cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal" : 30 Documents clear
ANALISIS KELENGAKAPAN PENDOKUMENTASIAN PELAYANAN KEBIDANAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUKBUAYA KOTA PADANG Zulfita Zulfita; Eka Putri Primasari; Putri Nelly Syofiah
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.845

Abstract

Midwifery documentation has a large portion in the patient's clinical record that informs certain factors or situations during the midwifery care provided. In Puskesmas Lubuk Buaya, there are 94.12% of midwives who dont report the documentation of midwifery perfectly in according to requirements that must be reported. The research aims to analyze problems related to the completeness of midwife documentation of midwifery services in the work area of Puskesmas Lubuk Buaya. The method of this study is qualitative. This research was conducted in August - October 2019. The results of research was founded, Puskesmas Lubuk Buaya had followed according to government policy. Funding, human resources and infrastructure are quite adequate, just how to use and optimize it and how disciplined the officers are in using it. The planning of the Puskesmas Lubuk Buaya has been going well. However, for the completeness of documentation of midwives in providing midwifery services, SOAP documentation has not been applied to each patient. Midwives tend not to make SOAP because SOAP is not a mandatory report that must be reported every month to the Puskesmas. Evaluations are reviewed when submitting monthly report collections which are then recapitulated by the Puskesmas in the Puskesmas monthly report.
SINDROM DELIRIUM AKUT Nidya Angryni; Roza Mulyana
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.810

Abstract

Sindrom delirium akut merupakan sebuah sindrom neuropskiatrik yang kompleks dengan onset akut dan besifat fluktuatif. Sindrom ini melibatkan suatu hendaya fungsi kognitif yang akut dan menyeluruh yang mempengaruhi kesadaran, perhatian, memori, kemampuan perencanaan, dan organisasi. Telah dilaporkan kasus sindrom delirium akut pada pasien laki-laki usia 75 tahun. Pasien datang dengan perubahan kesadaran yang terjadi 2 hari terakhir. Sindrom delirium akut yang terjadi pada pasien didasari atas infeksi paru. Pada pemeriksaan fisik paru didapatkan  ronkhi basah halus nyaring di kedua lapangan paru. Pada pasien juga ditemukan adanya sindrom geriatri yang meliputi imobilisasi dengan ketergantungan total, instabilitas dengan risiko jatuh, malnutrisi, frailty, dan gangguan penglihatan. Pada pasien dilakukan penanganan secara komprehensif dalam tim medis interdisipliner dengan partisipasi keluarga yang merupakan salah satu pendekatan pelayanan geriatri paripurna
HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN DAN GANGGUAN KOGNITIF PADA LANSIA Resti Rahmadika Akbar; Dian Ayu Hamama Pitra; Mutiara Anissa; Debie Anggraini
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.814

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lansia menjadi tantangan sendiri. Pemenuhan fasilitas, sistem serta peran dari pemerintah dan masyarakat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup lansia.. Salah satu aspek yang terkait dengan proses penuaan adalah penurunan fungsi yang mencakup psikologis, sosiologis dan biologis. Salah satu perubahanan yaitu penurunan fungsi kognitif. Penuruan fungsi pada lansia juga menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat kemandirian dari lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai hubungan tingkat kemandirian dan gangguan kognitif pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik pengumpulan sampel convenience-sampling. Sampel penelitian ini merupakan pasien prolanis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Moca-Ina versi Indonesia untuk menilai fungsi kognitif dan Indeks Barthel untuk menilai tingkat kemandirian. Untuk menilai keadaan sosiodemografi dinilai melalui wawancara. Hasil penelitian ini didapatkan hasil hubungan tingkat kemandirian dan gangguan kognitif pada lansia dengan hasil p=0.209. Untuk hasil tingkat kemandirian didapatkan hasil tingkat mandiri (92%), fungsi kognitif umumnya berada pada mild kognitif (76%). Dari penelitan ini disimpulkan hubungan tidak bermakna tingkat kemandirian dengan gangguan kognitif.
EFEKTIFITAS JUS JERUK DAN JUS TOMAT TERHADAP HIPERTENSI DI DESA TAMBAKSOGRA BANYUMAS Rani Marlina; Ikhsan Mujahid
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.760

