cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalhumanus@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat Pusat Kajian Humaniora Gedung Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Indonesia 25131
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora
ISSN : 14108062     EISSN : 25283936     DOI : https://doi.org/10.24036/humanus.v21i2
Core Subject : Humanities, Art,
Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora (P-ISSN 1410-8062, E-ISSN 2528-3936) is an international journal devoted to the publication of original papers published by Center for Humanities Studies of FBS Universitas Negeri Padang. It is a peer-reviewed and open access journal of humanity studies, including linguistics, literature, philosophy, and cultural studies. Humanus accept manuscript in English, Indonesian, and Malay.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2016)" : 10 Documents clear
GENDER PERSPECTIVE IN THE NOVELS PADANG BULAN AND CINTA DI DALAM GELAS BY ANDREA HIRATA: A Study of Structure and Feminism Literary Criticism and Its Relevance as the Literature Reading Materials for High Schools Tanita Liasna; Khairil Ansari
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.828 KB) | DOI: 10.24036/jh.v15i2.6587

Abstract

PERSPEKTIF GENDER DALAM DWILOGI NOVEL PADANG BULAN DAN CINTA DI DALAM GELAS KARYA ANDREA HIRATA : Kajian Struktur dan Kritik Sastra Feminisme serta Relevansinya sebagai Bahan Bacaan Sastra di SMAAbstractThis study aimed at describing the structure and the gender perspective in the two serial novels of Padang Bulan and Cinta di dalam Gelas, and to know the relevance of the gender perspective in the two novels. This study uses two theories, namely the theory of structure and literary criticism on feminism that focuses on women as readers. Structural theory is used to analyze the intrinsic elements in the novels. The theory of feminist literary criticism is used to assess gender perspective in the novels. This research uses descriptive qualitative method. The results of this study indicate that (1) the structure of the novels Padang Bulan and Cinta di dalam Gelas in the form of theme, plot, character and characterization, setting, point of view, and the mandate, (2) a gender perspective which appears in the serial novels Padang Bulan and Cinta di dalam Gelas in the form of gender equality and gender inequity. Gender equality in the Padang Bulan novel is shown in form of access, participation and control. Then, gender injustice in Padang Bulan is in the forms of marginalization of women, the subordination of women, streotipe against women, violence against women, and workload. (3) the serial novels Padang Bulan and Cinta di dalam Gelas are highly relevant as literature reading material for high schools.Keyword: gender, structure, feminismAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan perspektif gender dalam dwilogi novel Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas, serta mengetahui relevansi perspektif gender dalam dwilogi novel tersebut. Dalam melakukan penelitian ini dipergunakan dua teori, yaitu teori struktur dan kritik sastra feminisme yang berfokus pada perempuan sebagai pembaca. Teori struktural digunakan untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik dalam dwilogi novel tersebut. Teori kritik sastra feminis digunakan untuk mengkaji perspektif gender dalam dwilogi novel tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) struktur dalam dwilogi novel Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas berupa tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, dan amanat, (2) perspektif gender yang muncul dalam dwilogi novel Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas berupa kesetaraan gender dan ketidakadilan gender. Kesetaraan gender dalam novel Padang Bulan berupa akses, partisipasi, dan kontrol. Adapun ketidakadilan gender dalam novel Padang Bulan berupa marginalisasi terhadap perempuan, subordinasi terhadap perempuan, streotipe terhadap perempuan, kekerasan terhadap perempuan, dan beban kerja. (3) dwilogi novel Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas sangat relevan dijadikan sebagai bahan bacaan sastra di SMA.Kata kunci: gender, struktur, feminisme
THE INTANGIBLE CULTURAL HERITAGE OF MINANGKABAU TRADITIONAL EXPRESSIONS: The Local Wisdom of the Society in Advising and Noble Advicing Hasanuddin W.S.
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.654 KB) | DOI: 10.24036/jh.v15i2.6513

