cover
Contact Name
Heni Indrayani
Contact Email
jurnal.audience@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
heni.indrayani@dsn.dinus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Audience
ISSN : 26208393     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Audience, Journal of Communication Studies is a scientific journal published by Dian Nuswantoro University. Audience journal publishes original papers, review papers, conceptual framework, analytical and simulation models, case studies, and empirical research. Audience journal aims to develop and communicate widely the development of creative media and business communication both theoretical and pragmatic. Audience journal publishes papers in the fields of journalism, mass media industries, broadcasting media issue, new media studies, media ethics, political communications, media law, strategic communications management, social marketing, political marketing, political campaign, public relations. Audience journal is published both in print and online versions. Audience journal published twice a year, in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018): Februari 2018" : 6 Documents clear
PERSEPSI KHALAYAK PADA VIDEO IKLAN THAI LIFE INSURANCE VERSI “ I WANT MORE TIME ” TERHADAP PERAN AYAH DAN ANAK LAKI-LAKI DALAM KELUARGA Fahmi Rizki Fajar
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v1i1.2685

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan memahami persepsi khalayak pada video iklan Thai Life Insurance versi “ I WantMore Time “ terhadap peran ayah dan anak laki-laki dalam keluarga. Iklan ini menceritakan hubungan daninteraksi ayah sebagai orang tua tunggal dan satu anak laki-lakinya dalam keluarga. Fokus dari penelitianini adalah pada pemaknaan khalayak yang memiliki latar belakang berbeda dalam dua keluarga terhadapiklan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi. Analisisresepsi dipilih untuk mendapatkan temuan yang mendalam. Ada tujuh orang yang menjadi narasumberdari penelitian ini. Ketujuh narasumber terbagi menjadi dua keluarga tersebut memiliki latar belakang yangberbeda untuk mendapatkan data yang akurat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitianini adalah dengan wawancara yang mendalam melalui Forum Group Disccusion (FGD) dan studi pustaka.Penelitian ini menggunakan teori Negosiasi Muka dari Stella ting Toomey. Hasil penelitian ini menyatakanbahwa peran ayah dan anak laki-laki dalam video iklan Thai Life Insurance versi “ I Want More Time “ memilikikesamaan dengan peran ayah dan anak laki-laki di kehidupan sehari – hari dalam konteks keluarga, hal inipernah dialami sendiri oleh narasumber laki-laki sebagai ayah dan anak serta didukung oleh penuturaninforman lainnya.Kata Kunci : iklan, i want more time, persepsi khalayakAbstractThis study aims to understand the audience perceptions on the Thai Life Insurance video version  “I WantMore Time” to the role of father and son in the family. This ad tells about the relationship and interaction,the father as a single parent and one of his sons. The focus of this study is on the meaning of the audiencethat has different background. This study used a qualitative approach with the method of reception analysis.Analysis reception was selected to obtain deep findings. There are seven audiences who became the sourcethis research. The seven speakers are divided into two families that have different backgrounds to obtainaccurate data. The data collection techniques used in this study are through in-depth interviews throughGroup Disccusion (FGD) forums and literature studies. This study uses the Advocacy of Stella ting ToomeyAdvance theory. The results of this study shows that the role of fathers and boys in the Thai Life Insurance advideo version “I Want More Time” has similarities to the role of father and son in everyday life in the context of the family, it has been experienced alone by informants as fathers and children and supported by other informants’ narratives.Keywords: advertising, thai life insurance, audience perception
ANALISA SEMIOTIKA VISUAL FILM BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA Rizki Rengganu Suri Perdana
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v1i1.2681

