cover
Contact Name
Eduard Fransisco Tethool
Contact Email
e.tethool@unipa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agritechnology.unipa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Agritechnology : Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Papua
ISSN : 2615885X     EISSN : 26204738     DOI : -
Agritechnology with registered number ISSN 2620-4738 (print) and ISSN 2615-885X (online) is a scientific journal that publishes research results in the fields of food and agricultural products, agricultural and bio-system engineering, and agro-industrial technology. This journal was published by the Faculty of Agricultural Technology, University of Papua, Manokwari, West Papua.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember" : 5 Documents clear
Sifat Fisik dan Organoleptik Mie Kering dengan Penambahan Tepung Ubi Jalar dan Tepung Kedelai Risma Uli Situngkir; Zita Letviany Sarungallo; Rosalia S. Sarungallo
Agritechnology Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v2i2.46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat fisik dan organoleptik mie yang terbuat dari tepung ubi jalar dan dan tepung kedelai. Mie terbuat dari 100% tepung terigu (kontrol), tepung ubi jalar 10%, dan kombinasi tepung ubi jalar dan tepung kedelai dengan rasio 10%: 5% dan 10%:10%. Analisis mie termasuk sifat fisika (warna dan kehilangan memasak) dan uji organoleptik (warna, rasa, keseluruhan, kelembutan dan lengket) dibandingkan dengan mie kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan 10% ubi jalar memberikan kontribusi warna oranye dan peningkatan warna, rasa, dan penerimaan secara keseluruhan tanpa kelembutan yang berbeda dan akseptabilitas lengket dengan kontrol, tetapi nilai cooking loss meningkat. Sementara penambahan tepung kedelai dalam formula dapat meningkatkan cooking loss, mengurangi kecerahan warna dan sifat organoleptik mie.
Uji Lapang Mesin Pemarut Sagu Tipe Silinder Bertenaga Motor Bakar Bensin Darma Darma; Arif Faisol; Mario M. Selano
Agritechnology Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v2i2.38

Abstract

Bengkel permesinan agroindustri Fateta Unipa telah menghasilkan berbagai prototype mesin pemarut sagu, salah satu diantaranya yaitu tipe silinder menggunakan sistem pemarutan dengan pengupasan kulit batang. Suatu prototype mesin wajib dilakukan uji lapang agar diketahui kinerja mesin pada kondisi yang sesungguhnya (real condition). Tujuan penelitian ini adalah pengujian lapangan mesin pemarut sagu tipe silinder bertenaga motor bakar bensin. Uji lapang dilakukan di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari dengan melibatkan 2 keluarga pemilik dusun sagu. Evaluasi kinerja mesin pada kondisi lapang dilakukan dengan mengukur parameter (a) kapasitas pemarutan, (b) rendemen pati, (c) hasil pati, (d) kehilangan pati pada ampas dan (e) konsumsi bahan bakar bensin. Dari hasil uji lapang menunjukkan bahwa semua bagian mesin berfungsi dengan baik dan petani dengan mudah dapat mengoperasikan mesin tersebut. Selama pengujian tidak ditemui adanya kendala teknis. Performansi mesin pada kondisi lapang yaitu: (a) kapasitas pemarutan 621 kg/jam, (b) rendemen pati 41,5%, (c) hasil pati 479 kg/pohon, (d) kehilangan pati pati pada ampas 6,79% dan (e) konsumsi bahan bakar 1,05 liter/jam.
Evaluasi Kinerja dan Konsumsi Energi Pengering Pati Sagu Model Agitated Fluidized Bed Bertenaga Biomassa Abadi Jading; Paulus Payung; Eduard Fransisco Tethool
Agritechnology Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v2i2.43

