cover
Contact Name
nursari Abdul Syukur
Contact Email
nursarias@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
nursarias@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
MMJ (Mahakam Midwifery Journal)
ISSN : 25485210     EISSN : 25485229     DOI : http://dx.doi.org/10.35963/mmj
Core Subject : Health,
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Jurnal Kebidanan was publish by the Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur on May and Nopember every year. This journal can publish research articles from midwifery. However, the focus and scope of your Healthy Journal are as follows: Midwifery ( Adolesence, Maternity: Prenatal care, Intranatal care, Pospartum care, family Planning, Reproduction of Health), New Born, Neonatus, Pediatric, Management, Comnunity midwifery, Emergency Maternal and Neonatal), Health Education, Evidence Based midwifery.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2017): Volume 2 No. 2 November 2017" : 7 Documents clear
ANTENATAL CARE DAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA IBU MENYUSUI DI KOTA PALANGKA RAYA cia april
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2 No. 2 November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.976 KB)

Abstract

Abstract The percentage of utilization of health services by mothers during pregnancy to health workers and users of contraceptives or hormonal contraceptive methods tends to increase. However, in reality the Indonesian Demographic Survey data shows that there is a tendency of increasing percentage of Ante Natal Care and hormonal contraceptive users to the decreasing of long breastfeeding mothers. Therefore, the contraception used by postpartum mothers should be considered especially for breastfeeding mothers because there are certain contraceptive methods that may affect breast milk production. This should be initiated to the mother since pregnancy at the time of the mother's ANC examination. To examine the relationship of mother's behavior in utilizing health services during pregnancy and use of contraception during breastfeeding. This research is an observational research with cross sectional study design and quantitative approach. The study population was all postpartum mothers in Palangka Raya City. The subjects were 140 postpartum mothers with a maximum distance of 1 year after delivery. Sampling was conducted in a simple random manner from posyandu data in selected sub-districts. The analysis was performed by univariable analysis, bivariable analysis with chi-square, and multivariable analysis with logistic regression. Mothers categorized as non-adherent in ANC had a 1.4 times higher risk of using hormonal contraceptives (95% CI: 1.11-2.35), compared with non-hormonal contraception. Mothers classified in low-risk age groups preferred to use hormonal contraceptives 1.8 times greater than mothers classified in high-risk age groups who preferred to use nonhormonal contraceptives (95% CI: 1.51-3-2.68). Conclusions: the use of hormonal contraceptives in obedient breast-feeding mothers during ANC during pregnancy was lower when compared to mothers who did not adhere to ANC during pregnancy. Key words : ante natal care, hormonal contraceptive, breast-feeding mother Abstrak Persentase pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh ibu selama hamil ke petugas kesehatan dan pengguna alat kontrasepsi ataupun cara kontrasepsi hormonal cenderung meningkat. Namun pada kenyataannya data Survey Demografi Kesehatan Indonesia menunjukkan adanya kecenderungan meningkatnya persentase Ante Natal Care dan pengguna KB hormonal diiringi menurunnya lama ibu menyusui. Oleh sebab itu kontrasepsi yang digunakan oleh ibu post partum harus dipertimbangkan terutama bagi ibu yang menyusui karena terdapat metode kontrasepsi tertentu yang dapat mempengaruhi produksi ASI. Hal ini sebaiknya suda di inisiasikan kepada ibu sejak kehamilan pada saat ibu melakukan pemeriksaan ANC. Tujuan penelitian ini Mengetahui hubungan perilaku ibu dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan selama hamil dan penggunaan kontrasepsi selama menyusui. Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan rancangan studi cross sectional dan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu postpartum di Kota Palangka Raya. Subjek penelitian adalah 140 ibu postpartum dengan jarak maksimal 1 tahun setelah melahirkan. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara acak sederhana dari data posyandu pada kecamatan terpilih. Analisis dilakukan dengan analisis univariabel, analisis bivariabel denga chi-square, dan analisis multivariabel dengan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan Ibu yang dikategorikan tidak patuh dalam melakukan ANC memiliki risiko 1.4 kali lebih tinggi untuk menggunakan kontrasepsi hormonal (95% CI:1.11-2.35), dibanding dengan kontrasepsi non hormonal. Ibu yang digolongkan dalam kelompok usia risiko rendah lebih memilih untuk menggunakan KB hormonal 1.8 kali lebih besar dibandingkan ibu yang digolongkan pada kelompok usia risiko tinggi lebih memilih menggunakan kontrasepsi nonhormonal (95% CI: 1.51-3-2.68). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan kontrasepsi hormonal pada ibu menyusui yang patuh dalam melakukan ANC selama masa kehamilan lebih rendah jika dibandingkan dengan ibu yang tidak patuh dalam melakukan ANC selama masa kehamilannya. Kata Kunci : ante natal care, kontrasepsi hormonal, ibu menyusui
PENGARUH MP-ASI DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKIT KAYU KAPUR TAHUN 2017 Mustika Mustika; Heru Santosa; Umi Salmah
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2 No. 2 November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.307 KB)

