cover
Contact Name
Heni Indrayani
Contact Email
jurnal.audience@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
heni.indrayani@dsn.dinus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Audience
ISSN : 26208393     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Audience, Journal of Communication Studies is a scientific journal published by Dian Nuswantoro University. Audience journal publishes original papers, review papers, conceptual framework, analytical and simulation models, case studies, and empirical research. Audience journal aims to develop and communicate widely the development of creative media and business communication both theoretical and pragmatic. Audience journal publishes papers in the fields of journalism, mass media industries, broadcasting media issue, new media studies, media ethics, political communications, media law, strategic communications management, social marketing, political marketing, political campaign, public relations. Audience journal is published both in print and online versions. Audience journal published twice a year, in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020): AGUSTUS 2020" : 6 Documents clear
PROSES DAN PERAN KOMUNIKASI DALAM MENGATASI CULTURE SHOCK (STUDI KASUS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS TADULAKO) Dwi Rohma Wulandari
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v3i2.4149

Abstract

AbstrakDalam  penelitian  ini  akan  menjelaskan  bentuk  gegar  budaya  dan peran  serta proses komunikasi  yang  dilakukan  dalam  mengatasi gegar  budaya  yang  ada. Objek kajian yang dilakukan  adalah fenomena  gegar budaya yang terjadi pada mahasiswa asing di Universitas Tadulako. Teori akomodasi dimanfaatkan sebagai ladasan berpikir  dalam  penelitian  ini. Metode studi  kasus  dalam  menganalisis hasil  penelitian.  Hasil  dari  penelitian  ini  memperlihatkan bahwa empat  fase dalam  gegar  budaya   memperlihatkan   perbedaan   yang terlihat  dimana ada euphoria dan antusias dalam menyambut kehidupan baru dengan budaya baru. Penggunaan aksen  dan  pengucapan  dengan intonasi  yang  berbeda  menjadi kendala kultur yang tetap ada Ketika memasuki lingkungan baru. Proses adabtasi tidak  memerlukan  waktu lama  Ketika mahasiswa  asing  Universitas  Tadulako berada   pada  recovery   phase   sudah   mampu   menerima  perbedaan   dengan interaksi yang rutin dan proses komunikasi dilakukan secara efektif. Untuk memahami nilai budaya, keterampilan masing-masing individu menjadi penting, karena dengan keterampilan berkomunikasi akan menjadikan proses adabtasi, memahami budaya, dan akan mengurangi atau meminimalisir terjadinya culture shock. Proses sosialisasi dengan pola nilai budaya dapat digunakan untuk menghindari adanya gegar budaya.Kata  Kunci:   Fenomena   budaya,   Gegar  budaya,   Interaksi,   Komunikasi,   Nilai budayaAbstractThis research explain the form of culture shock and the role and process of communication in overcoming the existing cultural shock. The object of the study is the phenomenon of culture shock that occurs in foreign students at Tadulako University.  Accommodation  theory is used as a basis for thinking  in this study. Case study method in analyzing existing research results. The results of this study indicate that the four phases in a culture shock show a visible difference where there are euphoria and enthusiasm in welcoming a new life with a new culture. The  use  of  accents  and  pronunciations  with  different  intonations  becomes  a cultural obstacle that remains when entering a new environment. The adaptation process does not take long. When foreign students of Tadulako University are in the recovery phase, they are able to accept differences with routine interactions, and the communication process is carried out effectively. To understand cultural values, the skills of each individual are important, because communication skills will make the process of adaptation, understanding culture, and will minimize the occurrence  of  culture  shock.  The  socialization  process  with  a  cultural  value pattern can be used to avoid cultural shocks.Keywords: Communication, Cultural shock, Cultural values, Cultural phenomena, Interaction
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK KOMISI PEMILIHAN UMUM DAERAH (KPUD) KABUPATEN TEMANGGUNG DALAM PILKADA JATENG 2013 Nur Sofyan
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v3i2.3720

