cover
Contact Name
Syarifah Lubna
Contact Email
lubna.alkadrie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
tuahtalinobbkalbar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Tuah Talino
ISSN : 0216079X     EISSN : 26853043     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
TUAH TALINO adalah Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Kalimantan Barat. Jurnal ini merupakan jurnal penelitian yang memublikasikan berbagai laporan hasil penelitian, studi kepustakaan, dan tulisan ilmiah tentang kebahasaan dan kesastraan meliputi linguistik teoretis, linguistik terapan, linguistik interdisipliner, tradisi lisan, filologi, sastra murni, sastra terapan, dan sastra interdisipliner. Setiap artikel yang diterbitkan di Tuah Talino akan melalui proses penilaian oleh Mitra Bestari. Terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2021): TUAH TALINO" : 11 Documents clear
TEMA DAN FUNGSI BOTO-BOTOANG DALAM BAHASA MAKASSAR Salmah Djirong
tuahtalino Vol 15, No 2 (2021): TUAH TALINO
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/tt.v15i2.3799

Abstract

Boto-botoang is one of the literary works transmitted orally, from one generation to the next generation. This oral literature is still found nowadays; however, its study is still necessary for preserving it regarding the Makassar language usage is decreased caused by many factors. Thus, the problem of the writing is what function of boto-botoang is? What themes implied in boto-botoang are? The method conducted in writing is descriptive, using noting-listening techniques, interviews, and the library. Having been discussed, boto-botoang has several functions (1) as humor, (2) as entertaining, (3) as the game, (4) as sarcasm, while the themes are animal, human being, things around, and human being and their activity.
BAHASA BALI DI TENGAH MASYARAKAT MULTIETNIS: Kajian Vitalitas Bahasa Sang Ayu Putu Eny Parwati; I Wayan Sudiartha
tuahtalino Vol 15, No 2 (2021): TUAH TALINO
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/tt.v15i2.3916

Abstract

Penelitian ini mengungkap tentang penggunaan bahasa Bali (BB) oleh masyarakat multietnis di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pilihan bahasa masyarakat etnis Bali dan masyarakat nonetnis Bali sehingga vitalitas BB dapat diketahui berdasarkan nilai rata-rata indikatornya. Vitalitas BB pada setiap indikatornya dideskripsikan dengan menerapkan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner yang memuat pilihan bahasa dan vitalitas bahasa. Tahapan pengolahan data kuantitatif dimulai dengan penyuntingan, pengodean, dan pemrosesan data dengan hitungan statistik deskriptif. Hasilnya, pada tujuh ranah penggunaan bahasa oleh responden etnis Bali sebagian besar memilih menggunakan bahasa Indonesia (BI) dan sebagiannya lagi memilih bahasa campuran (BC) antara BI dan BB, baik pada ranah formal maupun nonformal.Sementara itu, BB juga menjadi salah satu bahasa yang dipilih dan digunakan oleh responden nonetnis Bali pada ranah ketetanggaan, lingkungan kerja, pemerintahan, teransaksi, dan media sosial, sedangkan pilihan terhadap bahasa daerah lain (BDL) hanya digunakan pada ranah rumah tangga. Hal tersebut menunjukkan bahwa walaupun bukan merupakan masyarakat etnis Bali, responden mampu dan paham berkomunikasi menggunakan BB. Pada sepuluh indikator yang termasuk dalam vitalitas bahasa, BB pada indikator jumlah penutur, posisi dominan masyarakat penutur, sikap bahasa, pembelajaran, dan dokumentasi masuk dalam kriteria aman. Sementara itu, pada indikator kontak bahasa, bilingualitas, dan ranah penggunaan bahasa, BB masuk dalam kriteria stabil, tetapi perlu dirawat. Namun, pada indikator regulasi dan tatangan baru, BB masuk dalam kriteria mengalami kemunduran.
DEMOKRASI DAN PEREMPUAN DALAM EMPAT CERPEN DAN SATU NOVEL DIGITAL Erlis Nur Mujiningsih; Erli Yetti
tuahtalino Vol 15, No 2 (2021): TUAH TALINO
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/tt.v15i2.4011

