cover
Contact Name
Abdul Haris
Contact Email
aries.abdulharis957@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aries.abdulharis957@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20888503     EISSN : 26218046     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOKUS AL-MUNAWWARAH : Jurnal Pendidikan Islam memuat kajian-kajian pendidikan Islam baik itu berkenaan dengan strategi pembelajaran pendidikan Islam, dan manajemen kelembagaan pendidikan Islam, pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan Islam, dan kepemimpinan dalam lembaga pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2018): Maret" : 5 Documents clear
Pendidikan Ma’had Darul Qur’an Wal Hadist Syeikh Zaenuddin Anjani: Integrasi Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Berijazah Masyarakat: sistim pendidikan islam Muh. bisyrul hafy
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2018): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.869 KB)

Abstract

Ma’had Darul Qur’an Wal Hadist merupakan sekolah setingkat perguruan tinggi dengan menggunakan system klasik dengan mengadopsi sitem klasik yang identik dengan pola pendidikan abad pertengahan. Ma’had menganut system pendidikan agama dengan rujukan kitab-kitab warisan lama. Thullab dan guruya berinteraksi layaknya pengajian biasa. Mereka duduk bersila dalam ribuan jumlahnya. Model pembelajaran yang di terapkan di Ma’had dirancang oleh Maulana Al-Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul majid. karena pembelajaran yang dijarkan dima’had ini sangat tinggi. sehingga, menghasilkan lulusan yang mampu membawa perubahan sosial relegius dimasyarakat.
Metode, Prinsip-Prinsip, Tujuan dan Fungsi Pendidikan Islam dalam Menghadapi Perubahan Zaman wawan mulyadi purnama
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2018): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.668 KB)

Abstract

Dari zaman ke zaman, diera globalisasi sekarang ini yang dengan mulai masuknya kultur-kultur asing di Indonesia, sangat besar pengaruh dan dampaknya khususnya pada agama Islam yang semakin lama smakin terkikis. Lebih lagi agama Islam yang ada di bagian timur tengah dipandang sebagai agama garis keras oleh kalangan masyarakat umum yang ada di Indonesia bahkan di dunia. Dalam pendidikan Islam, metode yang tepat guna bila ia mengandung nilai-nilai intrinsik dan ekstrinsik sejalan dengan materi pelajaran dan secara fungsional dapat dipakai untuk merealisasikan nilai-nilai ideal yang terkandung dalam tujuan pendidikan Islam. Antara metode, kurikulum (materi) dan tujuan pendidikan Islam mengandung relevansi ideal dan oprasional dalam proses kependidikan. Kependidikan Islam mengandung makna internalisasi dan transformasi nilai-nilai Islam ke dalam pribadi peserta didik dalam upaya membentuk pribadi muslim yang beriman bertakwa dan pengetahuan yang amaliah mengacu kepada tuntunan agama berilmu dan tuntutan kebutuhan hidup bermasyarakat.Tujuan yang akan dicapai oleh pendidikan pada hakikatnya adalah suatu perwujudan dari nilai-niai ideal yang terbentuk dalam diri pribadi manusia yang diinginkan. Pendidikan islam harus mampu menciptakan manusia muslim yang berilmu pengetahuan tinggi, dimana iman dan takwanya menjadi pengendali dalam penerapan atau pengalamannya dalam masyarakat manusia. Pendidikan islam diharapkan pada berbagai perubahan dan perkembagan yang mendesaknya untuk melakukan perubahan dan perbaikan yang mendesaknya sehingga mampu melakukan penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi di Indonesia.
Peranan Nabi Muhammad sebagai Pembangun Masyarakat Madani dan Peletak Dasar Peradaban Islam Abdul Haris Haris
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2018): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.517 KB)

