cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018): Human Care Journal" : 5 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN, PENDIDIKAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KUNJUNGAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS LUBUK ALUNG TAHUN 2017 Renty Ahmalia
HUMAN CARE JOURNAL Vol 3, No 1 (2018): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.437 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v3i1.145

Abstract

Profil  Kesehatan  Indonesia (2016) menunjukkan  bahwa  cakupan  pelayanan  antenatal  care belum  terpenuhi  yaitu  pada  tahun  2015–2016  pencapaian  target  belum  terealisasi  yaitu berturut-turut sebesar 80% dan 86%, sedangkan target realisasi ibu hamil yang  mendapatkan  pelayanan  ANC  yaitu  sebesar  89%.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pendidikan dan dukungan suami dengan kunjungan pemeriksaan antenatal care di Puskesmas Lubuk Alung tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Populasi sebanyak 168 dengan jumlah sampel 51 responden dengan tehnik pengambilan sampel accidental sampling.         Hasil penelitian didapati ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil dengan kunjungan pemeriksaan antenatal care di Puskesmas Lubuk Alung dengan p-value = 0,019 (p < 0,05), ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu hamil dengan kunjungan pemeriksaan antenatal care di Puskesmas Lubuk Alung dengan p-value = 0,003 (p < 0,05) dan ada hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan kunjungan pemeriksaan antenatal care di Puskesmas Lubuk Alung dengan p-value = 0,038 (p < 0,05).            Kepada pihak Puskesmas Lubuk Alung diharapkan selalu mengingatkan ibu yang berkunjung untuk melakukan kunjungan rutin minimal 4 (empat) kali selama ibu tersebut hamil.
HUBUNGAN PERILAKU DAN TINGKAT KEPADATAN LALAT DENGAN KEJADIAN DIARE DI PASAR SARILAMAK cici apriza yanti; dina ediana
HUMAN CARE JOURNAL Vol 3, No 1 (2018): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.183 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v3i1.149

Abstract

ABSTRACT Diarrhea disease is one of the health problems in developing countries, especially in Indonesia. The incidence of diarrhea in West Sumatra is about 10% of the population multiplied by the national rate of illness. Diarrhea in Lima Puluh Kota District in 2014 showed an increase in cases as many as 7,017 cases. The type of research used is descriptive research with cross sectional approach where the independent variable is the density of flies, the behavior reduces the incidence of diarrhea and the processing and storage of food with the dependent variable is the incidence of diarrhea in toddlers around Sarilamak Market. The sample in this study amounted to 56 people. The result of the research was obtained of medium fly density level 64.3%, bad respondent behavior 60.7%, poor food processing and storage 33,9% and diarrhea 35.7%. The result of statistical test showed significant relationship between flies with diarrhea occurrence (Pvalue = 0.001) with OR = 7.694, maternal behavior with diarrhea occurrence (Pvalue = 0.034) with OR = 4,200 = 0.029) with OR = 4.278. The conclusions from the study revealed that most of the respondents suffered from diarrheal diseases from the aspect of flies density, behavior and the way of processing and storage of food.  ABSTRAKPenyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan dinegara berkembang terutama di Indonesia.Kejadian diare di Sumatera Barat sekitar 10% dari jumlah penduduk dikalikan dengan  angka kesakitan nasional.  Sedangkan diare di Kabupaten  Limapuluh  Kota tahun 2014  menunjukan  peningkatan  kasus  sebanyak 7.017 kasus. Jenis   penelitian   yang   digunakan   adalah   penelitian   survey  dengan pendekatan cross sectional dimana variabel independent yaitu tingkat kepadatan lalat, perilaku, pengolahan  serta  penyimpanan  makan dengan  variabel  dependent  yaitu  kejadian  diare  pada  balita     di  sekitar  Pasar Sarilamak. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 56 orang. Hasil penelitian yang didapatkan dari tingkat  kepadatan  lalat  sedang 64.3%,  perilaku  responden  yang  buruk  60.7%, Pengolahan dan penyimpanan makanan yang buruk 33,9% dan yang menderita diare 20 orang (35.7%). Hasil uji statistik menunjukan hubungan bermakna anatara kepadatan lalat dengan  kejadian  diare  dengan  (Pvalue  = 0.001) dengan  OR  = 7.694,  perilaku  ibu dengan kejadian diare di dapatkan (Pvalue  = 0.034) dengan OR = 4.200, cara pengolahan dan penyimpanan makanan di dapatkan hasil (Pvalue = 0,029) dengan OR = 4.278. Kesimpulan dari hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian besar responden menderita penyakit diare dari aspek tingkat kepadatan lalat, perilaku serta cara pengolahan dan penyimpanan makanan. Oleh karena itu diperlukan kesadaran masyarakat tentang pola hidup bersih dan pengetahuan tentang diare.  
HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN PRE-EKLAMPSIA chichi hafifa transyah
HUMAN CARE JOURNAL Vol 3, No 1 (2018): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.182 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v3i1.100