Abstract

WARISAN BUDAYA TAKBENDA UNGKAPAN TRADISIONAL MINANGKABAU: Kearifan Lokal Masyarakat tentang Tunjuk Ajar dan Nasihat-nasihat MuliaAbstractThis paper contains a discussion of oral tradition traditional expression of Minangkabau proverb within the framework of the research of oral literature and folklore. Traditional expressions are related to advise about wisdom and belief, while belief is closely linked to the traditions and customs. All of which are summarized in two main points, namely culture and ideology. The ways to convey the noble advice through traditional expression uttered by using parables and comparisons which the meaning conveyed figuratively (indirectly), is one of the local wisdoms in Minangkabau community in building character education. Parables and comparisons can be made by refering to the properties and characteristics of plants (flora), animal (fauna), or on human behavior. It is important to categorize the parables and comparisons contained in traditional expressions of the Minangkabau proverbs. The categorization is formulated based on the real categorization made by the owner of intagible cultural heritage, namely the Minangkabau society. Based on this categorization, it can be identified the local wisdom about how the Minangkabau people give advice to the society in developing the society integrity, social control, blending the shattered power for social solidarity, group identity, and maintaining communal harmony.Keyword: intagible cultural heritage, category, traditional expression proverb, Minangkabau society                                                       AbstrakMakalah ini berisi pembahasan tentang tradisi lisan ungkapan tradisional peribahasa Minangkabau dalam kerangka penelitian sastra lisan dan folklor. Ungkapan tradisional peribahasa  berkaitan dengan tunjuk ajar kearifan dan keyakinan, sedangkan keyakinan berhubungan erat dengan  tradisi dan kebiasaan. Kesemuanya itu terangkum pada dua hal pokok, yaitu kebudayaan dan ideologi. Cara menyampaikan tunjuk ajar nasihat-nasihat mulia melalui ungkapan tradisional yang diutarakan dengan menggunakan bahasa perumpamaan dan perbandingan yang maknanya disampaikan secara kias (tidak langsung), merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Minangkabau di dalam menanamkan pendidikan karakter. Perumpamaan dan perbandingan dapat dilakukan dengan merujuk pada sifat dan karakteristik tumbuh-tumbuhan (flora), hewan (fauna), atau pada perilaku manusia. Perumpamaan dan perbandingan yang terdapat di dalam ungkapan tradisional peribahasa Minangkabau penting dirumuskan pengkategoriannya. Pengkategorian dirumuskan berdasarkan pengkategorian yang sesungguhnya telah dilakukan oleh masyarakat pemilik warisan budaya tak benda ini, yaitu masyarakat Minangkabau. Berdasarkan pengkategorian ini sekaligus dapat diidentifikasi kearifan lokal tentang bagaimana masyarakat Minangkabau melakukan tunjuk ajar di dalam mengembangkan integritas masyarakat, melakukan kontrol sosial, memadukan kekuatan bersama yang terpecah untuk solidaritas sosial, identitas kelompok, dan menjaga harmonisasi komunalnya.Kata kunci: warisan budaya tak benda,  kategori, ungkapan tradisional peribahasa,   masyarakat Minangkabau
HUMANITY DEGRADATION IN THE NOVELS WRITTEN BY MINANGKABAU ETHNICS Yasnur Asri; Zulfadhli Zulfadhli; M. Ismail Nasution
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.401 KB) | DOI: 10.24036/jh.v15i2.6570