Abstract

AbstrakTerorisme didefinisikan sebagai sebuah doktrin yang mengandung unsur intimidasi, kekerasan dan brutalismemelawan warga sipil sebagai dasar dengan motivasi tertentu. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapapembuat film telah mengangkat persoalan yang terjadi dalam masyarakat untuk membangun perhatiantentang isu terkait,salah satunya adalah film Bulan Terbelah di Langit Amerika. Metode yang dipakai dalampenelitian ini adalah Metode Analisis Semiotik film (MAS) Christian Metz.Bahasa struktur film kemudiandibagi menjadi delapan pengelompokan dalam ”The Large Syntagmatic Category” .Teori yang penulisgunakan adalah Sigmund Freud – Psikoanalisis,teori ini untuk melihat bagaimana representasi dari karakteryang dibentuk dari hasil tabarakan montage,dan Sergei Eisenstein – Teori Montage,adalah teori yangdigunakan untuk memunculkan serta menimbulkan emosi kepada audience.Hasil dari penelitian ini(1)Teror,direpresentasikan berupa penekanan akan Super Ego pada karakter(2)Intimidasi, direpresentasikan melaluimedia–media menyorot karakter Sarah dan Azima, sehingga menciptakan trauma psikologis kepada mereka, terlihat kekerasan simbolik yang terlihat dari narasi (verbal) dan bahasa tubuh (non verbal),(3)Pengakuan Bangsa Barat, direpresentasikan melalui karakter Philipus Brown dan bentuk dorongan Id nya yang akhirnyamembuat keseluruhan karakter memiliki kesamaan IdKata Kunci : Bulan Terbelah di Langit Amerika, Semiotik, Film TerorisAbstractTerrorism is defined as a doctrine that contains elements of intimidation, violence and brutality againstcivilians as a basis with certain motivations. In recent years, some filmmakers have raised the issues that occurin society to build attention to related issues, one of which is the film of Bulan Terbelah di Langit Amerika.The method used in this study is the Semiotic Analysis Film Method (MAS) Christian Metz.The structure of thefilm is then divided into eight groupings in “The Large Syntagmatic Category”. The theory the author uses isSigmund Freud - Psychoanalysis, the theory is to see how the representation of the characters formed fromthe results of montage, and Sergei Eisenstein - Montage Theory, is a theory used to generate emotion to theaudience. The results of this study (1) Terror, represented in the form of Super Ego emphasis on the character(2) Intimidation, represented through the media highlighted the character of Sarah and Azima, thus creatingpsychological trauma to them, seen symbolic violence seen from the narrative (verbal) and body language (non verbal), (3) Confession of the West, represented by the character of Philipus Brown and the form of his Id impulse that eventually made it whole an character has a similarity Id.Kata Kunci : Bulan Terbelah di Langit Amerika, Semiotics, Terrorism Movie.
GAYA RETORIKA KEPALA NEGARA RI: ANALISIS KOMPARATIF SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY) DAN JOKO WIDODO Dwi Sulistiyani; Mukaromah Mukaromah
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v1i1.2682

