cover
Contact Name
Syarif Rizalia
Contact Email
syarif.rizal.albar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
syarif.rizal.albar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-MUNZIR
ISSN : 19794894     EISSN : 2620326X     DOI : -
Journal Al- Munzir (p-ISSN: 1979-4894; e-ISSN: 2620-326X) is a journal that publishes scientific papers, articles in the form of thought study and research results. Al-Munzir received articles from academics, researchers, journalists and national and international students in the fields of communication science, Islamic broadcasting communications, da'wah science, Journalism, Public Relations, and Islamic Counseling Counseling. Articles published in the journal Al-Munzir include the results of scientific research, scientific article reviews, and responses or criticisms of previous studies that already exist. Al Munzir's journal is published twice a year by Ushuluddin Adab Faculty and IAIN Kendari Da'wah.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "No 2 (2018): Vol. 11 No.2 November 2018" : 10 Documents clear
Dampak Globalisasi Pada Politik, Ekonomi, Cara Berfikir Dan Ideologi Serta Tantangan Dakwahnya Retna Dwi Estuningtyas
Al-MUNZIR No 2 (2018): Vol. 11 No.2 November 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.99 KB) | DOI: 10.31332/am.v11i2.1118

Abstract

Globalisasi sebagai isu kontroversial telah menciptakan celah besar dalam kehidupan politik negara, menghancurkan budaya lokal, serta merobek sekat antar negara. Ancaman terhadap kehidupan manusia akibat globalisasi juga semakin beragam, tidak hanya datang dari perang besar atau nuklir, tetapi juga dari kekuatan radikal yang berkembang di masyarakat dan melahirkan terorisme. Sementara dampak globalisasi terhadap ekonomi dunia adalah: kemiskinan dan kesenjangan global, krisis pangan dunia, pencucian uang. Dampak globalisasi terhadap cara berpikir orang adalah: adanya solidaritas virtual, munculnya gerakan perempuan transnasional. Globalisasi juga mempengaruhi ideologi dan dakwah. Dampak terhadap dunia dakwah adalah: mengubah paradigma dakwah dan mempersiapkan da'i dalam berkhotbah di era yang sudah sangat maju, maka da'i harus memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan kegiatan dakwah. Era globalisasi telah menyatukan dimensi sosial, ekonomi, politik, keamanan, budaya dan lingkungan melalui proses integrasi, interkoneksi dan ketergantungan. Oleh karena itu, masalah yang muncul tidak hanya semakin kompleks tetapi melintasi batas-batas nasional (transnasional) dan akibatnya mempengaruhi dan menyebabkan dampak yang tidak dapat dihindari bagi semua warga dunia. Kata kunci: Globalisasi, Negara, Hubungan, Da'wah.
Pembelajaran Bahasa Yang Sesuai Dengan Perkembangan Anak Siti Fauziah
Al-MUNZIR No 2 (2018): Vol. 11 No.2 November 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.43 KB) | DOI: 10.31332/am.v11i2.1123

Abstract

Anak mengkomunikasikan kebutuhan, pikiran, dan perasaannya melalui bahasa dengan kata-kata yang bermakna unik. Kemampuan anak memahami bahasa sebagian besar terbatas pada pandangannya sendiri. Dengan kata lain, anak memiliki keterbatasan bahasa dalam memahami bahasa dari sudut pandang orang lain. Meningkatnya perkembangan bahasa anak terjadi sebagai hasil perkembangan fungsi simbolis. Perkembangan simbol bahasa pada anak sangat berpengaruh terhadap kemampuan anak untuk belajar memahami bahasa dari pandangan orang lain dan meningkatkan kemampuannya untuk memecahkan persoalan.Anak-anak memiliki karakteristik perkembangan fisik dan psikologis yang khas. Oleh karena itu, guru harus mampu mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak tersebut. Pembelajaran hendaknya berorientasi pada kebutuhan anak. Anak usia sekolah sedang membutuhkan pengembangan fisik dan psikhis (kognitif, bahasa, fisik/motorik, sosial emosional dan seni) secara optimal. Oleh sebab itu, dalam pembelajaran bahasa, rancangan pembelajaran disesuaikan dengan taraf perkembangan anak. Jika kegiatan pembelajaran bahasa tidak dikaitkan dengan faktor-faktor perkembangan, anak-anak akan mengalami kegagalan dan frustasi. Kelas yang berpusat pada anak menawarkan kesempatan bagi keberhasilan bukan kefrustrasian. Akan tetapi tim pengajar tidak akan membuat semuanya mudah bagi semua anak, para guru menyesuaikan kegiatan pembelajaran yang menantang bagi setiap tingkat perkembangan anak.Kata Kunci: Pembelajaran, Bahasa, Perkembangan Anak 
Menyiapkan Pesan Dakwah Di Era Informasi H.M Kholili Kholili
Al-MUNZIR No 2 (2018): Vol. 11 No.2 November 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.649 KB) | DOI: 10.31332/am.v11i2.1119