Abstract

Angka kejadian pre-eklampsia pada tahun 2013 di RSUP Dr. M. Djamil Padang mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebanyak 211 orang, sedangkan pada tahun 2015 kejadian pre-eklampsia mengalami penurunan hingga 50% dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 112 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur dan paritas ibu bersalin  dengan kejadian pre-eklampsia diruang kebidanan Rsup. Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini survei analitik dengan desain cross sectional study. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan juli 2016. Populasi ini sebanyak 33 orang, sampel diambil secara total sampling dengan batasan waktu sepuluh hari. Dengan cara pengambilan data dengan melihat  rekam medik menggunakan data secara univariat dengan distribusi frekuensi dan secara bivariat dengan  uji chi-square.Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih dari separuh 20 0rang (60,6%) ibu hamil mengalami pre-eklampsia ringan dibandingkan dengan pre-eklampsia berat kurang dari separuh 13 orang (39,4%). Dan lebih dari separuh 16 orang (48,5%) ibu hamil dengan umur tidak beresiko dibandingkan dengan umur ibu hamil beresiko kurang dari separuh 4 orang (12,1%). Dan lebih dari separuh 17 orang (51,5%) ibu hamil dengan paritas tidak beresiko dibandingkan dengan umur ibu hamil dengan paritas beresiko 3 orang (9,1%). Terdapat hubungan yang bermakna antara umur dan paritas dengan kejadian pre-eklampsia (p = value < 0,05)Kesimpulan penelitian ini yaitu umur dan paritas berpengaruh terhadap kejadian pre-eklampsia. Untuk itu disarankan kepada pasangan usia subur untuk dapat memeperhatikan umur dan jumlah paritas untuk mengurangi kemungkinan terjadinya pre-eklampsia.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN IUD POST PLACENTA DI RSUD Dr RASIDIN PADANG rini febrianti
HUMAN CARE JOURNAL Vol 3, No 1 (2018): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.209 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v3i1.68