Abstract

Abstract Additional feeding before children from six months is not recommended, because it can increase the risk of illness, particularly diarrhea. This research aims to factors that influence on the awarding of the MP-ASI's early work in the area of Bukit Kapur Clinics Dumai Year 2017. This type of research is observational analytic with cross sectional design. The population in this study are all the mothers who have toddlers totaled 122 respondents, where all the population in the sample in this research. The variable in this study is the knowledge, culture, economic status and family support. Data analysis univariate analysis is used with variable frequency distribution research, bivariat chisquare test with, and multivariate logistic regression test with. The results showed that there is the influence of the mother's knowledge of a toddler (p = 0.001 <), culture (p = 0.001 <), family support (p = 0.001 <) against granting MP ASI early and no influence of economic status (p = 0.364), against granting of MP Early BREAST MILK. The most dominant variable influenced the awarding of MP Early BREAST MILK is a cultural variable (p = 0.001; OR < = 8.2 95% CI 2,066-62,598) meaning that the mother of a toddler who believes in culture have risky opportunities 8.2 times larger giving MP Early compared to mother's breast milk toddlers who do not believe in the culture. The conclusion is the absence of any economic status influence against the granting of an early MP-ASI and the influence of the knowledge, culture and family support against the awarding of the MP-ASI early. Expected to health workers in order to deliver health promotion of Exclusive breast milk so that the mother of a toddler can know the exact time in awarding MP Early breast milk. Keywords : knowledge, culture, economic status, family support, early complementary feeding (MP-ASI) ABSTRAK Pemberian makanan tambahan sebelum anak berumur enam bulan tidak dianjurkan, karena dapat meningkatkan resiko terkena penyakit, khususnya diare. Penelitian ini bertujuan untuk Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemberian MP-ASI dini di wilayah kerja Puskesmas Bukit Kayu Kapur Kota Dumai Tahun 2017. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita berjumlah 122 responden, di mana semua populasi tersebut di jadikan sampel dalam penelitian ini. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan, budaya, status ekonomi dan dukungan keluarga. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat degan distribusi frekuensi variabel penelitian, bivariat dengan uji chisquare, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pengetahuan ibu balita (p = <0,001), budaya (p = <0,001),dukungan keluarga (p = <0,001) terhadap pemberian MP ASI Dini dan tidak ada pengaruh status ekonomi (p = 0,364), terhadap pemberian MP ASI Dini. Variabel yang paling dominan mempengaruhi pemberian MP ASI Dini adalah variabel budaya (p= <0,001;OR=8,2 95%CI 2,066-62,598) artinya ibu balita yang percaya pada budaya memiliki peluang berisiko 8,2 kali lebih besar memberi MP ASI Dini dibanding dengan ibu balita yang tidak percaya pada budaya. Kesimpulannya adalah tidak adanya pengaruh status ekonomi terhadap pemberian MP-ASI dini dan adanya pengaruh pengetahuan, budaya dan dukungan keluarga terhadap pemberian MP-ASI dini. Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat memberikan promosi kesehatan tentang ASI Eksklusif sehingga ibu balita dapat mengetahui waktu yang tepat dalam pemberian MP ASI Dini. Kata kunci : pengetahuan, budaya, status ekonomu, dukungan keluarga, pemberian MP ASI
Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Dengan Perilaku Seks Bebas Di SMPN 47 Samarinda Tahun 2017 Jasmawati jasmawati
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2 No. 2 November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.169 KB)