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi atau Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama menimbulkan kerusakan pada ginjal, jantung, dan otak bila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai.Tujuan: Menganalisa efektifitas jus jeruk dan jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain Quasy Eksperimen dengan rancangan two group pre-test post-test design teknik purposive sample yaitu 15 responden jus jeruk dan 15 jus tomat. Uji statistik Independent sampel t-test.Hasil: Hasil penelitian rata-rata tekanan darah sistolik jus tomat sebelum 155,60±3.54159 dan setelah 130.20±6.57050. rata-rata tekanan diastolik sebelum diberikan jus tomat adalah 97,26±2.15362 dan setelah 81.33±4.08248. Dan rata-rata tekanan sistolik sebelum diberikan jus jeruk adalah 155,46±3.46135 dan setelah 137.26±4.09646. Tekanan diastolik mean sebelum diberikan jus jeruk adalah 97.86±1.24595 dan setelah 87.80±2.27408.Kesimpulan : Terdapat perbedaan signifikan rata-rata sistolik dan diastolik kedua kelompok terhadap perubahan tekanan darah pasien hipertensi dengan nilai t hitung sistolik 3.820 dan diastolik 4.482 atau t hitung > t table dan p-value <0.05. Jus tomat lebih efektif dibandingkan dengan jus jeruk untuk menurunkan tekanan darah
PERBANDINGAN RETINAL GANGLION CELL THICKNESS DAN PERIMETRI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 sherly muchlis muchlis; Ardizal Rahman; Weni Helvinda
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.788

Abstract

Diabetic retinopathy (RD) is a microvascular complication that often occurs in diabetes mellitus (DM). Retinal ganglion cells (RGC) are reduced in the early stages of DM, even before microvascular abnormalities are seen on the retina. Methods: Sample of 35 eyes of non RD RD type 2 patients and 35 mild non proliferative diabetic retinopathy (NPDR) eyes After examination of ophthalmological status, perimetry and optical coherence tomography (OCT) were examined. Results: The mean MD on non-RD type 2 DM -2.74 ± 3.5 mild NPDR -5.61 ± 4.5 with p value 0.414. The average non-RD type 2 PSD DM was -3.35 ± 3.3, mild NPDR was 4.16 ± 1.4 with a p value of 0.206. The mean RGC thickness of patients with non-RD type 2 DM was 83.8 ± 7.4 µm, mild NPDR 82.7 ± 8.1 μm. There was a decrease in the value of RGC thickness, MD and PSD in patients with type 2 DM, but it was not statistically significant . Conclusion: No significant difference was found in RGC thickness in DM patients between non-RD and mild NPDR. No significant difference was found between MD and PSD in DM patients between non-RD and mild NPDR. No significant relationship was found between RGC thickness and perimetry in DM patients between non-RD and mild NPDR. 
FACTORS RELATED TO ABORTUS EVENTS IN MITRA MEDIKA RSU TANJUNG MULIA MEDAN IN 2019 qori armiza septia; Asriwati Amirah; Jitasari Tarigan Sibero
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.581