Abstract

Pengering Agitated Fluidized Bed (AFB) telah dirancang untuk pengeringan pati sagu. Untuk mengetahui kinerja pengering AFB tersebut, maka dilakukan analisis nilai indeks kinerja Heat Utilization Factor (HUF), Coefficient Of Performance (COP), Effective Heat Efficiency (EHE), dan Specific Energy Consumption (SEC) berdasarkan perlakuan suhu (50oC, 60oC, dan 70oC) dan massa input bahan (3 kg, 6 kg, dan 12 kg). Nilai indeks kinerja HUF, COP, EHE dan SEC ditentukan dengan analisis matematis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indeks kinerja pengering AFB terbaik dari semua perlakuan suhu dan massa input bahan adalah pada suhu 60oC dengan massa input bahan 12 kg, dimana nilai HUF lebih besar dari nilai COP. Nilai HUF, COP, dan EHE masing-masing adalah 53,1%, 46,9%, 70,3% dan nilai SEC 559,9 kJ/s. Nilai rata-rata HUF, COP, EHE, dan SEC dari semua perlakuan pada pengering AFB adalah 37,23%, 62,7%, 58,5%, dan 337,6 kJ/s. Kinerja pengering AFB cukup rendah, dimana nilai HUF rata-rata lebih kecil dari nilai COP rata-rata, dan energi yang digunakan cukup tinggi. Namun demikian, pengering AFB mampu mengeringkan pati sagu dengan kadar air akhir 14,4% basis basah mendekati standar mutu pati sagu kering 13%, pada suhu 70oC dengan massa bahan sebanyak 3 kg selama 5 menit (300 detik).
Penapisan Fitokimia dan Kapasitas Antibakteri Minyak Eteris Daun Akway (Drimys piperita Hook f.) Herlina Enika Dewi Mambrasar; Gino Nemesio Cepeda; Meike Meilan Lisangan
Agritechnology Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v2i2.44

Abstract

Akway (Drimys piperita) merupakan tumbuhan aromatik yang digunakan masyarakat lokal Kabupaten Pegunungan Arfak sebagai tumbuhan obat untuk meningkatkan vitalitas tubuh. Tumbuhan ini mengandung minyak eteris pada bagian daun dan kulit batangnya. Minyak eteris telah dibuktikan memiliki kapasitas antibakteri yang kuat. Kandungan fitokimia minyak eteris sangat menentukan kapasitas antibakterinya. Penelitian ini ditujukan untuk menentukan kandungan fitokimia dan kapasitas antibakteri minyak eteris daun akway. Proses penyulingan minyak eteris daun akway dilakukan dengan menggunakan metode penyulingan air sedangkan kandungan fitokimianya ditentukan secara kualitatif terhadap kelompok senyawa terpenoid, saponin, alkaloid dan flavonoid. Kapasitas antibakteri ditentukan dengan metode difusi cakram terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa, Bacillus cereus, Escherichia coli dan Staphyloccocus aureus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa minyak eteris daun akway mengandung terpenoid sebagai senyawa penyusun terbesar, saponin dan flavonoid. Minyak eteris daun akway memiliki kapasitas antibakteri terhadap bakteri uji dengan konsentrasi hambat minimum 0,042%-5%.
Kajian Proses Pemarutan Empulur Sagu Menggunakan Alat Parut Sagu Bertenaga Manual dan Motor Bakar Reniana Reniana; Darma Darma; Aceng Kurniawan
Agritechnology Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v2i2.45

Abstract

Proses pengolahan sagu secara tradisional pada prinsipnya meliputi penebangan, pemotongan, pembelahan, penghancuran empulur, pemerasan, penyaringan, pengendapan dan pengemasan. Tahapan awal pada proses pengolahan sagu yang paling banyak membutuhkan waktu dan tenaga yaitu pada proses penghancuran empulur. Oleh sebab itu, untuk mengatasi masalah tersebut maka sebuah perancangan suatu alat parut sagu bertenaga manual dan motor bakar sangat diperlukan. Selain itu, studi terkait proses pemarutan empulur menggunakan mesin parut sagu tersebut merupakan hal yang penting sehingga dapat diketahui kinerja serta cara pengoperasiannya secara pasti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengoperasian alat parut sagu bertenaga manual dan motor bakar cukup mudah dimana diperoleh kapasitas pemarutan 69,46 kg/jam dan 322,52 kg/jam, rendemen pati 34,74% dan 37,44% dan evaluasi pati dalam ampas 5,67 % dan 2,34% dari penggunaan masing-masing alat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5