Abstract

Abstract Adolescent is a period of individual life where there is a psychological exploration to find identity. Reproductive health are Physical, mental, and social well-being of the whole on all matters relating to systems and functions, as well as the process of reproduction and not just conditions free of disease or disability. This research aims to identify the correlation of adolescent knowledge of reproductive health toward free sex behaviour. Colleting data method using questionnairre. Analyzing data using Chi Square Test. Adolescent knowledge of health reproduction are 63 (45,7%) good knowledge about reproduction health, 68 (49,3%) Respondents have enough knowledge and 7 (5%) Respondents have less knowledge. 111 (80,4%) of respondents having risky sexual behavior while 27 (19,6%) of respondents have unprotected sex behavior. Test analysis obtained p value (p value) 0,044 <alpha (0,05 ) it can be concluded that there is a correlation between the level of adolescent knowledge about reproductive health with adolescent free sex behavior. Health agencies can provide counseling to all teenagers about the dangers of free sex and the impact that such behaviors will cause Keyword : Reproductive health knowledge, Free sex behavior Abstrak Remaja merupakan suatu masa kehidupan individu dimana terjadi eksplorasi psikologis untuk menemukan identitas diri. Kesehatan reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi, serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit atau kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja usia dini dengan perilaku seks bebas. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 47 Samarinda pada bulan Mei 2017. Pengumpulan data menggunakan metode angket / kuesioner.Teknik analisis data menggunakan analisis bivariat melalui uji statistik Chi Square. Temuan hasil penelitian, yaitu Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi terdapat 63 (45,7 %) Responden memiliki pengetahuan yang baik mengenai kesehatan reproduksi, 68 (49,3 %) Responden memiliki pengetahuan yang cukup dan 7 (5 %) Responden memiliki pengetahuan yang kurang. Sebagian besar responden yakni 111 (80,4 %) berperilaku seks yang beresiko sedangkan 27 (19,6 %) responden berperilaku seks yang tidak beresiko. Hasil analisi uji Chi Square diperoleh nilai p (p value) sebesar 0,044 < alpha (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seks bebas remaja. Instansi kesehatan diharapkan dapat memberikan konseling kepada seluruh remaja tentang bahayanya seks bebas dan dampak yang akan ditimbulkan oleh perilaku tersebut. Kata Kunci : pengetahuan reproduksi, perilaku seks bebas.
HUBUNGAN USIA DENGAN PERDARAHAN POSTPARTUM ( ATONIA UTERI ) DI KLINIK RAMLAH PARJIB SAMARINDA TAHUN 2016 Rahmawati rahma rahmawati
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2 No. 2 November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.312 KB)

Abstract

Abstract Background: In Indonesia, maternal mortality is 228/100,000 live births reported in the frequency range between 9.8%-25.5%. Postpartum hemorrhage is one of the main causes of maternal deaths. The number of postpartum bleeding (uterine atony). Rise at the age of 20 years and <. 35 years old. The purpose of this research aims to find out and analyse the existence of relationship of postpartum hemorrhage with age. This research is the research of analytic approach of Cross Sectional. Method of sampling in the sample Purposiv. The number of samples of maternal postpartum hemorrhage with 30 proportion of postpartum haemorrhage due to uterine atony as many as 20 cases (66.7%) Obtained from the medical record at the clinic Ramlah parjib Samarinda Year 2016. Research results on the test with the test statisti Chi Square (the square) with the SPSS program. The results of the statistical test chi square results obtained at level α = 0.05 significant with a P value of 0.030. Mean P value α <. so, in conclusion the P value is thus α < Ha was accepted, meaning that there is a significant relationship between age with postpartum Bleeding (uterine atony). Summary conclusion So there is a relationship of age with postpartum bleeding (uterine atony). Advice for health institutions and agencies to increase socialization, a planned information, directional and continuous about the importance of early detection of dangers of childbirth diusia information on pregnant women to lower the risk of bleeding events postpartum. Keywords : Age, postpartum bleeding (uterine atony) Abstrak Di Indonesia, angka kematian ibu adalah 228/100.000 kelahiran hidup frekuensi di laporkan berkisar antara 9,8%-25,5%. Perdarahan postpartum merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu. Jumlah perdarahan postpartum (atonia uteri). Meningkat pada usia <20 tahun dan . 35 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa adanya hubungan usia dengan perdarahan postpartum. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Metode pengambilan sampel secara Purposiv Sampel. Jumlah sampel 30 ibu perdarahan postpartum dengan proporsi perdarahan postpartum karena atonia uteri sebanyak 20 kasus (66,7 %) Yang diperoleh dari rekam medis di Klinik Ramlah parjib Samarinda Tahun 2016. Hasil penelitian di uji dengan uji statisti Chi Square (Kuadrat) dengan program SPSS. Hasil Dari hasil uji statistik chi square didapatkan pada taraf signifikan α = 0.05 dengan P value sebesar 0.030. Berarti P value < α. Jadi, kesimpulannya P value < α dengan demikian Ha diterima, yang artinya ada hubungan signifikan antara usia dengan Perdarahan postpartum (atonia uteri). Jadi kesimpulan ada hubungan usia dengan perdarahan postpartum (atonia uteri). Saran Bagi instansi dan institusi kesehatan untuk meningkatkan sosialisasi, informasi yang terencana, terarah dan berkesinambungan tentang pentingnya deteksi dini bahaya persalinan diusia lanjut pada ibu hamil untuk menurunkan resiko kejadian perdarahan post partum. Kata Kunci : “ Usia, Perdarahan Postpartum (Atonia Uteri)”
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN PERDARAHAN POST PARTUM DI RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Nursari Abdul Syukur; Faridah Hariyani; Dwi Hendriani; Rini Natalina
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2 No. 2 November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.115 KB)

