cover
Contact Name
Sapta
Contact Email
ftuiba@iba.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sapta303@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
TEKNIKA
ISSN : 23553553     EISSN : 26865416     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TEKNIKA: Jurnal Teknik is a peer-reviewed scientific journal managed by Department of Engineering and published by the Faculty of Engineering Universitas IBA. TEKNIKA: Jurnal Teknik is published in two editions a year, the April and October editions. Contributors to Jurnal TEKNIKA: Jurnal Teknik come from researchers, academics (lecturers and students) in the field of informatics.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2019)" : 15 Documents clear
PENGARUH PERUBAHAN KECEPATAN ALIRAN UDARA TERHADAP PERFORMANSI AC 2 PK Mulyadi Catur Putra; Ambo Intang; Rusnandi Rusnandi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.812 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v6i2.117

Abstract

Sistem kompresi uap tetap konsisten dipergunakan pada sistem pendingin dan penyegaran udara karena terbukti mumpuni dan berdaya guna tinggi serta kompoenennya tersedia dipasaran. Pada penelitian ini tidak menemui kendala dalam merancang dan membuat sistem penyegaran udara (AC) dengan penggerak kompresor 2 PK, akan tetapi bagaimana mengukur perfromanya sedikit terkendala karena banyaknya variabel yang harus diperhatikan. Akhirnya diputuskan bahwa hanya kecepatan aliran udara pada kondensor yang bervariasi atau menjadi variabel tidak tetapnya sementara vaiabel yang lain dibuat tetap. Setelah dilakukan pengambilan dan pengolahan data maka diperoleh informasi bahwa dengan kenaikan kecepatan aliran udara pada kondensor akan menikan performansi atau COP sistem penyegaran uadara disamping itu, kapasistas pendinginan juga meningkat dengan mempertahankan laju refrigran yang bersikulasi konstan. Kata kunci : penyegaran udara (AC), kecepatan aliran udara, kondensor
BATA SEGITIGA KEDAP AIR SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL KONSTRUKSI Ely Mulyati; Anna Emilawati
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.908 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v6i2.109

Abstract

Bata merupakan salah satu material bangunan yang banyak digunakan di wilayah Indonesia. Ada beberapa jenis bata yang sedang berkembang dan digunakan di Indonesia antara lain bata merah, batako dan bata ringan (hebel). Daerah Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau terutama di Kecamatan Tugu Mulyo dikenal sebagai sentra pembuatan batu bata yang terbuat dari tanah lempung. Di wilayah ini memiliki bahan baku untuk pembuatan bata cukup banyak, hal ini menyebabkan sebagian kecil penduduknya memiliki usaha pembuatan bata merah, namun bata yang diproduksi masih berupa bata konvensional dengan ukuran standar (segi empat). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tekan capaian bata segitiga sama sisi dengan ukuran 20cm x 20cm x 20cm Ide pembuatan bata segitiga mengacu pada teori triangulasi. Proses perencanaan komposisi menggunakan perbandingan 1:2 (Pasir: Tanah Lempung) dan diberi bahan tambah damdek waterproof dengan variasi sampel bata pejal dan berlubang dan penambahan damdek dengan komposisi 2% dan 5% dari jumlah air. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan didapat rata-rata hasil uji tekan yang diperoleh bata pejal dengan Kode A damdek 2% dan 5% adalah 9,6kg/cm2 dan 8,1 kg/cm2, dan bata berlubang kode B dengan damdek 2% dan 5% adalah 9,8 kg/cm2 dan 8,8 kg/cm2. Kata kunci: Triangulasi, Bata Segitiga, Kuat Tekan Bata
PERHITUNGAN RESPON SPEKTRA PERCEPATAN GEMPA KOTA PALEMBANG BERDASARKAN SNI 1726;2019 SEBAGAI REVISI TERHADAP SNI 1726;2012 Sari Farlianti; Sapta Sapta
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.784 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v6i2.115

