Al-MUNZIR
Journal Al- Munzir (p-ISSN: 1979-4894; e-ISSN: 2620-326X) is a journal that publishes scientific papers, articles in the form of thought study and research results. Al-Munzir received articles from academics, researchers, journalists and national and international students in the fields of communication science, Islamic broadcasting communications, da'wah science, Journalism, Public Relations, and Islamic Counseling Counseling. Articles published in the journal Al-Munzir include the results of scientific research, scientific article reviews, and responses or criticisms of previous studies that already exist. Al Munzir's journal is published twice a year by Ushuluddin Adab Faculty and IAIN Kendari Da'wah.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017"
:
10 Documents
clear
AKTIFITAS PROMOSI DALAM UPAYA MENINGKATKAN JUMLAH MAHASISWA PADA PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
HADAWIAH HADAWIAH
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (118.69 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v10i1.797
Pendidikan saat ini menjadi kebutuhan masyarakat yang paling utama dalam menghadapi masa depan bangsa, hal ini menjadi kesempatan bagi pebisnis khususnya bisnis dalam bidang pendidikan. Saat ini, persaingan perguruan tinggi baik negeri (PTN) dan swasta (PTS) di Indonesia dalam memperebutkan mahasiswa cukup berat. Penelitian ini bertujuan menganalisis Aktifitas promosi, efektifitas, dan faktor penghambat promosi dengan menggunakan metode campuran (mixed methode). Subyek dalam penelitian ini terdiri dari tim promosi dan calon mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komunikasi UMI sebanyak 60 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi data dan tehnik uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi yang dilakukan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi UMI adalah Iklan, Personal Selling, Publisitas, dan Word of Mouth. Iklan secara parsial adalah variabel yang paling berpengaruh (44,4%) sedangkan variabel yang paling sedikit pengaruhnya adalah Publisitas (29,3%). Variabel Iklan, Personal Selling, Publisitas, dan Word of Mouth secara serempak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah mahasiswa sebesar 75,6 % sedangkan sisanya 24,4% dipengaruhi oleh variabel lain. Faktor penghambat kegiatan promosi selama ini adalah dana promosi yang kurang, dan SDM yang belum solid.Kata kunci: Aktifitas Promosi, Peningkatan Jumlah mahasiswa
LITERASI MEDIA: CERDAS DAN BIJAK MENIKMATI KONTEN MEDIA BARU
SRI HADIJAH ARNUS
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.353 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v10i1.802
Pergeseran media massa konvensional ke media baru menimbulkan kemudahan dalam berkomunikasi diantaranya tidak adanya batasan ruang dan waktu, adanya interaktivitas yang tinggi dan sistem komunikasi yang desentralized, sehingga khalayak tidak lagi pasif menerima informasi, tetapi dapat pula berperan menyebarkan informasi. Hal ini mengakibatkan banyaknya informasi yang menerpa khalayak baik yang berdampak positif maupun yang dapat memberikan dampak yang negatif bagi khalayak. Dampak negatif yang dapat ditimbulkan diantaranya banyaknya beredar berita bohong atau hoax dan konten media yang dapat memberikan pengaruh yang negatif, seperti