Abstract

Penelitian terhadap cerpen “Pamitan”, “Perempuan Balian”, “Siri di Ujung Badik”, dan “Wajah dalam Cermin”, serta novel digital Distance Between Us bertujuan menemukan bagaimana dan seperti apa tokoh-tokoh perempuan dalam kelima karya tersebut bersuara, mengeluarkan pendapat sebagai salah satu praktik berperilaku demokrasi. Untuk dapat mengungkapkan hal tersebut digunakan metode kualitatif dengan pendekatan wacana kritis. Sementara itu, teori yang digunakan adalah sosiologi sastra. Hasil pembahasan ditemukan bahwa tokoh-tokoh perempuan dalam kelima karya tersebut masih belum dapat dengan bebas menyatakan pendapatnya, sikap mereka masih belum menunjukkan kemandirian, kecuali dalam satu karya novel digital yang sudah menunjukkan kemandirian. Hal ini menandai bahwa perilaku berdemokrasi masih belum hadir dalam kelima karya tersebut. Dengan demikian, juga menandai bahwa kehidupan berdemokrasi di Indonesia sebagaimana tercermin dalam kelima karya tersebut belum sampai pada tahap perilaku. 
PENGGUNAAN BAHASA DAERAH GENERASI MUDA PROVINSI MALUKU UTARA DALAM RANAH KETETANGGAAN DAN PENDIDIKAN Buha Aritonang
tuahtalino Vol 15, No 2 (2021): TUAH TALINO
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/tt.v15i2.3520

Abstract

Penggunaan bahasa daerah dalam ranah ketetanggaan dan pendidikan di kalangan generasi muda Provinsi Maluku Utara merupakan fenomena kebahasaan yang perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persentase dan posisi rentang skala Likert dalam garis kontinum penggunaan bahasa daerah generasi muda Provinsi Maluku Utara dalam ranah ketetanggaan dan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan sosiolinguistik. Teknik analisis data menggunakan teknik penghitungan persentase, rata-rata berbobot, dan skala Likert untuk menunjukkan posisi rentang skala dalam garis kontinum dan kemudian menginterpretasikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika generasi muda Provinsi Maluku berbicara dengan mitra tutur dalam ranah ketetanggaan/pertemanan dan pendidikan sama-sama tergolong tidak baik. Hal itu disebabkan kecenderungan generasi muda Provinsi Maluku Utara tidak pernah menggunakan bahasa daerah kepada mitra tutur seperti kepada guru yang sesuku di sekolah, guru yang tidak sesuku di sekolah, siswa yang sesuku di sekolah (di luar kelas), siswa yang sesuku di sekolah (di dalam kelas), siswa yang tidak sesuku di sekolah (di dalam kelas), dan siswa sesuku di sekolah (di luar kelas).
IDENTIFIKASI LEKSIKON DALAM UPACARA ADAT NIMBUK DAN FUNGSINYA BAGI MASYARAKAT DAYAK HALONG BALANGAN Hestiyana Hestiyana
tuahtalino Vol 15, No 2 (2021): TUAH TALINO
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/tt.v15i2.3951

Abstract

 ABSTRAKUpacara adat nimbuk merupakan upacara mengantar roh yang ditandai dengan pembuatan batur di atas kuburan oleh keluarga atau ahli waris yang meninggal dunia. Dalam upacara tersebut terdapat beraneka ragam sesajian yang berkaitan dengan identifikasi leksikon. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan dan mendeskripsikan serta mengungkap fungsi identifikasi leksikon dalam upacara adat nimbuk masyarakat Dayak Halong Balangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnolinguistik melalui tiga tahap, yaitu pengumpulan data, analisis data, dan penyajian data. Identifikasi leksikon dalam upacara adat nimbuk masyarakat Dayak Halong diklasifikasikan menjadi dua, yaitu leksikon flora dalam upacara adat nimbuk dan leksikon fauna dalam upacara adat nimbuk. Leksikon dalam upacara adat nimbuk masyarakat Dayak Halong memiliki tiga fungsi, yaitu sebagai bentuk kearifan lokal dan cerminan kultural masyarakat Dayak Halong, sebagai bentuk kekeluargaan dan gotong royong masyarakat Dayak Halong, dan sebagai bentuk solidaritas masyarakat Dayak Halong terhadap antarumat beragama. 
LANSKAP LINGUISTIK PADA RUMAH SAKIT DI KABUPATEN KULON PROGO NFN Riani
tuahtalino Vol 15, No 2 (2021): TUAH TALINO
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/tt.v15i2.4036

