cover
Contact Name
Lukmanul Hakim
Contact Email
lukmanulhakim7419@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmabasan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MABASAN
ISSN : 20859554     EISSN : 26212005     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
MABASAN is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in MABASAN have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. MABASAN is published by Kantor Bahasa NTB twice times a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 1 (2020): Mabasan" : 11 Documents clear
Hubungan Kekerabatan Bahasa Barangas dan Bahasa Bakumpai di Kalimantan Selatan Siti Jamzaroh
MABASAN Vol. 14 No. 1 (2020): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mab.v14i1.281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hubungan kekerabatan bahasa Barangas dan bahasa Bakumpai dan (2) mengetahui perubahan bunyi  yang terjadi pada kedua bahasa tersebut. Metode penelitian meliputi pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen daftar 200 kosakata Swadesh dan kosakata budaya, pengolahan data dengan metode leksikostatistik, analisis data  dengan teknik banding-padan. Teori yang digunakan adalah kajian linguistik komparatif dan leksikostatistik. Hasil yang ditemukan:1) hubungan kekerabatan bahasa Barangas dan bahasa Bakumpai memiliki derajat retensi sebesar 75% dari bahasa protonya dan 2) tipe perubahan bunyi yang terjadi  adalah  i) pelemahan atau penguatan bunyi (lenition-fortition), dan ii) penghilangan bunyi di awal kata (apheresis) dan penghilangan bunyi di akhir kata (apokop).  
Leksikon Etnomedisin dalam Pengobatan Tradisional Sasak: Kajian Antropolinguistik Pahrudin Arrozi; NFN Burhanuddin; NFN Saharudin
MABASAN Vol. 14 No. 1 (2020): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mab.v14i1.308

Abstract

Penelitian ini bertempat di Desa Sengkerang dialek Meno-Mene, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan leksikon etnomedisin dalam pengobatan tradisional Sasak. Pendekatan teoretis yang digunakan adalah pendekatan antropolinguistik. Sementara itu, pendekatan metodologis penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk pengumpulan data menggunakan studi pustaka, observasi, wawancara dan metode simak dengan teknik dasar berupa teknik sadap dan catat. Hasil penelitian ini pertama, leksikon etnomedisin dalam pengobatan tradisional Sasak di Desa Sengkerang diklasifikasikan menjadi dua bentuk, yaitu kata dan frasa. Kedua, terdapat tiga pandangan budaya leksikon etnomedisin dalam pengobatan tradisional Sasak, yaitu adanya keselarasan masyarakat Sasak di Desa Sengkerang dengan alam, adanya keselarasan nilai keagamaan, dan cerminan ekonomis; ketiga, masyarakat Sasak mewariskan pengetahuanya tentang pengobatan tradisional secara turun-temurun, baik dari mulut ke mulut maupun dalam bentuk tulisan.  
Awalan {N-} dalam Bahasa Komering: Analisis Bentuk, Fungsi, dan Makna Vita Nirmala
MABASAN Vol. 14 No. 1 (2020): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mab.v14i1.309

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang tataran morfologi bahasa Komering, khususnya awalan {N-}, yang menekankan pada bentuk,  fungsi, dan makna. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna awalan {N-} dalam bahasa Komering. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Artinya, penelitian ini dilakukan seobjektif mungkin berdasarkan data yang diperoleh di lapangan. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dari penutur asli di lapangan dengan menggunakan daftar tanya berupa daftar kata kerja. Selain itu, dalam penjaringan  data di lapangan, teknik pencatatan dan perekaman digunakan melalui wawancara dengan informan. Perekaman dilakukan dengan menggunakan alat perekam MP3. Hasil penelitian menunjukkan awalan {N-} dalam bahasa Komering memiliki empat bentuk yakni {m-}, {ng-}, {ny-}, dan {n-}. Awalan {N-} berfungsi membentuk kata kerja aktif,  yaitu kata kerja aktif transitif dan intransitif. Kata kerja aktif transitif merupakan kata kerja yang mampu menghadirkan kata benda yang berfungsi sebagai objek atau dengan kata lain kata kerja yang membutuhkan objek. Sementara itu, kata kerja aktif intransitif merupakan kata kerja yang tidak dapat menghadirkan objek. Kata kerja aktif transitif merupakan kata kerja yang mampu menghadirkan kata benda yang berfungsi sebagai objek atau dengan kata lain kata kerja yang membutuhkan objek.. Ada lima makna awalan {N-} dalam bahasa Komering, yakni melakukan artinya mengerjakan suatu tindakan atau perbuatan;  menggunakan/memakai artinya mengenakan atau mengunakan benda dalam melakukan sesuatu: membuat/menghasilkan artinya menjadikan sesuatu, menjadi artinya berubah keadaan menjadi, dan memberi/melengkapi artinya menambah sesuatu supaya lengkap.
Klasifikasi Leksikon dan Fungsi Nilai Sosial Ornamen Tradisional Rumah Banjar Hestiyana Hestiyana
MABASAN Vol. 14 No. 1 (2020): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mab.v14i1.314