adanya perubahan persepsi khalayak, terbentuknya sikap stereotipe, terancamnya persatuan dan kesatuan bangsa dan perpecahan antar suku dan agama. Melihat fenomena tersebut dipandang penting adanya literasi media bagi khalayak agar mereka lebih kritis dalam memilah konten media dan mampu menganalisis isi media. Pemahaman literasi media dapat dilakukan melalui sistem pendidikan formal yaitu dengan cara memasukkan literasi media kedalam kurikulum pendidikan sekolah. Literasi media juga dapat diberikan pada pendidikan non formal seperti dengan mengadakan seminar, pelatihan, taman pendidikan Al-Quran, forum keagamaan seperti majelais taklim dan forum organisasi kemasyarakatan. Hal ini tentunya dapat terwujud dengan dukungan orangtua, guru, para opinion leader dan da’i yang aktif dalam menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat. Kata Kunci: Literasi Media, Komunikasi, Media baru, Media masaa konvensional
DAKWAH DALAM BINGKAI KEBINEKAAN
MANSUR MANSUR
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (552.37 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v10i1.798
Membincangkan kebinekaan sama artinya kita menggugat eksistensi kemanusiaan manusia di permukaan bumi ini sebagai makhluk yang memang diciptakan oleh Allah secara berbeda. Betapa tidak, secara fitrah manusia diciptakan bersuku-suku, berbangsa-bangsa, beragam warna kulit dan bahasa bahkan agama. Karena itu, kebinekaan/keragaman ini menuntut kita untuk mampu mengakui perbedaan yang melahirkan sikap toleran terhadap berbagai macam keragaman tersebut. Saling mengklaim bahwa saya/kita/kami lah yang paling toleran terhadap perbedaan pada akhirnya menggiring pihak tersebut ke dalam kubangan intoleransi yang pada akhirnya anti kebinekaan/keberagaman. Keragaman/kebinekaan belakangan ini mendapat ujian berat oleh berbagai peristiwa sosial kemasyarakatan sehingga tulisan ini hadir sebagai wujud ikhtiar untuk menawarkan solusi agar kebinekaan dan keragaman ini tetap pada posisinya untuk menciptakan kerukunan. Pelaku dakwah dituntut kontribusi solusifnya untuk memberi bimbingan kepada jamaahnya agar senantiasa menyikapi berbagai kebinekaan/perbedaan yang dijumpainya di tengah-tengah kehidupan bersama di masyarakat.Kata Kunci : Dakwah Islam, kebinekaan, Toleransi.
REALISASI KOMUNIKASI MANUSIA PADA ALLAH (STUDI ATAS PENAFSIRAN SURAH AL-FATIHAH DALAM TAFSIR AT-TANWIR)
SYAHRUL MUBARAK
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (518.841 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v10i1.803
Tulisan ini membicarakan mengenai realisasi komunikasi yang dibangun manusia sebagai hamba kepada Allah sebagai Sang Pencipta. Dimana ada pola komunikasi yang baik dan dibangun secara dua arah. Sehingga apa yang disampaikan oleh Allah dalam firman-firman-Nya dapat dimaknai serta diterjemahkan dengan baik dalam kehidupan oleh manusia. Pembahasan komunikasi tersebut berdasarkan penafsiran surah al-Fatihah yang terdapat dalam Tafsir At-Tanwir. Kemudian menggunakan element komunikasi yang dikemukakan oleh Hamidi. Dengan begitu, dalam tulisan ini diketahui bahwa dengan terjadinya komunikasi yang baik berdasarkan petunjuk al-Qur’an tersebut merupakan bentuk dari realisasi komunikasi manusia pada Allah.Kata Kunci : Komunikasi Manusia Pada Allah, Surah al-Fatihah, Tafsir At-Tanwir.
