cover
Contact Name
Abdul Haris
Contact Email
aries.abdulharis957@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aries.abdulharis957@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20888503     EISSN : 26218046     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOKUS AL-MUNAWWARAH : Jurnal Pendidikan Islam memuat kajian-kajian pendidikan Islam baik itu berkenaan dengan strategi pembelajaran pendidikan Islam, dan manajemen kelembagaan pendidikan Islam, pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan Islam, dan kepemimpinan dalam lembaga pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2017): September" : 5 Documents clear
Kompetensi Guru dalam Perspektif Pendidikan Islam main din
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2017): September
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.692 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan masalah penting yang memperoleh prioritas utama sejak awal kehidupan manusia. Bahkan Rasulullah SAW sendiri telah mengisyaratkan bahwa proses belajar bagi setiap manusia adalah sejak ia masih dalam kandungan ibunya, sampai ia sudah mendekati liang kuburnya. Sebagai agama yang mengutamakan pendidikan, maka sepanjang kurun kehidupan umat Islam hingga kini, telah muncul banyak ahli pendidikan yang menyumbangkan buah pikirannya dalam bidang pendidikan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam konsep perspektif pendidikan Islam adalah seseorang yang memiliki tugas mendidik dalam arti pencipta, pemelihara, suritauladan, pembaharu yaitu mengubah kondisi peserta didik agar perkembangan potensi dan kemampuan tersebut diatas disebut murobbi yang di dalamnya terdapat unsur, muallim, muaddib, mudarris dan mursyid yang implementasinya bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah Rosul. Menjadi kompetensi yang lebih akurat dan sempurna karena akan mengahasilkan output peserta didik yang berintelektual tinggi berbasis karakteristik yang mulia karena bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah Rosul.
Pola Asuh Orang Tua dan Guru dalam Perkembangan Moral pada Anak Usia Dini Susan santi
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2017): September
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.458 KB)

Abstract

Perkembangan anak akan efektif, jika pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua dan guru dapat dilakukan bersama-sama. Sehingga apa yang diharapkan oleh orang tua dan guru dapat terlaksana dengan baik, terutama pengasuhan dalam perkembangan moral pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan dua sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Adapun teknik dalam pengumpulan data, yaitu: 1). Metode observasi, 2). Metode wawancara, dan 3) Metode dokumentasi. Berdasarkan pembahasan yang dipaparkan, maka hasil penelitian dapat diketahui bahwa: 1). Pola asuh orang tua di rumah dalam perkembangan moral anak cenderung kepada pola asuh demokratis. Namun, selain pola asuh demokratis, ada juga yang menggunakan pola asuh otoriter dan pola asuh permisif.Di samping itu, terlihat jelas bahwa bentuk pola asuh demokratislah yang paling dominan diterapkan oleh orang tua di rumah. Sedangkan pola asuh guru di sekolah, yaitu guru menggunakan beberapa pendekatan pembelajaran dan metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas yang di sesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangan anak. Kerjasama orang tua dan guru sangat diperlukan dalam pengasuhan anak, terutama dalam perkembangan moral anak baik di rumah maupun di sekolah.Hal itu dilakukan, agar terjadi kesinambungan antara pola asuh guru di sekolah dan orang tua di rumah.Adapun bentuk kerjasama yang dilakukan yaitu, dengan membentuk HKO (Hari Konsultasi Orang Tua), KPO (Kelompok Pertemuan Orang Tua), dan kunjungan rumah.
Konsep Pendidikan dalam Al-Qur'an Sri Andria Sya'bani
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2017): September
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.002 KB)

Abstract

Al-Qur’an bukanlah ilmu melainkan kitab suci yang utama dan pertama serta pedoman hidup bagi umat Islam dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Sebagai kitab suci, Al-Qur’an mengajarkan berbagai ajaran yang berkaitan dengan moral, politik, hukum, ekonomi, sosial, sejarah, kebudayaan, teologi, tasawuf, pendidikan, dan lain-lain.Terkait dengan bidang pendidikan, ternyata di dalam Al-Qur’an hanya sedikit yang membahasnya. Namun demikian, meski ayat-ayat tentang pendidikan amat kecil dan terbatas, tapi ia membawa pedoman-pedoman dasar yang perlu dan wajib dipegang dalam mengatur pelaksanaan pendidikan umat.
Perang Teluk dan Intervensi Amerika Serikat siti arpah
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2017): September
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.555 KB)