Abstract

Abstract Maternal mortality Rate and infant mortality rate always becomes an indicator of the success of the development in the health field. According to Manuaba (2010) bleeding post resulting in hemorrhage is more 500-600 for 24 hours after the child is born including bleeding due to placenta retensio. The cause of the bleeding can be caused by several factors, namely one of the Hb Levels are low. The purpose of the study is to know the relation of Hemoglobin levels of pregnant mother, the characteristics of the III Trimester include age, education, parity with a 24-hour post!, bleeding in the mother in the rose room of the VK HOSPITALS Abdul Wahab Sjahranie Samarinda year 2017. Research methods in analytic approach with case control. The research results obtained P = 0.002 < 0.05 then Ho denied it means there is a connection with hemoglobin levels of bleeding post partum, 24 hours. The results of the Odds Ratio (OR) obtained results OR = 12 [95% CI (1,484-97.790)] yabg means not passing a value of 1, then Hb levels in pregnant women bleeding within the III Trimester 24 hours post!, 12 times greater than the levels of Hb high on the Trimester of pregnant women III. That there is a relationship between Hemoglobin levels III trimester of pregnant women with the haemorrhage 24 hours post partum. Keyword : Haemoglobin, the birthing mother, bleeding 24 hours post partum. Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) senantiasa menjadi indikator keberhasilan pembangunan pada bidang kesehatan kesehatan. Menurut Manuaba (2010) perdarahan post partum mengakibatkan perdarahan lebih 500-600 selama 24 jam setelah anak lahir termasuk perdarahan karena retensio plasenta. Penyebab perdarahan dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu Kadar Hb rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Kadar Hemoglobin hamil Trimester III, karakteristik ibu meliputi umur, pendidikan, paritas dengan perdarahan 24 jam post partum pada ibu di Ruang Mawar VK RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda tahun 2017. Metode: yang digunakanadalah deskriftif analitik dengan pendekatan case control. Hasil penelitian didapatkan P=0.002 < 0.05 maka Ho ditolak artinya ada hubungan kadar hemoglobin dengan perdarahan 24 jam post partum. Hasil Odds Ratio (OR) diperoleh hasil OR=12 [CI 95% (1.484-97.790)] yabg berarti tidak melewati nilai 1, maka kadar Hb rendah pada ibu hamil Trimester III berpeluang perdarahan 24 jam post partum 12 kali lebih besar daripada kadar Hb tinggi pada ibu hamil Trimester III. Sehingga ada hubungan antara kadar Hemoglobin ibu hamil trimester III dengan perdarahan 24 jam post partum. Kata kunci : Kadar Hemoglobin, ibu bersalin, perdarahan 24 jam post partum.
FAKTOR KELENGKAPAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS SEI KEPAYANG KABUPATEN ASAHAN TAHUN 2017 Dwi Feni Pebriani Tarigan
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2 No. 2 November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.767 KB)

