cover
Contact Name
Julaili Irni
Contact Email
julailiirni@yahoo.com
Phone
+6282276709657
Journal Mail Official
agroprimatech@gmail.com
Editorial Address
Kampus III, Fakultas Agro Teknologi Prodi Agribisnis Universitas Prima Indonesia Jl. Danau Singkarak Gg. Madrasah, Kel. Sei Agul Medan Barat
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Agroprimatech
ISSN : -     EISSN : 25993232     DOI : 10.34012
Core Subject : Agriculture, Social,
Agroprimatech merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia. Jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan publikasi pada bidang pertanian dan teknologi yang dapat menjadi sumber bacaan berstandar nasional. Jurnal ini berupa hasil penilitian secara kualitatif maupun kuantitatif yang terfokus pada bidang teknologi pertanian, biologi, pemberdayaan sumberdaya pertanian, budidaya pertanian, proteksi tanaman, sosial dan budaya masyarakat pertanian serta pengaturan landscape pertanian secara berkelanjutan. Agroprimatech terbit dua kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2019): Agroprimatech" : 10 Documents clear
APLIKASI CANGKANG TELUR AYAM BOILER DAN PUPUK MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) PADA TANAH SULFAT MASAM DI PRE NURSERY rianti, suratniaf
Agroprimatech Vol. 3 No. 1 (2019): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.19 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh pengaplikasian cangkang telur ayam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 perlakuan yang diteliti yaitu dengan berbagai dosis cangkang telur ayam boiler (H) dengan 4 taraf perlakuan yaitu H0 (control), HI (50 g), H2 (100 g), H3 (150 g), sebagai faktor pertama, dan pupuk mikoriza (N) dengan 4 taraf yaitu NI (10 g), N2 (20 g), N3 (30 g), sebagai faktor kedua. Setiap perlakuan diulang 2 kali. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis sidik ragam, faktor perlakuan berbagai dosis cangkang telur ayam boier (H) dan pupuk mikoriza (N) memberikan pengaruh beda nyata pada parameter pengamatan (tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, bobot basah total, dan bobot kering total). Perlakuan HI (50 g) memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dengan rataan(21,57 cm), perlakuan HI (50 g) memberikan pengaruh tertinggi terhadap jumlah daun dengan rataan (3,93 helai), perlakuan N2 (20 g) memberikan pengaruh tertinggi terhadap panjang daun dengan rataan (16,13 cm), perlakuan N3 (30 g) memberikan pengaruh tertinggi terhadap bobot basah total dengan rataan (4,48 g), perlakuan N3 (30 g) memberikan pengaruh tertinggi terhadap bobot kering total dengan rataan (0,93 g).
PENGARUHPEMBERIAN SLUDGE TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT STUMP MATA TIDUR TANAMAN KARET (Hevea brasilensis) DI POLYBAG Ruzaly, Efdi
Agroprimatech Vol. 3 No. 1 (2019): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.862 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sludge terhadap pertumbuhan bibit stump mata tidur tanaman karet di polybag yakni dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non faktorial dengan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut : A0 = kontrol (100 gr Agrphos / polybag), S1 = 100 gr Sludge / polybag, S2 = 200 gr Sludge / polybag, S3 = 300 gr Sludge / polybag, S4 = 400 gr Sludge / polybag. Hasil pengujian secara statistik diperoleh bahwa pemberian sludge menunjukan perbedaan yang tidak nyata terhadap parameter Panjang Tunas, Diameter Batang, Jumlah Daun, Berat Basah Tanaman, Berat Kering Tanaman. Meskipun menunjukan perbedaan yang tidak nyata namun semua perlakuan pemberian sludge cenderung menunjuka pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan bibit stump mata tidur tanaman karet hingga berumur 16 minggu setelah tanam, dimana hal ini terlihat pada parameter Panjang Tunas yaknii sebesar 24,66% dengan perlakuan S1, terhadap parameter Diameter Batang yakni sebesar 12,40% dengan perlakuan S3, terhadap paramater Jumlah Daun yakni sebesar 6,46% dengan perlakuan S3, terhadap paarameter Berat Basah Tanaman yakni sebesar 18,87% dengan perlakuan S1 dan terhadap parameter Berat Kering Tanaman yakni sebesar 13,56% dengan perlakuan S1 dan seluruh persentase tersebut diatas ke semuanya dibadingkan dengan pemberian pupuk agrophos (A0) Dari data hasil penelitian tersebut di atas diketahui bahwa pemberian pupuk agrophos yang selama ini merupakan Rekomendasi pemberian pupuk pada bibit stump mata tidur tanman karet di polybag, ternyata dapat disubstitusi dengan pemberian sludge yang merupakan limbah padat dari pengolahan lateks pekat.