Abstract

Era Informasi akan menjadi ancaman bagi pengembangan dakwah,  karena    banyak informasi  di tengah umat tidak  sesuai  dengan cita-cita  dakwah; namun ia akan dapat merupakan  peluang, ketika kita dapat memanfaatkannya bagi pengembangan dakwah. Permasalahannya adalah: Bagaimana seorang da’i atau lembaga dakwah dapat memanfaatkan Era Informasi  ini untuk mengembangkan dakwah yang akan memenuhi dan mendukung kehidupan umatnya? Beberapa langkah  yang dapat diupayakan dalam  pengembangan  dakwah: Meratakan informasi kehidupan umat; Menyiapkan informasi menjadi pengetahuan; Menyaring informasi yang merugikan umat; Memberikan literasi media-literasi informasi;  dan Pembinaan keberagamaan umat. Kata kunci: Era informasi, Peluang, Pengembangan Dakwah.
Konsep Pendidikan Karakter Perspektif Kh. Hasyim Asy’ari Studi Kitab Adbul ‘Alim Wal Muta’alim Lukmanul Hakim
Al-MUNZIR No 2 (2018): Vol. 11 No.2 November 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.031 KB) | DOI: 10.31332/am.v11i2.1124

Abstract

Karakteristik pemikiran Kiai Hasyim Asy’ari tentang pendidikan karakter dalam kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim, dapat dikategorikan kedalam corak yang praktis dan berpegang teguh pada Alquran dan Hadist. Kecenderungan lain dari pemikiran beliau adalah mengetengahkan nilai-nilai etis yang bernafaskan sufistik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana konsep pendidikan karakter menurut K.H Hasyim Asy’ari dalam kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim dan juga bagaimana karakter yang harus dimiliki oleh murid terhadap guru menurut K.H Hasyim Asy’ari dalam kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim. Penelitian ini ditulis dengan jenis penelitian kepustakaan dan dengan metode deskriptif-analitis. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsep pendidikan karakter menurut K.H Hasyim Asy’ari lebih ditekankan kepada: Pertama, memurnikan niat, Kedua, berperilaku qana’ah, Ketiga, bersikap wara’, Keempat, berperilaku tawadhu’, Kelima, berperilaku zuhud, Keenam, berperilaku sabar, Ketujuh, menghindari hal-hal yang kotor dan maksiat. Sedangkan karakter yang harus dimiliki oleh murid terhadap guru menurut K.H Hasyim Asy’ari yaitu: Pertama, bersikap tawadhu’, Kedua, menghormati guru, Ketiga, berperilaku sabar. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, K.H Hasyim Asy’ari, Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim.
Pergeseran Aksiologis Dakwah: Potensi Gerakan Radikal Hariyanto Hariyanto
Al-MUNZIR No 2 (2018): Vol. 11 No.2 November 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.884 KB) | DOI: 10.31332/am.v11i2.1120

Abstract

Pengetahuan, pemahaman dan pemaknaan yang relatif minim terhadap nilai dakwah, akan menggiring individu atau kelompok ke arah pemikiran ekstrimis atau radikal. Terlebih terjadinya penyempitan terhadap memahami subtansi pesan Al-Qur’an, sehingga mengakibatkan gerakan dakwah menjadi “kaku” (tesktual). Hal ini hanya akan menciderai nilai dakwah dan mereduksi cakawala dakwah yang menitikberatkan kearifan. Terlebih jika dakwah dimaknai sebagai usaha untuk mengagungkan satu golongan tertentu, sementara merendahkan golongan lainnya yang tidak sesuai dengan kelompoknya. Hal ini berpotensi melahirkan persengketaan gerakan dakwah, lunturnya dakwah yang dinamis dan humanis. serta hilangnya esensi dakwah yang bertujuan transformasi sosial melalui internalisasi nilai-nilai positif agama dalam masyarakat. Dengan demikian, memahami esensi dakwah secara komprehensif menjadi tuntutan di Era modern ini, agar dakwah menjadi rahmatal lil ‘aalamiin. Kata Kunci: Aksiologis, Gerakan Dakwah, Radikal
Pola Komunikasi Dalam Keluarga Rahmawati Rahmawati; Muragmi Gazali
Al-MUNZIR No 2 (2018): Vol. 11 No.2 November 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.625 KB) | DOI: 10.31332/am.v11i2.1125