Abstract

Dasar hukum hubungan internasional adalah kemerdekaan bagi tiap-tiap bangsa,oleh karena itu tidak diperkenankan satu negara manapun untuk ikut campur dalam ranah domestik negara lain.Akan tetapi, pada saat ini kekuatan negara-negara besar dalam ranah domestik negara-negara lain tidak dapat dibantah. Berbagai konflik bersejarah di Timur Tengah tidak terlepas dari keberadaaan Amerika Serikat, seperti keterlibatan Amerika Serikat pada Perang Teluk. Amerika secara terang-terangan berada dipihak Irak dengan menyediakan persenjataan teknologi terbaru serta gambar satelit posisi dan pergerakan pasukan Iran.
Kepemimpinan (Leadership) dalam Pondok Pesantren, Madrasah dan Sekolah (Tinjauan Manajemen) Abdul Haris Haris
Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2017): September
Publisher : LP3M Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Wathan SAMAWA SUMBAWA BESAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.675 KB)

Abstract

Salah satu faktor yang sangat menentukan kesuksesan setiap institusi atau organisasi adalah pemimpin. Maka membicarakan pemimpin tidak akan ada habisnya, lebih-lebih ketika membicarakan mengenai kepemimpinan di lembaga pendidikan. Maju dan mundurnya lembaga pendidikan tidak terlepas dari kualitas dan gaya kepemimpinan yang digunakan atau diterapkan oleh pimpinannya. Oleh karena itu, setiap pemimpin di lembaga pendidikan baik di lembaga pendidikan seperti pondok pesantren, sekolah dan madrasah harus benar-benar memahami tugas dan tanggungjawabnya dengan baik. Setiap corak lembaga pendidikan tentunya memiliki gaya kepemimpinan tersendiri, masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahannya, pondok pesantren misalnya, yang dipimpin oleh kiai, cendrung lebih otoriter, karena semua keputusan yang dilakukan lebih sering difikirkan sendiri tanpa melibatkan banyak peran serta masyarakat. Disebabkan juga oleh budaya di Indonesia yang masih kental budaya paternalistiknya, maka kiai adalah tokoh sentral sekaligus pemimpin yang menjadi rujukan semua keputusan dan bagaimana jalannya pondok pesantren. Berbeda dengan sekolah, kepemimpinannya lebih demokratis, karena semuanya telah diatur dengan jelas bagaimana suksesi kepemimpinan, dan semua orang yang memenuhi kualifikasi untuk menjadi pemimpin di sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin. Kepemimpinan di sekolah juga sebenarnya bisa dibilang sebagai kordinator dalam menjalankan semua kegiatan dan program kerja lembaga pendidikannya dalam usaha mencapai tujuan, karena pada akhirnya yang bekerja adalah semua jajaran pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah tersebut. Sedikit berbeda dengan madrasah, karena madrasah berbentuk semi sekolah umum dan semi pondok pesantren, maka corak kepemimpinannya juga memiliki gaya tersendiri, namun bagaimanapun, madarasah sekarang sudah lebih mirip dengan sekolah umum biasa. Maka kualifikasi seorang pemimpin yang ada dilembaga pendidikan umum seperti sekolah harus juga dimiliki oleh seorang pemimpin dilembaga pendidikan seperti madrasah, selain dari pada itu, gaya kepemimpinan di sekolah juga harus dibantu dengan gaya kepemimpinan yang ada di pondok pesantren dimana seorang kiai sangat dihormati karena memang memiliki kelebihannya tersendiri, seorang pemimpin di madrasah harus memiliki kharisma dan kemampuan lebih di atas kemampuan rata-rata masyarakat sekolahnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5