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN STEK Mucuna bracteata D.C irni, Julaili
Agroprimatech Vol. 3 No. 1 (2019): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.588 KB)

Abstract

Penelitian, “Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.) Terhadap Pertumbuhan Setek Mucuna bracteata D.C” bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan lama perendaman yang sesuai terhadap keberhasilan perbanyakan setek Mucuna bracteata D.C. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan yang diteliti yaitu berbagai konsentrasi ekstrak bawang merah (A) dengan 4 taraf yaitu A0 (0 cc/100 ml aquades), A1 (5 cc/100 ml aquades), A2 (10 cc/100 ml aquades) A3 (15 cc/100 ml aquades), sebagai faktor pertama dan lama perendaman (P) dengan 4 taraf yaitu P0 (Tanpa waktu perendaman (celup)), P1 (15 menit), P2 (30 menit), P3 (60 menit), sebagai faktor kedua. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, faktor perlakuan berbagai konsentrasi A memberikan pengaruh berbeda nyata pada parameter persentase hidup. Perlakuan A dengan konsentrasi A1 (5 cc/100 ml aquades) memberikan signifikan tertinggi pada persentase hidup sebesar 79,16 %. Kombinasi perlakuan konsentrasi (A) dan lama perendaman (P) tidak berpengaruh nyata pada seluruh parameter yang diamati (persentase hidup, panjang sulur, jumlah daun, panjang akar, berat segar akar, berat segar tajuk, berat kering akar, berat kering tajuk).
KARAKTERISTIK SIFAT FISIKA TANAH PADA BERBAGAI KELAS UMUR TEGAKAN KELAPA SAWIT DI PT. PP. LONDON SUMATERA INDONESIA, Tbk UNIT SEI MERAH ESTATE rianti, suratniaf
Agroprimatech Vol. 3 No. 1 (2019): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.98 KB)

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia sebagai sumber devisa, lapangan kerja dan sumber kesejahteraan bagi petani dan pengusaha. Pola penggunaan lahan mempengaruhi sifat dari tanah terutama sifat fisika suatu tanah, karena penggunaan atau pengolahan tanah dapat mengakibatkan terputusnya sistem kapiler tanah dan rusaknya batas-batas horizon tanah yang menimbulkan kemunduran sifat-sifat fisika tanah dan kimia, seperti kehilangan unsur hara dan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis sifat fisika tanah (tekstur, struktur, warna tanah, bulk density, partikel density, porositas tanah, kadar air tanah) pada berbagai kelas umur tegakan kelapa sawit siklus tanam keempat. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode survei dengan analisis deskriptif. Sampel tanah yang di ambil adalah TBM I, TBM II, TBM III dan TM I, TM II, TM III dan Sampel tanah diuji di laboratorium untuk masing-masing karakteristik sifat fisika tanah. Hasil penelitian menunjukkan sifat fisika tanah di PT. PP. London Sumatra Indonesia, Tbk unit Sei Merah Estate menunjukkan tekstur tanah Lempung Berpasir, Struktur tanah granular atau remah, Nilai Bulk Density menunjukkan rendah, porositas tanah masih tinggi, warna tanah terlihat relatif gelap, dan kadar air tanah masih relatif normal.
EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT JENGKOL (Pithecellobiumjiringa Benth.) DAN HERBISIDA GLIFOSAT DALAM PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) anggraini, sari
Agroprimatech Vol. 3 No. 1 (2019): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.201 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Efektivitas Ekstrak Kulit Jengkol (Pithecellobium jirinnga) Dan Herbisida Glifosat Dalam Pengendalian Gulma Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq). Penelitian ini di laksanakan pada perkebunan rakyat di Desa Lengau Seprang, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli serdang dari Februari – Mei 2018 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Faktor pertama adalah ekstrak kulit jengkol dengan konsentrasi Kontrol (J0), 2,5 ml/l (J1), 3,75 ml/l (J2), 5 ml/l (J3) dan faktor kedua adalah glifosat dengan konsentrasi Kontrol (G0), 2 ml/l (G1), 3 ml/l (G2), 4 ml/l (G3) sehingga di peroleh 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunujukan bahwa J2 (ekstrak jengkol 3,75ml/l) sangat tinggi tingkat kematian pada 1 MSA dan G2 (glifosat 4 ml/l) sangat tinggi tingkat kematian pada 1 MSA. Interaksi J2G2 (ekstrak jengkol 3,75 ml/l dan glifosat 4 ml/l) sangat tinggi pada tingkat kematian gulma pada 1 MSA.
EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT JENGKOL (Pithecellobiumjiringa Benth.) DAN HERBISIDA GLIFOSAT DALAM PENGENDALIAN GULMA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) anggraini, sari
Agroprimatech Vol. 3 No. 1 (2019): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Efektivitas Ekstrak Kulit Jengkol (Pithecellobium jirinnga) Dan Herbisida Glifosat Dalam Pengendalian Gulma Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq). Penelitian ini di laksanakan pada perkebunan rakyat di Desa Lengau Seprang, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli serdang dari Februari – Mei 2018 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Faktor pertama adalah ekstrak kulit jengkol dengan konsentrasi Kontrol (J0), 2,5 ml/l (J1), 3,75 ml/l (J2), 5 ml/l (J3) dan faktor kedua adalah glifosat dengan konsentrasi Kontrol (G0), 2 ml/l (G1), 3 ml/l (G2), 4 ml/l (G3) sehingga di peroleh 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunujukan bahwa J2 (ekstrak jengkol 3,75ml/l) sangat tinggi tingkat kematian pada 1 MSA dan G2 (glifosat 4 ml/l) sangat tinggi tingkat kematian pada 1 MSA. Interaksi J2G2 (ekstrak jengkol 3,75 ml/l dan glifosat 4 ml/l) sangat tinggi pada tingkat kematian gulma pada 1 MSA.
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN STEK Mucuna bracteata D.C irni, Julaili
Agroprimatech Vol. 3 No. 1 (2019): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian, “Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.) Terhadap Pertumbuhan Setek Mucuna bracteata D.C” bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan lama perendaman yang sesuai terhadap keberhasilan perbanyakan setek Mucuna bracteata D.C. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan yang diteliti yaitu berbagai konsentrasi ekstrak bawang merah (A) dengan 4 taraf yaitu A0 (0 cc/100 ml aquades), A1 (5 cc/100 ml aquades), A2 (10 cc/100 ml aquades) A3 (15 cc/100 ml aquades), sebagai faktor pertama dan lama perendaman (P) dengan 4 taraf yaitu P0 (Tanpa waktu perendaman (celup)), P1 (15 menit), P2 (30 menit), P3 (60 menit), sebagai faktor kedua. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, faktor perlakuan berbagai konsentrasi A memberikan pengaruh berbeda nyata pada parameter persentase hidup. Perlakuan A dengan konsentrasi A1 (5 cc/100 ml aquades) memberikan signifikan tertinggi pada persentase hidup sebesar 79,16 %. Kombinasi perlakuan konsentrasi (A) dan lama perendaman (P) tidak berpengaruh nyata pada seluruh parameter yang diamati (persentase hidup, panjang sulur, jumlah daun, panjang akar, berat segar akar, berat segar tajuk, berat kering akar, berat kering tajuk).
KARAKTERISTIK SIFAT FISIKA TANAH PADA BERBAGAI KELAS UMUR TEGAKAN KELAPA SAWIT DI PT. PP. LONDON SUMATERA INDONESIA, Tbk UNIT SEI MERAH ESTATE rianti, suratniaf
Agroprimatech Vol. 3 No. 1 (2019): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia sebagai sumber devisa, lapangan kerja dan sumber kesejahteraan bagi petani dan pengusaha. Pola penggunaan lahan mempengaruhi sifat dari tanah terutama sifat fisika suatu tanah, karena penggunaan atau pengolahan tanah dapat mengakibatkan terputusnya sistem kapiler tanah dan rusaknya batas-batas horizon tanah yang menimbulkan kemunduran sifat-sifat fisika tanah dan kimia, seperti kehilangan unsur hara dan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis sifat fisika tanah (tekstur, struktur, warna tanah, bulk density, partikel density, porositas tanah, kadar air tanah) pada berbagai kelas umur tegakan kelapa sawit siklus tanam keempat. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode survei dengan analisis deskriptif. Sampel tanah yang di ambil adalah TBM I, TBM II, TBM III dan TM I, TM II, TM III dan Sampel tanah diuji di laboratorium untuk masing-masing karakteristik sifat fisika tanah. Hasil penelitian menunjukkan sifat fisika tanah di PT. PP. London Sumatra Indonesia, Tbk unit Sei Merah Estate menunjukkan tekstur tanah Lempung Berpasir, Struktur tanah granular atau remah, Nilai Bulk Density menunjukkan rendah, porositas tanah masih tinggi, warna tanah terlihat relatif gelap, dan kadar air tanah masih relatif normal.