Abstract

Pada tulisan ini penulis meninjau ulang respon spektra percepatan gempa dipermukaan tanah yang diperlukan sebagai parameter penentuan beban gempa rencana pada perencanaan struktur bangunan tahan gempa berdasarkan SNI 03-1726-2019, yang merupakan peraturan pengganti SNI 1726 2012, dimana pada peraturan SNI 1726;2019 menggunakan peta hazard gempa Indonesia 2010 dengan percepatan gempa terpetakan periode pendek (SS ) sebesar 0,264.g dan percepatan gempa terpetakan periode 1 detik (S1) sebesar 0,164.g, sedangkan pada SNI 1726;2019 yang merupakan SNI pengganti besar percepatan gempa terpetakan periode pendek (SS) dan (S1) secara berurutan nilainya adalah 0,3.g dan 0,25.g. Dari hasil analisa didapatkan nilai respon spektra percepatan, Sa (g) meningkat walaupun faktor amplifikasi untuk wilayah kota palembang mengalami penurunan khususnya pada lokasi tanah sedang (SD) dan lunak (SE). Peningkatan respon spektra disain periode pendek (SDS) untuk tanah keras, lunak dan sedang secara berturut-turut adalah sebesar 23%, 12%, dan 5% sedangkan untuk respon spektra disain periode 1 detik (SD1) adalah sebesar 39%, 49%, dan 40%. Ini mengindikasikan bahwa beban geser dasar gempa pada perencanan struktur tahan gempa tentunya juga akan mengalami peningkatan pada perioda struktur, T < Ts atau T > Ts. Kata kunci: SNI 1726;2012, SNI 1726;2019, Respon Spektra Desain
ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMANSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS TM 2500 JAKABARING UNIT 2 DAN UNIT 3 PADA WAKTU BEBAN PUNCAK Hendra Dwipayana; M Alf Akbar Baraf
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.442 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v6i2.121

Abstract

Kebutuhan pasokan listrik di kota palembang saat ini semakin meningkat, hal ini disebabkan oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi di kota palembang pasca perhelatan ASIAN GAMES 2018. Salah satunya dengan kehadiran moda transportasi baru LRT, dan juga komplek olahraga terpadu Jakabaring sport City. PLTG Jakabaring sendiri dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pasokan listrik di Waktu Beban Puncak antara pukul 17.00 WIB - 23.00 WIB. Dengan mengandalkan Compressed Natural Gas (CNG) sebesar 3000 MMBTU perharinya PLTG Jakabaring tidak mampu beroperasi kontinyu 24 jam, dan hanya dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Waktu beban puncak.Sebelum menghitung performansi turbin gas Jakabaring unit 2 dan unit 3, terlebih dahulu dilakukan pengumpulan data selama 2 minggu pada masing - masing titik di siklus turbin gas. Selanjutnya akan dihitung performansi turbin gas Jakabaring unit 2 dan unit 3. performansi yang akan dihitung meliputi adalah daya kompressor, daya turbin, daya bersih, konsumsi bahan bakar spesifik (SFC), back work ratio, Efisiensi kompressor, efisiensi turbin, dan efisiensi siklus.Setelah dilakukan perhitungan dapat disimpulkan bahwa unit 2 adalah unit yang paling efisien dan pemakaian bahan bakar spesifik lebih rendah dibandingkan dengan unit 3 Kata Kunci: Turbin gas, Waktu Beban puncak, Performansi Turbin gas, Efisiensi Turbin gas
PENGARUH JENIS PAHAT DAN KEDALAMAN PEMAKANAN PADA PROSES PEMBUBUTAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN AISI 4340 Tarmizi Husni; Asmadi Asmadi; Yeny Pusvyta; Taufik Hidayat
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.114 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v6i2.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan permukaan benda kerja dan perbandingan tingkat kekasaran permukaan benda kerja hasil pembubutan pada variasi kedalaman penyayatan mata potong pahat hasil pembubutan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode experimental yang melibatkan variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah (a) variasi kedalaman permukaan yang telah ditentukan pada kedalaman 0,5m, 0,75mm, 1mm dan (b) mata potong pahat yang berbeda yang sudah ditentukan juga seperti pahat HSS,Karbida ,Ceramiks yang menjadi bahan untuk menguji kekasaran tersebut, sedangkan variabel terikat merupakan hasil kekasaran permukaan benda kerja hasil pembubutan rata. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan: (1) kedalaman potong berpengaruh terhadap hasil kualitas permukaan benda kerja. Semakin dalam permukaan yang digunakan maka hasil kualitas semakin kasar . (2) pada hasil kedalaman potong yang digunakan ada perbedaan tingkat kekasaran permukaan benda kerja.Semakin dalam pemakanan benda kerja yang digunakan akan menyebabkan pembentukan tatal yang akan tersambung atau kontiniu dan sebaliknya kedalaman potong yang semakin rendah, akan menghasilkan tatal yang terputus-putus atau terpisah, (3) dalam gabungan antara jenis- jenis pahat dan kedalaman potong ditemukan bahwa hasil kekasaran yang paling baik (paling halus) adalah memakai pahat HSS dengan variasi kedalaman 0,5mm, pemakaian pahat dan perbandingan kedalaman potong yang besar maka nilai hasil kekasaran yang dihasilkan akan semakin rendah (halus). Adapun juga jika memakai pahat yang permukaannya lebih kasar seperti memakai pahat karbida Dengan kedalaman 0,75mm maka didapatkanlah bahwa hasil pemakaian pahat tersebut lebih kasar dibandingkan memakai pahat yang lainnya. Kata Kunci: Proses Bubut, kekasaran permukaan, dan kedalaman potong

Page 2 of 2 | Total Record : 15