URGENSI DAKWAH DALAM NEGARA
AKHMAD SUKARDI
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.71 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v10i1.794
Keterkaitan antara Negara dan dakwah tercermin dalam perilaku Rasulullah saw. Beliau telah memikul dua tanggung jawab, sebagai pemimpin agama yang punya kewajiban menyampaikan dakwah kepada umat dan sebagai kepala Negara, punya tanggung jawab bagi berlangsungnya kehidupan yang sejahtera lahir dan batin. Dakwah adalah sebuah proses atau kegiatan yang berkesinambungan terhadap aktivitas – aktivitas yang bertujuan untuk memperbaiki, membina, dan membentuk masyarakat yang bahagia dan sejahtera, sedang Negara yang dimaksud dalam tulisan ini adalah dukungan dan partisipasi negara terhadap proses penyampaian dakwah baik negara pada zaman nabi Muhammad saw hingga negara Indonesia. Dakwah dapat berperan dalam Negara Indonesia yang kita cintai, jika negara dalam hal ini pemerintah dapat memberikan dukungan dan partisipasi negara terhadap proses dakwah. Sebaliknya dakwah akan selalu memberikan kontribusi bagi pelaksanaan tata kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama, jika dakwah dijadikan sebagai wadah penyampaian berbagai kebijakan dan program pemerintah. Kata-kata Kunci : Dakwah, Negara
JEJAK KARYA DAN PEMIKIRAN ABDUL DJABBAR ABU (TH. 1935-2000)
MUHAMMAD ALIFUDDIN
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (293.356 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v10i1.799
Uraian deskriptif tentang: Jejak Karya dan Pemikiran H.Abdul Djabbar Abu bertujuan untuk membekukan pandangan-pandangan keagamaan beliau dalam sebuah tulisan sehingga pemikiran tokoh tersebut dapat diakses oleh masyarakat muslim secara luas. Berangkat dari data yang diperoleh baik melalui serangkaian wawancara dan studi dokumen dapat disimpulkan bahwa, Abdul Djabbar Abu adalah tokoh yang penuh inovatif, hal ini dapat dilihat dari buah tangan beliau yang diwariskan kepada masyarakat Muslim yaitu sebuah pesantren Al-Munawwarah Konawe. Selain karya fisik Abdul Djabbar Abu juga memberikan sumbangan pemikiran tentang berbagai hal diantaranya tentang agama, adminsitrasi dan lingkungan hidup.Kata-kata kunci : Jejak, Karya, Pemikiran, Abdul Djabbar Abu
AKHLAK KEPADA AL-QUR’AN
AMRI AMRI
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (581.05 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v10i1.795
Al-Qur’an mengisyaratkan bahwa manusia sejak lahir membawa dua potensi yaitu: potensi kefasikan dan potensi ketaqwaan. Kedua potensi ini memiliki keseimbangan, tidak berat sebelah. Perkembangan kedua potensi tersebut tergantung kepada manusia itu sendiri. Jika menusia itu mengembangkan potensi ketaqwaannya, maka dia menjadi orang yang bertaqwa dan berakhlak terpuji. Dan jika manusia itu mengembangkan potensi kafasikannya, maka dia menjadi orang yang fasik dan berakhlak tercela. Jadi, akhlak itu terbagi dua macam yaitu: akhlak yang terpuji dan akhlak yang tercela. al-Qur’an merupakan firman Allah yang berisi tiga ajaran pokok yaitu: aqidah, ibadah dan akhlak. Terdapat beberapa ayat al-Qur’an yang mengisyaratkan bahwa manusia harus berakhlak kepada al-Qur’an dan terdapat pula beberapa Hadis yang mengisyaratkan hal itu. Di samping itu, terdapat juga riwayat yang menjelaskan bahwa sahabat Rasulullah saw berdoa setelah menamatkan bacaan al-Qur’an.Kata-kata kunci : Akhlaq, al-Qur’an, Fasiq, Taqwa
RABIATUL ADAWIYAH DAN PEMIKIRANNYA
RAHMAWATI RAHMAWATI
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (620.85 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v10i1.800