APLIKASI CANGKANG TELUR AYAM BOILER DAN PUPUK MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) PADA TANAH SULFAT MASAM DI PRE NURSERY rianti, suratniaf
Agroprimatech Vol. 3 No. 1 (2019): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh pengaplikasian cangkang telur ayam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 perlakuan yang diteliti yaitu dengan berbagai dosis cangkang telur ayam boiler (H) dengan 4 taraf perlakuan yaitu H0 (control), HI (50 g), H2 (100 g), H3 (150 g), sebagai faktor pertama, dan pupuk mikoriza (N) dengan 4 taraf yaitu NI (10 g), N2 (20 g), N3 (30 g), sebagai faktor kedua. Setiap perlakuan diulang 2 kali. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis sidik ragam, faktor perlakuan berbagai dosis cangkang telur ayam boier (H) dan pupuk mikoriza (N) memberikan pengaruh beda nyata pada parameter pengamatan (tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, bobot basah total, dan bobot kering total). Perlakuan HI (50 g) memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dengan rataan(21,57 cm), perlakuan HI (50 g) memberikan pengaruh tertinggi terhadap jumlah daun dengan rataan (3,93 helai), perlakuan N2 (20 g) memberikan pengaruh tertinggi terhadap panjang daun dengan rataan (16,13 cm), perlakuan N3 (30 g) memberikan pengaruh tertinggi terhadap bobot basah total dengan rataan (4,48 g), perlakuan N3 (30 g) memberikan pengaruh tertinggi terhadap bobot kering total dengan rataan (0,93 g).
PENGARUHPEMBERIAN SLUDGE TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT STUMP MATA TIDUR TANAMAN KARET (Hevea brasilensis) DI POLYBAG Ruzaly, Efdi
Agroprimatech Vol. 3 No. 1 (2019): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sludge terhadap pertumbuhan bibit stump mata tidur tanaman karet di polybag yakni dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non faktorial dengan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut : A0 = kontrol (100 gr Agrphos / polybag), S1 = 100 gr Sludge / polybag, S2 = 200 gr Sludge / polybag, S3 = 300 gr Sludge / polybag, S4 = 400 gr Sludge / polybag. Hasil pengujian secara statistik diperoleh bahwa pemberian sludge menunjukan perbedaan yang tidak nyata terhadap parameter Panjang Tunas, Diameter Batang, Jumlah Daun, Berat Basah Tanaman, Berat Kering Tanaman. Meskipun menunjukan perbedaan yang tidak nyata namun semua perlakuan pemberian sludge cenderung menunjuka pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan bibit stump mata tidur tanaman karet hingga berumur 16 minggu setelah tanam, dimana hal ini terlihat pada parameter Panjang Tunas yaknii sebesar 24,66% dengan perlakuan S1, terhadap parameter Diameter Batang yakni sebesar 12,40% dengan perlakuan S3, terhadap paramater Jumlah Daun yakni sebesar 6,46% dengan perlakuan S3, terhadap paarameter Berat Basah Tanaman yakni sebesar 18,87% dengan perlakuan S1 dan terhadap parameter Berat Kering Tanaman yakni sebesar 13,56% dengan perlakuan S1 dan seluruh persentase tersebut diatas ke semuanya dibadingkan dengan pemberian pupuk agrophos (A0) Dari data hasil penelitian tersebut di atas diketahui bahwa pemberian pupuk agrophos yang selama ini merupakan Rekomendasi pemberian pupuk pada bibit stump mata tidur tanman karet di polybag, ternyata dapat disubstitusi dengan pemberian sludge yang merupakan limbah padat dari pengolahan lateks pekat.

Page 1 of 1 | Total Record : 10