Abstract

AbstrakSalah satu tantangan terbesar dalam penyelenggaraan  pemilihan kepala daerah (Gubernur  dan Wakil  Gubernur)  di  Jawa  Tengah   adalah rendahnya  tingkat partisipasi  politik.  Tingkat partisipasi  masyarakat Jawa  Tengah  yang  rendah menjadi hambatan bagi penyelenggara pemilu tingkat daerah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh KPUD Kab. Temanggung    dalam   Pilkada   Jateng   2013   dan   2018.   Penelitian ini menggunakan   teori Organizational  Information Theory dan strategi Komunikasi Politik dengan  pendekatan  merawat  ketokohan, memantapkan  kelembagaan politik,   menciptakan kebersamaan,    dan  membangun   konsensus,   sehingga penelitian   ini   diharapkan  memberikan manfaat   bagi   perkembangan   kajian strategi  komunikasi  politik di tingkat kelembagaan penyelenggaraan  pemilihan umum. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif dengan minat studi kasus intrinsik. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, studi dokumen serta observasi yang berperan pasif. Kriteria pengambilan data didasarkan pada pemilihan informan dengan kriteria tertentu. Teknik analisis data menggunakan analisis penjodohan pola. Uji validitas data dilakukan dengan cara serentak menggunakan  data  dengan karakter  sama.  Hasil penelitian  ini  membuktikan bahwa  kohesivitas dalam  strategi  komunikasi  politik  tidak  hanya diletakkan dalam aspek membangun kebersamaan dalam mencapai tujuan politik penyelenggaraan Pilkada, namun diletakkan juga pada merawat ketokohan, membangun konsensus dan memantapkan kelembagaan. Dengan demikian hasil dari  strategi  komunikasi politik  akan  memiliki  nilai  optimal  untuk  mencapai tujuan politik kelembagaan. Kata   kunci:      Ambiguitas   informasi,   Kebersamaan,   Kohesivitas   ketokohan, Partisipasi politik, Strategi komunikasi politik AbstractThe biggest challenge in organizing an election of the regional heads (Pilkada), including   the election   of  Governor   and   Deputy  Governor   in  Central   Java, Indonesia, is because of the low levels of public’ political participation. That case has become a challenge faced by regional election organizers of the province. In contrast,   Temanggung  shows   significant   data   on   its citizen   participation compared  to other districts  in Central  Java.  This research  used Organizational Information Theory and political communication strategy by approaching cohesiveness figure, creating togetherness, and build consensus, so that aims to explore the political communication strategy conducted by the Regional Election Commission  KPUD of Temanggung  Province  Pilkada in  2013  and  2018.  This research is expected to provide insights to the development of political communication strategies studies. This descriptive qualitative research employed an intrinsic case study as the research design. Post-positivism  was employed as the research  paradigm.  Research  respondents  and documentation  became  the source of data.  Data were gathered through an in-depth interview, a document analysis,  and  an observation.  This  research  shows  that the  cohesiveness  of political  communication   strategies is  not  only influenced  by  the  aspects  of building  togetherness  in achieving political  objectives of the elections  but also caring for the characters, build a consensus and establish the institutions.Keywords:  Ambiguity  of information,  Cohesiveness  figure, Political communication strategies, Political participation, Togetherness
FENOMENA DALAM BERITA COVID-19 Shella Anggarini
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v3i2.3628