Abstract

PENDEGRADASIAN KEMANUSIAAN DALAM NOVEL-NOVEL PENGARANG ETNIS MINANGKABAUAbstractLiterary works is often used as a social portrait of a society. Novels can be used to view a dynamic cultural or social portrait and the spirit of an age. Novels written by Minangkabau ethnic can be considered as a social representation of the society. This study focused only on socio-cultural portrait, especially the phenomenon of degradation of humanity. It is recognized that the degradation of humanity action is influenced by the culture and norms in the society. This study uses sociological theory of literature to reveal the forms of human degradation. In the sociology of literature, literary works can be seen as a reflection of the various phenomena that occur in the community. Thus, it can be said that the author of the novels of Minangkabau ethnic can be seen as a reflection of Minangkabau social condition. The forms degradatian in humanity in the novels are the interpreted and simultaneously studied the messages conveyed by the authors. Based on the analysis, it was found some forms of degradation of the humanity in the novels written by Minangkabau authors before and after the independent day. The forms of human degradation that are: (1) humanity degradation by social class; (2) humanity degrade through human as material; (3) humanity degradation through violence; (4) humanity degradation community based social function; (5) humanity degradation by power; and (6) humanity degradation by matrilineal culture system.Keyword: degradation, Minangkabau novel, literary sociologyAbstrakKarya sastra sering dijadikan potret sosial suatu masyarakat. Novel dapat digunakan untuk melihat suatu dinamika budaya atau potret sosial dan spirit suatu zaman. Novel-novel pengarang etnis Minangkabau dapat dipertimbangkan sebagai representasi sosial suatu masyarakat. Kajian ini hanya memfokuskan pada potret sosial-budaya, khususnya pada fenomena pendegradasian kemanusian. Disadari bahwa tindakan pendegradasian kemanusiaan dipengaruhi oleh budaya dan norma masyara­kat. Teori sosiologi sastra digunakan untuk mengungkap bentuk pendegradasian kemanusiaan. Dalam pandangan sosiologi sastra, karya sastra dapat dipandang sebagai refleksi dari berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa novel-novel pengarang etnis Minangkabau dapat dipandang sebagai refleksi sosial masyarakat Minangkabau. Bentuk pendegradasian kemanusiaan yang terdapat di dalam novel diinterpretasikan dan sekaligus memaknai pesan-pesan yang disampaikan pengarang. Berdasarkan analisis yang dilakukan, ditemukan beberapa bentuk pendegradasian kemanusiaaan yang diungkapkan dalam novel-novel pengarang etnis Minangkabau sebelum dan sesudah kemerdekaan. Bentuk-bentuk pendegradasian kemanusiaan itu adalah (1) pendegradasi kemanusiaan berdasarkan  kelas sosial; (2) pendegradasi kemanusiaan melalui pembendaan manusia; (3) pendegradasi kemanusiaan melalui kekerasan; (4) pendegradasi kemanusiaan berdasarkan fungsi sosial masyarakat; (5) pendegradasi kemanusiaan berdasarkan kekuasaan; dan (6) pendegradasi kemanusiaan berdasarkan sistem budaya matrilineal.Keyword: degradasi, novel Minangkabau, sosiologi sastra
THE SHIFT OF MINANGKABAU CULTURAL VALUES IN THE NOVEL PERSIDEN BY WISRAN HADI (A GENETIC STRUCTURALISM APPROACH) Delia Putri
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.241 KB) | DOI: 10.24036/jh.v15i2.6514