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang kanon gaya retorika (Chanon Rethoric) kepala negara, yaitu Susilo BambangYudhoyono dan Joko Widodo. Baik Susilo Bambang Yudhoyono maupun Joko Widodo memiliki gaya retorikayang berbeda dan karakter pribadi yang masing-masing memiliki keunikan. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi gaya retorika SBY dan Jokowi, berfokus pada saat mereka memimpin Sidang KabinetParipurna. Dalam penelitian, penulis menggunakan teori kode verbal dan kode nonverbal dan menggunakanpendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif dengan teknik triangulasi. Objek penelitian iniberupa video rekaman pidato SBY dan Jokowi dalam memimpin sidang kabinet paripurna. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dalam menyampaikan materi pidato, gaya bicara SBY teratur, kaku, dan menggunakanistilah yang panjang. SBY lebih mengutamakan kode verbal dibandingkan dengan non verbal karena mampu membentuk bahasa (langue) yaitu fonologi (tata bunyi), morfologi (pembentukan kata), dan sintaksis (pembentuk kalimat). Gerakan bahasa isyarat adaptor SBY yang paling banyak ditemui terutama objek adapteryang ditujukan pada gadget canggih yang dibawanya untuk membantunya mengingat isi materipidato. Sedangkan gaya retorika Jokowi menggunakan bahasa percakapan (parole), yaitu menggunakanbahasa keseharian dan mudah dipahami oleh semua kalangan, kata-kata yang merakyat, dan lebih to thepoint. Bahasa tubuh (body language) Jokowi juga membantu memudahkan pesan pidato dapat tersampaikandengan jelas. Hal ini menandakan bahasa non verbal kinesics lebih dominan karena ekspresi Jokowi berubahubahmengikuti pesan yang disampaikandan gerakanyangdilakukan.Kata Kunci: Kanon Retorika, Gaya Retorika, Teori Kode Verbal dan Nonverbal.AbstractThis study discusses the Chanon Rethoric head of state, namely Susilo Bambang Yudhoyono and Joko Widodo.Both Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) and Joko Widodo have different styles of rhetoric and personal characterthat each has its own uniqueness. This study aims to identify the rhetorical style of SBY and Jokowi, focusingas they lead the Plenary Cabinet Session. In the study, the author uses verbal code theory and nonverbal codeand uses a qualitative approach with descriptive analysis method with triangulation technique. The objectof this research is a video recording of SBY and Jokowi’s speech in leading the plenary cabinet session. The results showed that in delivering speech material, SBY’s speech style is regular, rigid, and uses long term. SBY prefers verbal code compared with non verbal because it is able to form language (langue) that is phonology(sound system), morphology (word formation), and syntax (forming of sentence). The most widely used SBYadapter language gesture is particularly the object-adapter aimed at the advanced gadgets it carries tohelp him remember the content of the speech material. While Jokowi rhetoric style using the language ofconversation (parole), which uses the language of everyday and easily understood by all circles, the wordspopulist, and more to the point. Body language (body language) Jokowi also help ease speech messages canbe conveyed clearly. This indicates that non-verbal language kinesics is more dominant because Jokowi’sexpression changes with the message and movements.Keywords: Rethorical Canon, Rethorical style, Verbal Code and nonverbal Theory
ANALISIS SEMIOTIK TERHADAP IKLAN SAMPOERNA A MILD HIJAU EDISI DATENG KONDANGAN Sony Wicaksono
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v1i1.2683

Abstract

AbstrakIklan adalah sarana komunikasi persuasif yang bertujuan mempengaruhi masyarakat untuk menggunakan jasaatau barang. Oleh karenanya, diperlukan sebuah iklan efektif untuk mampu meyakinkan dan mempersuasikhalayak. Peneliti memfokuskan pada iklan rokok Sampoerna A Mild Hijau karena merupakan salah satu produkyang terkenal dan terkemuka di Indonesia. Dalam iklan Sampoerna A Mild Hijau edisi Dateng Kondangan,terdapat beberapa simbol atau tanda yang disampaikan secara tersirat melalui teks, audio, maupun visualyang didalamnya sebenarnya melibatkan brand atau kompetitor lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmelihat pemaknaan simbol-simbol iklan Sampoerna Hijau versi “Dateng Kondangan” dalam kajian semiotika.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis semiotik model Roland Barthes. Lewat model Roland Barthes, peneliti mampu mengungkap makna denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menemukan data bahwa iklan tersebut menggambarkan persainganproduk rokok di Indonesia yang diwakili oleh brand kompetitor dimana asosiasi warna merah (Gudang GaramMerah), warna coklat (Djarum Coklat), dan hijau (Sampoerna Hijau).Kata Kunci : Semiotika, Iklan Sampoerna, IklanAbstractsAdvertising is the medium of  persuasive communication that aims to influence people to use services or goods. Therefore, an effective advertisement is required to be able to convince and persuade audiences.The researcher focused on Sampoerna A Mild Green cigarette advertisement because it is one of the famousand leading products in Indonesia. There are brand competitor’s symbols and signs that implicitly projectedthroughout the text, audio and visual contents.The aim of this research is to depict the symbols’s meanings ofthis advertisement. This research uses qualitative approach. The research method used is semiotic analysismethod of Roland Barthes model. Through the model Roland Barthes, researchers are able to uncover themeaning of denotation, connotation, and myth. This research finds the data that the advertisement describescompetition of cigarette product in Indonesia represented by competitor brand where red color association (Gudang Garam Merah), brown color (Djarum Coklat), and green (Sampoerna Hijau).Keywords: Semiotics, Sampoerna Advertisement, Advertisement
FILM DOKUMENTER “SAMPAHMU MAKANANKU”: ALTERNATIF PENDEKATAN MASYARAKAT TERHADAP MASALAH SAMPAH Tiara Wahyuningrum; Tamara Adyriswati; Mutia Rahmi Pratiwi
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v1i1.2684