Abstract

Penelitian ini menganalisis klasifikasi leksikon dan fungsi nilai sosial ornamen tradisional rumah Banjar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan klasifikasi leksikon dan fungsi nilai sosial ornamen tradisional rumah Banjar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan semantik budaya. Sumber data yang digunakan berupa data lisan dan data tertulis mengenai leksikon ornamen tradisional rumah Banjar dan fungsi nilai sosialnya. Pengambilan data dilakukan di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin. Hal ini dilakukan berdasarkan nilai sejarah kedua daerah tersebut yang pernah menjadi pusat Kerajaan Banjar. Dalam pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis data disajikan dengan metode penyajian informal, yakni dipaparkan dengan kata-kata serta uraian kalimat. Penelitian ini dapat mengungkap klasifikasi leksikon dan fungsi nilai sosial ornamen tradisional rumah Banjar. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa leksikon ornamen tradisional rumah Banjar dapat diklasifikasikan berdasarkan sarana bangunan yang diberikan ukiran atau motif, yaitu (1) pucuk bubungan, (2) pilis atau papilis, (3) tangga, (4) palatar, (5) lawang, (6) lalungkang, (7) watun, (8) tataban, (9) tawing halat, dan (10) sampukan balok. Adapun fungsi nilai sosial ornamen tradisional rumah Banjar, yaitu (1) nilai silaturahmi, (2) nilai gotong royong, (3) nilai tolong-menolong, dan (4) nilai musyawarah.
Bentuk Konstruksi Pemakaian Idiom Bahasa Sasak di Desa Korleko Selatan, Kecamantan Labuan Haji (Kajian Semantik) Herman Wijaya; Siti Zulhijjah
MABASAN Vol. 14 No. 1 (2020): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mab.v14i1.315

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan makna makna idiom dalam masyarakat  Sasak di desa Karleko Kecamatan Labuan Haji. Data yang di peroleh peneliti antaranya idiom penuh terdiri atas27 data dan idiom sebagian terdiri atas16 data. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan memperhatikan konteks tuturan dalam berkomunikasi di masyarakat desa Korleko Kecamatan Labuan Haji. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dan wawancara tidak bersetruktur dan metode rekam. Berdasarkan hasil penelitian bahwa ada dua idiom yang ditemukan di desa Karleko yaitu idiom penuh dan idiom sebagian. Idiom penuh sebanyak 43 data dan idiom sebagian sebanyak 33 data. Kedua idiom ini masih aktif digunakan sampai sekarang oleh masyarakat setempat, baik kalangan muda ataupun kalangan  tua. Bentuk dan makna idiom dalam masyarakat Sasak berbeda dari satu kata dan dua kata yang digabungkan. Proses penggunaan dan pembentukan makna idiom bahasa Sasak yang ada di Desa Korleko Selatan diproses secara sepontan tanpa dibuat-buat, bentuk dan makna tidak mengalami perubahan dari generasi ke generasi. Idiom bahasa sasak tetap digunakan dan dilestarikan oleh genarasi masyarakat setempat sehingga masih digunakan sampai sekarang.
Konsep Pepung dalam Keluarga Bilingual (Studi Kasus Kawin Campur Jawa—Lampung) Tri Wahyuni
MABASAN Vol. 14 No. 1 (2020): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mab.v14i1.328