Abstract

PERGESERAN NILAI-NILAI BUDAYA MINANGKABAU DALAM NOVEL PERSIDEN KARYA WISRAN HADI (KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK)AbstractThis study aims obtaining an understanding of the shifting of Minangkabau cultural values. It uses qualitative descriptive through genetic structuralism approach. Issues covered are: (1) description of the intrinsic elements; (2) shift in cultural values in terms of social structure; (3) shift in cultural values in terms of the author's view. Data are sentences or paragraphs, dialogue and monologue taken from the novel Persiden written by Wisran Hadi. The intrinsic elements are themes, plots, characters, and background. Shifting social structure includes the nature of man and fellow covering courtesy, consensus, reconciliation, and responsibility. The life nature involves religious culture. The work nature includes the independence and human nature against time includes discipline value. The author's view includes change or inclusion of something that will shift the cultural values that already exist in society. When people grasp hold these values then everything can be controlled. On the contrary, cultural values would be destroyed if the society does not hold values that already exist. The study recommends the renewal and improvement of teaching materials by teachers. Through introducing literature to students will help students to improve their understanding of literature and broaden the perspective of students about the culture as a whole.                            Key Word:  shift, culture values, Minangkabau, structuralism genetic. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman tentang pergeseran nilai-nilai budaya Minangkabau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan strukturalisme genetik. Masalah yang dibahas adalah: (1) gambaran unsur intrinsik novel Persiden karya Wisran Hadi; (2) pergeseran nilai-nilai budaya ditinjau dari struktur sosial masyarakat; (3) pergeseran nilai-nilai budaya ditinjau dari pandangan dunia pengarang. Data penelitian berupa kalimat atau paragraf, dialog, dan monolog yang terdapat dalam novel Persiden karya Wisran Hadi. Berdasarkan analisis unsur instrinsik ditemukan tema, alur, tokoh/penokahan dan latar. Ditinjau dari struktur sosial ditemukan pergeseran nilai-nilai budaya Minangkabau, yaitu pergeseran hakikat manusia dengan sesama meliputi budaya sopan santun, musyawarah, kerukunan, dan tanggung jawab. Hakikat hidup meliputi budaya keagamaan. Hakikat karya meliputi budaya kemandirian dan hakikat manusia terhadap waktu meliputi budaya kedisiplinan. Ditinjau dari pandangan dunia pengarang; suatu perubahan atau masuknya sesuatu yang baru akan menggeser nilai-nilai budaya yang sudah ada pada masyarakat. Apabila masyarakat memegang kuat nilai-nilai tersebut maka semuanya dapat dikendalikan. Namun sebaliknya, nilai-nilai budaya akan hancur apabila masyarakat tidak memegang kuat nilai-nilai yang sudah ada. Penelitian ini merekomendasikan pembaharuan dan peningkatan materi ajar oleh guru. Melalui kegiatan memperkenalkan sastra kepada siswa akan membantu siswa untuk meningkatkan pemahaman terhadap sastra dan memperluas perspektif siswa mengenai budaya secara keseluruhan.Kata Kunci: pergeseran nilai-nilai budaya, Minangkabau, strukturalisme genetik.
THE PHENOMENA OF SPLIT-S AND FLUID-S IN MINANGKABAUNESE: A Grammatical-Typological Study Jufrizal Jufrizal
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.73 KB) | DOI: 10.24036/jh.v15i2.6512

Abstract

Minangkabaunese, a local language originally spoken by Minangkabaunese in West-Sumatera, has been typologically assigned as a nominative-accusative language (S = A, ≠ P) at syntactical level. Further typological studies on grammatical constructions, however, indicate that there are constructions which can be classified as the ergative-absolutive ones in this language. Thus, Minangkabaunese belongs to a neutral language, then. As a neutral language, it is assumed that this language has the constructions so called split-S and fluid-S. This paper, typologically discusses the grammatical properties of split-S and fluid-S in Minangkabaunese. The idea of this paper is derived and further developed based on a part of the research result conducted in 2013-2014. The data presented and discussed in this article were collected through a descriptive-qualitative research in the form the field research and library study. The analysis was based on the relevant theories of grammatical typology. The result of analysis tells that Minangkabaunese has the grammatical constructions which can be assigned as split-S and fluid-S. This typological discussion may add grammatical data and typological information into analyses on linguistic typology. Key word: Minangkabaunese, accusative, absoultive, split-S, fluid-S 
THE IMPACT OF TRANSLATION TECHNIQUES TOWARD THE QUALITY OF TRANSLATION: A Case Study on a Social Text Havid Ardi
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.839 KB) | DOI: 10.24036/jh.v15i2.6564

