan Berat Badan (BBLR) melalui Pelaksanaan Perawatan Metode Kanguru (PMK) di Rumah Samuel M. Simanjuntak; Dina Hartini
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v6i2.260

Abstract

Angka kematian bayi BBLR di Indonesia masih tinggi khususnya di  Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman ibu dalam pelaksanaan PMK dirumah terhadap BBLR pasca rawat inap, serta hubungannya dengan kenaikan berat badan bayi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data dianalisa dengan menggunakan uji statistik Spearman’s rho test.Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi BBLRyang telah pulang dari RSUD Soreang pulang.Metode sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan jumlah sampel adalah 30 orang ibu  beserta bayinya.Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan perawatan metode kangguru di rumah adalah ditunjukkan  dengan persentase yang masih rendah (10%). PMK berkorelasi denagn peningkatkan berat badan BBLR36,7% dengan p value=0,046. Kata kunci: bayi BBLR; pelaksanaan PMK di rumah;kenaikan berat badan.
Pengalaman Klien Malaria dalam Mempertahankan Status Kesehatan di Daerah Kecamatan Sugapa Kabupaten Intan Jaya hendrika zonggonau; Blacius Dedi; Herwinda Sinaga
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.664 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i2.279

Abstract

Malaria adalah infeksi parasite pada sel darah merah yang disebabkan oleh suatu protozoa spesies plasmodium yang ditularkan kepada manusia melalui air liur nyamuk. Perilaku kesehatan adalah suatu respons seseorang  terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan serta lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman klien dengan malaria.Penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan teknik wawancara mendalam kepada enam partisipan yang berusia 20-50 tahun yang pernah terpapar malaria. Hasil penelitian didapatkan enam tema yaitu: mengenal gejala malaria, srategi mempertahankan status kesehatan, faktor linggkungan didaerah endemik malaria,modifikasi lingkungan, upaya yang dilakukan untuk mencegah penyembuhan dan kekambuhan penyakit malaria modifikasi lingkungan, program preventif malaria. Adanyafaktor lingkungan dan manusia dari daerah endemik malaria sangat memicu terjadi penyebaran malaria sehingga dapat melakukan modifikasi lingkungan agar terhindar dari paparan malaria. Usaha puskesmas untuk meningkatkan program preventif dan program kuratif dalam upaya pengelolaan klien dengan malaria.Kata kunci       : malaria; perilaku; status kesehatan

Page 1 of 1 | Total Record : 10