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini  mendeskripsikan cara individu melakukan pemrosesan informasi dan menemukan  makna kehadiran  fenomena covid-19. Penelitian ini menggunakan dua tradisi, yaitu tradisi sibernetika dan fenomenologi. Perspektif Elaboration Likelihood Theory, menjelaskan berbagai cara individu dalam mengevaluasi   sejumlah   informasi tentang   Covid-19   yang   diakses   individu. Metode yang digunakan adalah fenomenologi  dengan melakukan pengumpulan data melalui indepth interview terhadap empat orang informan. Hasilnya memperlihatkan  bahwa para individu selalu terhubung dengan sejumlah media massa seperti radio, koran, majalah, televisi, media luar ruang (baliho dan billboard), serta internet untuk mengakses beragam informasi sehari-hari. Media internet cenderung menjadi media yang dominan dipilih dan digunakan, karena lebih bersifat  universal-archive,  sehingga  informasinya  dapat  diakses  sewaktu- waktu. Berita atau informasi  tentang  Covid-19  diperoleh dari berbagai  saluran informasi  yang  digunakan  oleh  masing-masing  individu.  Para  informan memberikan  penilaian  secara  beragam  mengenai  fenomena  Covid-19,  berita Covid-19, dan upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19. Kata Kunci : Covid-19, Elaboration Likelihood Theory, Fenomenologi, Sibernetika, VirusAbstractThe purpose  of this qualitative  research  is to describe  how individuals  process information on the Covid-19 virus and find the meaning of the presence of the Covid-19 phenomenon. This research uses two traditions, namely cybernetics and phenomenology.   The  Elaboration  Likelihood  Theory  perspective,  explains  the various  ways  individuals  evaluate   a  number   of  Covid-19   virus  information accessed by individuals. The method used is phenomenology with data collection with indepth interview instruments from four informants. The results of this study show that individuals are always connected to a number of mass media such as radio, newspapers, magazines, television, outdoor media (billboards), and the internet to access a variety of daily information. Internet media tends to be the dominant media chosen and used, because it is more universal-archive, so that information can beaccessed at any time. News or information about the Covid-19  is  obtained  from various  information   channels  used  by  each  individual. Informants provide a diverse assessment of the Covid-19 phenomenon,  news of the Covid-19, and government efforts to overcome the Covid-19 pandemic.Keywords     :     Covid-19, Cybernetics, Elaboration Likelihood  Theory, Phenomenology, Virus
COMMUNITY DEVELOPMENT “ISTANA KELULUT” MASYARAKAT PASCA TAMBANG SEBAGAI AKTUALISASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT ADARO INDONESIA Tri Nurhayati; Yeni Rosilawati; Aswad Ishak
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v3i2.3874