Abstract

Abortion is an important problem in public health because it affects maternal morbidity and mortality. Based on data from the World Health Organization (WHO) in 2016, around 830 women die from pregnancy-related complications worldwide every day. During 2010-2014, an estimated 56 million abortions occur each year worldwide. The aim is to find out factors related to the abortion at Mitra Medika Tanjung Mulia Medan Hospital in 2019.         This research uses a Mix Methods research with a Sequential Explanatory strategy. The approach used in quantitative retrospectives and qualitative uses a case study approach. The population in this study were all pregnant women who experienced abortion recorded in the medical records of Mitra Medika Hospital Tanjung Mulia Medan as many as 73 respondents. The sample in a quantitative approach of 73 respondents with the technique of Total Population while for qualitative 2 pregnant women who have abortion, 2 husbands, 1 midwife. Data collection is carried out with primary, secondary and tertiary data. Data analysis was performed by univariate, bivariate analysis. Qualitative data analysis with data reduction, data presentation, and drawing conclusions.         Data obtained from the results of statistical tests show there is a relationship between age and abortion p value 0.005, there is a relationship of work with abortion p value 0.017, there is a relationship of parity with abortion p value 0.022, there is a relationship between historical abortion with abortion p value 0.001. And there is no correlation between contraceptive failure and abortion p value 0.297. Qualitatively based on in-depth interviews with informants that the cause of the occurrence of abortion is due to the age of the mother at risk, a history of previous abortion and fatigue at work. Another factor related to the incidence of abortion is husband's support.         The conclusion of this study is that there is a relationship between age, occupation, parity, history of abortion of pregnant women with abortion and there is no relationship between contraceptive failure of pregnant women with abortion in Mitra Medika Tanjung Mulia Hospital in 2019. It is expected that health workers can improve the quality of services in efforts to manage abortion and providing information about pre-conception preparation and health monitoring during pregnancy.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN MP-ASI PADA BALITA Yulia Arifin; Putri Nelly Syofiah; Novria Hesti
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.846

Abstract

Pemberian Makanan Pendamping ASI akan berkontribusi pada perkembangan optimal seorang anak bila dilakukan secara tepat. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ibu memberikan makanan tambahan antara lain faktor kesehatan bayi, faktor kesehatan ibu, faktor pengetahuan, faktor pendidikan, faktor pekerja, faktor petugas kesehatan, faktor budaya dan faktor ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu dan dukungan keluarga dengan pemberian MP-ASI. Jenis penelitian ini analitik dengan  desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang memiliki balita usia 6-24 bulan. Sampel yang digunakan berjumlah 42 orang, diambil dengan teknik purposive sampling. Data dikumpul melalui kuesioner yang telah disediakan dan teknik pengolahan data dengan langkah editing, coding, entry dan cleaning. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat.Hasill penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna pada tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu dan pendapatan keluarga dengan pemberian MP-ASI dengan p value 0,006, 0,041, 0,014. Ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pemberian MP-ASI nilai p value 0,001. Kesimpulan penelitian ini, adanya hubungan karakteristik ibu dan dukungan keluarga dengan pemberian MP-ASI. Diharapkan pada semua tenaga kesehatan memberikan informasi yang terbaru kepada ibu secara rutin sehingga ibu memiliki informasi yang jelas tentang pemberian MP-ASI.
PERAN APELIN PADA PENYAKIT GINJAL KRONIK gina ariani; Harnavi Harun
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.826

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan kelainan struktur atau fungsi ginjal yang berlangsung dalam waktu ≥ 3 bulan. Kelainan struktur atau fungsi ginjal ini ditandai dengan salah satu atau lebih kriteria yaitu terdeteksinya albuminuria > 30 mg/ 24 jam, kelainan sedimen urin, kelainan yang ditemukan dari pemeriksaan histologi, kelainan struktural yang terdeteksi melalui imaging, riwayat transplantasi ginjal dan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) < 60 ml/menit/1,73m. Komplikasi  utama dari penyakit ini tidak hanya mencakup perkembangan ke penyakit ginjal stadium akhir, tetapi juga peningkatan risiko komplikasi seperti penyakit kardiovaskular dan stroke yang merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pasien dengan PGK pada semua stadium. Sehingga dianjurkan untuk dilakukan deteksi dini dan terapi untuk mencegah prognosis yang buruk. Apelin merupakan peptida vasoaktif yang berperan sebagai ligan reseptor selektif, APJ, yang secara genetis diidentifikasi memiliki identitas terdekat dengan reseptor angiotensin II tipe 1 (AT-1). Terdapat berbagai peran sistem apelin-APJ dalam fisiologi manusia termasuk regulasi fungsi kardiovaskular dan homeostasis cairan. Terlepas dari homologi yang tinggi antara reseptor APJ dan reseptor AT-1, sistem apelin-APJ telah diketahui memiliki kerja yang berlawanan terhadap angiotensin II tipe 1. Peran apelin-APJ dalam fisiologi ginjal, termasuk dalam homeostasis cairan di ginjal. Selain itu, efek renoprotektif dari sistem apelin-APJ pada penyakit ginjal telah dilaporkan dalam kejadian fibrosis ginjal, cedera ginjal iskemik / reperfusi (I / R) dan nefropati diabetes, yang menunjukkan bahwa sistem apelin-APJ dapat menjadi target terapeutik yang baru untuk penyakit ginjal kronik.
KORELASI KADAR HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN DENGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA PENYANDANG OBES Rama Dhanivita Djamin
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.717

