cover
Contact Name
Yufitri Mayasari
Contact Email
yufitrimayasrai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yufitrimayasari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
ISSN : 16933079     EISSN : 26218356     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2019)" : 14 Documents clear
PENGARUH REBUSAN DAUN SIRIH 50% DAN 70% TERHADAP PENURUNAN JUMLAH Candida albicans PADA PLAT RESIN AKRILIK Heat Cured fransiska nuning
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i1.783

Abstract

Gigi tiruan yang terbuat dari resin akrilik sering menjadi tempat pertumbuhan Candida albicans, dan bila tidak dibersihkan dengan baik akan menyebabkan Candidiasis. Gigi tiruan dapat dibersihkan untuk menghilangkan pertumbuhan Candida albicans, salah satunya adalah menggunakan tanaman daun sirih. Daun sirih (Piper betle L.) diketahui berkhasiat sebagai antijamur dan desinfektan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan desain posttest control group design. Sampel penelitian yang digunakan yaitu 27 plat resin akrilik heat cured berukuran 10x10x2 mm. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 9 plat resin akrilik heat cured, yang direndam dalam rebusan daun sirih 50%, 70% dan aquadest sebagai kelompok kontrol selama 30 menit. Sebelum penelitian, plat resin akrilik direndam dalam saliva buatan selama 1 jam. Setelah dibilas dengan larutan NaCl fisiologis 0,85%, plat resin akrilik diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37oC didalam suspensi Candida albicans 108 CFU/ml. Kemudian dilakukan pengenceran seri 10-3, diambil 1 ml diteteskan pada media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) lalu diinkubasi selama 48 jam pada suhu 37oC. Selanjutnya perhitungan Candida albicans dengan colony counter.Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis. Berdasarkan hasil analisa diperoleh nilai p= 0.000 (p0.05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara masing-masing kelompok sampel. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rebusan daun sirih 50% dan 70% dapat menurunkan jumlah Candida albicans pada plat resin akrilik heat cured. Rebusan daun sirih 70% lebih menurunkan jumlah Candida albicans pada plat resin akrilik heat cured dibanding rebusan daun sirih 50%.
PREVALENSI KARIES GIGI MOLAR SATU PERMANEN PADA SISWA SEKOLAH DASAR USIA 8-10 TAHUN Ninis Yekti Wulandari
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i1.637

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu gangguan kesehatan gigi dan mulut. Gigi molar satu merupakan gigi tetap yang pertama erupsi pada umur sekitar 6-7 tahun, sehingga menjadi gigi yang paling berisiko terkena karies. Prevalensi karies gigi molar satu permanen pada anak umur 8 10 tahun merupakan jumlah orang dalam satu populasi yang mengalami karies gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi karies gigi molar satu permanen pada anak umur 8 10 tahun dilakukan di SDN 04 Pagi Pasar Minggu, SDN 05 Pagi Pasar Minggu, SD Al-Hikmah dan MI Darul Mutaqqin pada bulan Oktober 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional. Populasi pada penelitian ini adalah semua anak sekolah usia 8-10 tahun. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Data hasil pemeriksaan karies gigi molar satu permanen pada anak umur 8 10 tahun diperoleh melalui pemeriksaan karies yang bersifat objektif. Pada 236 sampel terdapat 944 gigi molar satu permanen dan hasil penelitian menunjukkan gigi yang mengalami karies sebanyak 108 gigi pada anak umur 8 tahun, 233 gigi pada anak umur 9 tahun dan 137 gigi pada anak umur 10 tahun. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan penyebab karies gigi masih tinggi adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut baik dari anak dan orangtua.
SUPERIMPOSISI SEFALOMETRI PADA MALOKLUSI SKELETAL KELAS III DENGAN BEDAH ORTOGNATIK Albert Suryaprawira
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i1.833

Abstract

Latar BelakangMetodeHasilKesimpulan
ESTETIK CROWN LENGTHENING DENGAN METODE MINIMAL INVASIF: EVALUASI 1 TAHUN Norman Kusumo
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v15i1.785

Abstract

Latar belakang: senyum ideal merupakan hasil evaluasi dari analisa wajah dan komposisi gigi. Prinsip desain senyum seperti kategori tipe muka, posisi incisal edge, komponen gigi dan ketinggian gingival merupakan kunci dari harmoni senyum ideal. Metode konvensional crown lengthening dengan pembukaan flap saat koreksi tulang terkadang dapat menimbulkan resiko black triangle. Laporan kasus: pasien datang ke praktik pribadi dengan alasan keluhan estetik. Profil muka didapat long straight, posisi incisal edge saat senyum terlihat lebih dari 3 mm gingival exposure. Chus gauge digunakan untuk mengukur proporsi ideal gigi, gingival dan tulang alveolar. Koreksi tulang saat crown lengthening dilakukan tanpa membuka flap (flapless) pada, sehingga mengurangi resiko black triangle. Pembahasan: laporan kasus ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan teknik crown lengthening tanpa pembukaan flap bedasarkan kontrol 1 tahun pasca pembedahan. Prosedur crown lengthening dengan koreksi tulang alveolar dilakukan tanpa membuka flap dan dilakukan kontrol observasi pasien selama 3 bulan dan 1 tahun. Kesimpulan: observasi klinis 1 tahun terlihat stabil. Pengurangan tulang dengan metode flapless pada crown lengtheningmerupakan alternatif yang menawarkan hasil yang cukup menjanjikan.Latar belakang: senyum ideal merupakan hasil evaluasi dari analisa wajah dan komposisi gigi. Prinsip desain senyum seperti kategori tipe muka, posisi incisal edge, komponen gigi dan ketinggian gingival merupakan kunci dari harmoni senyum ideal. Metode konvensional crown lengthening dengan pembukaan flap saat koreksi tulang terkadang dapat menimbulkan resiko black triangle. Laporan kasus: pasien datang ke praktik pribadi dengan alasan keluhan estetik. Profil muka didapat long straight, posisi incisal edge saat senyum terlihat lebih dari 3 mm gingival exposure. Chus gauge digunakan untuk mengukur proporsi ideal gigi, gingival dan tulang alveolar. Koreksi tulang saat crown lengthening dilakukan tanpa membuka flap (flapless) pada, sehingga mengurangi resiko black triangle. Pembahasan: laporan kasus ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan teknik crown lengthening tanpa pembukaan flap bedasarkan kontrol 1 tahun pasca pembedahan. Prosedur crown lengthening dengan koreksi tulang alveolar dilakukan tanpa membuka flap dan dilakukan kontrol observasi pasien selama 3 bulan dan 1 tahun. Kesimpulan: observasi klinis 1 tahun terlihat stabil. Pengurangan tulang dengan metode flapless pada crown lengthening merupakan alternatif yang menawarkan hasil yang cukup menjanjikan.

Page 2 of 2 | Total Record : 14