Abstract

Bagi setiap muslim, mempelajari dan memahami kehidupan dan perjuangan Muhammad Rasulullah SAW merupakan keniscayaan, dan mengikuti ajarannya adalah kewajiban. Artikel ini berusaha untuk menyegarkan kembali sekilas sejarah perjuangan Muhammad Rasulullah SAW, yang penulis mulai dari menjelaskan kondisi bangsa arab pra-Islam baik dari segi geografis, sosial, ekonomi, politik serta agama atau kepercayaan bangsa arab. Dalam usahanya mewujudkan masyarakat madani, nabi Muhammad menanamkan semangat persaudaraan (al-ikha), persamaan (al-musawah), toleransi (al-tasamuh), musyawarah (al-tasyawur), tolong menolong (al-ta’awun), dan keadilan (al-adalah), keenam semangat tersebutlah yang kemudian dewasa ini dicirikan sebagai corak masyarakat madani, yang semua hal tersebut telah diperjuangan dalam kehidupan masyarakat arab di sekitarnnya, baik saat beliau belum diangkat menjadi rasul maupun setelah diangkat menjadi rasul. Tulisan ini memang tidak menyajikan uraian yang rinci dan detail, namun telah diupayakan untuk memberikan gambaran yang utuh sekalipun hanya dalam garis besar. Rujukan yang digunakan untuk tulisan ini diharapkan bisa sedikit membantu pembaca untuk memperluas wawasan dan mengetahui lebih jauh kehidupan dan perjuangan beliau.
Shalat Ditinjau dari Sudut Pandang Pendidikan, Sosial dan Politik Ulyan Nasri
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2018): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.289 KB)

Abstract

Abstrak: Shalat apabila dijelaskan dari sudut pandang vertikal yaitu nilai esoteris (teks suci) dipahami sebagai media komunikasi antara “hamba” dengan “Khaliq”. Tujuannya adalah sebagai bukti ketaatan hamba dengan perintah sakral Tuhan, karena salah satu tugas seorang muslim sejati adalah menghambakan diri kepada Sanag Maha Kuasa sebagaimana yang telah ditetapkan dalam syari’at. Disatu sisi shalat apabila dijelaskan dari sudut pandang pendidikan, sosial dan politik (eksoteris) memiliki banyak nilai-nilai yang terkadung di dalamnya yang nantinya sebagai acuan untuk mencari jawaban atas problematika kehidupan yang sudah mulai bergeser kearah disintegrasi moral (dekadensi moral). Sikap dan gerakan dalam shalat dilakukan dengan tertib namun di luar shalat ternyata masih tidak tertib. Shalat ternyata tidak hanya mengajarkan tentang kepatuhan kepada Sang Pencipta, tapi di aspek lain mengajarkan kepatuhan kepada sesama manusia dan kerja sama yang baik. Salah satu nilai sosial dan politik dalam shalat dilihat dari aspek pendidikannya adalah antara imam dan makmun terjadi kerja sama yang sangat teratur, adil, disiplin, jujur dan toleransi.
Konsep Pendidikan Karakter Dalam Islam main din
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2018): Maret
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.192 KB)

Abstract

Abstrak: Kajian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena bahwa di era yang semakin global ini tuntutan adanya suber daya manusia yang berkualitas dan berwawasan tidak hanya dalam bidang ilmu pengetahuan umum saja, tetapi juga harus didasari dengan akhlak yang karimah, sehingga mampu mengendalikan diri dari pengaruh budaya yang serba membolehkan mengiringi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Kalau kita mengamati kehidupan umat Islam pada masa kini, maka tidaklah sedikit yang berkepribadian buruk. Dan apabila sikap di atas semakin membudaya, maka jelaslah akan berdampak negatif pada anak-anak yang masih dalam proses pembinaan moral agama. Pendidikan karakter pada dasarnya merupakan proses transforasi nilai-nilai kehidupan untuk ditumbuhkembangkan dalam kepribadian seseorang sehingga menjadi satu dalam perilaku orang itu. Dalam hal ini karakter mempunyai tiga unsur pokok, yaitu mengetahui kebaikan (knowing the good), mencintai kebaikan (loving the good) dan melakukan kebaikan (doing the good). (2) dalam Islam pendidikan karakter merupakan misi utama para Nabi. Muhammad Rasulullah sedari awal tugasnya memiliki suatu pernyataan bahwa dirinya diutus untuk menyempurnakan karakter (akhlak). Adapun karakter Nabi Muhammad yang harus diteladani adalah sebagai berikut: Shiddiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah. (3) dalam implementasi pendidikan karakter, seorang guru harus memiliki sikap yang harus dilaksanakan dalam proses belajar mengajar, antara lain: memunculkan rasa empati terhadap peserta didik, mengakui konsep diri peserta didik, menumbuhkan sikap toleransi, guru sebagai fasilitator, guru menciptakan suasana Pedagogi-Dialogis, mengkombinasikan perasaan dan bahan pengajaran, dan adanya transparasi guru siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5