Abstract

Quality of translation is one of the most important aspect in translation studies. This article aims at reporting the impact of translation techniques toward the quality of translation in term of accuracy, acceptability, and readibility. This descriptive qualitative research focused on single case. Objective data were taken from the “Asal-usul Elite Minangkabau Modern: Respons terhadap Kolonial Belanda Abad XIX/XX” and its source text “The Minangkabau Respons to Dutch Colonial Rule in the Nineteenth Century”. Then, affective data were taken from the informants. The four of the most frequent techniques which influence the quality of the translation are amplification, literal translation, establish equivalence and modulation. Moreover, the translation quality is categorized good as the score of accuracy is 3.33, acceptability 3.53, and readibility 3.55 in the range of 1-4.
RACISM IN THE POST-COLONIAL SOCIETY: A Critical Discourse Analysis to Jacqueline Woodson’s Novels Muhammad Al Hafizh
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.698 KB) | DOI: 10.24036/jh.v15i2.6355

Abstract

RASISME DALAM MASYARAKAT PASCAKOLONIAL:  Sebuah Analisis Wacana Kritis terhadap Novel-novel Jacqueline WoodsonAbstractRacism can be a reason for a certain group of people to behave as civilized society and assume other groups as uncivilized society. Racism is closely related to orientalism and colonialism, since generally colonialism enrooted on the superiority ism of European or Western race as white. This research analyzes racial issues in the novels of Jacqueline Woodson. This research was conducted by using Critical Discourse Analysis (CDA) theory. The researcher also used deconstruction reading approach in order to reveal racial issues in this novel. The result of the research found that these novels show the traces of racism in pascacolonial era in America. In this novel the racism act of white is reflected in its relation with black people. Its relation shows up in some aspects; First, white’s prejudice toward black people in order to maintain white supremacy. Second, discrimination and segregation that are constructed by white to make black living in marginality. Those discrimination and segregation are conducted by using verbal expression, avoidance, exclusion, physical abuse, and extinction. Third, resistance of black people against racial discrimination.Key words: Racism, racial  prejudice, discrimination, segregation, resistance Abstrak Perbedaan ras dapat menjadi akar konflik sosial apabila diikuti oleh ideologi rasisme, yaitu keyakinan suatu kelompok yang beranggapan bahwa kelompok ras mereka lebih unggul dari ras yang lain. Rasisme sering dijadikan alasan oleh suatu kelompok untuk bersikap sebagai ras yang berperadaban, sekaligus beranggapan bahwa kelompok ras yang lain adalah masyarakat yang tidak berperadaban. Ideologi rasisme tersebut berkaitan erat degan orientalisme dan kolonialisme, karena biasanya kolonialisme berakar pada keyakinan tentang superioritas masyarakat Eropa atau Barat sebagai ras kulit putih yang lebih unggul. Penelitian ini mengkaji isu-isu rasial dalam novel karya Jacqueline Woodson. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Critical Discourse Analysis (CDA). Peneliti juga menggunakan metode pembacaan dekonstruksi untuk mengungkapkan isu-isu rasial dalam novel. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa novel-novel Jacqueline Woodson mengungkapkan jejak-jejak rasisme yang masih hidup pada era pasca kolonial di Amerika. Dalam karya tersebut ditemukan bahwa ideologi rasisme yang ditunjukkan oleh ras kulit putih terhadap ras kulit hitam  nampak dalam beberapa aspek; pertama, sikap prasangka rasial ras kulit putih terhadap ras kulit hitam untuk menjaga supremasi ras kulit putih. Kedua, diskriminasi dan pemisahan yang dikonstruksi oleh ras kulit putih untuk memarjinalkan ras kulit hitam. Tindakan tersebut muncul dalam bentuk ekspresi verbal, penghindaran, pengucilan, kekerasan fisik, dan pembunuhan. Ketiga, adanya resistensi dari kelompok ras kulit hitam untuk menentang diskriminasi rasial.Kata kunci: Rasisme, prasangka rasial, diskriminasi,pemisahan, resistensi
DIRECTIVE ACT IN THE TRANSACTION SALE AT CENTRAL MARKET OF WATAMPONE Muh. Safar
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.008 KB) | DOI: 10.24036/jh.v15i2.6623