Abstract

Obesitas terjadi karena akumulasi lemak berlebih di dalam tubuh. Akumulasi lemak menimbulkan low grade inflammation pada jaringan adiposa, menyebabkan peningkatan sitokin inflamasi seperti tumor necrosis factor-alpha, interleukin-1 beta, dan interleukin-6 (IL-6). Peningkatan sekresi IL-6 merangsang hepar meningkatkan produksi protein fase akut. High sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) sebagai penanda inflamasi merupakan protein fase akut. Low density lipoprotein (LDL-kolesterol) adalah lipoprotein yang paling banyak mengandung kolesterol. Peningkatan kadar hs-CRP dan kadar LDL-kolesterol pada obesitas diidentifikasi sebagai faktor risiko aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan hs-CRP dengan LDL-kolesterol pada penyandang obes, merupakan penelitian analitik rancangan potong lintang dilakukan  September 2018 sampai Agustus 2019. Kadar hs-CRP diperiksa dengan metode enzyme linked immunoassay (ELISA), sedangkan kadar LDL-kolesterol dengan metode kalkulasi (rumus Friedewald). Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalisi data, jika didapatkan nilai p<0,05 korelasi dinyatakan bermakna. Subjek penelitian berjumlah 26 penyandang obes terdiri dari 6 laki-laki (23,1%) dan 20 perempuan (76,9%). Rerata umur subjek penelitian adalah 36,46(7,68) tahun. Rerata kadar hs-CRP dan kadar LDL-kolesterol adalah 5,08(1,28) mg/L dan  154,69(45,8) mg/dL. Analisis korelasi menunjukkan korelasi positif lemah dan tidak bermakna secara statistik antara kadar hs-CRP dengan kadar LDL-kolesterol (r= 0,333, p=0,096). Simpulan: Terdapat korelasi positif lemah antara kadar hs-CRP dengan kadar LDL-kolesterol pada penyandang obes.Kata kunci: Obesitas, High Sensitivity C-Reactive, Low Density Lipoprotein
KORELASI KECEMASAN DENGAN JENIS TENSION TYPE HEADACHE PADA MAHASISWA KEDOKTERAN ANGKATAN 2019 DI UNIVERSITAS ANDALAS Dian Pertiwi Alty; Restu Susanti; Nita Afriani
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 3 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i3.766

Abstract

Tension type headache is the most common primary headache. Tension type headache can be triggered by anxiety. Anxiety often occurs in medical students, especially in new students. The aim of this  study was to determine the correlation between anxiety and tension-type headache among medical students batch 2019 in Andalas University. This was an analytic study using cross-sectional design. Sampling was done by stratified random sampling technique and we obtained sample from 79 respondents. Headache diagnosis was based on the consensus of PERDOSSI 2018 which in accordance with International Classification of Headache Disorder 3rd Edition (Beta version). Anxiety was diagnosed by using Hamilton Rating Scale for Anxiety questionnaire that had been validated. The correlation between variabels was analyzed using Spearman Rho test. The results of univariate analysis showed that the majority of respondent were women (69,6%). The most common anxiety category was mild anxiety (57%). The most common tension-type headache type was infrequent type (62%). The results of bivariate analysis showed 8 sample (34,8%) which experienced moderate-severe anxiety had infrequent tension-type  headache and 41 samples (73,2 %) which experienced mild anxiety also had infrequent tension type headache. This study showed that anxiety was positively correlated with tension-type headache (r=0,327 p=0.003)

Page 1 of 3 | Total Record : 30