Abstract

AbstrakPT Adaro Indonesia sebagai salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia, melaksanakan kewajiban pelaksanaan program corporate social responsibility (CSR). Program Istana Kelulut merupakan kegiatan CSR berbentuk community  development  berbasis lingkungan,  dan terintegrasi  dengan  rencana pasca   tambang   dimana   perusahaan   belum   memiliki   program   yang   sejalan dengan rencana pasca tambang sebelumnya. Program CSR ini dimaksudkan agar masyarakat  dapat  hidup  mandiri  ketika  perusahaan  sudah  tidak beroperasi  di daerah Balangan. Penelitian  ini bertujuan  untuk mengetahui bagaimana proses community development oleh perusahaan kepada masyarakat di Kabupaten Balangan, Kalsel melalui budidaya Lebah Kelulut. Teori yang digunakan yaitu teori proses   community   development   oleh   Zubaedi   dari   tahap   problem   posing, problem analysis, aims and objectives, actions plans, pelaksanaan, dan evaluasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan  teknik wawancara  mendalam  dengan  manajemen  CSR PT Adaro Indonesia  dan masyarakat penerima manfaat. Data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam prosesnya, community development mengusung konsep development with community. Perusahaan berperan sebagai fasilitator dan kelompok sasaran berperan sebagai objek sekaligus subjek program. Kelompok sasaran berpartisipasi aktif dari tahap pemaparan masalah hingga evaluasi. Program pendampingan perusahaan mencakup kegiatan  pelatihan penyempurnaan  teknik budidaya sehingga proses panen lebih efektif dengan inovasi selang penghisap madu otomatis dan rumah sarang buatan. Peluang Madu Kelulut yang terletak pada nilai keunikan citarasa madu  yang  berbeda  dari  madu  biasa.  Peneliti  menyarankan  agar  perusahaan serta  Pemerintah  Daerah  setempat  lebih  kooperatif  dalam  mengembangkan produk lokal ini, dengan memanfaatkan aplikasi “Adalapak” yang telah dikembangkan    perusahaan.   Agar   proses   pemasaran   lebih   efektif   dengan jangkauan konsumen yang lebih luas.Kata Kunci: Budidaya, Community development, CSR, Lingkungan, Pasca tambang AbstractPT Adaro Indonesia,  as one of the largest coal mining companies in Indonesia, carries out the obligation to implement  the corporate social responsibility (CSR) program.   The   Kelulut   Palace   Program   is   a   CSR   activity   in   the   form   of environment-based  community  development,  and  is  integrated  with  the  post- mining plan, where the company does not have a program that is in line with the previous post-mining plan. This CSR program is intended so that people can live independently when the company is no longer operating in the Balangan area. This study aims to determine  how the community  development  process by the company to the community in Balangan Regency, South Kalimantan, through the cultivation of Kelulut Bees. The theory used is the theory of the community development   process  by  Zubaedi   from  the  problem  posing  stage,   problem analysis, aims and objectives, actions plans, implementation, and evaluation. The approach used in this research is descriptive qualitative using in-depth interview techniques with PT Adaro Indonesia's CSR management, and beneficiary communities, as well as a study of company documentation  as secondary data. The  results  showed  that  in  the  process,  community  development  carries  the concept   of  development   with   community.   Where   the  company   acts   as  a facilitator, while the target group acts as both the object and the subject of the program. The target group actively participates from the problem presentation stage to the evaluation. The company's mentoring program includes training activities  to  improve  cultivation  techniques,  so  that  the  harvesting  process  is more  effective   with   the  innovation   of  automatic   honey-suction   hoses  and artificial nest houses. Kelulut Honey Opportunity lies in the unique value of honey flavor that is different from ordinary honey. Researchers suggest that companies and local governments be more cooperative in developing this local product, by utilizing the Ad Bukalapak application that has been developed by the company. So that the marketing process is more effective with a wider reach of consumers.Keywords: Community development, CSR, Cultivation Environment, Post-mining
REPRESENTASI CYBER SOCIETY DALAM FILM “SEARCHING” Rikha Ayu Minda Kharisma; Rahmawati Zulfiningrum
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v3i2.4066

Abstract

AbstrakMasyarakat  cyber merupakan  salah satu bentuk penciptaan  budaya baru yang disebabkan  oleh perkembangan  teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi saat ini memiliki banyak manfaat untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan  aktivitas  rutinnya,  dimana  digitalisasi  telah  terjadi  di  berbagai bidang dan menjadi kebiasaan baru masyarakat. Searching, salah satu film yang diproduksi tahun 2018 ini mengisahkan fenomena teknologi. Film tersebut menggambarkan bahwa menemukan orang hilang dengan rekam jejak digital adalah mungkin dan bisa menjadi jalan keluarnya. Lebih jauh, film ini tidak hanya menampilkan dampak positif dari teknologi tetapi juga menyuguhkan sisi negatifnya.  Penelitian  ini bertujuan  untuk mengetahui representasi  masyarakat cyber dalam film Searching. Peneliti menggunakan  metode penelitian deskriptif kualitatif dengan model analisis semiotika Roland Barthes. Teori dalam penelitian ini menggunakan  Teori Representasi  Stuart  Hall. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa terdapat lima representasi  dari masyarakat cyber. Pertama,  komunikasi yang menggunakan  media aplikasi. Kedua, menciptakan  identitas baru di dunia maya.   Ketiga,   menggunakan  website   untuk   mencari   informasi.   Keempat, kebebasan berpendapat di dunia maya, dan yang terakhir adalah kecanduan internet. Masyarakat  perlu meningkatkan  kesadaran  akan dampak penggunaan teknologi agar bisa hidup bijak di era digital.  Kata kunci: Film searching, Masyarakat cyber, Representasi, Semiotika, Teknologi AbstractThe cyber society is a form of creating a new culture caused by the development of information and communication technology. Nowadays, technology bring the advantages to help people accomplished  their routine activities, where digitalization  has  occurred  in  various  fields  and  has  become a new  habit  for society. Searching, one of the movies that produce in 2018 is portray the phenomenon  of technology.  The film described  that finding the missing people with a digital track record is possible and could be the way out. Furthermore, this film not only show the positive impact of technology but also state the negative side. This study aims to determine the representations of cyber society in film title Searching. The researcher uses qualitative descriptive method research with semiotics of Roland  Barthes  analysis  model.  The theory  in  this  study uses the theory  representation  of  Stuart  Hall.  The  results  showed  that  there  are  five representations of cyber society. First, communication  using media applications. Second,  creating  a new  identity  in cyberspace.  Third,  use  the  website  to  find information.  Fourth,  freedom  of speech  in cyberspace,  and the last is internet addiction.   The  public  needs  to  increase  the  awareness  for  the  impacts  of technology uses in order to live wisely in the digital era.Keywords: Cyber society, Representation, Searching movie, Semiotic, Technology
BENTURAN IMPERIALISME BUDAYA BARAT DAN BUDAYA TIMUR DALAM MEDIA SOSIAL Okeu Yudipratomo
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): AGUSTUS 2020
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v3i2.3718