Abstract

Penelitian ini membahas pemakaian bahasa di lingkungan rumah sakit dalam perspektif linguistik lanskap. Papan nama dan petunjuk di rumah sakit memiliki peranan penting dalam memberikan informasi kepada para praktisi kesehatan dan terutama pasien yang berobat. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengunaan bahasa Indonesia pada ruang publik di lingkungan rumah sakit dari aspek situasi kebahasaan, bentuk bahasa, kesalahan dalam pemakaian bahasa, dan fungsinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah teks bahasa Indonesia atau Inggris pada rumah sakit di Kabupaten Kulon Progo, DIY. Metode penelitian meliputi mengobservasi, mendokumentasikan data dengan cara difoto, mengklasifiasikan data, menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa   berdasarkan aspek situasi, penggunaan bahasa di rumas sakit terdiri atas (1) monolingual (bahasa Indonesia atau bahasa Inggris) dan (2) bilingual (bahasa Indonesia dan bahasa Inggris). Berdasarkan bentuknya terdapat lima jenis, yaitu (1) kata, (2) frase, (3) kalimat, dan (4) wacana. Berdasarkan penggunaan bahasa diketahui terdapat kesalahan pada aspek (1) ejaan, (2) diksi, (3) kalimat, dan (4) wacana. Berdasarkan fungsinya ada tiga jenis, yaitu (1) informasi,  (2) imbauan, (3) petunjuk, dan (4) ungkapan fatis.
Vitalitas Pantun di Kabupaten Siak Fatmawati Adnan
tuahtalino Vol 15, No 2 (2021): TUAH TALINO
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/tt.v15i2.3476

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada pantun Melayu Riau, khususnya di Kabupaten Siak. Alasan memilih Kabupaten Siak karena secara historis daerah ini memiliki sejarah panjang dalam melaksanakan acara-acara beradat yang mengandung pantun. Urgensi penelitian ini terletak pada tujuan yang ingin dicapai, yaitu memaparkan vitalitas pantun dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Siak yang meliputi upaya pewarisan, jumlah penutur pantun, peralihan ranah, alih wahana, pembelajaran pantun, dan pendokumentasian pantun. Vitalitas pantun bermakna kemampuan pantun untuk bertahan hidup di kehidupan masyarakat penuturnya. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang menjelaskan hasil penelitian secara terperinci dan mendalam dengan mengacu pada konsep teori. Data penelitian berupa tanggapan responden terhadap indikator kuesioner dan yang menjadi responden ialah masyarakat Melayu Siak yang bermukim di Kabupaten Siak. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah (1) mengklasifikasikan data sesuai kategori, (2) menabulasikan data, (3) menganalisis data, (4) menginterpretasi data, dan (5) menyimpulkan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ditarik beberapa simpulan sebagai berikut: (1) indeks kumulatif vitalitas yang paling tinggi ialah klasifikasi dalam kategori aman, yaitu 0, 94. Artinya, vitalitas sastra lisan pantun di Kabupaten Siak tergolong tinggi karena adanya upaya pewarisan melalui pembelajaran pantun kepada generasi muda, baik di sekolah maupun kelompok-kelompok nonformal; (2) proporsi penutur pantun di Siak dianggap menurun dibandingkan masa lalu, meskipun sudah dilakukan upaya pewarisan dan pengkaderan; (4) pantun di Kabupaten Siak dapat dituturkan atau ditampilkan di semua tempat dan acara serta dapat dialihkan pada media baru; (5) beberapa sekolah menjadikan pembelajaran pantun sebagai kegiatan ekstrakurikuler; dan (6) pendokumentasian pantun (tertulis, audio, dan video) dilakukan oleh berbagai pihak, meskipun belum dipublikasikan secara masif.
TERMINOLOGI SATUAN UKURAN YANG DISEDIAKAN KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA (KBBI) DARING Unit of Measure Terminology Provided by KBBI Online Zainal - Abidin
tuahtalino Vol 15, No 2 (2021): TUAH TALINO
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/tt.v15i2.3946