Abstract

FAKTOR -  FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN  PENGGUNAAN  IUD POST PLACENTA DI RSUD Dr RASIDIN PADANG  TAHUN  2016 Rini Febrianti ABSTRAK Penelitian ini berawal dari rendahnya penggunaan IUD Post Placenta di RSUD Dr Rasyidin kota Padang  yaitu  sebanyak 13,56% dari 693 orang ibu bersalin pada Tahun 2015. IUD Post Placenta adalah IUD yang dipasang dalam waktu 10 menit setelah  lepasnya  placenta  pada  proses persalinan pervaginam maupun persalinan dengan tindakan Secsio caesaria. Penelitian  ini bertujuan  untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang  berhubungan dengan  penggunaan IUD Post Placenta di RSUD Dr. Rasidin Padang tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional.  Populasi dalam penelitian  ini adalah ibu post partum yang dirawat di rumah Sakit RSUD Dr. Rasidin dari bulan  Juni – Agustus 2016  yang berjumlah 110 orang dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Data dianalisa menggunakan analisa univariat dan bivariat kemudian diuji dengan test statistik Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan dari 52 orang (78,8%) ibu memiliki tingkat pengetahuan rendah, Tingkat pendidikan menengah (55,8%), Informasi yang cukup dari tenaga kesehatan (61,5%). Ada hubungan tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD Post Placenta p value (<0,05). Tidak terdapat hubungan Informasi dari tenaga kesehatan dengan penggunaan IUD Post Placenta p value (0,528).  Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengguna IUD Post Placenta dipengaruhi oleh tingkat  pengetahuan dan  pendidikan  ibu. Diharapkan pada bidan agar  meningkatkan konseling  keluarga berencana  dimulai pada saat  Antenatal  Care tentang  pemasangan  alat kontrasepsi IUD Post Placenta dengan  menggunakan metode yang tepat.  Kata kunci : Tingkat  Pengetahuan, Pendidikan, Informasi tenaga kesehatan, Penggunaan IUD   Post Placenta.                    FACTORS  OF RELATIONS WITH USED IUD POST PLACENTA IN RSUD Dr. RASIDIN PADANG 2016  Rini Febrianti ABSTRACT              This study started from low Post Placenta IUD usage in RSUD Rasyidin Padang, 13,56% of 693 women gave birth in 2015. Post placenta IUD is used 10 minutes after placental detachment  after per vaginam or secsiocaesaria  birth. This study aims to analyze factors influencing Post Placental IUD usage in RSUD Dr. Rasidin Padang in 2016. The design of  the study was analytical with cross sectional approach. Population was post partum woman in Rasidin Hospital from June to August 2016 as many as 110 participants  with accidental sampling. Data was analyzed with univariate and bivariate test  and also Chi-square test. Result was 52 participants (78,8) women had low knowledge, middle level of education (55,8%), sufficient information  from health practitioners. Conclusion is Post Placenta IUD usage is influenced by woman's education level. It is suggested for midwife to increase health promotion during antenatal care about Post Placenta IUD usage with correct method. Keywor d : Level of education, education, health care practitioner information, IUD Post Placenta Usage
HUBUNGAN STATUS PERNIKAHAN DAN KEPEMILIKAN KONDOM DENGAN PENGGUNAAN KONDOM PADA PASANGAN TIDAK TETAP PENGGUNA NAPZA SUNTIK DI 4 KOTA DI INDONESIA sugiarto sugiarto
HUMAN CARE JOURNAL Vol 3, No 1 (2018): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.15 KB) | DOI: 10.32883/hcj.v3i1.97

Abstract

Konsistensi penggunaan kondom pada Penasun masih rendah. Menurut Laporan STBP 2013, konsistensi penggunaan kondom pada Penasun sebesar 17% pada pasangan tetap, 17% pasangan tidak tetap dan 16% pasangan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat determinan penggunaan kondom pada Penasun di 4 Kota di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data STBP Penasun tahun 2013. Cara pengambilan sampel STBP Penasun adalah Responden Driven Sampling (RDS). Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan proporsi penggunaan kondom pada saat berhubungan seks dengan pasangan tidak tetap sebesar 17%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara status pernikahan (OR=0,2; 95% CI=0,1-0,6), kepemilikan kondom (OR=6,6; 95% CI=2,4-18,2) dengan penggunaan kondom pada pasangan tidak tetap pengguna napza suntik di 4 Kota di Indonesia. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepemilikan kondom merupakan faktor risiko penggunaan kondom pada pasangan tidak tetap pengguna napza suntik. Responden yang tidak memiliki kondom memiliki peluang 6,6 kali lebih tinggi tidak menggunakan kondom jika dibandingkan dengan responden yang memiliki kondom.

Page 1 of 1 | Total Record : 5