Abstract

Komunikasi merupakan sesuatu yang sangat esensial , karena manusia tidak akan sempurna kehidupannya tanpa adanya komunikasi. Komunikasi itu serba ada dan sarat akan makna Selanjutnya komunikasi juga memberikan pemahaman kepada kita sebagai  suatu proses penyampaian informasi  dari satu pihak kepada pihak lain. Dimana ada yang bertindak sebagai sumber, dan dari sumber itu akan menyampaikan informasi kepada penerima informasi. Penerapan komunikasi  dalam keluarga yaitu  bentuk interaksi antara orang tua dengan anak maupun antar anggota keluarga lainya  dan memiliki implikasi terhadap proses perkembangan emosi anak ataupun anggota keluarga itu sendiri. Dalam proses komunikasi tersebut, setiap anggota keluarga akan belajar mengenal dirinya serta memahami perasaannya sendiri maupun perasaan orang lain. Pola komunikasi yang ada dalam keluarga antara lain :  pola komunikasi otoriter, pola komunikasi permisif dan pola komunikasi demokratis.Dari  ketiga pola komunikasi tersebut diatas ternyata dalam keluarga berlakunya tidak bersamaan, karena dalam keluarga  utamanya pada masa usia dini anak perlu pendekatan khusus tidak seperti anak yang sudah dewasa atau anak yang menjelang remaja.Oleh karena itu  diperlukan cara  tersendiri dari orang tua utamanya bapak dan ibu sebagai kepala dalam rumah tangga dan terkhusus kepada ibu sebagai madrasah utama bagi seorang anak dalam pembinaan dan pembentukan akhlaknya.Kata kunci : Komunikasi, Keluarga, Orang tua.
Visualisasi Makna Surealisme Pada Video Klip Up And Up (Perspektif Semiotika Charles Sanders Pierce) Rayudaswati Budi; Suci Wahyuningsih
Al-MUNZIR No 2 (2018): Vol. 11 No.2 November 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.606 KB) | DOI: 10.31332/am.v11i2.1116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi visualisasi makna surealisme pada video klip Up and Up yang dilihat dari perspektif semiotika Charles Sanders Pierce. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan unit analisisnya adalah potongan gambar atau visual sebagai data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan uji triangulasi yang dianalisis menggunakan parameter semiotika dalam mencari makna melaui  Sign, Object, dan Interpretant. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tanda yang sering dimunculkan pada video klip ini ialah Api, Langit, dan Laut yang merupakan representament dari bumi, dimana objeknya adalah manusia.Melalui video klip ini Coldplay mencoba menyampaikan pesannya kepada khalayak dengan cara menyandingkan manusia dengan fenomena alam di  sekelilingnya. Dengan pembuatan teknik yang surealis, Coldplay juga menyinggung serta menyindir manusia yang telah merusak bumi. Gambar yang diterapkan pada video klip ini merupakan imajinasi dari dua sutradara yang menerjemahkan keinginan dari empat personil Coldplay, dimana unsur surealisme yang digunakan grup ini menunjukkan ketidaksukaannya terhadap kondisi sosial, alam, dan politik saat ini.Kata Kunci: Up to Up, Video Clip, Surealisme, Coldplay
Strategi Komunikasi Kerohanian Islam (Rohis) Dalam Meningkatkan Rekruitmen Di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kendari Mansur Mansur
Al-MUNZIR No 2 (2018): Vol. 11 No.2 November 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v11i2.1121