Abstract

TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR SENTRAL WATAMPONEAbstractThe purpose of this research is to describe the directive act of transaction in central market of Watampone. This research is focused on directive speech act used by the speakers in the tansaction. This research uses qualitative research method. Techniques of collecting data are: 1) recording each respondent and 2) collecting additional data by interviewing. Validity of data was verified by using credibility, transferability, dependability, and confirmability. Data were analyzed based on two sources of information: 1) during data collection that is:  data  reduction stage, encodes, data selection, memo,  make summaries and temporary hypotesis and 2) after collecting the data: such  as conclusion results, either recording results, observation, or interview. Type of directive speech act found in the transaction at central market Watampone in this research are making question, order, advice, request, and recommendation.Keyword: direcitive speech act, transactionAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur direktif pada transaksi jual beli di Pasar Sentral Watampone. Fokus penelitian pada tindak tutur direktif dalam transaksi jual beli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi: 1) melakukan perekaman kepada setiap responden dan 2) pengumpulan data tambahan dilakukan wawancara. Untuk menverifikasi keabsahan data dilakukan dengan kredibilitas, transferbilitas, dependabilitas, dan komfirmabilitas. Data dianalisis dengan mengacu kepada dua sumber informasi, yaitu 1) selama pengumpulan data berlangsung, yakni: tahap reduksi data, mengkode, memilih data, memo, membuat ringkasan, dan membuat kesimpulan sementara dan 2) setelah pengumpulan data meliputi: penarikan kesimpulan hasil temuan, baik berupa hasil rekaman, observasi, atau wawancara. Tindak tutur direktif dalam transaksi jual beli di Pasar Sentral Watampone yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu bertanya, memesan, memerintah, menasehati, memohon/meminta, dan merekomendasikan. Kata kunci: tindak tutur direktif, transaksi jual beli
THE USE OF FOREIGN LANGUAGES IN CHILDREN LITERATURE IN INDONESIA Yenni Hayati
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.37 KB) | DOI: 10.24036/jh.v15i2.6511

Abstract

PEMAKAIAN BAHASA ASING DALAM SASTRA ANAK KARYA ANAK DI INDONESIA  AbstractChildren literature created by those who are between 9-12 years old in Indonesia describes children’s world and thought. There can be much found such as description of children’s dreams, children’s idol figures, also things liked and disliked by children. The children’ s world and thought tend to be described in foreign language in term of English. The English usage can be seen from place nomenclature, things nomenclature, figure nomenclature, and dialogue among characters.  It means that children writers have ability to use English. This reality shows positive phenomenon that they are able to create such thing the same with other children writers in the world, which attracts other foreign children readers to read in one side. In fact in other side, this phenomenon points that inheritance phenomenon of Indonesian language as if it is unable to represent children‘s expression as a whole. Keywords: children literature, foreign languages, Indonesian languageAbstrakSastra anak yang diciptakan oleh anak-anak usia 9-12 tahun di Indonesia menggambarkan dunia dan pemikiran anak-anak. Di dalamnya ditemukan banyak hal seperti penggambaran cita-cita anak-anak, tokoh-tokoh ideal anak-anak, dan juga hal-hal yang disukai dan tidak disukai oleh anak-anak.  Dunia dan pemikiran anak-anak tersebut cenderung digambarkan dalam bahasa asing dalam hal ini bahasa Inggris. Pemakaian bahasa Inggris tersebut terlihat dari penamaan tempat, penamaan benda, penamaan tokoh, dan juga dialog antar tokoh. Hal tersebut memperlihatkan bahwa pengarang anak-anak tersebut memiliki kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris . Di satu sisi, kenyataan tersebut menunjukkan gejala positif bahwa pengarang anak-anak mampu membuat karya mereka setara dengan karya anak-anak lain yang ada di dunia, lebih lanjut lagi karya anak-anak tersebut menarik anak-anak  dari negara lain untuk membaca karya mereka. Namun di sisi lain, hal tersebut memperlihatkan fenomena peninggalan terhadap bahasa yaitu bahasa Indonesia, seakan-akan bahasa Indonesia tidak mampu mewakili ekpresi anak-anak secara keseluruhan.Kata kunci: sastra anak, bahasa asing, bahasa Indonesia
BE PROUD OF INDONESIAN CULTURAL HERITAGE RICHNESS AND BE ALERT OF ITS PRESERVATION EFFORTS IN THE GLOBAL WORLD Risda Asfina; Ririn Ovilia
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.519 KB) | DOI: 10.24036/jh.v15i2.6428