Abstract

AbstrakPersoalan peningkatan volume sampah yang terus meningkat menjadi perhatian bagi beberapa pihak,termasuk pemerintah. Langkah penanggulangan yang dilakukan pun beragam, misalnya pemberlakuankebijakan kantong plastik berbayar. Namun sayangnya kebijakan ini belum berpengaruh signifikan. Halini menjadi gambaran bahwa persoalan sampah bukan hanya pekerjaan rumah bagi pemeritah namunmasyarakat juga selaku pengguna. Latar belakang tersebut menjadi dasar pembuatan Film Dokumenterberjudul “Sampahmu Makananku” yang mendeskripsikan kehidupan Pak Sarimin dan ibu Suyatmi dalammeminimalisir jumlah sampah di TPA JAtibarang, Semarang. Penelitian ini menggunakan metode compositingyang membagi proses penelitian menjadi tiga tahap yakni pra produksi, produksi dan pasca produksi.Penelitian ini merupakan sebuah penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan metode karya cipta. Hasildari penelitian ini adalah berupa karya film dokumenter berjudul Sampahmu Makananku.Kata Kunci: Film Dokumenter, Compositing, SampahAbstractThe problem of  wastes volume raising is becoming concern for  government. Various resolution actions hasbeen done such as the plastic bag payment policy. But unfortunately this policy has not show a significanteffect. It depicts that waste problem is not only government responsibility but also all of the societies asthe users. This background becomes the base of the making of Documenter Movie titled “SampahmuMakananku” which describes the life of Mr. Sarimin and Mrs. Suyatmi in minimalizing the amounts of wastesin TPA Jatibarang, Semarang. This research uses the compositing method that devide the research processinto three main stages, such as pre production, production and post production.This research uses qualitativemethod as its base.Keywords: Documenter, Compositing, Waste
ADAPTASI TEORI DIFUSI-INOVASI DALAM GAME “YUK BENAHI” DENGAN PENDEKATAN KOMUNIKASI SMCR Toto Haryadi
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v1i1.2678

Abstract

AbstrakKerusakan lingkungan merupakan permasalahan bagi semua negara, termasuk Indonesia. Berbagai upayadilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, salah satunya dengan menggunakan teknologi baru.Game edukasi “Yuk Benahi” yang merupakan sebuah bentuk dari alat untuk kampanye peduli lingkungan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan untuk memetakan adopsi teknologi tersebut denganpendekatan komunikasi SMCR. Penelitian ini juga menggunakan konsep adaptasi teori Difusi-inovasi untukmelihat peluang pemanfaatan game sebagai media baru dalam kampanye peduli lingkungan. Hasil daripenelitian ini yaitu pemanfaatan game sebagai media baru dalam mengkomunikasikan pesan-pesan sosialkepada masyarakat, sehingga memberi peluang pihak lain untuk mengembangkan media yang bisa diterimamasyarakat, sesuai dengan kondisi dan situasi saat ini.   Game edukasi “Yuk Benahi” menjadi media barusebagai inovasi untuk menghindari kebosanan terhadap media konvensional sekaligus menanamkan rasapeduli lingkungan sejak dini. Kata Kunci: difusi, inovasi, game, komunikasi, SMCRAbstractEnvironmental damage is a problem for all countries, including Indonesia. Various efforts are made to solvethe problem, one of them by using new technology. The “Yuk Benahi” educational game which is a form of toolfor an environmentally-aware campaign. This research uses qualitative method and to map the adoption ofthe technology with SMCR communication approach. This research also uses the concept of adaptation of thetheories of Diffusion-innovation to see the opportunity of game utilization as a new media in environmentallycare campaign. The result of this research is the utilization of game as new media in communicating socialmessages to the society, thus giving other party opportunity to develop media that can be accepted by society,according to current condition and situation. Educational game “Yuk Benahi” becomes a new media as aninnovation to avoid boredom against conventional media as well as inculcate the sense of environmental careearly on.Keywords: diffusion, innovation, game, communication, SMCR

Page 1 of 1 | Total Record : 6