cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2022)" : 15 Documents clear
Rekam Data Self Manajemen Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Di RSUD Abdoer Rahem Berbasis Android Nadiyatus Sholihah; Fathorazi Nur Fajri; Matbulul Khairi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.309

Abstract

Gagal ginjal kronis merupakan kondisi dimana ginjal mengalami penurunan fungsi dalam melakukan eksresinya. Sehingga penderitanya  perlu melakukan pembatasan asupan cairan. Pembatasan asupan cairan termasuk komponen self manajemen pada pasien gagal ginjal kronis. Sehingga self manajemen yang baik dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam melakukan pembatasan asupan cairan. Dari permasalahan yang ada peneliti mengambil sebuah tema tentang “Rekam Data Self Manajemen Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Terapi Hemodialisa”. Metode pengembangan sistem yang digunakan oleh peneliti ialah metode prototype yang meliputi, analisis kebutuhan, merancang prototype, evaluasi prototype, membangun sistem, menguji sistem dan pemeliharaan sistem. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk membangun aplikasi sistem informasi monitoring self manajemen cairan pada pasien gagal ginjal kronis agar dapat membantu pasien dalam mengontrol cairan untuk meningkatkan hasil kesehatannya. Dengan adanya tujuan tersebut menghasilkan sebuah aplikasi yang dapat mempermudah pasien dalam mengontrol pengonsumsian cairan sesuai dengan anjuran, selain itu pasien juga dapat melakukan pengontrolan secara mandiri (self manajemen) dengan mengaplikasikan aplikasi tersebut di mobile masing masing pasien. Hasil dari pengujian aplikasi menunjukkan bahwa aplikasi rekam data self  manajemen cairan pada pasien gagal ginjal kronis berbasis android menunjukkan presentase 82% dengan kategori sangat layak digunakan oleh pasien yang menjalani terapi hemodialisa.  
Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit: Literature Review Elda Amalia Agustina
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.403

Abstract

 Beberapa rumah sakit di indonesia ditemukan masih belum mengisi dokumen rekam medis  secara lengkap. Adanya ketidaklengkapan tersebut mengakibatkan catatan yang termuat menjadi tidak sinkron dan akan sulit diidentifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap di rumah sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Review dengan keywords yaitu “ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap di rumah sakit”. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pencarian pada database online yaitu Google Scholar, Perpusnas, dan Portal Garuda. Hasil analisis dari 25 artikel diketahui faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap di rumah sakit yaitu belum adanya standar operasional prosedur tentang kelengkapan dokumen rekam medis atau pelaksanaan standar operasional prosedur belum maksimal sebesar 44%, kurangnya kedisiplinan petugas medis dan belum dilaksanakannya monitoring dan evaluasi masing-masing sebesar 24%, kurangnya kesadaran petugas medis dalam mengisi lengkap dokumen rekam medis sebesar 20%, kurangnya ketelitian petugas medis, kurangnya sosisalisasi, keterbatasan waktu, dan kesibukan dokter masing-masing sebesar 16%. 
Hubungan Kelengkapan Penulisan Diagnosis Terhadap Keakuratan Kode ICD-10 Kasus Obstetri Triwulan III Pasien Rawat Inap Di RSU Premagana Ni Putu Linda Yunawati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.370

Abstract

Kegiatan pengkodean adalah pemberian penetapan kode dengan menggunakan huruf dan angka atau kombinasi antara huruf dan angka yang mewakili komponen data. Tenaga rekam medis bertanggungjawab atas keakuratan kode dari suatu diagnosis yang sudah ditetapkan oleh tenaga medis. Ketidakakuratan kode diagnosis akan menyebabkan kerugian bagi rumah sakit baik secara finansial maupun pengambilan kebijakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kelengkapan penulisan diagnosis terhadap ketepatan kode ICD-10 Kasus Obstetri Triwulan III Pasien Rawat Inap di RSU Premagana. Rancangan penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan study korelasi rancangan cross sectional dengan sampel penelitian sebanyak 89 berkas rekam medis kasus obstetri pasien rawat inap selama periode tribulan III (Juli-September) tahun 2020. Hasil penelitian diperoleh 45.6% berkas rekam medis tidak lengkap penulisan diagnosisnya, dan 78.9% berkas kode ICD-10 kasus obstetri triwulan III pasien rawat inap di RSU Premagana tidak akurat adalah nilai p<0.05 Ada hubungan antara kelengkapan penulisan diagnosis kasus obstetri triwulan III pasien rawat inap di RSU Premagana dengan keakuratan kode diagnosis, serta diperoleh nilai OR 1.6 rekam medis yang pendokumentasiannya lengkap menunjang ketepatan pengkodean 1.6 kali lebih besar dari pada rekam medis yang pendokumentasiannya tidak lengkap.
Gambaran Karakteristik Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi Tahun 2020-2021 Rizky Khaerunnisa; Nanda Aula Rumana; Noor Yulia; Puteri Fannya
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.390