Abstract

Abstract Antenatal care is a service provided on a pregnant mom to monitor, support and detect whether a mother pregnant normal or problematic. This research aims to analyze the factors that relate to the completeness of antenatal care visits (K1-K4) in the region of clinics Sei Kepayang Asahan Regency Year 2017. This type of research is observational analytic with cross sectional design. The population in this research is the whole pregnant CE III in the workplace Clinics Sei Kepayang in May-June of the year 2017 as many as 175 people. Sample research as many as 64 people of pregnant women. In this study required primary data by questionnaire and secondary data. Data processing starts with entry, coding and cleanning data. Data analysis univariate analysis is used with variable frequency distribution research, bivariat chisquare test with, and multivariate logistic regression test with. The results showed that there was no relationship variable parity (p = 0.497) and antenatal care visits while the completeness of variable knowledge of pregnant women (p = 0.001 <), the attitude of pregnant women (p = 0.003), socioeconomic (p = 0.037), distance (p = 0.001 <), the husband's support (p = 0.001 <) relate to the completeness of antenatal care visits. The most dominant variable is the husband's support (p = 0.02; OR = 7,971 95% CI 47,566-4,271) means the husband does not support having risky opportunities 7.9 times greater pregnant women antenatal care visits do not complete compared with husband that support. Keywords: factors antenatal care visits, completeness, (K1-K4) Abstrak Antenatal care merupakan pelayanan yang diberikan pada ibu hamil untuk memonitor, mendukung dan mendeteksi ibu apakah hamil normal atau bermasalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelengkapan kunjungan antenatal care (K1-K4) di wilayah kerja Puskesmas Sei Kepayang Kabupaten Asahan Tahun 2017. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil TM III yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sei Kepayang pada bulan Mei-Juni tahun 2017 sebanyak 175 orang. Sampel penelitian sebanyak 64 orang ibu hamil. Dalam penelitian ini diperlukan data primer dengan kuesioner dan data sekunder. Pengolahan data dimulai dengan entri, coding dan cleanning data. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi variabel penelitian, bivariat dengan uji chisquare, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan variabel paritas (p = 0,497) dengan kelengkapan kunjungan antenatal care sedangkan variabel pengetahuan ibu hamil (p= <0,001), sikap ibu hamil (p = 0,003), sosial ekonomi (p = 0,037), jarak (p = <0,001), dukungan suami (p = <0,001) berhubungan dengan kelengkapan kunjungan antenatal care. Variabel yang paling dominan adalah dukungan suami (p=0,02;OR=7,971 95%CI 4,271-47,566) artinya suami yang tidak mendukung memiliki peluang berisiko 7,9 kali lebih besar ibu hamil tidak melakukan kunjungan antenatal care yang lengkap dibanding dengan suami yang mendukung. Kata Kunci : Faktor-faktor, kelengkapan kunjungan antenatal care, (K1-K4)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECUKUPAN ASI PADA BAYI DI PUSKESMAS PAHANDUT Ketut Resmaniasih Resmaniasih
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2 No. 2 November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.239 KB)

Abstract

Abstract The amount of milk production in the first few days after childbirth is small, it is this that reinforces the notion that breast milk is not sufficient for infants. The results of household health surveys (2010) found one of the reasons the mother stopped breastfeeding to babies because of less milk production (32%). This research is analytic with cross sectional design. The number of population in this study was 50 breastfeeding mothers with consecutive sampling technique, with a sample size of 44 respondents. Data were collected through questionnaires distributed to mothers who breastfed their infants aged 1-3 months who visited Pahandut puskesmas from October to November 2016. Then using chi square with 95% confidence level. The result of statistical test on maternal age factor (p = 0,622), parity (p = 0,570), education (p = 0,481), maternal nutritional status (p = 0,659) and occupation (p = 0,042). While infant factor: birth weight (p = 0,609), gender (p = 0,349), age (p = 0,239), and IMD (p = 0,064). So it can be concluded that there is no significant relationship between maternal factors: age, parity, nutritional status, and infant factors: birth weight, sex, age and IMD to breast milk adequacy in infants. There is a significant relationship between maternal work on breast milk sufficiency in infants. Keywords: Factor, and Breastfeeding Adequacy Abstrak Jumlah produksi ASI pada hari-hari pertama pasca persalinan memang sedikit, hal inilah yang semakin menguatkan anggapan bahwa ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi. Hasil survey kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 2010 ditemukan salah satu alasan ibu menghentikan pemberian ASI kepada bayi karena produksi ASI kurang (32%). Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 50 ibu menyusui dengan teknik consecutive sampling, sehingga jumlah sampel ialah 44 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada ibu menyusui bayi usia 1-3 bulan yang berkunjung ke puskesmas Pahandut periode Oktober sampai November 2016. Kemudian menggunakan chi square dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hasil uji statistik pada faktor umur ibu (p= 0,622), paritas (p=0,570), pendidikan (p=0,481), status gizi ibu (p=0,659) dan pekerjaan (p=0,042). Sedangkan faktor bayi: berat lahir (p=0,609), jenis kelamin (p=0,349), umur (p=0,239), dan IMD (p=0,064). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor ibu : umur, paritas, status gizi, dan faktor bayi : berat lahir, jenis kelamin , umur dan IMD terhadap kecukupan ASI pada bayi. Terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu terhadap kecukupan ASI pada bayi. Kata kunci: Faktor, dan Kecukupan ASI

Page 1 of 1 | Total Record : 7