Abstract

Kontak bahasa  tidak akan terhindarkan dari sebuah peradaban yang terus berkembang. Mobilitas manusia sangat mempengaruhi adanya kontak bahasa. Salah satu penyebab terjadinya kontak bahasa adalah terjadinya kawin campur. Artikel ini membahas konsep pepung dalam lingkup keluarga dwibahasa yang menggunakan objek kajian perkawinan etnis Jawa dan Lampung. Tujuannya ialah mengetahui konsep pepung dalam persepsi anak-anak hasil kawin campur dan menggambarkan kebertahanan masing-masing budaya dalam penanaman konsep pepung tersebut. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik elisitasi, simak, libat, dan catat. Setelah dianalisis ditemukan hasil penelitian bahwa konsep pepung dipahami dengan baik oleh anak-anak hasil kawin campur Jawa-Lampung meski pada tataran umum. Selain itu, kebertahanan dua bahasa dalam keluarga dwibahasa tetap baik meski ada gejala bilingual dominan.  
Dari Generasi Millenial hingga Generasi Alfa: Analisis Nama Masyarakat Banaran-Bugel Ferdian Achsani
MABASAN Vol. 14 No. 1 (2020): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mab.v14i1.329

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan penamaan masyarakat di dukuh Banaran-Bugel. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara, yaitu peneliti terjun langsung ke masyarakat dan melakukan wawancara terhadap nama-nama pada generasi millenial hingga generasi alpha di dukuh tersebut. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi proses pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaan masyarakat di dukuh Banaran-Bugel mengalami perkembangan dari yang semula tradisional beralih ke nama-nama modern. Hal ini dapat dilihat dari beberapa nama-nama generasi millenial hingga generasi alpha yang diambil dari beberapa bahasa seperti bahasa Arab, Sansekerta, Jawa, dll. Meskipun demikian, Proses penamaan di dukuh ini dapat dilihat dari beberapa klasifikasi seperti urutan kelahiran, bulan kelahiran, penanda jenis kelamin, harapan sifat yang meliputi sifat benda dan sufat manusia, harapan, dan gabungan nama orang tua.
Tarik-Menarik Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa di Kabupaten Pangandaran dalam Tinjauan Dialektoekolinguistik Wagiati Wagiati; Duddy Zein
MABASAN Vol. 14 No. 1 (2020): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mab.v14i1.332

Abstract

Penelitian ini mengkaji tarik-menarik bahasa Sunda dan bahasa Jawa di Kabupaten Pangandaran sebagai bentuk primordialisme masyarakat perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah dalam tinjauan dialektoekolinguistik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua, yaitu pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Secara teoretis, pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah pendekatan dialektoekolinguistik. Adapun secara metodologis, penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Penyediaan data yang dilakukan dengan metode cakap dan metode simak. Instrumen yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah daftar kosakata (swadesh) yang memuat bahasa dalam sistem kekerabatan yang ada, kata ganti, dan bagian tubuh. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif-sinkronis. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat – Indonesia dengan memilih lima kecamatan sebagai daerah pengamatan yang ditentukan berdasarkan arah mata angin, yaitu Kecamatan Cimerak, Kecamatan Sidamulih, Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Padaherang, dan Kecamatan Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahasa Sunda dialek Pangandaran memperlihatkan adanya gejala (a) variasi bunyi vokal, (b) variasi bunyi konsonan, (c) aparesis, (d) apokop, dan (e) gejala leksikal; (2) gejala-gejala bahasa yang ada memperlihatkan adanya tarik-menarik antara bahasa Sunda dan bahasa Jawa di Kabupaten Pangandaran sebagai bentuk primordialisme masyarakat perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Pengembangan Model Buku Pengayaan Berbasis Cerita Rakyat Lampung Dian Anggraini
MABASAN Vol. 14 No. 1 (2020): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mab.v14i1.388

Abstract

Tujuan penelitian ini menghasilkan bahan bacaan berupa “Pengembangan Model Buku Pengayaan Berbasis Cerita Rakyat Lampung”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall dengan mengadaptasi lima langkah penelitian. Instrumen, survei, angket, dan wawancara merupakan teknik pengumpulan data lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas empat SD pada tiga sekolah di Kota Bandarlampung sebanyak 70 siswa dengan teknik random sampling. Hasil penelitian ini berupa buku pengayaan yang dapat digunakan untuk pembelajaran di kelas dan pemerkaya bahan bacaan literasi. Buku pengayaan ini memiliki kekhasan, yaitu berupa buku guru dan buku siswa yang dilengkapi dengan kebutuhan mereka. Tiga orang pakar memberikan penilaian rata-rata 88 persen sehingga dinyatakan sangat layak dipergunakan baik siswa maupun guru.    
Mabasan, Vol. 14, No. 1 Lukmanul Hakim
MABASAN Vol. 14 No. 1 (2020): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 2 | Total Record : 11