Abstract

Pada tanggal 7 Januari 2020, China mengidentifikasi kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya sebagai jenis baru coronavirus atau biasa disebut COVID-19 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain crosssectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi dengan sampel 220 pasien COVID-19. Hasil penelitian menunjukan SPO tatalaksana pasien COVID-19 di Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi menggunakan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 oleh Kemenkes. Untuk karakteristik pasien pasien berjenis kelamin perempuan (50,9%). Kategori usia paling banyak adalah 46-59 Tahun (37,3%). Pekerjaan paling banyak non-medis (85,5%). Berdomisili di Kota Bekasi (69,1%). Gejala yang paling banyak dirasakan adalah batuk (84,1%). Tidak memiliki kondisi penyerta (59,5% ) tetapi kondisi penyerta paling banyak Hipertensi (22,3%). Hasil swab antigen positif (100%). Hasil PCR Positif (69,5%). Limfosit menurun (55,9%). Hasil X-Ray tidak normal (75,5%). Tidak memiliki riwayat kontak dan paparan virus (66,4%). Memiliki riwayat kontak dengan pasien COVID-19 (15,9%). Kriteria pasien terkonfirmasi COVID-19 (72,3%). Saat pulang pasien masih harus melakukan Isolasi Mandiri (39,5%). Kodefikasi kasus dengan ICD-10. Masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian kasus COVID-19 di Indonesia.
Pembangunan Sistem Informasi Pengelolaan Data Pasien Pada Praktik Dokter Umum Berbasis Desktop Komang Ananta Wijaya
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.348

Abstract

Praktik dokter umum sangat banyak terdapat di berbagai daerah seperti di rumah pribadi dokter tersebut, apotek, dan lain-lain, tentunya dengan fasilitas dan pelayanan kesehatan yang berbeda-beda. Pada Praktik Dokter Umum dr. Komang Rendy Krisnadi yang terletak pada daerah singaraja, memiliki kesulitan dalam hal pendataan serta pendaftaran pasien dan penyimpanan riwayat pemeriksaan pasien dikarenakan masih menggunakan metode manual yaitu pencatatan menggunakan Kertas Form. Dari permasalahan yang ada, penulis tertarik untuk membuat sebuah Sistem Informasi Pendaftaran dan Pengelolaan Data Pasien Pada Praktik Dokter Umum Berbasis Desktop (SIDU). Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah dalam pendaftaran pasien, pengelolaan data pasien dan pencarian riwayat pemeriksaan pasien. Penelitian ini menggunakan metode perancangan dan pembangunan dengan pendekatan yang digunakan yaitu, studi pustaka, observasi, analisis kebutuhan sistem, perancanmgan sistem, implementasi sistem ke dalam kode program serta pengujian sistem. SIDU berjalan pada perangkat desktop dengan sistem operasi minimal windows 7. Pembangunan sistem menggunakan aplikasi Visual Studio 2017 dan Microsoft SQL Management Studio 18. Pengguna akan berinteraksi dengan sistem melalui  antarmuka Graphical User Interface (GUI) pada perangkat desktop.  SIDU dapat membantu Paraktik Dokter Umum dr. Komang Rendy Krisnadi untuk melakukan pengelolaan data pasien dan pencatatan pemeriksaan pasien serta pelaporan Riwayat pemeriksaan pasien.

Page 2 of 2 | Total Record : 15