Abstract

AbstrakMedia  sosial di era saat  ini melebur  menjadi  sebuah  kebutuhan  primer  untuk aktualisasi diri, dengan pengguna tanpa batas dan dapat diakses kapanpun dimanapun  di  seluruh  dunia  menjadikan  konten dalam  media  sosial  menjadi sebuah  isu  yang  menarik  terkait imperialisme.  Pengakuan  akan  budaya  dan norma masing-masing yang ada di dalam media sosial membuat sebuah tekanan yang dapat  memicu benturan budaya.  Hal tersebut dikarenakan  adanya  faktor kemudahan  akses dalam berselancar  di media  sosial.  Hal yang menarik  dalam fenomena   ini   adalah   sebuah   konsumsi   dari   produk-produk   budaya   yang ditampilkan  secara  ringkas  namun sarat  akan  makna  yang disebarkan  melalui media sosial. Fokus kajian ini adalah mengkaji benturan antara budaya barat dan budaya timur di dalam konten media sosial melalui paham imperialisme, orientalisme  dan   oksidentalisme   secara   konseptual.   Kedua   paham   budaya tersebut  mewakili  budaya  dan harfiahnya  masing-masing  dalam  menunjukkan kualitas  dalam  kehidupan.  Penyerapan  informasi  dari konten  yang  tersedia  di media sosial diantara kedua budaya tersebut dapat menjadi subjektif dan mempengaruhi  sikap.  Dalam  kajian konseptual  ini  menggambarkan  pengguna media sosial yang terlibat dengan narasi sosial yang panjang atau konten media sosial  yang kompleks  menjadikan   cultural  crossfit   atau  persilangan   budaya menjadi salah satu aspek dalam terjadinya benturan.Kata Kunci:  Media  Sosial,  Imperialisme  Budaya,  Orientalisme, Oksidentalisme, Konten Media Sosial AbstractIn the current era, social media has merged into a primary need for self- actualization, with unlimited users and can be accessed anytime anywhere in the world,   making   content   on   social   media   an   interesting   issue   related   to imperialism.  The recognition of each other's culture and norms in social media creates a pressure that can trigger a clash of cultures. The pressure comes due to the ease of access factor in surfing on social media.  The exciting  thing in this phenomenon is the consumption of cultural products presented briefly but full of meaning spread through social media. This study focuses on examining the clash between   western   and   eastern   cultures   in   social   media   content   through conceptual imperialism, orientalism and occidentalism. The two cultural understandings represent a culture and their literal each other in showing quality in life.  The  absorption  of information  from  content  available  on  social  media between the two cultures can be subjective and affect attitudes. This conceptual study describes social media users who are involved with long social narratives or complex social media content, making cultural crossfit one of the aspects in the occurrence of a collision.Keywords: Cultural Imperialism, Occidentalism, Orientalism, Social Media, Social Media Content

Page 1 of 1 | Total Record : 6