Abstract

AbstrakPenelitian tentang terminologi satuan ukuran yang disediakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring ini bertujuan untuk mendeskripsikan satuan ukuran dalam lema dan definisi kamus tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, sedangkan objek penelitiannya adalah lema satuan ukuran yang terdapat di dalam kamus tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh kata yang merupakan satuan ukuran yang dijadikan lema dalam kamus itu. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Langkah-langkah analisis data dilakukan dengan mengumpulkan lema, mengurutkan lema, mengklasifikasikan lema berdasarkan kategori atau kriteria sesuai dengan struktur lema. Penganalisisan dilakukan setelah dilakukan pengklasifikasian. Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa masih terdapat kekurangkonsistenan dalam penyusunan definisi satuan ukuran dalam KBBI Daring. Lema-lema tersebut yaitu hasta, meter, musti, dekare, dekagram, desigram, gram, hectogram, kilogram, milligram, sentigram, liter, caing, rim, tahun cahaya, parsek, kilowatt, decibel, dan megapiksel. Selain itu, terdapat kata yang merupakan satuan ukuran panjang tidak tersusun dalam KBBI Daring, yaitu kilometer persegi. This research regarding terminology of units of measure written in Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring (The online Great Dictionary of the Indonesian Language, published and issued by National Agency for Language Development and Cultivation of Indonesia) aims to describe the units of measure of the entries and definitions of the dictionary. It is a qualitative descriptive study. The subject of this research is KBBI Online, while the object of the research is the five units of measurement contained in the dictionary. The data used in this study are all words which are units of measure used as entries in the dictionary. The data of this research were collected through a library research and the note-taking technique. The procedures of data analysis consisted of collecting, sorting, classifying the entries based on categories or criteria pursuant to the structure of the entries. The analysis was carried out after classification. The research findings revealed that there are inconsistencies in defining the unit of measure in the dictionary. The entries are hasta, meter, musti, dekare, dekagram, desigram, gram, hectogram, kilogram, milligram, sentigram, liter, caing, rim, tahun cahaya, parsek, kilowatt, decibel, and megapiksel. In addition, there is a phrase showing unit of length that is not written in the dictionary. The phrase is kilometer persegi.
Halaman depan Jurnal Tuah Talino
tuahtalino Vol 15, No 2 (2021): TUAH TALINO
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preface
MEMAHAMI PEREMPUAN MORONENE MELALUI TOKOH TINA ORIMA PADA KISAH “TINA ORIMA” Heksa Biopsi Puji Hastuti
tuahtalino Vol 15, No 2 (2021): TUAH TALINO
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/tt.v15i2.3545

Abstract

Penelitian mengangkat permasalahan bagaimanakah gambaran perempuan Moronene Ketika dihadapkan pada perjodohan, yang terepresentasi melalui tokoh Tina dalam kisah Tina Orima dan bertujuan mendeskripsikan gambaran perempuan Moronene dalam cerita rakyat “Tina Orima”. Data diperoleh dari hasil inventarisasi sastra Moronene. Analisis data dilakukan dengan menerapkan teknik triangulasi. Teori  struktural, teori semiotika, dan teori hermeneutika dijadikan landasan dalam menganalisis data. Model analisis struktural Levi-Strauss menjadi acuan analisis data cerita “Tina Orima” melalui empat tahap analisis, yaitu tahap pembacaan awal, perelasian untuk mendapatkan pemahaman sebagai dasar interpretasi, dan tahap penafsiran. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa Tina Orima merepresentasikan watak perempuan yang mengutamakan pengorbanan demi menghindari konflik dengan adat istiadat dan orang-orang di sekitarnya.

Page 1 of 2 | Total Record : 11