Abstract

Lembaga kerohanian Islam merupakan salah satu lembaga peminatan siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas termasuk di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kendari. Sebagaimana lembaga kesiswaan lainnya, lembaga Rohis juga memiliki banyak kegiatan untuk penunjang eksistensinya. Kegiatan-kegiatan itu dilakukan untuk mewujudkan visi dan misinya. Bentuk kegiatan lembaga Rohis di sekolah ini berupa forum kajian Islam rutin, pengajaran terkait isu-isu Islam aktual dan dakwah dalam bentuk majalah dll. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan secara rutin dan berkala untuk menarik minat siswa yang lain untuk bergabung. Untuk menarik minat siswa, diperlukan kajian terkait strategi komunikasi lembaga rohis di sekolah ini dalam meningkatkan rekruitmen. Untuk mengetahui dan menggali informasi mengenai strategi komunikasi ini, dilakukan observasi dan wawancara kepada struktur lembaga rohis dan para siswa. Strategi komunikasi yang digunakan oleh Kerohanian Islam di Sekolah ini adalah dengan cara mengumpulkan para siswa baru dalam rangka sosialisasi program dan visi misi kerohanian Islam. Dari sinilah rekruitmen baru itu diperoleh sehingga secara suka rela para anggota baru ini mengikuti program pembinaan untuk merealisasikan misi dan tujuan yang hendak dicapainya. Kata-kata kunci : Strategi komunikasi, rekruitmen, Rohis.
Komodifikasi Agama Pada Tayangan Reality Show Dan Sinetron Pada Stasiun Televisi Swasta Indonesia Sri Hadijah Arnus; Agus Prio Utomo
Al-MUNZIR No 2 (2018): Vol. 11 No.2 November 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v11i2.1117

Abstract

Pergeseran media massa menjadi suatu industri, mengubah tujuan media massa tidak hanya semata menyampaikan informasi kepada khalayak, tetapi juga memperhitungkan aspek keuntungan yang dapat diraih dari penayangan sebuah acara di televisi. Tulisan ini akan memaparkan tentang bagaimana komodifikasi agama yang dilakukan dalam tayangan reality show dan sinetron di stasiun televisi swasta Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis kualitatif yaitu dengan cara memilah beberapa tayangan reality show dan sinetron dari beberapa stasiun televisi yang menggunakan unsur-unsur spritualitas dalam menyelesaikan konflik dan permasalahan yang terjadi, kemudian menganalisisnya. Selain itu pula dilakukan wawancara dengan beberapa khalayak mengenai tayangan-tayangan tersebut. Dari hasil analisis dapat dilihat bahwa ada beberapa tayangan yang menggunakan unsur-unsur agama dalam menyelesaikan konflik maupun permasalahan yang menjadi fokus dari tayangan tersebut. Penyertaan unsur-unsur agama dalam tayangan tersebut menjadi sebuah trend yang memiliki nilai jual yang tinggi bagi khalayak penikmat reality show dan sinetron tersebut. Tayangan yang menggunakan unsur spiritual tersebut selain memberikan nilai hiburan juga dianggap sebagai pedoman dalam penyelesaian permasalahan serupa dalam kehidupan nyata para khalayak.     Kata Kunci: Komodifikasi Agama, Reality Show, Sinetron, Televisi
Tradisi Katoba: Model Penanaman Nilai-Nilai Islam Pada Anak Masyarakat Muna La Ode Sahidin; Hasriany Amin
Al-MUNZIR No 2 (2018): Vol. 11 No.2 November 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.32 KB) | DOI: 10.31332/am.v11i2.1122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model penanaman nilai-nilai Islam pada masyarakat Muna. Selain itu penelitian ini bertujuan menemukan nilai-nilai agama yang ada dalam ritual katoba pada masyarakat Muna. Anak-anak yang berusia 7-12 tahun setelah melakukan khitan harus diikuti dengan ritual katoba. Masyarakat Muna menjadikan ritual katoba sebagai bentuk legitimasi adat untuk menanamkan nilai-nilai agama. Masyarakat Muna memiliki pemahaman bahwa seorang anak tidak diperkenankan untuk belajar ngaji sebelum dikhitan. Khitan dasar seorang anak untuk memulai belajar agama. Pemahaman seperti itu, seorang anak yang sudah dikhitan kemudian diiukti dengan ritual katoba. Pada konteks inilah ritual katoba dijadikan sebagai bentuk legitimasi anak untuk menanamkan nilai-nilai agama. Nilai-nilai yang ada dalam tuturan ritual katoba adalah nilai-nilai ketuhanan, nilai ketaatan untuk beribadah kepada Tuhan. Kata kunci: Model, Ritual, Katoba, Nilai-Nilai, Islam, Muna.

Page 1 of 1 | Total Record : 10