Rabiatul Al-Adawiyah adalah salah satu sufi perempuan dari Basrah, beliau dilahirkan sekitar tahun 95-99H/7 713-717 M, dan beliau wafat pada tahun 185H/801. Rabiatul Adawiyah adalah seorang sufi yang memberikan warna tersendiri dalam dunia tasawuf dengan pengenalan tasawufnya yang dikenal dengan konsef mahabbahnya. Konsep ini bercerita tentang bagaiman cintanya seorang hamba dengan khaliknya, bukan karena takut dengan siksa neraka atau mengharap surga tetapi cinta itu merupakan cinta yang tulus dengan tanpa mengharapkan balasan terhadap segala ibadah yang dilakukan. Cinta yang dimaksud oleh Rabiatul Adawiyah adalah cinta yang tumbuh karena cerahnya mata batin dalam melihat kemahlukan diri, serta kesadaran akan kasih saying Allah yang selalu dirasakan tak pernah berhenti membelai dirinya. Dalam salah satu ayat yang menguatkan cintanya terhadap Allah SWT ada dalam surah Al-Baqarah 2:165 yang artinya : Dan diantara manusia ada orang –orang yang menyembah tandingan tandingan selain Allah, mereka mencnitai sebagaimana mereka mencintai Allah,,Adapun Orang –orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah, Dan jika seandainya orang –orang yang berbuat zalim itu menyembah selain Allah, mengetahui ketika mereka melihat siksa pada hari kiamat, bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaNya ( niscaya mereka menyesal ) Kata Kunci : Rabiatul Adawiyah, Mahabbah
FACEBOOK SEBAGAI MEDIA DAKWAH
AMINUDIN AMINUDIN
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (493.215 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v10i1.796
Tulisan ini bertujuan untuk menyajikan informasi tentang salah satu jaringan media sosial yang bisa digunakan oleh para da’i dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah yaitu facebook. Fasilitas tersebut merupakan suatu alternatif yang efektif dalam upaya untuk menghubungkan antara individu yang satu dengan yang lain agar terjalin hubungan silaturrahmi yang harmonis dan saling menguntungkan.Salah satu unsur yang sangat menunjang di dalam proses berlangsungnya dakwah yang dikenal pula dengan istilah media dakwah. Media dakwah, tidak cukup hanya mengandalkan media-media tradisional, seperti melalui ceramah-ceramah dan pengajian-pengajian yang masih menggunakan media komunikasi oral atau tutur. Penggunaan media-media komunikasi modern sesuai dengan taraf perkembangan daya pikir manusia harus dimanfaatkan sedemikian rupa, agar dakwah Islam lebih mengena sasaran dan tidak out of date. Diantaranya adalah facebook sebagai salah satu jaringan media sosial. Facebook sebagai salah satu media dakwah tidak dapat dipungkiri juga memiliki dampak positif dan negatif dalam menyampaikan dakwah. Diantara dampak positifnya adalah Dakwah via media facebook merupakan alternatif dakwah selain dakwah melalui kontak langsung tatap muka dan dakwah dalam bentuk tulisan panjang selain dalam bentuk message dan status, juga dapat disampaikan lewat notes atau catatan dan gambar dalam photo. Adapun dampak negatifnya, diantaranya adalah Tulisan-tulisan bernada dakwah yang di postkan oleh status maupun notes atau catatan, biasanya komentarnya jarang dan efek dari proses dakwah via facebook ini kurang bisa diamati secara maksimal karena bersifat maya.Kata Kunci: Facebook dan Media Dakwah
PENDEKATAN PRAGMATIK DALAM PENGAJARAN BAHASA
SITI FAUZIAH
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.527 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v10i1.801
Pragmatik, sebagaimana yang diperbincangkan di Indonesia dewasa ini, dapat dibedakan atas dua hal yaitu pragmatik sebagai sesuatu yang diajarkan, dan pragmatik sebagai sesuatu yang mewarnai tindakan mengajar. Adapun tujuan kurikulum pengajaran pragmatik menurut Kurikulum 1984 ialah agar “siswa memiliki kemampuan berbahasa Indonesia sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa; tujuan kurikuler itu disusul dengan tujuan instruksional umum yang berbunyi sebagai berikut: “agar siswa memahami dan dapat menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan tata krama berbahasa secara tulisan atau lisan melalui berbagai media untuk berbagai fungsi bahasa. Pragmatik yang dimaksudkan sebagai bahan pengajaran bahasa atau yang disebut juga “fungsi komunikatif” lazimnya disajikan di dalam pengajaran bahasa asing. Setiap bahasa memiliki sejumlah fungsi komunikatif, dan didalam fungsi komunikatif itu terdapat utaraan seperti “menyatakan setuju”, “menyatakan tidak setuju”, “menyatakan penolakan terhadap ajakan “, “menyatakan ucapan terima kasih”.Kata Kunci: Pragmatik, Pendekatan, Pengajaran Bahasa