Abstract

 BANGGA DENGAN KEKAYAAN WARISAN BUDAYA INDONESIA DAN WASPADA DENGAN USAHA PELESTARIANNYA DI DUNIA GLOBALAbstractIndonesia as an archipelago country has a lot of cultural heritage that it is decently called as a multicultural country. The richness of Indonesian culture is not only in tangible cultural heritage but also in intangible one. It includes artifacts, inscriptions, traditional food, clothes, music instruments, oral traditions and expressions, performing arts, rituals and festive events, knowledge and practices concerning nature and the universe, and traditional craftsmanship. However, there have been a number of issues concerning the sustainability of Indonesian cultural heritage. Some of which are the difficulty of connecting culture with societies, the struggle to maintain inter-generational transfer of knowledge, lack of recognition, stylistic and thematic imitation, misappropriation by unauthorized reproduction or distribution, and foreign claims to Indonesian cultural heritage. Those issues are influenced by the globalization era in which the development of life style and technology increases rapidly. Due to the crucial value of the culture as the identity of a nation, therefore Indonesia surely needs to preserve it. This paper aims to discuss the richness of Indonesian culture, several cultural issues in global world, and the cultural heritage preservation efforts. The significance of this paper is to give a better understanding about these issues and to create awareness about the importance of maintaining cultural identity of the nation in global world. Keywords: Indonesian cultural heritage; preservation efforts; global worldAbstractIndonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak warisan budaya yang biasa dikenal sebagai negara multikultural. Kekayaan budaya Indonesia tidak hanya dalam warisan benda budaya tetapi juga dalam bentuk tak benda. Ini termasuk artefak, prasasti, makanan tradisional, pakaian, alat musik, tradisi dan ekspresi lisan, seni pertunjukan, ritual dan festival, pengetahuan dan praktek mengenai alam dan semesta, dan kriya tradisional. Namun, ada sejumlah isu mengenai keberlanjutan warisan budaya Indonesia. Beberapa di antaranya adalah kesulitan menghubungkan budaya dengan masyarakat, perjuangan untuk mempertahankan transfer pengetahun antar-generasi, kurangnya pengakuan, peniruan gaya dan tematik, penyalahgunaan reproduksi dan distribusi oleh pihak yang tidak sah, dan klaim asing untuk warisan budaya Indonesia. Isu-isu tersebut dipengaruhi oleh era globalisasi ketika perkembangan gaya hidup dan teknologi meningkat pesat. Mengingat pentingnya nilai budaya sebagai identitas suatu bangsa, bangsa Indonesia tentu perlu untuk melestarikannya. Tulisan ini bertujuan untuk membahas kekayaan budaya Indonesia, beberapa isu budaya di dunia global, dan upaya pelestarian warisan budaya. Signifikansi dari makalah ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang masalah ini dan untuk menciptakan kesadaran tentang pentingnya menjaga identitas budaya bangsa di dunia global.Keywords: warisan budaya Indonesia; usaha pelestraian; dunia global

Page 1 of 1 | Total Record : 10